PARENTING
120 Dongeng Sebelum Tidur Penuh Makna dan Mendidik untuk Dibacakan ke Anak
Dilla Atqia Rahmah | HaiBunda
Kamis, 22 Oct 2026 21:05 WIBMembacakan dongeng sebelum tidur bisa menjadi momen untuk menumbuhkan imajinasi dan kreativitas Si Kecil. Melalui dongeng sebelum tidur anak bisa mengeksplorasi berbagai petualangan dalam cerita.
Apabila Bunda sedang mencari dongeng anak kecil sebelum tidur, ada beragam dongeng sebelum tidur yang Bubun rangkum dari berbagai sumber. Bunda bisa memilih tema dongeng, mulai dari dongeng anak pendek hingga dongeng sebelum tidur lucu. Tersedia juga dongeng sebelum tidur tentang bidadari, cerita fabel, dan dongeng sebelum tidur princess.
Cerita dongeng ini juga memiliki pesan moral yang mendalam serta ada sifat-sifat tokoh di dongeng yang bisa diteladani. Yuk, Bunda, telusuri kumpulan cerita dongeng sebelum tidur berikut ini.
15 Cerita dongeng sebelum tidur pendek atau singkat yang kaya pesan moral
Inilah cerita dongeng singkat yang dapat menemani Si Kecil sebelum tidur. Meskipun singkat, dongeng anak kecil sebelum tidur ini menyiratkan pesan moral yang baik untuk anak. Dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Anak penerbit Stiletto, Kumpulan Cerita Anak penerbit Kyta, Kumpulan Dongeng Nyentrik, Asyik, & Menggelitik penerbit Bhuana Ilmu Populer, dan Kumpulan Dongeng 4 Musim penerbit Bhuana Ilmu Populer.
1. Rusa dan Anak Rusa
Seekor anak rusa bertanya kepada ayahnya, "Ayah lebih besar, lebih kuat, dan lebih lincah daripada seekor anjing, dan Ayah punya tanduk yang tajam. Tapi kenapa Ayah selalu lari menghindar setiap kali mendengar gonggongan anjing?"
"Anakku," jawab sang Rusa, "Sifat amarahku tidak menentu, bisa saja saat aku berdekatan dengan anjing yang ribut menggonggong itu, aku kehilangan kesabaran dan malah menyakiti anjing tersebut."
Pesan moral: Dongeng anak kecil sebelum tidur ini mengajarkan kita untuk tetap rendah hati dengan kemampuan luar biasa yang kita miliki dan tidak menggunakan kemampuan itu untuk hal-hal yang tidak berguna.
2. Pemburu dan Penebang Kayu
Seorang pemburu yang tidak terlalu pemberani sedang mencari jejak seekor singa. Di dalam hutan, ia bertemu seorang penebang kayu dan bertanya apakah orang itu pernah melihat tanda-tanda jejak singa atau tahu di mana singa itu bersarang.
"Saya tahu," kata penebang kayu itu, "sekaligus saya bisa menunjukkan dan memperlihatkan kamu dimana Singa itu berada sekarang."
Sang Pemburu berubah menjadi sangat pucat hingga giginya berbunyi karena gemetaran akibat rasa takut. la pun menjawab, "Tidak, terima kasih, saya tidak meminta semua itu, saya hanya mencari jejak kakinya, dan bukan singanya."
Pesan moral: Dari dongeng anak pendek tentang Pemburu dan Penebang Kayu ini kita bisa belajar untuk tidak berpura-pura berani dalam ucapan. Keberanian yang hanya di mulut tidak akan bertahan saat dihadapkan pada kenyataan.
3. Rumah bata di atas bukit.
Sekarang tiga babi kecil tinggal di rumah bata yang kuat. Namun Serigala tak menyerah juga.
Dia datang membawa senjata baru. Bukan hembusan nafas bukanlah senjata utamanya lagi, melainkan sebuah bulldozer!
Dengan cepat, ia mengendarai bulldozer itu untuk menghancurkan rumah para babi kecil. Tiga babi kecil pun lari tunggang langgang. Untung mereka selamat meskipun rumahnya hancur.
Kini tiga babi kecil kebingungan. Mereka harus membangun rumahnya lagi. “Aku tahu kita bangun lagi rumah bata di atas bukit yang tinggi,” kata si babi bungsu.
Kedua kakaknya membuang muka. “Kamu selalu mengusulkan usulan yang sulit.”
Babi bungsu tidak peduli. Ia segera menjalankan rencana sendiri. Babi sulung dan babi tengah tidak mau membantu.
Mereka mencari peri baik hati untuk membantu mereka. Mereka pun bertemu dengan peri baik hati dan meminta rumah baru. Kemudian, tring!
Sebuah kardus sepatu berubah menjadi rumah kecil. “Kasihan sekali babi bungsu. Kita bahkan tidak perlu bekerja untuk mendapatkan rumah ini,” ejek mereka.
Keduanya pun tinggal di dalam rumah dengan nyaman. Namun, tepat pukul jam 12 malam, rumah itu berubah menjadi kardus sepatu kembali. Ternyata, peri baik hati adalah adik dari peri yang membantu Cinderella. Mantra mereka sama.
Saat itu juga, Serigala datang mengejar kedua babi dengan bulldozernya. Kakak babi sulung dan babi tengah terus berlari. Mereka pergi ke atas bukit. Dengan sekuat tenaga, mereka berlari ke atas bukit.
Babi bungsu yang melihat kedua kakaknya terengah-engah langsung menyuruh mereka masuk. Bulldozer pun perlahan menaiki bukit. Serigala sebentar lagi akan menghancurkan rumah babi.
Namun, bulldozer itu berhenti di tengah jalan menaiki bukit. Bulldozer itu tidak kuat menanjak. Bulldozer itu pun merosot dan berhenti di bukit dengan suara yang keras.
Bulldozernya Serigala pun rusak dan Serigala gagal menangkap tiga babi kecil. Sekarang, tiga babi kecil kembali aman dalam rumah bata yang kuat di atas bukit tinggi.
Pesan moral: Dongeng singkat ini memberikan pesan moral untuk rela bersakit-sakit dahulu sebelum mendapat kesenangan.
4. Rubah yang Rakus
Pada zaman dahulu, ada Rubah yang sedang mencari makan. Awalnya ia melihat seekor burung bangau yang terbang di udara. Ketika Rubah mendekat, bangau tersebut segera meloncat. Hal itu membuat Rubah amat kesal karena ia kelaparan dan belum mendapat makanan.
Kemudian, Rubah lanjut mencari makan. Ketika sampai di persimpangan jalan, Rubah mencium bau daging. Daging itu adalah hasil perburuan serigala. Rubah segera mengambil daging itu dengan hati-hati. Ia melanjutkan perjalanan dengan membawa daging di mulutnya
Namun, ketika ia menyeberangi sungai, Rubah melihat ada hewan lain sedang membawa daging besar juga. Rubah berpikir untuk mengambil daging itu agar lebih kenyang.
Rubah segera melepaskan daging bawaanya ke bawah sungai. Namun, ketika daging itu terlepas, ternyata rubah di bawah sungai tidak lagi menggigit daging besar itu.
Sekarang Rubah sadar bahwa itu hanyalah bayangannya. Ia menyesal karena kerakusannya.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur pendek ini mengajarkan kita untuk tidak rakus. Kerakusan tidak akan membuat kita merasa cukup. Sebaliknya, kita akan menghilangkan hal yang telah dimiliki sebelumnya.
5. Tiga beruang Mencari Goldilocks
Tiga beruang amat sedih. Kursi kayu mereka rusak, bubur mereka habis, tempat tidur mereka acak-acakan. Parahnya gadis cilik yang mereka kira melakukan itu malah kabur.
Anak beruang menemukan sesuatu yang berkilau di lantai. Pasti itu milik si gadis kecil. Ayah beruang mengeja nama yang terukir di kolong itu, Goldilocks. Mereka bertiga sepakat untuk mencari rumah Goldilocks.
“Goldilocks, gadis kecil berambut pirang itu rumahnya ada di Utara,” sahut pak kusir saat tiga beruang bertanya.
Mereka pun sampai di rumah tersebut. Seorang perempuan cantik berambut pirang muncul. Ia terkejut melihat ada tiga beruang di hadapannya. Seorang gadis cilik mengintip dari belakang pintu kamar.
Ibu beruang mengembalikan kolong Goldilocks. “Bolehkah aku bertemu putrimu?” tanya sopan.
Goldilocks keluar dengan takut-takut. Ia menunduk.
Ibu beruang bertanya mengapa dia merusak kursi-kursi rumahnya, juga memakan bubur dan mengacak-ngacak tempat tidur.
Ibu Goldilocks mendengar itu sangat terkejut. Ia bertanya kepada anaknya apakah ia melakukan itu semua. Goldilocks pun mengangguk.
Ia mengaku bahwa ialah pelakunya. “Maafkan aku, aku mau melihat-lihat rumahmu yang indah. Karena kelaparan, aku makan bubur kalian yang lezat itu. Karena berjalan terus, aku lelah dan ingin tidur sebentar. “
Ibu Goldilocks meminta Goldilocks untuk ikut tiga beruang kembali ke rumahnya. Ibunya menyuruh agar Goldilocks merapikan tempat tidur. “Jadilah anak yang bertanggung jawab.”
Ternyata keluarga beruang amat baik padanya. Ibu beruang mengajarinya membuat bubur yang lezat. Anak beruang segera meminjamkan mainannya pada Goldilocks. Sekarang mereka bersahabat.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur pendek ini memberi pesan moral untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat.
6. Si Cerdik tudung merah
Si tudung merah hari ini mendapat tugas mengantar mantel hangat untuk neneknya. Ia berkata, “Kali ini aku tak akan berhenti di tengah jalan, bisa-bisa serigala datang menghalangiku.”
Meski si tudung merah berjalan dengan cepat, serigala tetap bisa menemukannya. “Berjumpa lagi denganku, anak manis.”
Si tudung merah mengiba, “Oh serigala yang baik, tulangku sangat keras, kamu pasti tidak suka. “
Namun serigala terbahak-bahak. Ia tidak akan tertipu oleh si tudung merah.
“Masa kamu tidak percaya gigi gerigimu tidak sanggup mengonyak tulangku, kecuali jika kamu mengasah gigimu?”
Mata serigala membulat “Mengasah?”
“Ya, aku tahu batu terbaik yang bisa membuat gigimu menjadi tajam. Ikuti aku, aku tidak akan lari.” Kata si tudung merah.
Serigala pun setuju. Mereka sampai di tepi sungai.
Tudung merah menunjuk ke sebuah batu di dalam sungai. “Itu batunya, itu batu terbaik yang biasa dipakai para singa untuk mengasah gigi mereka. Kamu boleh meminjamnya, aku tunggu disini. Percayalah, aku tidak akan lari.”
Tanpa pikir panjang, serigala melompat ke dalam sungai. Napasnya memburu saat usaha melawan arus yang deras. Serigala terus berenang dan berenang. Sampai akhirnya ia semakin ke tengah. Arus sungai semakin deras.
Serigala kehabisan tenaga dan terseret begitu saja. Akhirnya si tudung merah pun selamat dan dari serigala yang hendak memakannya.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak ini adalah kecerdasan dapat mengalahkan perbuatan jahat.
7. Jean dan Biji Kacang Ajaib
Suatu hari terjadi keributan kecil. “Wah cacing! aku benci cacing!”
Jeanne adik sepupu cek memang tidak suka cacing. Dan malangnya ada cacing yang diinjaknya seketika.
Tiba-tiba Jeanne melihat batiran kilau di tanah. “Apa ini? Sepertinya biji kacang, tapi kok hitam berkilau ya?”
Lalu biji itu ia tanam dengan sangat hati-hati. Namun tiba-tiba tanah di sekeliling mulai retak. Biji itu dengan cepat tumbuh menjadi tunas raksasa.
Anehnya, tunas itu tak tumbuh ke atas, melainkan ke arah bawah. Tunas itu terus tumbuh dan tumbuh. Membawa Jeanne ke kerajaan yang tidak pernah dibayangkan.
“Selamat datang anak manis,”suara lembut menyapa. Jeanne terkejut. Ia bingung tempat apa ini.
“Aku ratu cacing, kamu sering membunuh rakyatku. Agar kamu mengerti penderitaan kami, aku akan mengubahmu menjadi cacing.”
Dalam sekejap Jeanne berubah menjadi cacing besar. Dia harus bekerja menggemburkan tanah. Jeanne merasa tidak sanggup melakukan pekerjaan tersebut.
Sang ratu cacing pun tersenyum melihatnya. “Sekarang kamu tahu bahwa kami adalah pekerja keras.”
Jeanne menyesal dan meminta maaf telah bersikap buruk. Karena ratu merasa Jeanne telah mendapat pelajaran, ia menyodorkan satu biji kacang berkilau kepadanya.
Awalnya Jeanne menolak, namun ratu cacing menyuruhnya untuk memakan, karena ini dapat membuat Jeanne pulang kembali ke rumah.
Jeanne awalnya ragu untuk memakan, susah payah ia menolaknya. Kemudian tiba-tiba seluruh tanah bergetar.
Jeanne kembali, rasanya semua seperti mimpi. Lalu namun ia benar-benar menjadi seekor cacing. Lihat saja tubuhnya penuh kotor dengan tanah.
Sejak saat itu Jeanne tidak lagi semena-mena. Bagaimanapun, setiap makhluk hidup pasti membawa manfaat di sekitarnya.
Pesan moral: pesan moral cerita singkat ini adalah tidak berbuat semena-mena terhadap sesama.
8. Eskroti
Di kota Borgia, ada sebuah toko es krim yang selalu ramai dikunjungi pada musim panas. Pemiliknya adalah Sorrentino, yang pandai mengolah seratus macam rasa es krim.
Namun, ada yang berbeda tahun ini. Toko es krim yang biasa ramai itu tiba-tiba sepi.
Penyebabnya, ada toko roti milik Vecchio yang baru dibuka di ujung jalan. Sorrentino keheranan. Bukankah roti tidak bisa menghilangkan rasa haus di musim panas? Dia heran mengapa sebagian pelanggannya beralih memberi roti.
Ketika Sorrentino menanyai pelanggan, ternyata selain haus, mereka juga sering merasa lapar karena melakukan banyak kegiatan di musim panas. Karena uang mereka tidak cukup, mereka terpaksa memilih antara membeli es krim atau roti.
Hal ini membuat Sorrentino memutar otak. Ia pun bergegas mendatangi toko roti milik Vecchio. Ia menawarkan untuk bekerjasama. Awalnya, Vecchio tidak tertarik dengan usulan itu.
Tetapi, Sorrentino dengan gigih menjelaskan idenya kepada Vecchio hingga ia setuju. Sorrentino dan Vecchio pun menjual sesuatu yang belum pernah ada di kota Bogia, roti isi es krim! Mereka menyebutnya eskroti.
Orang-orang menyambut dengan gembira. Akhirnya, mereka bisa membeli es krim dan roti sekaligus dengan harga yang sama. Rasa haus dan lapar pun hilang sekaligus.
Semakin lama, pembeli eskroti semakin banyak. Tidak hanya di musim panas, tetapi juga di musim-musim lainnya.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah kerja sama dan kecerdasan dapat menghasilkan solusi yang baik.
9. Pohon Karamel
Putri Gia meraung-raung. Giginya sakit bukan main. Kata tabib istana, ia kebanyakan makan permen. Tabib itu menyarankan agar putri dia puasa permen dan tidak lupa menggosok gigi.
Namun putri Gia tidak peduli. Pada malam hari, ia diam-diam pergi ke dapur. Ia membuat permen karamel kesukaannya. Mulanya dia menyalakan api, kemudian mengaduk gula di dalam panci kecil. Tak lama kemudian gula itu berubah lengket kecoklatan dan wanginya memenuhi dapur.
Ratu Marya yang melihat hal tersebut marah dan meminta putri Gia membuang permen-permen itu. Putri Gia tidak berani membantah ibunya.
Malam itu Gia hanya bisa bermimpi makan permen karamel yang lezat. Setelah berminggu-minggu berlalu, putri Gia uring-uringan karena tidak boleh memakan permen.
Suatu hari, saat terbangun dari tidur, dia mencium wangi karamel di balik jendela. Ratu Marya muncul di kamarnya sambil tersenyum. “Selamat ulang tahun, Gia. Ibu punya hadiah istimewa untukmu. Ayo kita ke taman. Suasana taman tampak indah di musim gugur.”
Ratu Marya memberikan hadiah untuk putri dia. Hadiah itu khusus didatangkan dari Jepang. Ratu Maria menunjuk pohon-pohon katsura yang tumbuh di taman.
Putri Gia cemberut, “Aku tidak mau pohon, aku ingin permen karamel.”
“Coba cium daun pohon itu, kau pasti suka,” usul Ratu Marya.
Saat putri dia mencium daun pohon katsura, itu ternyata wanginya wangi karamel. Ia memejamkan mata. Mulutnya bergerak-gerak seolah sedang mengunyah permen karamel. Perutnya kenyang seperti telah melahap sekotak permen karamel.
Kini putri dia tidak lagi uring-uringan. Setiap kali dia ingin makan permen karamel, ia cukup mencium daun katsura sepuasnya tanpa perlu mengunyah dan tentunya tidak perlu khawatir sakit gigi lagi.
Pesan moral: pesan moral dongeng anak pendek ini adalah jangan terlalu berlebihan dalam menyukai sesuatu.
10. Musim Semi Terlambat Bangun
Lagi-lagi musim semi terlambat bangun. Bunga-bunga jadi terlambat mekar. Waktu tanam benih gandum menjadi kacau. Hujan musim semi tak kunjung turun. Alam menjadi kacau balau.
Kelakuan musim semi membuat musim dingin marah. Dia yang seharusnya sudah undur diri harus tetap bertahan karena musim semi tak muncul juga. Musim dingin marah dan mengatakan kalau musim semi tidak bertanggung jawab.
Musim semi malah menguap, “Jangan marah-marah dong, aku kan sudah bangun. Sudahlah sekarang giliranmu beristirahat.”
Musim semi pun mulai melakukan tugasnya. Selagi bertugas, dia menerima sepucuk surat. Setelah membuka isi surat, dia terkejut karena surat itu berisi peringatan dari dewan tertinggi musim-musim.
Jika tahun depan musim semi masih terlambat bangun, gelarnya akan dicabut dan diganti menjadi musim bebek bertelur.
Musim semi pun panik, dia segera mengadu ke musim dingin yang sedang beristirahat. Dia meminta tolong agar dirinya tidak bangun terlambat lagi.
Meskipun kesal, musim dingin sebenarnya tidak tega. Jika gelar temannya dicabut, Ia pun menyarankan musim semi untuk menggunakan sesuatu untuk membangunkannya tidur, seperti yang dipakai para manusia.
Musim dingin pun bergegas pergi, kemudian ia melihat sebuah benda aneh. “Jika waktu tidur mau tiba, pasanglah benda ini di samping tempat tidurmu,” pesannya pada musim semi.
Berbulan-bulan berlalu tiba saatnya musim semi untuk tidur, namun sebelum tidur, dia memasang terlebih dahulu benda pemberian musim dingin. Dan benar saja, saat tiba waktunya bangun, benda aneh itu berteriak menyaring, wujudnya seperti panci dipukul berkali-kali.
Musim semi terkejut dan melompat bangun. “Terima kasih, jam beker yang hebat.” Dia tersenyum dan bergegas melakukan tugasnya.
11. Lemari Pendingin Pierre Milou
Pierre Milou, si koki istana sedang bingung. Dia teringat musim dingin tahun lalu saat badai salju melanda wilayah kerajaan La Roche. Berminggu-minggu, wilayah kerajaan dikepung tumpukan salju.
Sehingga tidak ada seorang pun yang bisa keluar masuk kerajaan. Akibatnya, kerajaan La Roche mengalami kesulitan pangan.
Persediaan makanan menipis untung saja sebelum jatuh korban jiwa badai salju berlalu. Kerajaan La Roche terhindar dari bencana.
Pierre Milou melihat keluar jendela. Bagaimana jika badai salju datang lagi di musim dingin ini? Sebagai koki Istana, ia bertanggung jawab mengamankan cadangan makanan penduduk kerajaan La Roche di musim dingin.
Ia sudah memesan persediaan makanan dalam jumlah besar. Ada daging sapi, daging ayam, telur, mentega, minyak, zaitun, sayur-sayuran, dan masih banyak lagi.
Sebagian bahan makanan seperti minyak, zaitun, madu, tepung, gula, dan garam dapat bertahan lama. Sebagian daging dan ikan juga bisa diasap agar tahan lama.
Namun bagaimana dengan daging dan ikan mentah, juga sayur-sayuran dan buah-buahan? Jika tidak disimpan dengan baik, makanan-makanan itu akan busuk.
Bisa-bisa jika badai salju berlangsung lama, penduduk kerajaan La Roche akan kekurangan pangan. Koki istana itu pun menggaruk-garuk kepala. Ia memandangi salju, dan tiba-tiba ia mendapatkan sebuah ide.
Pierre Milou segera memerintahkan pengawal istana membagikan cadangan makanan pada penduduk. Penduduk diwajibkan menggali lubang di halaman rumah masing-masing. Bahan makanan yang cepat rusak harus disimpan di lubang itu, lalu semuanya ditimbun dengan tumpukan salju.
Benar saja, ketika badai salju berlangsung lama, penduduk tidak lagi kelaparan. Bahan makanan mereka tersimpan awet di dalam “lemari pendingin” hasil pemikiran koki Pierre Milou.
Pesan moral: Pesan moral dari cerita dongeng ini adalah kepedulian dan tanggung jawab diperlukan dalam mengatasi permasalahan.
12. Danau Menolak Beku
Danau biru berseru kepada angin dingin kalau ia tidak mau beku pada musim dingin. Namun, angin dingin gusar. Semua danau tentu akan membeku pada musim dingin.
Danau biru mengancam, “Jika kau menolak permintaanku, aku akan membalikan perahu-perahu yang berlayar di danauku.”
Angin dingin tak berani membantah. Ketika musim dingin tiba, ia menyingkir dari dekat danau biru.
Danau biru tetap hangat dan airnya tak membeku seperti danau-danau lainnya. Pada suatu siang, anak-anak melewati danau biru. Mereka heran mengapa danau biru tidak beku.
Danau biru tersenyum bangga. Ia yakin anak-anak itu akan segera bermain bersama. Anak-anak itu berdiskusi bagaimana cara menghabiskan waktu di danau biru tersebut.
Ada yang mengusulkan untuk berenang. Tetapi musim panas yang lalu mereka sudah berenang sepuasnya. Sekarang bukan saatnya berenang.
“Sekarang saatnya bermain di atas es,” ucap salah satu anak itu.
Mereka meninggalkan danau biru dan bergegas menuju sebuah danau beku di dekat situ. Mereka bermain sepuasnya di atas danau beku.
Suara tawa dan teriakan mereka terdengar hingga ke danau biru. Danau iri dan berteriak marah. “Angin dingin, aku ingin beku agar anak-anak itu mau bermain bersamaku.”
Angin dingin datang sambil melotot. “Sudah terlambat. Kalau mau membeku, tunggu musim dingin tahun depan.”
Apa boleh buat, pada musim dingin tahun ini danau biru termenung sendirian menyaksikan anak-anak bermain di atas danau lainnya.
Pesan moral: dongeng sebelum tidur pendek ini memberi pesan moral untuk tidak menyalahi takdir yang sudah seharusnya terjadi untuk kita.
13. Wisata musim dingin bidadari.
Empat bidadari meluncur turun ke bumi bersama butiran salju. Mereka ingin menikmati musim dingin dan berenang di danau. Namun mereka terkejut saat tiba di danau.
Air danau telah membeku seperti es batu. Permukaan danau terlihat keras dan mengkilap. Mereka pun kecewa dan memutuskan untuk pulang.
Saat bersiap pulang, serombongan anak berjalan menuju danau. Masing-masing menenteng sepatu aneh. Tapaknya dipasang besi tajam mirip sebilah pisau.
Anak-anak itu mengganti sepatu bot mereka dengan sepatu aneh dan meluncur di atas danau. Gerakan mereka begitu lincah. Ada yang meluncur lurus dan menyamping.
Ada pula yang meloncat dan berputar seperti gasing. Para bidadari itu kagum melihat anak-anak itu. Mereka seperti penari-penari yang hebat.
Seorang anak menyapa bidadari itu. “Kalian mau ikut bermain seluncur es?”
Empat bidadari mengangguk. “Ajari kami, ya?”
Anak itu tersenyum. “Kalian membawa sepatu seluncur?” Empat bidadari menggeleng.
Anak itu segera memanggil teman-temannya. Sebagian dari mereka meminjamkan sepatu luncur untuk empat bidadari. Dan sebagian lain mengajarkan cara berseluncur di atas es.
Meskipun awalnya kesulitan, keempat bidadari akhirnya dapat berseluncur dengan baik di atas danau es. Empat bidadari tertawa gembira. Wisata musim dingin kali ini benar-benar luar biasa.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur bidadari ini memberikan pesan moral pertemanan yang manis terbentuk dari kepedulian dan tolong menolong.
14. Pencuri di musim semi
Nona Zabela sedang merias diri di kamar. Sesekali ia memandang keluar jendela.
Ia semangat melihat musim semi yang sungguh menyenangkan.
Nona Zabela kemudian membuka kotak perhiasan. Ia mengambil sebuah jepit rambut perak dan menyematkannya di rambut. Usai berdandan, dia melenggang menuju luar rumah. Ia akan meminum teh bersama sahabatnya.
Ketika Nona Zabela pulang ke rumah, Ia terbelalak. Jendela kamar terbuka. Ia memeriksa perhiasannya yang terbuka. Ternyata cincin kecubung dan kalung mutiaranya hilang.
“Pencuri!” teriak Nona Zabela.
Pak Dimitri, si penjaga rumah. datang tergopoh-gopoh. Ia bertanya ada apa yang terjadi.
Nona Zabela menceritakan bahwa ada pencuri yang masuk ke kamarnya dan mengambil perhiasannya. Pak Dimitri mengerutkan dahi, ia tidak melihat siapapun.
Nona Zabela menunjuk jendela. Pencuri itu pasti masuk lewat jendela.
“Tapi jendela ini begitu tinggi. Bukankah kamar ini terletak di lantai atas? Tidak mungkin pencuri masuk.”
Pak Dimitri tetap tidak percaya ada pencuri yang masuk. Nona Zabela menatap tajam Pak Dimitri. “Atau mungkin kau?”
Pak Dimitri tidak terima karena Nona Zabela menuduhnya. Pak Dimitri menghela nafas. Dia memeriksa jendela lalu melihat keluar jendela. Burung-burung murai berkicau ramai di dahan pohon.
Pak Dimitri bergegas keluar rumah. Tak lama dia kembali dengan cincin kecubung dan kalung mutiara milik Nona Zabela.
“Lain kali jangan lupa menutup jendela. Nona Zabela. Di musim semi ada banyak burung murai. Mereka suka mengambil barang berkilauan.”
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah sebaiknya mencari tahu suatu perkara terlebih dahulu dan tidak cepat menyalahkan orang atas kemalangan yang terjadi.
15. Emma dan Daun Bunga Leverna
Emma dan Shasa adalah ilmuwan terkenal. Keduanya berteman namun Shasa diam-diam membenci Emma karena penemuan Emma selalu berhasil. Shasa memutuskan untuk menjebak Emma.
Ia membuat berita bahwa ada penyakit aneh di desa saudara Emma. "Saat perjalanan ke sini, tidak sengaja aku mendengar pengemis berbincang-bincang tentang desa saudaramu," kata Shasa. Emma berusaha mencari ramuan penawar penyakit itu.
Saat di perjalanan, pengemis itu juga mengatakan bahwa obat penawar penyakit aneh itu adalah daun bunga levera yang ada di Gunung Biru. Emma pun bergegas kesana.
Ketika sampai di kaki gunung tersebut, dia bertemu seorang peri. Ia sempat bertanya alasan Emma pergi ke Gunung Biru. "Saya ingin membuat obat untuk dean saudaraku," jawab Emma.
Setelah 3 hari 3 malam berjalan, akhirnya sampailah dia di puncak Gunung Biru. Emma akhirnya menemukan daun bunga levera itu. Emma bergegas kembali ke kota dan segera membuat obat untuk saudaranya.
Setelah obat itu jadi, dia bergegas menuju desa saudaranya. Saat sampai, saudaranya bertanya, "Kenapa kamu ke sini?" Emma kemudian sadar isu penyakit aneh itu hanya rekayasa. Semua ini adalah tipuan jahat Shasa.
Pesan moral: Pesan moral dari dongeng singkat adalah penyakit iri hati dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
15 Dongeng sebelum tidur romantis untuk mengajarkan kasih sayang ke anak
Dongeng sebelum tidur romantis bisa Bunda ceritakan kepada Si Kecil untuk mengajarkan kasih sayang. Jenis cerita dongeng ini biasanya menyoroti hubungan antara orang tua dan anak, kisah sahabat, atau tentang pangeran dan putri yang menemukan cinta sejati.
Berikut ini dongeng sebelum tidur romantis yang dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Anak penerbit Stiletto, Kumpulan Dongeng 4 Musim penerbit Bhuana Ilmu Populer, Dongeng 365 Hari oleh Emmy Soekresno, Kumpulan Terbaik Dongeng dan Mantra oleh Pembangun Karakter Mulia, dan Kumpulan Dongeng Nyentrik, Asyik, & Menggelitik penerbit Bhuana Ilmu Populer.
1. Putri Mini dan Sang Pangeran
Putri Qimimara terlahir bertubuh kecil karena seorang penyihir mengutuknya. Penyihir itu iiri kepada raja dan ratu.
Ia hanya sebesar jari kelingking dan tidak ada yang tahu cara menyembuhkan kutukan penyihir tersebut. Putri Qimimara dijuluki sebagai Putri Mini karena tubuhnya yang membelah. Tidak ada satu pun teman Putri yang mau menjadi temannya.
Bahkan Pangeran pun tidak mau berdansa dengannya. Meski begitu Putri Mini selalu riang. Dia sering bermain dengan para binatang di taman istana.
Suatu hari saat ia sedang menikmati aroma bunga di hutan istana terdengar seorang mengarang kesakitan. Putri Mini segera menaiki seekor capung dan mencari sumber suara tersebut. Ternyata seorang muda terkapar kesakitan.
Putri Mini pun meminta capung hingga di rerumputan. Pemuda itu terkejut melihat kehadiran Putri Mini. Ia belum pernah melihat manusia sekecil itu.
Aku Putri Mini, tenanglah aku akan menolongmu. Putri Mini dengan hati-hati memeriksa luka di kaki pemuda itu. Dia meminta para binatang sahabatnya untuk mencari aneka dedaunan yang akan dibuat menjadi ramuan.
Si pemuda kesakitan saat Putri Mini menempelkan tumbuhan ke lukanya. Putri Mini pun menghiburnya dengan cerita-cerita lucu. Pemuda itu tertawa mendengarnya.
Ia belum pernah berbincang dengan perempuan secerdas Putri Mini. Pemuda itu pun bertanya tempat tinggal Putri Mini dan Putri Mini menunjuk istana di kejauhan. Pemuda itu meminta untuk mengunjungi Putri Mini suatu saat.
Esok harinya saat Putri Mini sedang menikmati matahari pagi, terdengar derap langkah kuda berhenti di gerbang istana. Ia terkejut melihat pemuda yang ditolongnya mengenakan baju yang mewah. Ternyata pemuda yang ia tolong adalah seorang pangeran.
Aku adalah pangeran Theodore dari istana Deorgia. Aku kemari ingin menemuimu. Pangeran Theodore jatuh hati kepada Putri Mini.
Ia bertanya apakah Putri Mini mau menjadi istrinya. Putri Mini mengangguk perlahan dan tiba-tiba ada cahaya berpendar mengelilinginya. Ukuran tubuh Putri Mini membesar hingga ukuran normal.
Ternyata kutukan sang penyair telah patah karena Putri Mini telah menemukan cinta sejati dari sang pangeran. Ia amat bahagia. Pesta pernikahan pun dilangsungkan amat meriah. Putri Mini dan sang pangeran hidup bahagia.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur romantis ini adalah bagian terpenting dari cinta sejati adalah ketulusan.
2. Putri Raja Midas Jadi Emas
Berkat ramuan dari Raja Bacchus, semua yang disentuh Raja Midas berubah menjadi emas. Saat ia menyentuh gelas, gelasnya juga berubah menjadi emas. Saat membuka pintu, pintunya berubah menjadi emas.
Raja Midas senang sekali. Aku adalah raja terkaya di muka bumi. Awalnya Raja Midas bersukaria, namun kehilangannya sirna setelah putrinya datang dan Raja Midas memeluknya.
Tentu saja putrinya juga berubah menjadi emas!
Raja Midas kebingungan. Ia mencari bantuan, tetapi tidak ada yang membantu.
Dewa Bacchus sudah pulang ke langit. Ia pun meminta kepada peri yang dulu menolong Cinderella.
“Ubahlah putriku kembali menjadi manusia,” pintanya.
Peri menggeleng. ‘Percuma, pukul 12 nanti ia akan kembali menjadi emas.”
Ia pun menemui Aladin dan meminjam lampu ajaib. Namun Aladin tidak bisa membantu karena ia telah menghabiskan tiga permohonannya.
Raja Midas pun pulang dengan perasaan yang kacau. Ia memeluk patung emas putrinya sambil menangis.
“Aku mencintaimu putriku kembalilah ke bentuk asalmu. Aku rela semua emas ini lenyap. Asalkan putriku kembali,”
Ajaib! Sang putri kembali menjadi manusia. Air mata dan ucapan cinta dari ayahnya telah mengalahkan ramuan Dewa Bacchus.
Seluruh emas di istana lenyap. Namun Raja Midas tidak peduli. Yang terpenting adalah putrinya yang lebih berharga daripada emas di seluruh dunia.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur romantis ini memberi pesan moral bahwa orang tersayang lebih berharga dari emas atau berlian.
3. Si Buruk Rupa Belajar Mencintai.
Bella dan pangeran buruk rupa hidup berbahagia di Kastel yang megah. Namun, ada satu hal yang membuat mereka bersedih. Mereka sudah bertahun-tahun menikah tetapi belum dikaruniai anak.
Suatu hari pada hujan badai, ada seorang nenek yang mengetuk pintu kastil mereka dan meminta untuk berteduh. Sang pangeran berbisik kepada Bella. “Itu nenek yang sama yang dulu mengutukku menjadi makhluk buruk rupa.”
Namun, Bella menyambut nenek itu dengan baik hati. Ia bahkan menyeduhkan coklat panas dan menghidangkan kue-kue manis.
Nenek itu langsung menghalus perut Bella. “Sebentar lagi, kamu akan punya bayi,” katanya.
Nenek itu benar. Tak lama kemudian, Bella hamil. Pangeran pun senang.
Namun, ketika bayi itu lahir, wajahnya persis seperti sang pangeran saat dikutuk. Bayi laki-laki Bella berwajah buruk.
Ternyata nenek itu adalah peri sakti. “Mengapa nenek itu begitu kejam? Dia memberi kita bayi buruk rupa,” teriak pangeran marah.
Berbeda dengan pangeran buruk rupa, Bella sangat mengasihi bayi itu. Meskipun bayi itu berbulu bertaring dan berbadan besar, Bella sama sekali tidak kecewa.
Bayi itu sekarang tumbuh menjadi anak laki-laki yang ceria. Ia bermain sangat lincah dan gemar bermain di halaman kastil.
Ia juga mempunyai banyak teman. Sayangnya, pangeran buruk rupa tidak mau bermain dengan anaknya.
Ia lebih sibuk memikirkan bagaimana cara untuk menemukan nenek itu dan membatalkan kutukan. Sang pangeran mengabaikan putranya sendiri.
Bella berulang kali menasihati pangeran, tapi dia tidak menggubris perkataan Bella. “Mana mungkin aku menyayangi mahluk berwujud mengerikan seperti itu. Aku ingin dia seperti anak-anak lain,” ujarnya sedih.
Bella tersenyum, “Bukankah kamu dulu juga sama buruknya seperti itu? Aku tetap menyayangimu tanpa melihat wujudnya. Sekarang kenapa kamu bersedih melihat wajah anak kita yang buruk?”
Tiba-tiba anak mereka berlari masuk. Anak Bella meminta ayahnya untuk mengambilkan bola yang terlempar sampai ke menara.
“Menendang bola sampai ke menara? Kamu kuat seperti ayah,” Bella mengelus kepala anaknya.
Bella memandang pangeran dengan penuh kasih sayang. Akhirnya pangeran buruk rupa pun tersenyum.
Anak laki-lakinya digendong di punggung. “Ayo ambil bolamu.” Anak itu bertepuk gembira.
Saat pangeran dan anaknya kembali bermain bola di kastil, tiba-tiba nenek itu muncul kembali. Dia mengubah anak buruk rupa itu menjadi anak yang tampan.
“Kamu sudah membuktikan kasih sayangmu yang tulus pada anakmu. Pesanku sayangilah dia selalu, apapun yang terjadi.”
Nenek itu pun menghilang. Sekarang keluarga kecil itu hidup bahagia.
Pesan moral: Cerita dongeng sebelum tidur ini memberi pesan moral bahwa cinta yang tulus dapat menghancurkan kutukan.
4. Ogre Membongkar Rahasia.
Setelah berhasil mengelabui ogre, kucing bersepatu bot pun menguasai kastilnya.
Ia mempersilahkan raja dan keluarganya untuk bertandang. Sementara itu, si pemuda majikannya diberinya gelar Marquis of Carrabas.
Raja senang melihat kesopanan Marquis of Carrabas. Putrinya bahkan jatuh cinta dengan pemuda itu. Raja memutuskan akan menikahkan putrinya dengan pemuda itu.
“Apa? Mereka akan menikah? Tapi dia bukan bangsawan. Ini kastilku. Aku pemiliknya.” Seru Ogre di dalam perut kucing bersepatu bot.
Ogre yang kini berwujud tikus itu menendang, menggigit, dan menggelitik perut si kucing. Si kucing tersedak.
Si Ogre mencelat keluar. Dalam sekejap, ia berubah menjadi wujud asalnya sebagai raksasa hijau. “Kalian semua ditipu! Dia bukanlah bangsawan. Gelar Marquis of Carrabas itu palsu. Aku pemilik kastel ini,” katanya dengan suara menggelegar.
Lalu Ogre menatap sang putri. “Salam. Bolehkah aku berkenalan denganmu?”
Raja pun bertanya kepada pemuda itu. “Sebenarnya siapakah dia?”
Pemuda itu menunduk, lalu menjelaskan dirinya yang sebenarnya. Dia juga menceritakan tentang kucing bersepatu bot warisan ayahnya.
“Maafkan aku, Raja. Aku tidak bermaksud menipumu. Namun aku sudah lama jatuh cinta pada putrimu. Dan kucing bersepatu bot ini hanya berniat membantuku. Jika ada yang harus dihukum, akulah orangnya. Jangan kucing itu.
Namun Raja dan putri tidak marah. Putri berkata bahwa ia tidak menginginkan pemuda kaya. Ia hanya ingin seorang pemuda yang baik hati.
Raja mengangguk. “Kejujuranmu jauh lebih penting daripada kekayaanmu.”
Namun Ogre tidak terima. Ia merasa ia cocok menjadi menantu Sang Raja. Sang Raja terkekeh. “Ogre, kamu bisa bertemu Ogre-Ogre lain dari seluruh dunia di pesta nanti. Siapa tahu ada Ogre cantik yang mau jadi istrimu.”
Akhirnya pemuda itu menikah dengan putri Raja. Dan mereka hidup bahagia selamanya.
Pesan moral: Pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah kebaikan hati dan kejujuran lebih utama dibandingkan kemewahan.
5. Mirabella dan Nyanyian Pangeran
Bertahun-tahun Cinderella hidup bahagia dalam istana. Kini ia kian menua. Iia meminta anak perempuannya Mirabella untuk segera menikah. Mirabella setuju.
Ia akan mencari calon suami sendiri, tetapi bukan dengan pesta dansa. Namun dengan kontes suara.
Ketika malam yang dinanti tiba, banyak pangeran dari berbagai kerajaan datang dengan kereta kencana. Mereka semua menikmati hidangan dan musik istana.
Setiap pemuda wajib berbicara dengan Mirabella, namun tidak ada yang membuatnya terpesona. Meskipun ada juga yang berusaha menyanyi untuknya. Mirabella pun sadar bahwa mencari calon suami tidak semudah yang ia kira.
Namun masih ada seseorang yang menunggu Mirabella. Brak! Pintu terbuka. Seorang pemuda turun dari tangga dan menghampirinya. Mirabella terpana.
Pemuda itu menyapanya dengan semangat, “Mirabella ikut aku. Aku punya sebuah lagu,” katanya sambil berlari ke luar istana.
Pemuda itu pun mulai bernyanyi dengan penuh semangat. Mirabella terpana melihat para binatang ikut bernyanyi bersama pangeran tersebut. Sungguh melodi yang indah.
Namun ketika lonceng istana berdentang dua belas kali, pemuda itu langsung buru-buru pergi berlari meninggalkan Mirabella.
Mirabella sedih karena ia belum tahu nama pangeran tersebut. Mirabella menangis tersedu. Ia menelusuri taman, tetapi tidak ada satupun benda milik pemuda itu yang tertinggal.
“Tenang anakku, aku akan mengutus prajurit untuk mencari ke setiap rumah warga. Apakah kamu ingat lirik lagunya? Catatlah siapa tahu itu bisa membantu,” hibur Cinderella.
Keesokan harinya Mirabella pergi menelusuri rumah-rumah warga. Para pemuda bernyanyi untuknya satu persatu. Namun mereka bukan pemuda yang Mirabella cari.
Dia pun memutuskan untuk kembali ke istana. Saat mereka melewati hutan, roda kereta terantuk batu. Ini membuat kuda-kuda yang menariknya bergerak tak menentu. Mirabella pun terlempar ke semak-semak.
“Kamu baik-baik saja?” seorang pemuda tampan berpakaian lusuh menolongnya.
Mirabella tak mengenali sosok si pemuda, tetapi Mirabella mengenali suara itu. “k k k-kamu pemuda di taman itu?” tanya Mirabella tergagap. Pemuda itu pun tersenyum.
“Kenapa kamu lari? Aku mencarimu kemana-mana,” tanya Mirabella.
Belum sempat si pemuda itu menjawab. Tiba-tiba datang ibu peri yang dulu menolong ibunya, Cinderella. Ternyata ini adalah perbuatan peri tersebut.
“Pemuda ini hanyalah pencari kayu bakar, namun hatinya seperti berlian yang memesona. Sekarang bawalah dia ke istana karena dialah pangeran yang tepat untukmu,” kata ibu peri.
Mirabella pun mengajak pemuda sederhana itu ke istana. Mereka pun akhirnya hidup bahagia selamanya.
Pesan moral: Pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah seseorang yang mencintai dengan tulus akan melihat orang yang disayanginya tampak sempurna tanpa perlu mengubah apapun.
6. Persahabatan Singa dan Tikus Sejak
Tikus pernah membebaskan singa dari perangkap pemburu, sehingga Singa selalu mengajak tikus kemanapun dia pergi. Mereka menjadi sahabat yang tidak terpisahkan.
Suatu hari tikus rindu pulang ke rumahnya di kampung tikus. Singa pun berinisiatif untuk mengantar tikus. Tikus duduk di punggung singa. Mereka berdua menuju kampung tikus.
“Tolong, tolong!” teriak tikus-tikus mereka kocar-kacir melihat singa besar mendatangi kampung mereka.
Dalam sekejap kampung tikus sunyi, para tikus bersembunyi di bawah tanah. Rupanya mereka takut kepada singa.
Tikus menyuruh singa untuk kembali ke hutan. Meskipun sedih, singa pun menurut. Ia meninggalkan tikus.
Seluruh warga tikus ketakutan. Mereka pun mulai bertanya. “Apa yang kamu lakukan membawa singa ke kampung kita?” Seru ketua tikus.
“Dia akan memangsa kita semua,” tikus yang lain bergidik.
Namun, tikus menggeleng. Singa itu adalah sahabatnya dan dia tidak akan memakan tikus. Namun, para tikus tidak percaya dan menyuruh tikus berhati-hati karena singa itu hewan buas.
“Teman-temanku benar. Singa adalah hewan buas. Kalau dia lapar dan tidak menemukan makanan lain, dia bisa saja memaksaku,” tikus membenarkan ucapan teman-temannya.
Sejak saat itu, tikus menjauhi singa. Singa yang tidak tahu alasan tikus menjauhinya pun sedih. Ia pun tidak tahan lagi.
Singa mencegat tikus. Dicengkramnya tubuh tikus dan diangkatnya tepat di hadapannya, “Kenapa kamu menjauhiku?” Matanya membesar dan terlihat seram karena marah.
Tikus gemetar. Namun, dia memutuskan untuk berterus terang. Ia menjelaskan ketakutannya pada singa. Pelan-pelan singa pun melepaskan cengkramannya.
Ia sedih karena tikus tidak mempercayai singa. Padahal dulu singa pernah menyelamatkan tikus.
Tikus berkata, “Tapi kamu hewan buas. Singa dan tikus tak mungkin bersahabat.”
“Aku tak bisa memangsamu. Namun ingatlah, meski kita tak lagi bersahabat, aku tak akan pernah memakanmu. Itu janjiku,” kata singa.
Tiba-tiba, tikus merasa malu. Singa tulus bersahabat dengannya. Mengapa dia malah meragukannya?
Tikus pun menyesal. Akhirnya ia meminta maaf dan mempercayai singa lagi. Sejak itu, mereka berdua kembali menjadi sahabat yang tidak terpisahkan.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng ini adalah kepercayaan adalah hal yang penting dalam persahabatan.
7. Kucing jadi Ratu
Raja Kashmir sudah lama ingin punya anak. Ia sampai mengancam istri-istrinya agar segera memberinya keturunan, atau mereka akan diusir dari istana.
Para istri Raja Kashmir pun berdoa kepada Dewa Shiwa agar diberi anak, namun doa itu belum juga dikabulkan. Akhirnya mereka menyusun siasat untuk mengelabui sang raja. Kebetulan saat itu ada seekor kucing yang baru saja melahirkan banyak anak, mereka pun menyebarkan kabar bahwa telah lahir seorang putri.
Raja Kashmir sangat senang mendengar kabar itu. Namun para istri berkata bahwa raja tidak diperbolehkan melihat putrinya sampai sang putri menikah, sesuai "pesan dewa" yang mereka karang. Raja pun percaya begitu saja.
Bertahun-tahun berlalu, dan tibalah waktunya bagi Raja Kashmir untuk menikahkan putrinya. Seorang pangeran yang baik dan tampan pun dipilih sebagai calon suami. Karena takut kebohongan mereka terbongkar, para istri raja diam-diam menemui sang pangeran dan menjelaskan bahwa putri raja sebenarnya adalah seekor kucing.
Hari pernikahan pun tiba. Sang pangeran tetap merawat kucing itu dengan baik dan menguncinya di dalam kamar. Namun ibu sang pangeran penasaran dengan menantunya dan memanggilnya untuk keluar kamar.
Mendengar itu, kucing menangis seperti manusia, dan tangisannya terdengar oleh Dewi Parwati, istri Dewa Shiwa. Dewi Parwati pun meminta suaminya menolong si kucing.
Dewa Shiwa memberikan minyak khusus yang bisa mengubah kucing menjadi manusia, dan setelah dioleskan, kucing itu pun berubah menjadi wanita yang sangat cantik.
Ketika sang pangeran masuk ke kamar, ia kaget sekaligus bahagia melihat istrinya kini menjelma menjadi wanita cantik. Ia pun langsung mengajaknya menemui Raja Kashmir.
Sang raja begitu bahagia melihat putrinya, dan para istri raja akhirnya bisa bernapas lega karena rahasia mereka tetap terjaga. Sejak saat itu, mereka semua hidup bahagia selamanya.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah cinta yang tulus akan mendatangkan kebahagiaan yang tak terkira.
8. Obat Kangen Nenek Lottie
Pangeran Olivier sedang melukis ekor kuda di atas kanvas. Ia bertanya kepada Nenek Lottie yang sedang duduk di teras. “Baguskah lukisanku, Nek?”
Nenek Lottie tidak menjawab. Pandangannya lurus dan jauh. Pangeran Olivier menyentuh bahu neneknya. “Nenek melamun?”
Nenek Lottie menghela nafas. Sepasang matanya basah. “Aku rindu pada kota Fleur. Terlebih di musim gugur seperti ini.”
Pangeran Olivier ingat ia pernah berkunjung ke kota kecil itu saat musim gugur. Warna-warni kuning, jingga, dan merah di daunan terpantul di air danau yang tenang. Ada juga ladang-ladang yang dipenuhi dengan labu-labu kuning yang siap dipanen. Angin semilir membawa aroma pai labu, selai apel, dan roti panggang. Tak heran Nenek Lottie betah tinggal di sana.
Namun, tiga bulan yang lalu, Raja Benoit, ayah Pangeran Olivier, mengajak neneknya yang sudah tua tinggal bersama mereka. Sebenarnya, Nenek Lottie tidak keberatan. Namun, ia sering merindukan Fleur.
Pangeran Olivier bertekad membuat neneknya betah di istana. Suatu hari, ia berkata kepada seluruh istana untuk tidak mengganggunya di kamar selama beberapa hari. Semua orang gelisah dengan tingkah Pangeran Olivier.
Namun, pada hari keempat, sang Pangeran keluar dari kamar. Seisi istana merasa takjub. Ia menenteng sebuah lukisan besar.
Lukisan Fleur di musim gugur yang dipenuhi daun-daun berwarna kuning, merah, dan jingga. Daun bening berkilauan, labu-labu kuning terhampar di ladang yang luas. Begitu indah, begitu hidup dan nyata.
Lukisan itu ia berikan kepada Nenek Lottie. Nenek Lottie sangat kagum dengan lukisan itu. Kini setiap merindukan kota Fleur, Nenek Lottie akan memandangi lukisan tersebut.
Kesedihannya perlahan-lahan hilang. Lukisan itu telah menjadi obat kangen teristimewa bagi Nenek Lottie.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak ini adalah kita bisa meringankan kesedihan orang tersayang dengan kemampuan yang kita miliki.
9. Dongeng Princess Rapunzel
Rapunzel adalah seorang gadis yang rambutnya sangat panjang berwarna keemasan. Ia tinggal di menara tinggi dan dibesarkan oleh seorang penyihir jahat yang menculiknya sejak bayi.
Menara tempat Rapunzel tinggal tidak memiliki pintu maupun tangga, hanya jendela di puncak. Setiap kali penyihir ingin masuk, ia akan meminta Rapunzel menjulurkan rambutnya agar sang penyihir bisa memanjat.
Rapunzel tumbuh menjadi gadis cantik dan baik hati, namun ia merasa kesepian. Sepanjang hari ia menghabiskan hari-harinya bernyanyi, membaca, dan berbicara dengan hewan hutan yang menjadi temannya.
Suatu hari, seorang pangeran yang sedang berkuda di hutan mendengar suaranya yang indah. Ia mengikuti nyanyian itu hingga menemukan menara Rapunzel. Mereka saling memperkenalkan diri dan berbincang dari jendela menara.
Sejak hari itu, pangeran datang setiap hari untuk menemuinya. Mereka pun jatuh cinta dan berencana melarikan diri. Setiap kali datang, sang pangeran membawa sehelai kain sutra agar Rapunzel bisa membuat tangga.
Namun suatu hari, tanpa sengaja Rapunzel menyebut nama pangeran di depan penyihir. Sang penyihir marah besar, memotong rambut Rapunzel, dan membuangnya jauh ke hutan.
Saat pangeran datang malam itu, penyihir menjulurkan rambut palsu Rapunzel. Begitu pangeran memanjat, ia terkejut melihat penyihir dan terjatuh ke semak berduri. Matanya terluka dan ia menjadi buta.
Selama bertahun-tahun, pangeran berkelana mencari Rapunzel. Hingga suatu hari, ia mendengar suara nyanyian yang tak asing. Ia mengikuti suara itu dan menemukan Rapunzel. Gadis itu meneteskan air mata bahagia, dan ajaibnya, air matanya menyembuhkan mata sang pangeran. Mereka pun kembali ke kerajaan dan hidup bahagia bersama.
Pesan moral: Dari dongeng sebelum tidur tentang princess Rapunzel, kita dapat belajar bahwa cinta yang tulus dapat mengalahkan kejahatan.
10. Gadis Cantik dan Pangeran
Dahulu kala, hiduplah seorang gadis cantik bernama Sarah. Ia tinggal bersama ayah dan ibu tirinya. Sayangnya, ibu tirinya adalah orang yang sombong dan mementingkan diri sendiri. Ia sangat membenci Sarah karena sang ayah lebih memperhatikan Sarah dibanding dirinya.
Suatu hari, saat ayah Sarah sedang pergi ke luar kota, ibu tiri memukuli Sarah dan mengusirnya dari rumah. Dengan sedih, Sarah pun pergi meninggalkan rumah yang penuh kenangan tentang ibunya yang sudah meninggal. Ia berjalan terus tanpa tahu harus ke mana.
Di pinggir hutan, Sarah menemukan sebuah ladang melon. Karena lapar, ia memetik dan memakan sebutir melon. Saat itu, ia melihat ada melon yang sangat besar. Ia pun membelahnya menjadi dua, mengeluarkan isinya, lalu tinggal di dalamnya. Malam harinya, ia menutup melon itu dan tidur nyenyak di dalam sana.
Suatu hari, seorang pangeran dan rombongannya lewat di ladang melon tersebut. Pangeran melihat melon besar itu dan menyuruh pembantunya membelahnya. Namun begitu hendak dibelah, terdengar suara dari dalam, "Jangan belah aku!" Ternyata itu suara Sarah.
Pangeran dan rombongannya sangat terkejut. "Siapa engkau? Keluarlah, jangan takut!" kata sang pangeran. Sarah pun keluar dari dalam melon, dan pangeran langsung terpukau melihat kecantikannya. Ia pun membawa Sarah ke istana dan menikahinya. Sejak saat itu, Sarah hidup bahagia bersama sang pangeran.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur romantis ini memberikan pesan moral agar tetap berbuat baik karena kebaikan itu suatu hari akan kembali kepada kita dalam bentuk kebahagiaan.
11. Cerita Keluarga Hewan
Ada sebuah keluarga hewan yang hidup sejahtera. Mereka adalah Gagak, Kura-Kura, Tikus, dan Rusa. Setiap hari mereka bermain dan mencari makan bersama.
Namun, suatu sore ketika mencari makan dan bermain, Rusa menghilang di tangkap Pemburu. Ia dimasukkan dalam sebuah jaring perangkap. Pada malam hari, Gagak, Tikus, dan Kura-Kura pulang ke rumah. Mereka pikir Rusa telah pulang, tetapi ternyata tidak ada.
“Rusa belum pulang juga. Aku takut terjadi apa-apa padanya,” kata Tikus.
“Iya, tidak biasanya seperti ini,” sahut Kura-Kura.
Gagak berusaha menenangkan sahabatnya, ia mengajukan diri untuk mencari Rusa. Dalam perjalanan, Gagak terkejut karena Rusa berada dalam jaring pemburu. Gagak langsung memberi tahu hal ini kepada dua sahabatnya.
Mereka mulai menyusun rencana untuk menyelamatkan Rusa. Tikus menggigit jaring Pemburu hingga terlepas. Ketika Rusa berhasil bebas, Pemburu tiba.
Mereka semua langsung bersembunyi dan Pemburu tidak menemukan mereka. Akhirnya keluarga hewan tersebut kembali ke rumah dengan selamat.
Pesan moral: Dongeng ini memberikan pesan moral bahwa saling tolong menolong dengan orang terkasih adalah satu bentuk dari cinta yang tulus.
12. Enaja dan Ikyna
Zaman dahulu ada seekor naga kecil bernama Ikyana yang tinggal di kota bersama kakaknya, Enaja. Mereka berdua memiliki sifat yang berbeda.
Enaja sombong, pemarah, dan suka mencuri kambing milik warga. Sementara Ikyana sabar dan suka membantu hewan lain.
Suatu hari, Enaja marah pada Ikyana karena telah menumpahkan saus pada sisik putihnya. Itu membuat sisiknya terlihat kusam. Ejana kemudian pergi dari guanya.
Karena sudah beberapa hari Enaja tidak pulang ke gua, Ikyana pergi mencarinya. Teryata Enaja telah ditangkap manusia.
Manusia itu membawa Enaja pergi ke gudang bawah tanah untuk diambil permatanya. Permata tersebut terbuat dari kristal yang ada di matahari.
Permata itu adalah jimat yang bisa menghindarkan pemiliknya dari nasib sial. Sebab itu para manusia sangat ingin mengambil permata tersebut.
Ikyana segera menyelamatkan Enaja. Ia menakut-nakuti para warga dengan menyemburkan api sehingga mereka melarikan diri. Ikyana pun membawa Enaja pergi kembali ke gua dan mengobatinya.
Enaja menyadari bahwa Ikyana sangat menyayanginya. Dia berjanji untuk mengubah sifatnya menjadi lebih baik.
Pesan moral: Pesan moral dari cerita ini adalah saudara yang baik selalu membantu saudaranya yang sedang kesulitan. Selain itu, pesan moral lain yang bisa diambil adalah bertindak saat sedang marah dapat mendatangkan kesulitan setelahnya.
13. Burung Hantu Menikahi Permaisuri
Ada seekor burung hantu cerdik yang tinggal bersama seekor gajah di sebuah hutan. Suatu hari, sang Gajah tersesat di tengah hutan yang banyak dihuni raksasa. Gajah itu pun ditangkap dan diserahkan kepada Raja Raksasa.
"Kebetulan sekali. Tadi malam aku bermimpi makan gajah dan kini mimpiku akan jadi kenyataan," kata Raja Raksasa senang.
Wah, tentu saja sang Gajah ketakutan mendengar ucapan Raja Raksasa. Namun, tiba-tiba Burung Hantu yang cerdik datang hendak menolongnya. "Sebentar Raja Raksasa," cegah si Burung Hantu.
"Semalam aku juga bermimpi menikah dengan permaisuri Raja Raksasa. Sekarang mimpiku juga akan jadi kenyataan."
Tentu saja Raja Raksasa tidak ingin kehilangan istrinya. Akhirnya Raja Raksasa memutuskan, "Mimpi hanyalah bunga tidur. Tak harus diikuti. Aku tak akan memakan gajah dan kau pun tidak akan menikah dengan permaisuriku. Bagaimana?"
Burung Hantu pun menyetujui usul Raja Raksasa. Akhirnya sang Gajah pun bisa bebas dan kembali hidup di hutan bersama si Burung Hantu. "Kau memang cerdik, Burung Hantu. Terima kasih ya," ucap Gajah dengan gembira.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur anak ini adalah untuk tidak terlalu mempercayai mimpi, apalagi memanfaatkannya untuk merugikan orang lain.
14. Kesetiaan Seorang Istri
Prabu Asvapati adalah raja Kerajaan Madraka yang terkenal arif dan bijaksana. la dikarunia putri tunggal yang sangat cantik bernama Savitri. Sudah banyak pangeran dan bangsawan yang melamarnya, namun semua ditolaknya.
"Savitri, kau harus pergi dari istana untuk mencari jodohmu," titah Prabu Asvapati sedih.
Savitri mengembara mencari calon suaminya ditemani oleh beberapa pengawal.
Mereka tiba di perbatasan kerajaan Salva. Savitri bertemu Satyavan, pemuda tampan yang baik dan sopan. Savitri dan Satyvan saling jatuh cinta.
Satyvan sebenarnya adalah putra mahkota raja Dyumatsena, Kerajaan Salva. Mereka dibuang ke hutan karena tahta Prabu Dyumatsena dirampas musuh. Prabu Dyumatsena menjadi cacat, ia diasingkan dan menjadi seorang resi pertapa di hutan perbatasan Kerajaan Madraka dan Salva.
Resi Dyumatsena merestui hubungan putranya dengan Savitri. Savitri lalu mengenalkan Satyavan kepada ayahanda di istana Madraka.
Pada awalnya Prabu Asvapati menyetujui pilihan putrinya itu. Namun, Dewa Batara Narada tidak setuju. la turun dari kahyangan mendatangi Prabu Asvapati.
"Asvapati, umur Satyavan sisa satu tahun." Prabu Asvapati segera menyuruh Savitri untuk mencari calon suami lainnya, namun Savitri menolak usul itu. Akhirnya ia tetap menikahkan Savitri dengan Satyavan.
Savitri dan Satyavan memilih tinggal bersama Resi Dyumatsena di hutan. Mereka hidup bahagia, namun Savitri selalu gelisah dan cemas mengingat ucapan Dewa Batara Narada. Selama setahun, Savitri rajin berpuasa dan memuja Dewa kematian, yaitu Batara Yama.
Setahun berlalu, Batara Yama datang mengambil nyawa Setyavan. Dan menaruhnya di jala sutra yang selalu dibawanya.
Savitri terus mengikuti kemana pun Batara Yama melangkah. la tidak peduli dengan tubuh dan kakinya yang penuh luka tergores duri dan ranting semak belukar.
Batara Yama tersentuh melihat kesetiaan Savitri.
"Berhentilah mengikutiku, Savitri. Aku akan meluluskan satu permintaanmu, asal jangan kau minta Setyavan dihidupkan lagi." Savitri kemudian meminta penglihatan mertuanya dipulihkan.
"Baiklah, aku akan menyembuhkan kedua mata Resi Dyumatsena," kata Batara Yama.
Batara Yama juga mengembalikan Kerajaan Salva dengan harapan Savitri tidak mengikutinya lagi, namun Savitri tetap mengikuti Batara Yama. la terus menangis dan meratapi nyawa Setyavan. Batara Yama tersentuh lalu memberi satu permintaan lagi kepada Savitri.
"Wahai, Batara Yama. Izinkan aku hidup setahun lagi dengan suamiku. Aku merasa belum cukup berbakti kepada suamiku," pinta Savitri. Dewa Batara Yama langsung mengabulkan permintaan Savitri. Savitri pun bersujud mengucapkan terimakasih kepada Batara Yama.
Tanpa disadari Batara Yama, ia terjebak dengan permintaan Savitri. Waktu setahun bagi para Dewa sama artinya dengan waktu 100 tahun bagi manusia.
Akhirnya, Savitri dan Setyavan hidup berbahagia selamanya dan dikaruniai banyak keturunan. Saat Resi Dyumatsena wafat, Setyavan menjadi raja di Kerajaan Salva.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah kesetiaan, keteguhan hati, dan cinta yang tulus dapat membawa kekuatan yang luar biasa.
15. Asal Mula Rasi Bintang Eridanus
Dewa Appolo adalah Dewa Perang yang gagah perkasa. Dewa Zeus, pemimpin para Dewa, memberi Dewa Appolo kereta perang dari emas yang ditarik dua ekor kuda putih jantan yang kekar dan kuat.
Kedua roda keretanya mengeluarkan percikan api. Tak ada seorang Dewa pun mampu mengendalikan kedua ekor kuda penarik kereta itu.
Dewa Appolo menikah dengan seorang gadis yang tinggal di Bumi. Mereka dikarunia anak lelaki tampan yang diberi nama Eridanus. Sayang sekali, istrinya meninggal ketika Eridanus masih bayi.
Dewa Appolo mendidik Eridanus dengan kasih sayang yang sangat melimpah. Semua keinginan Eridanus selalu dituruti Dewa Appolo. Eridanus tumbuh menjadi pemuda yang cengeng, sombong, dan manja.
Eridanus sesumbar kepada teman-temannya bahwa dirinya tak kalah hebat dari ayahnya.
"Buktikan kalau kau bisa berkeliling dunia dengan kereta perang Ayahmu!" ejek salah seorang teman Eridanus.
Eridanus membujuk Ayahnya agar mau meminjamkan kereta perangnya.
"Aku khawatir kau nanti celaka karena tak bisa mengendalikan dua ekor kuda itu," kata Dewa Appolo cemas.
"Ayah, aku berjanji meminjamnya hanya sekali. Aku akan diejek orang-orang dan dicap sebagai anak Dewa Appolo yang suka berbohong."
Akhirnya, dengan berat hati Dewa Appolo meminjamkan kereta perang miliknya. Dengan sombong, Eridanus memamerkan kereta perang itu di hadapan teman-temannya.
Tiba-tiba, kedua ekor kuda putih itu mengamuk dan berlari cepat. Kuda-kuda itu terus berlari dan tidak bisa dihentikan. Roda kereta perang itu membakar apa saja yang ia lewati. Banyak orang yang mati di Bumi.
Dewa Zeus menjadi sangat marah. la mengirim petirnya untuk menghentikan kereta perang itu.
Blaaaar...!!! Kereta perang Dewa Appolo hancur berkeping-keping. Eridanus dan kedua ekor kuda itu juga mati.
Dewa Appolo sangat berduka. la menangis sepanjang waktu meratapi kepergian putra kesayangannya. Butiran-butiran air mata Dewa Appolo itu berubah menjadi bintang-bintang. Kumpulan bintang itu yang kini dikenal rakyat Yunani sebagai Rasi Bintang Eridanus.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah kesombongan, kurangnya pengalaman, dan keinginan untuk pamer tanpa kemampuan yang cukup dapat membawa akibat yang sangat buruk.
15 Dongeng sebelum tidur lucu untuk anak lengkap dari cerita pendek sampai panjang
Dongeng sebelum tidur lucu bisa jadi pilihan untuk bercerita dengan nuansa yang seru. Sehingga, Si Kecil tertarik untuk mendengar lebih banyak dongeng.
Dongeng sebelum tidur lucu ini dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Nyentrik, Asyik, & Menggelitik penerbit Bhuana Ilmu Populer dan Kumpulan Dongeng Putri dan Pangeran penerbit Bhuana Ilmu Populer.
1. Jin Biru yang bosan.
“Aku bosan menuruti permintaan semua orang. Aku ingin cuti. Aku ingin bebas” teriak Jin Biru.
Aladin pun mengiyakan permintaan Jin. Akhirnya Jin Biru langsung terbang.
Ia senang sekali karena belum pernah merasa sebebas ini. Ia melayang dan terus melayang. Dia dapat pergi ke Tiongkok melihat tembok-tembok raksasa.
Namun keesokan harinya ia mulai bosan. Kemudian ia pergi ke Afrika untuk melihat-lihat binatang liar di Savannah. Kemudian ia juga mulai bosan.
Udaranya panas dan ia ingin pergi ke Kutub Selatan saja. Ia ingin melihat pinguin-pinguin lucu di sana. Seketika ia pun berpindah tempat.
Namun lagi-lagi ia bosan. Kemudian Aladin pergi ke India dan menari sepuasnya. Tapi selalu saja si Jin Biru merasa bosan.
Ia pun merindukan Aladin dan Jasmine. Tanpa pikir panjang ia pun kembali terbang pulang. Aladin dan Jasmine heran melihatnya.
“Loh katanya mau cuti. Ia kok sudah pulang?” Jin Biru tersipu. Ia berkata “Ternyata berada di dekat kalian jauh lebih menyenangkan, dan kalaupun aku ingin berlibur, lebih baik aku melakukannya bersama-sama dengan kalian.”
Mereka pun akhirnya berpelukan. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain berada di dekat orang-orang tersayang.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur lucu ini memiliki pesan moral bahwa tempat paling indah adalah ketika kita bersama orang-orang tersayang.
2. Gadis Pengusaha Korek Api
Di sebuah desa yang tenang, ada seorang gadis penjual korek api. Setiap hari ia menjajakan korek api dengan sepenuh hati.
“Korek api! korek api”
Namun saat musim dingin tiba, tidak satupun korek apinya terjual. “Oh aku tak mau hidupku seperti temanku yang meninggal kedinginan, ”bisiknya.
Gadis itu berusaha berpikir keras hingga menemukan sebuah ide cemerlang. Ia pun bergegas menghampiri salah satu anak perempuan yang sedang asyik duduk di taman.
“Halo apakah kamu mau membantuku? Kalau kamu bisa menjual korek-korek ini, aku berjanji akan membagi keuntungan denganmu”, kata gadis penjual korek api. Gadis itu pun setuju.
Gadis korek api juga berkata bahwa teman barunya itu boleh mengajak teman-teman yang lain. Mereka juga akan mendapat keuntungan yang sama dengan temannya itu. Teman barunya itu pun akan mendapat bonus dari gadis korek api.
Teman barunya setuju. Mereka berbagi wilayah. Si gadis korek api berjualan di Barat sedangkan temannya di Timur.
Saat bertemu dengan gadis sebaya nya lagi, si gadis korek api juga bersemangat mengajaknya. Hingga akhirnya ada banyak orang yang membantu menjual korek apinya.
Menjerang sore, semua penjual korek api berkumpul di taman.
“Tadi korek apiku laku 10 bungkus di Timur.”
“Aku juga bisa menjual 5 bungkus di selatan.”
“Eh di pinggir desa aku berhasil menjual 27 bungkus korek api.”
Satu persatu teman-teman si gadis korek api berbicara tentang korek api yang berhasil mereka jual. Gadis korek api sangat terharu mendengarnya.
Dia pun menepati janji untuk membagi hasil keuntungan bersama. Semuanya bergembira. Bahkan ada yang tertarik untuk melakukan jualan korek api lagi di esok hari.
Gadis korek api amat bahagia. Selain korek apinya laku keras, ia juga mendapat banyak teman baru. Kelak dia akan dikenal sebagai gadis pengusaha korek api yang kaya dan sukses.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral bahwa kegigihan dan kerja sama dapat menghasilkan jalan keluar yang baik.
3. Pemusik Bremen Mencari Kerja
Keledai, kucing, ayam jago dan anjing tinggal di pondok dengan harta yang ditinggalkan oleh perampok. Namun masalah datang ketika harta itu mulai menipis.
Mereka berdiskusi bagaimana caranya untuk mendapatkan uang. Anjing memberi saran, “Kita buat pawai musik saja. Kita pakai kostum warna-warni dan pergi ke kota Bremen mencari menjadi penyanyi jalanan.”
Namun semuanya menolak dan mengatakan itu sangat memalukan. Namun anjing tidak menyerah. Ia berkata, “kita tidak pernah tahu hasilnya kalau tidak mencoba.”
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk menuruti perkataan anjing. Mereka membuat kostum berwarna-warni dari berbagai benda-benda yang dimiliki. Keesokan harinya mereka berjalan menuju kota Bremen.
Mereka berdiri di tengah keramaian dan memulai memainkan alat musik. Awalnya keledai, kucing dan ayam jago masih malu-malu. Hanya anjing yang penuh semangat bernyanyi.
Namun lama-lama mereka terbiasa. Semua mata memandang mereka. Kaledai, kucing, ayam jago dan anjing terus bernyanyi dan menunjukkan penampilan terbaik mereka sehingga tiba-tiba seorang pria menghampiri.
Ia menawarkan agar mereka berempat bernyanyi di restorannya setiap malam. Pria itu berjanji akan memberinya upah.
Keledai, kucing, ayam jago dan anjing menyambut dengan gembira. Impian mereka menjadi pemusik di kota Bremen terwujud.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur lucu ini memiliki pesan moral bahwa memulai sesuatu memang terasa sulit pada awalnya, tetapi perjuangan itu akan berhasil jika kita mau terus menjalaninya.
4. Kurcaci dan Tujuh Syal.
Putri Salju hidup bahagia bersama pangeran di istana. Sementara tujuh kurcaci sahabatnya mengalih tinggal di kotanya.
“Bawalah tujuh syal ini, hanya kurcaci yang memakai syal inilah yang bebas menemuiku di istana.”
Ketika musim gugur tiba, tujuh kurcaci itu berkunjung ke istana. Mereka mengenakan syal masing-masing. Para prajurit menyambut mereka dengan ramah.
Akan tetapi, ibu ratu alias ibu tiri si Putri Salju tidak senang melihat kedatangan mereka. “Makhluk-makhluk dekil, mereka tak pantas berada di sini. Aku harus mengenyahkan mereka, juga Putri Salju nantinya.”
Sang ratu mengamati gerak-gerik Putri Salju. Putri Salju mengajak tujuh kurcaci berkeliling taman. Ibu ratu menyamar menjadi semak belukar.
Saat Putri Salju mengajak para kurcaci melihat ruang dansa, Ibu putri berpura-pura menjadi patung berbaju zirah.
“Terima kasih Putri Salju, syal-syal ini membuat kami merasa istimewa,” kata seorang kurcaci.
Putri Salju tersenyum, “Aku memang sudah berpesan kepada seisi istana. Dengan syal ini, kuharap kalian bisa sering mengunjungiku.”
Ibu ratu yang sedari tadi menyamar langsung tahu bahwa syal-syal itu menjadi kunci rahasianya.
Suatu hari saat Putri Salju berkuda dengan pangeran, serta para kurcaci sedang asik berendam di kolam, satu persatu syal mereka hilang dan masuk dalam sebuah guci besar yang berjalan. Para kurcaci pun langsung panik.
Tiba-tiba terdengar suara keras dan terdengar suara orang mengaduh. Ketika para prajurit menuju sumber gaduh itu, ternyata ia melihat ibu ratu yang menyamar.
Ia terpeleset dari tangga dan membuat guci yang menutupi tubuhnya hancur berantakan.
Pangeran dan putri yang tiba di istana terkejut melihatnya. Para prajurit dan pegawai istana terkikik melihatnya. Rencana ibu ratu sudah gagal. Ketujuh syal itu pun kembali ke pemiliknya. Semua terlihat senang.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral bahwa rasa iri hati hanya akan merugikan diri sendiri.
5. Pinocchio dan Coklat Ajaib
Meski Pinocchio sudah hidup menjadi anak manusia, hidungnya masih saja bertambah panjang.
Jika dia duduk di taman, burung-burung akan bertengger di hidungnya. Mereka pikir itu adalah ranting pohon yang menjulur.
Di pesta ulang tahun, semua mengira hidungnya adalah tempat menggantung mantel. Pinocchio tak bisa bergerak. Dia hanya bisa menelan ludah melihat para tamu memakan kue ulang tahun yang lezat.
Hal itu membuat Pinocchio sedih dan membuatnya malas untuk keluar rumah. Hidung panjangnya sungguh merepotkan.
Kemudian, Peri Hati Nurani datang. “Mengapa hidungmu terus bertambah panjang? Bukankah kamu sudah tidak berbohong lagi?”
Pinocchio bingung. Dia berbohong untuk menyenangkan hati orang-orang di sekitarnya. Dia berbohong saat nana gajah yang sedang dia bertanya, “Apakah aku sudah langsing?”
Saat menjawab iya. Hidungnya bertambah 5 cm.
Begitu pula saat Kakek Turbo yang mengeluh anaknya tak pernah mengunjunginya. “Besok dia akan datang, percayalah,” hibur Pinocchio. Hidungnya bertambah panjang 10 meter.
Peri Hati Nurani mendengarkan cerita Pinocchio. Dia tahu maksud Pinocchio baik tetapi kebohongan tetaplah kebohongan. Hidung Pinocchio akan terus bertambah panjang jika dia tidak bisa menghentikan kebiasaannya.
Kemudian Peri Hati Nurani pun mengeluarkan sebuah kantong berwarna perak. Kantong itu berisi cahaya yang berpendar-pendar. Isi kantong tersebut adalah coklat!
“Berikan coklat ini kepada setiap orang yang sedang punya masalah coklat ini. Ini akan membuat hati mereka menjadi senang sehingga lupa pada masalahnya.”
Pinocchio mengerutkan kening, “Ah cokelat ajaib! Tapi tak mungkin memberikan coklat ini pada nona gajah. Dia kan sedang diet.”
Peri Hati Nurani terpingkal-pingkal. “Tenang saja ini coklat ajaib.” Pinocchio melakukan seperti yang diperintahkan Peri Hati Nurani.
Ternyata benar. Setiap kali orang yang mengeluarkan coklat itu, mereka lupa pada masalahnya. Mereka tak mengeluh pada Pinocchio dan Pinocchio tidak perlu berbohong lagi.
“Daripada berbohong, lakukan sesuatu yang menggembirakan hati mereka. Cokelat ini hanya salah satu cara. Tapi masih banyak cara lain. Tanpa coklat ajaib, kamu tetap bisa berbagi kegembiraan.”
Pesan moral: Pesan moral dongeng anak pendek ini adalah berbohong tidak selalu jadi cara yang tepat untuk menyenangkan orang lain. Ada banyak cara untuk membuat orang bahagia.
6. Pangeran Sejati untuk Putri
Alkisah ada seorang putri yang sangat kesepian. Ia berkeliling negeri untuk mencari pangeran sejati yang bisa menjadi pendamping hidupnya. Namun, semua pria yang ditemuinya mengaku sebagai pangeran sejati.
Padahal, selalu saja ada yang tidak beres dengan mereka. Sang putri mulai putus asa dan ternyata mencari pangeran tidak semudah yang ia kira. Ia kemudian memutuskan kembali ke istana.
Saat mengarungi lautan, tiba-tiba perahu layarnya dihadang oleh bajak laut. Sang putri dan para prajurit gemetar. Bajak laut itu meminta agar sang putri menyerahkan seluruh harta.
Para prajurit siap menyerang, tetapi sang putri melarang. “Baiklah bajak laut, akan kuserahkan seluruh hartaku, tapi ada satu syarat. Kurasa kamu adalah bajak laut yang tampan. Maukah kamu kukenalkan kepada raja dan ratu? Siapa tahu mereka setuju jika aku menikah denganmu,”kata sang putri.
Semuanya terbelalak, para prajurit tidak percaya mendengarnya. Kemudian, si bajak laut itu setuju. Ia yakin bahwa semua orang pasti terpesona.
Dua perahu itu pun berlayar beriringan menuju istana. Para warga heran bukan main saat mereka tiba di daratan. Mereka merasa bajak laut itu tidak mungkin menjadi calon pangeran.
Sesampainya di istana sang putri berbisik kepada raja, dan dalam sekejap si bajak laut dikepung puluhan prajurit bertombak. “Hei tunggu bukankah kamu akan menjadikanku suamimu?!” teriak bajak laut.
“Hahaha mana mungkin, kerajaanku akan dipimpin seorang bajak laut yang jahat sepertimu” kata sang putri terbahak.
Si bajak laut geram ternyata si putri itu telah menipunya. Para prajurit membawa bajak laut ke penjara bawah tanah. Berkat kecerdikannya, sang putri selamat dan bahaya. Pujiannya membuat si bajak laut terpedaya.
Namun, meskipun ia belum menemukan pangeran sejati, ia tetap yakin bahwa suatu hari akan ada pangeran yang datang padanya. Yang terpenting sekarang tak ada lagi yang perlu ditakutkan jika ia ingin mengarungi samudera.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral bahwa kecerdasan dapat mengelabui kejahatan orang lain.
7. Tukang Sepatu dan Penduduk Desa Liliput
Para liliput yang baik hati sudah bekerja keras membantu tukang sepatu dan istrinya. Sebagai ucapan terima kasih, mereka membuat topi dan mantel untuk para liliput.
Para liliput amat senang. Mereka pun berpamitan kepada pak tukang sepatu.
Mereka rencananya akan mencari orang yang membutuhkan bantuan. Dalam perjalanan, mereka melihat papan nama sebuah desa, desa liliput. “Lihat desa liliput! Siapa tahu kita bisa bertemu teman baru,” teriak salah satu liliput kegirangan.
Tapi desa itu sangat sunyi, rumah-rumahnya berantakan seperti baru saja diserang badai salju. Sayup-sayup, para liliput mendengar tangisan.
Mereka lalu menemukan sekelompok liliput lain sedang bergerombol. Mereka tak mengenakan baju dan tentu saja mereka menggigil kedinginan.
“Badai salju telah memporak porandakan desa kami,” ujar salah satu liliput yang menangis.
Para liliput itu memutuskan untuk menolong. Ia pun bertanya-tanya siapa yang bisa menolong. Kemudian para liliput teringat pada si tukang sepatu.
Tukang sepatu terkejut melihat ada banyak liliput di depan pintu mereka. “Masuklah kalian menggigil,” serunya kepada kelompok liliput yang tidak mengenakan baju.
Istri tukang sepatu segera menyeduhkan teh. Para liliput menceritakan bencana alam yang mereka alami sambil meminum teh.
Tukang sepatu mengizinkan mereka untuk tinggal di rumahnya. Sang istri menjadikan kotak-kotak sepatu yang diberi alas kain bekas. Untuk menjadi tempat tidur para liliput.
Istri tukang sepatu juga membuatkan topi dan baju untuk mereka. Para liliput sangat senang. Tukang sepatu dan istrinya merasa senang. Meskipun mereka hidup sederhana, tetapi mereka masih bisa berbagi kepada yang membutuhkan.
Pesan moral: Dongeng anak ini memiliki pesan moral bahwa apabila kita menolong seseorang, suatu saat kita akan mendapat pertolongan dari orang lain.
8. Negeri Tanpa Baju
Raja sangat malu karena dia berkeliling negeri tanpa mengenakan pakaian. Meskipun tidak ada satupun rakyat yang berani tertawa, namun seorang anak kecil lantang mengingatkannya.
Ini semua gara-gara penjahit penipu!
Dia bilang orang bijaksana, hanya orang bijaksana yang bisa melihat pakaian raja. Raja bertekad untuk menangkap penjahit penipu itu. Sayang dia sudah melarikan diri ke Negeri Jauh Sekali.
Di sana lagi-lagi dia menipu orang. Kali ini dia membuka toko pakaian bernama toko baju bijaksana.
Orang-orang datang tapi mereka tak melihat sepotong baju pun. Lagi-lagi si penipu berkata bahwa hanya orang bijak yang bisa melihat baju-baju itu.
Orang-orang pun berebut membeli baju itu. Mereka ingin dianggap bijaksana.
“Alangkah bagusnya kemeja ini,” Seru Pak gemuk.
“Jazz ini juga sangat keren,” Seru Pak Ramping. Semua membayar baju mahal-mahal itu.
“Semua baju ini terbuat dari benang emas,” kata penipu.
Dalam sekejap negeri ini dipenuhi orang yang lalu-lalang tanpa menggunakan baju. Bahkan, raja negeri amat jauh pun ikut membeli coba istimewa.
Sekarang negeri mereka terkenal sebagai negeri tanpa baju. Meski demikian mereka tak mau dianggap berbaju. Mereka berkata bahwa hanya orang bijaksana yang bisa melihat baju mereka.
Lama-kelamaan raja mendengar tentang raja aneh ini. Dia segera berangkat ke sana. Dia yakin negeri itu sudah tertipu oleh penipu.
Raja terkekeh melihat Raja Amat Jauh duduk di singgasana tanpa baju. Kamu telah ditipu. ‘Lihatlah sesungguhnya kamu tak mengenakan jubah,” seru raja.
Dia pun menceritakan pengalamannya sendiri. Raja negeri amat jauh pun sangat marah. Dia mengirim pasukannya untuk menangkap penipu.
Sekarang si penipu dihukum untuk bekerja di istana. Menjahit baju untuk orang-orang yang telah dia tipu sebelumnya.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur memiliki pesan moral untuk tidak mudah percaya terhadap orang lain.
9. Lari Ramai Ramai
Lari, lari, lari.
Itulah yang dilakukan kue jahe setiap keluar dari pemanggang. Ia tidak mau dimakan.
Ia mengeluh capek karena terus berlari seperti ini setiap hari. Ia pun memutuskan istirahat di dalam gua.
Namun belum lama ia memejamkan mata terdengar suara mencurigakan. “Oh tidak, itu pasti rubah. Aku harus lari lagi.”
Namun ternyata kue boneka jahe terkejut ternyata banyak boneka jahe seperti di kue. Boneka kue seperti dirinya namun warnanya sedikit berbeda.
“Siapa kalian?” tanyanya terbata-bata.
“Aku boneka kue kunyit.”
“Aku boneka kue temulawak.”
“Aku boneka kue lengkuas.”
“Aku boneka kue temukunci.”
Boneka kue jahe terperanjat. Ia terkejut melihat boneka kue itu mirip seperti mereka. Ia tidak menyangka bahwa ia memiliki banyak saudara.
Belum selesai dari keterkejutannya tiba-tiba ia mendengar suara. Ternyata itu adalah suara rubah. Mereka pun langsung berhamburan dan berpencar untuk menyelamatkan diri.
Si rubah sedikit kebingungan. “ Aku akan kejar boneka kue kuning dulu,” gumamnya. Kue kuning segera mempercepat langkahnya.
Sebelum rubah sempat mengejar si boneka kue kunyit boneka temulawak berteriak.” Rubah jelek tangkap aku!” katanya. Ia berusaha mengalihkan perhatian rubah.
Rubah pun memutuskan untuk mengejar kue temulawak. Boneka boneka kue itu saling mengelabui si rubah sampai rubah akhirnya menyerah. Tidak ada satupun boneka kue yang berhasil ditangkapnya.
Akhirnya mereka semua pun selamat dari bahaya. Sejak saat itu boneka kue jahe tak lagi sendiri. Kini ia punya banyak saudara yang menemannya.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral bahwa kita dapat keluar dari permasalahan apabila kita mau bekerja sama.
10. Prajurit-prajurit Tusuk Gigi
Di negeri Jepang, hiduplah seorang putri yang mempunyai kebiasaan membuang tusuk gigi sembarangan di kamar tidurnya. Kebiasaan itu ia lakukan setiap malam, sampai banyak sekali tusuk gigi berserakan di lantai kayu kamarnya.
Suatu malam, sang putri terbangun mendengar suara gaduh perkelahian, teriakan, dan denting pedang beradu. Ia sangat ketakutan.
Saat lampu dinyalakan, betapa terkejutnya ia melihat banyak prajurit mini sedang saling berkelahi di kamarnya. Awalnya ia mengira sedang bermimpi, sampai ia mencubit tangannya sendiri dan merasakan sakit yang nyata. Prajurit-prajurit mini itu terus membuat onar hingga sang putri tidak bisa tidur semalaman.
Kejadian yang sama terus berulang setiap malam. Karena berhari-hari tidak bisa tidur nyenyak, sang putri akhirnya jatuh sakit dan menceritakan semua yang ia alami kepada ayahandanya, sang raja.
Penasaran dengan cerita itu, raja memutuskan untuk tidur di kamar sang putri malam itu. Namun meski begadang semalaman, ia sama sekali tidak melihat prajurit-prajurit mini seperti yang diceritakan putrinya. Yang ia lihat justru banyak tusuk gigi berserakan di lantai kamar tersebut.
Keesokan harinya, raja memanggil sang putri dan menunjukkan tusuk gigi-tusuk gigi yang berserakan itu. Raja menjelaskan, "Prajurit-prajurit mini itu datang ke kamarmu untuk mengambil tusuk gigi dan menjadikannya gagang pedang."
Mendengar penjelasan itu, sang putri merasa sangat malu dengan kebiasaan buruknya. Ia mengaku sering membuang tusuk gigi sembarangan karena malas membuangnya ke tempat sampah, lalu meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sejak saat itu, kamar sang putri selalu bersih, dan prajurit-prajurit mini itu tidak pernah lagi muncul.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral untuk tidak membuang sampah apa pun sembarangan.
11. Murid Nakal, Kepala Sekolah dan Pemilik Kebun
Ada seorang murid sekolah yang sangat nakal dan sering membolos. Suatu hari ia berencana mengambil buah-buahan dari sebuah kebun tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Sementara itu, pemilik kebun selalu bangga dengan hasil panennya setiap musim, di musim semi ia bisa memamerkan bunga-bunga yang mekar di pohonnya, dan di musim gugur ia bisa memetik apel-apel yang sudah ranum.
Suatu hari, pemilik kebun memergoki murid nakal itu memanjat pohon buah sembarangan. Anak itu menjatuhkan buah yang sudah matang maupun yang belum, bahkan sampai mematahkan beberapa dahan pohon. Hal tersebut membuat pemilik kebun melapor kepada kepala sekolah tempat anak itu bersekolah.
Kepala sekolah pun segera datang ke kebun bersama murid-murid lainnya, dengan niat memarahi dan menghukum murid nakal tersebut sebagai contoh bahwa setiap perbuatan buruk akan mendapat konsekuensi.
Namun, begitu murid-murid lain melihat pohon apel yang ranum, mereka malah ikut menyerbu kebun, memanjat pohon, dan memetik buah apel tanpa izin.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan milik kita.
12. Penjual Buah dan Mutiara
Ada seorang gadis yang tinggal bersama sang ibu. Mereka mencari nafkah dengan berjualan buah di pasar. Si gadis selalu membantu ibunya mulai dari membungkus dan menimbang buah. Ibunya selalu mengingatkan untuk memeriksa semua buah dan jangan sesekali menjual buah yang tidak segar. Timbangan pun harus pas, jangan sampai kurang.
Namun, anak penjual sayur berkata bahwa seharusnya gadis itu menyelipkan satu atau dua tomat lembek. Jika tidak, ia harus memakan buah yang tidak segar itu. Anak penjual sayur juga menyarankan untuk mengurangi timbangan agar lebih untung.
Anak penjual buah itu pernah membeli ikan untuk makan malam, tetapi tidak segar. Ia tidak mau pelanggannya merasakan hal itu. Ia selalu memberikan buah-buahan terbaik. Bahkan, setelah ibunya meninggal.
Ketika pembeli tidak sengaja memilih mangga tidak segar, ia akan memberi tahu pelanggan dan menggantinya dengan yang segar.
Suatu hari, saat sedang menutup kios, gadis itu menemukan mutiara di antara buah mangga. Penjual daging dan penjual sayur juga menemukan mutiara. Mereka berniat menjualnya, Tetapi, penjual buah ingin mencari pemilik mutiara itu. Esoknya ia mencari sang pemilik kalung.
Karena tidak berhasil, ia menyerahkan mutiara pada pihak berwenang. Beberapa hari kemudian, penjual buah dipanggil ke istana. Ia menunggu dengan resah di ruangan besar. Lalu, sang ratu yang datang menemuinya.
Ratu sangat berterima kasih, “Aku sengaja meninggalkan beberapa mutiara di pasar hari itu. Hanya kau yang mengembalikannya,” katanya.
Sejak hari itu, penjual buah diminta menjual buahnya langsung ke istana setiap hari. Ia tentu saja memastikan kualitas buah yang terbaik untuk dihidangkan di istana.
Pesan moral: Pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah kebaikan dan ketulusan akan berbuah keberuntungan. Selain itu, teguh pendirian pada hal-hal baik akan mendatangkan kebahagiaan.
13. Sarung Man
Seorang profesor jahat berencana menghancurkan Desa Tenun untuk dijadikan markas penelitian virus berbahaya. Desa ini dikenal memiliki alam yang asri, sungai jernih penuh ikan, serta penduduk yang jujur, ramah, dan suka menolong. Salah satu anak di desa itu adalah Sarung Man. Ia adalah bocah pemberani yang memiliki kekuatan super tersembunyi di sarungnya.
Suatu hari libur, saat anak-anak sedang asyik bermain di lapangan desa, tiba-tiba warga berhamburan ketakutan karena pasukan Profesor Jahat datang membawa alat penghancur. Rerumputan hijau langsung hangus terbakar. Sarung Man yang menyadari situasi ini berusaha menghentikan aksi tersebut, namun sudah terlambat karena sang Profesor telah meminum cairan yang mengubahnya menjadi raksasa. Kepala desa yang mencoba mencegah dengan menanyakan izin resmi justru ditangkap dan disingkirkan begitu saja.
Geram melihat kekacauan itu, Sarung Man melawan sang raksasa dengan berbagai kekuatan supernya, mulai dari lompatan tinggi hingga pecutan sarung berkekuatan besar yang hanya bisa digunakan orang baik. Meski sempat membuat Profesor terhuyung, serangan balasan sang Profesor jauh lebih kuat hingga membuat Sarung Man terpental. Sarung Man menyadari bahwa melawan sendirian tidak akan cukup.
Ia pun meminta seluruh warga untuk ikut menggunakan sarung masing-masing melawan sang Profesor bersama-sama. Beberapa orang melilitkan sarung di kaki Profesor, sebagian memecut tumitnya hingga jatuh, dan lainnya mengikat tangannya. Setelah tenaganya pulih, Sarung Man memecut bagian kening Profesor hingga tubuhnya kembali menyusut ke ukuran semula. Meski awalnya masih marah, amarah Profesor perlahan mereda setelah dipakaikan sarung super oleh Sarung Man.
Polisi pun datang untuk mengamankan Profesor beserta pasukannya. Melihat desa yang porak-poranda, Profesor teringat kampung halaman dan ibunya sendiri, hingga akhirnya ia menyesal dan meminta maaf kepada seluruh warga. Ia berjanji akan memperbaiki desa dan menggunakan ilmunya untuk kebaikan. Warga desa dan Sarung Man pun bersorak gembira, merayakan kemenangan bersama sekaligus penyesalan dari sang Profesor Jahat.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memberi pesan moral tentang keberanian dalam menegakkan kebenaran.
14. Naomi si Anak Pemberani
Naomi adalah anak sulung yang tinggal di rumah besar dan mewah dekat balai kota. Ia cantik, baik hati, pintar, berani, dan suka tantangan. Naomi berusia 13 tahun, sedangkan adiknya, Emi, berusia 10 tahun. Berbeda dari kakaknya, Emi anaknya nakal dan penakut, tapi tetap suka membantu. Di rumah mereka juga ada penjaga muda bernama Sanset. Setiap akhir bulan, orang tua Naomi dan Emi biasa pergi ke luar kota untuk urusan bisnis, tapi kali ini mereka harus ke luar negeri menemui relasi bisnis, sehingga Naomi dan Emi terpaksa tinggal di rumah bersama Sanset.
Ternyata Sanset tidak sebaik yang mereka kira. Ia justru sering pergi keluar bersama teman-temannya ke Kafe Neon, meninggalkan Naomi dan Emi tanpa pengawasan. Suatu hari, Naomi melihat ada perampok yang berusaha masuk ke rumah mereka. Ia langsung bergegas ke kamar Emi yang saat itu sedang asyik menonton TV.
Naomi mendengar suara langkah kaki di lantai bawah dan sadar kalau perampok sudah masuk ke dalam rumah. Ia segera menarik tangan Emi untuk bersembunyi di dalam lemari. Namun Emi malah kesal karena merasa terganggu saat sedang menonton acara favoritnya. Ia pun nekat keluar dari lemari, dan sialnya, saat itu juga perampok sudah masuk ke kamarnya.
Perampok itu langsung menangkap Emi dan membawanya ke bungker persembunyian mereka. Melihat adiknya diculik, Naomi memutuskan untuk pergi sendirian menyelamatkan Emi. Ia diam-diam mengikuti perampok itu sampai ke bungker, lalu membuka pintunya menggunakan obeng. Berkat keberanian Naomi, mereka berdua akhirnya berhasil kabur bersama.
Sesampainya di rumah, Naomi dan Emi mendapati ayah dan ibu mereka sedang memarahi Sanset. Mereka pun menceritakan semua kejadian yang baru saja dialami. Ayah sangat marah dan langsung memecat Sanset, sementara perampok tersebut dilaporkan ke polisi dan berhasil ditangkap, sehingga semua barang berharga keluarga bisa kembali. Sanset sendiri merasa sangat menyesal dan akhirnya memilih pulang ke kampung halamannya.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral bagi kita untuk waspada terhadap lingkungan sekeliling kita.
15. Pohon Bicara
Lina sedang duduk di ayunan, asyik membaca buku tentang sedihnya pohon-pohon yang ditebang sembarangan, sampai tidak terusik oleh suara motor yang melintas kencang di dekatnya. Karena matanya mulai perih dan lelah, ia menguap sambil berjalan mendekati salah satu pohon di taman, meraba kulitnya sambil berandai-andai, "Coba saja kalau aku bisa ngobrol sama kalian, pohon-pohon malang. Banyak daun yang rontok karena kering, dahan kalian juga kecil-kecil, banyak yang patah."
Tanpa disangka, sebuah suara kecil menjawab perkataan Lina, membuatnya terkejut dan melangkah mundur. Setelah rasa kagetnya reda, Lina justru melompat kegirangan karena ternyata benar-benar bisa berbicara dengan pohon.
Ia pun mulai bertanya banyak hal, salah satunya apakah pohon merasa sakit saat dahannya dipotong sambil memotong dahan kering yang sudah jatuh ke tanah. Pohon itu menjawab dengan suara gemetar, mengaku memang sangat sakit, apalagi banyak manusia yang bahkan tidak berpikir sejauh itu, malah menebang mereka habis-habisan, atau membiarkan mereka mati kehausan tanpa disiram berhari-hari.
Merasa iba, Lina bergegas pulang mengambil alat penyiram tanaman dan mengisinya penuh air. Sang ayah yang bingung melihatnya bertanya apa yang ia lakukan, karena tanaman di rumah sudah disiram semua. Lina menjelaskan bahwa pohon-pohon di taman yang meminta disiram karena kepanasan. Kemudian, ia membawa alat penyiram itu ke taman dan menyiram pohon-pohon sambil tersenyum lebar, "Ini airnya, minum yang banyak ya pohon!"
Namun tiba-tiba muncul tawa dari balik salah satu pohon, ternyata itu Kak Alin, kakak laki-laki Lina, yang mengaku sengaja mengerjainya sambil berkata mana mungkin ada pohon yang bisa bicara. Lina yang merasa dipermainkan langsung cemberut dan berlari pulang sambil menangis. Melihat Lina menangis, Bunda menegur Kak Alin. Kak Alin pun menjelaskan bahwa niatnya sebenarnya baik, ingin mengajarkan Lina soal pentingnya menjaga lingkungan, hanya saja caranya yang salah.
Kak Alin pun meminta maaf pada Lina dan mengajaknya kembali ke taman untuk membaca buku bersama sambil membersihkan daun-daun yang berguguran. Ia berjanji akan mengajari Lina dengan cara yang benar tentang cara menjaga dan melestarikan pohon.
Sore itu, keduanya menghabiskan waktu bersama, Lina membaca sambil bermain ayunan, sementara Kak Alin menyapu daun-daun kering di sekitar mereka, dan dari momen sederhana itulah keduanya bertekad menjaga lingkungan mulai dari sekitar rumah, dengan harapan semangat itu suatu saat bisa menyentuh hati semua orang di dunia.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini mengajarkan kita untuk peduli dengan lingkungan alam karena alam telah memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia.
15 Dongeng sebelum tidur tentang kisah Nabi dan Rasulullah SAW
Kumpulan cerita tentang Nabi dan Rasul memiliki banyak pelajaran hidup yang baik. Ada sifat-sifat terpuji nabi yang dapat diteladani. Inilah 15 dongeng tentang Nabi dan Rasul dilansir dari buku 25 Kisah Nabi dan Rasul penerbit Gema Insani.
1. Nabi Shalih a. s.
Nabi Shalih merupakan keturunan Nabi Nuh yang hidup di zaman kaum Tsamud. Beliau diutus Allah untuk mengajak kaum Tsamud untuk beriman kepada Allah SWT.
Namun, kaum itu enggan menerima dan menganggap ajaran tauhid (keesaan terhadap Allah) yang dibawa Nabi Shalih hanyalah lelucon belaka.
“Mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang nenek moyang kami sembah? Kami benar-benar tidak yakin dengan agama yang engkau bawa itu,””ucap salah satu penduduk Tsamud.
“Wahai kaumku! Aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberi-Nya aku rahmat kenabian dari-Nya,” jawab Nabi Shalih.
Penduduk Tsamud tetap tidak mau menerima ajaran dari Nabi Shalih. Kemudian Allah menutup hati mereka sehingga sulit menerima kebenaran.
Nabi Shalih tidak berputus asa, beliau terus berdakwah dari pasar hingga ke kampung. Beberapa ada yang beriman, tetapi lebih banyak yang ingkar. Bahkan, orang yang ingkar itu malah menantang Nabi Shalih untuk menunjukan mukjizat kalau benar beliau adalah nabi.
Nabi Shalih berdoa kepada Allah untuk memberi tanda kebenaran atas kerasulannya. Kemudian, dari bukit batu yang terbelah, muncul seekor unta betina yang besar.
Setelah peristiwa itu ada yang beriman, ada juga yang tetap ingkar. Kaum ingkar itu tetap sombong dan menyembelih hewan itu. Mereka juga menantang Nabi Shalih untuk memberi bukti lain.
Tiba-tiba datang angin besar dengan suara yang keras, kadang dibarengi getaran. Getaran itu mampu menghancurkan rumah dan bangunan. Kaum Tsamud berusaha menyelamatkan diri tetapi tidak berhasil.
“”Wahai kaumku! Sungguh aku telah menyampaikan amanah dari Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi, kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat,” ucap Nabi Shalih.
Beliau pun pergi meninggalkan tempat itu bersama para pengikutnya dan memulai hidup baru.
Pesan moral: Cerita tentang Nabi Shalih a. s. mengingatkan kita tentang betapa dahsyatnya kebesaran Allah serta bukti adanya hukuman bagi kaum yang ingkar.
2. Kisah Nabi Hud
Nabi Hud Nabi Hud adalah manusia pilihan Allah yang diutus menyampaikan ajaran tauhid kepada kaum Ad. Kaum Ad terkenal gagah perkasa dan bergelimang harta.
Mereka memiliki kebun yang luas sehingga mereka hidup makmur. Pusat kota kaum Ad adalah kota Iram. Kota itu sangatlah megah.
Bangunan di kota itu tinggi menjulang dan tersebar di seluruh kota. Namun penduduk kota itu menyembah berhala. Nabi Hud mengajak kaumnya untuk menyembah Allah yang Esa.
“Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah. Selama ini kamu hanyalah mengada-ada. Wahai kaumku, aku tidak meminta imbalan atau suruh seruanku ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kamu mengerti?” ujar Nabi Hud? Namun kaum Ad tidak percaya ucapan Nabi Hud.
Mereka menganggap Nabi Hud sebagai orang yang mengada-ada. “Wahai Hud, kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami hanya karena perkataanmu. Apabila engkau adalah orang yang benar, berikanlah bukti kepada kami. Kalau tidak, sungguh engkau termasuk orang yang gila,” ucap seorang penduduk Ad.
Walau ditolak, Nabi Hud tidak berputus asa. Beliau tetap mengajak kebaikan kepada kaumnya yang ingkar. Tetapi kaum Ad makin sombong dengan kelebihan yang mereka miliki. Allah tidak menyukai orang yang menyombongkan diri di muka bumi.
Dengan kekuasaannya, Allah menurunkan azab bagi mereka yang menyombongkan diri. Kaum Ad menyangka gumpalan awan hitam yang menuju lembah mereka adalah awan yang akan menurunkan hujan. Tetapi, itu adalah azab yang akan segera didatangkan.
Kaum Ad mencaci Nabi Hud, dan berkata beliau bohong. Tiba-tiba, langit hitam itu meniupkan angin yang sangat kencang. Kaum Ad dan negerinya tergulung oleh angin atas perintah Allah.
Bangunan-bangunan tinggi tumbang. Orang-orang dilempar ke sana kemari. Angin topan itu berlangsung selama tujuh malam delapan hari.
Kaum yang sombong itu binasa. Bangunan yang mereka banggakan itu rata dengan tanah. Nabi Hud bersama pengikutnya yang beriman tetap aman tanpa merasakan badai dahsyat itu. Nabi Hud kemudian pindah ke tempat lain yang aman dan damai.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memiliki pesan moral untuk tidak bersikap sombong atas kemampuan yang dimiliki. Sejatinya kelebihan yang kita miliki adalah atas kehendak Tuhan.
3. Kisah Nabi Sulaiman
Nabi Sulaiman adalah penerus Nabi Daud sebagai Raja bagi Bani Israil. Kerajaan Nabi Sulaiman sangat luas dan kekuasaannya sangat besar.
Beliau memiliki kecerdasan dan kemampuan berbicara dengan hewan. Beliau juga mampu menaklukkan bangsa jin. Bangsa jin inilah yang membantu Nabi Sulaiman membangun istana yang megah.
Suatu hari Nabi Sulaiman beserta tentaranya tiba di lembah semut. Seekor semut berseru kepada kawannya. “Wahai semut-semut masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak terinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya sedangkan mereka tidak menyadari.”
Nabi Sulaiman tertawa mendengar ucapan semut itu. Beliau tidak lupa bersyukur kepada Allah atas anugerah yang dilimpahkan kepadanya.
Kerajaan Nabi Sulaiman memanjang dari Baitul Maqdis sampai perbatasan Yaman. Beliau menjadikan kerajaannya sebagai media untuk menyeru kepada ajaran Islam. Suatu hari datang burung hud hud. Burung itu bercerita tentang sebuah negeri bernama Saba yang dipimpin Ratu Balqis.
Penduduknya masih menyembah matahari. Nabi Sulaiman terkejut karena masih ada yang menyembah selain Allah. Beliau pun mengirim surat kepada Ratu Balqis.
Ratu Balqis tertegun usai membaca isi surat dari Nabi Sulaiman. Isinya adalah meminta menyembah Allah dan berhenti menyembah matahari. Ratu Balqis memperlihatkan surat itu kepada para tokoh, penasihat, dan para pembantunya.
Para pembesar kerajaan lain menganggap bahwa itu adalah tantangan perang. Namun Ratu Balqis memiliki pertimbangan lain. Beliau mengirim utusan untuk bergonjong dan melihat kondisi kerajaan Nabi Sulaiman.
Sambil membawa hadiah emas dan berlian, Nabi Sulaiman langsung menolak hadiah-hadiah itu dan meminta utusan Ratu segera pulang karena kerajaannya tidak memerlukan harta.
Mendengar cerita dari para utusan itu, Ratu Balqis segera memutuskan untuk melihat sendiri kemegahan kerajaan Sulaiman. Ketika sang Ratu tiba, Nabi Sulaiman menyambutnya ramah.
Ratu terkejut melihat singgasana Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman juga mengajak sang Ratu mengunjungi istananya. Ratu Balqis sangat kagum.
Ia pun menyatakan diri masuk Islam dan tidak lagi menyembah berhala. Nabi Sulaiman pemerintah selama 20 tahun. Beliau hidup selama 52 tahun.
Pesan moral: Cerita Nabi ini memiliki pesan moral bahwa ketakwaan lebih utama daripada harta di hadapan Allah.
4. Kisah Nabi Yunus
Nabi Yunus adalah seorang yang rajin ibadah dan patuh kepada orang tuanya. Menurut ahli kitab, nama asli Nabi Yunus adalah Yunan bin Amitai. Allah mengutus Nabi Yunus kepada penduduk Ninawa.
Mereka merupakan penyembah berhala. Ketika Nabi Yunus memberikan peringatan dan mengajak mereka bertakwa kepada Allah, penduduk Ninawa tidak mau beriman. Nabi Yunus masih berusaha menyatakan kaumnya kepada jalan kebenaran.
Namun seruan ini semakin tidak didengar. Mereka tetap tidak mau beriman walaupun sudah disampaikan ancaman Allah. Nabi Yunus merasa kesal dan meninggalkan kaumnya.
Seraya memohon kepada Allah untuk menghukum mereka. Tiga hari kemudian, awan hitam mulai terlihat menggumpal di langit. Keadaan di sekeliling menjadi gelap.
Mereka pun ketakutan dan menyadari bahwa ajaran Nabi Yunus adalah benar. Mereka pun bersujud dan bertobat kepada Allah agar diampuni dan diselamatkan. Tobat penduduk Niwana diterima oleh Allah.
Sementara itu Nabi Yunus dengan hati yang masih gundah terus berkelana. Ketika sampai di pinggir pantai, Ia melihat ada sebuah perahu yang akan berlayar. Beliau pun ikut dalam pelayaran tersebut.
Namun di tengah laut perahu itu bergoyang. Para penumpang perahu membuat kesepakatan untuk mengundi siapa yang dibuang ke laut. Nama Nabi Yunus selalu keluar setelah tiga kali mengundi.
Penumpang bertanya kenapa nama Nabi Yunus selalu keluar padahal Nabi Yunus termasuk orang saleh. Nabi Yunus pun menceritakan kisah beliau pergi dari umatnya. Nabi Yunus pun akhirnya dilempar ke tengah laut.
Tubuhnya terombang ambing di tengah lautan dan seekor ikan paus besar menelannya atas perintah Allah. Allah telah mewahyukan kepada ikan agar tidak melukai tubuh Nabi Yunus. Dalam gelap dan dingin yang menusuk, Nabi Yunus tidak henti-hentinya bertasbih dan memohon ampunan.
“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim,” doa Nabi Yunus.
Ikan paus itu membebaskan Nabi Yunus ke sebuah pantai yang tandus setelah berhari-hari di dalam perut ikan itu yang besar. Nabi Yunus mengucap syukur atas keselamatannya dan memohon ampunan Allah SWT. Beliau pun segera kembali kepada kaumnya yang telah beriman kepada Allah.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang Nabi ini memberi pelajaran kepada kita untuk selalu meminta ampunan kepada Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
5. Kisah Nabi Isa
Nabi Isa adalah Nabi terakhir dari Bani Israil. Dalam Bahasa Ibrani, Isa disebut Yasyu yang artinya orang bersih.
Suatu hari, Malaikat Jibril datang kepada Maryam dan mengatakan bahwa ia akan mempunyai anak. Ibunda Maryam terkejut karena ia tidak mungkin memiliki anak. Karena tidak ada seorang laki-laki pun yang pernah menyentuhnya dan ia bukan seorang pezinah.
Allah menjawab melalui Jibril, demikianlah hal itu mudah bagiku dan agar kami menjadikannya suatu tanda kebesaran Allah bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami. Dan hal itu adalah suatu urusan yang sudah diputuskan. Ketika Maryam hamil, seluruh penduduk menjadi gempar.
Mereka menuduh ibunda Maryam yang hamil padahal ia belum menikah. Sehingga Maryam pun diasingkan ke tempat yang jauh. Nabi Isa pun lahir di bawah sebuah pohon kurma.
Ibunda Maryam menggoyangkan pohon kurma itu. Lalu buah kurma yang ranum dan lezat berjatuhan. Maryam memakan kurma itu dan meminum air sungai yang dialirkan Allah dari tempat yang sebelumnya tidak ada sungai.
Setelah melahirkan, ibunda Maryam pulang ke rumahnya membawa putranya. Salah seorang tetangganya menegur. “Wahai Maryam, sesungguhnya engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.
Ibunda Maryam hanya terdiam. Atas izin Allah, bayi dalam gendongannya berbicara. “Sesungguhnya, aku hamba Allah. Dia memberiku kitab injil dan dia menjadikan aku seorang nabi. Dan dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada. Dan dia memerintahkan kepadaku melaksanakan salat dan menunaikan zakat selama aku hidup dan berbakti kepada ibuku dan dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka, dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan untuk hidup kembali.”
Semua yang hadir tertegun menyaksikan putri Maryam yang berbicara. Mereka percaya bahwa Allah mengirim usulnya yang bernama Isa melalui ibunda Maryam. Nabi Isa tumbuh besar dalam asuhan ibunya di sebuah tempat yang tenang untuk menghindari kaum Yahudi, yang tidak menyukai kelahiran Nabi Isa.
Pada usia 30 tahun, turunlah wahyu kepada Nabi Isa berupa kitab suci bernama Injil. Nabi Isa mulai berdakwah kepada kaum Bani Israil. Beliau memiliki mukjizat berupa kemampuan menyembuhkan orang yang buta dan sakit.
Nabi Isa juga dapat menghidupkan orang yang telah mati. Namun, mukjizat itu tidak membuat ban Israil beriman. Mereka telah lama hidup dalam kesesatan sahabat-sahabat yang mengimani risalah Nabi Isa disebut kaum Hawariyin.
Beberapa tahun kemudian, pengikut Nabi Isa bertambah banyak. Mereka disebut kaum Nashara atau Nasrani.
Kaum Yahudi tersebut untuk mencoba penyebaran ajaran yang dibawa oleh Nabi Isa. Mereka sepakat untuk membunuh Nabi Isa dengan menuduh beliau ingin menjadi raja bangsa Yahudi. Sehingga Nabi Isa dijatuhi hukuman mati.
Saat itu Nabi Isa bersembunyi di suatu tempat. Namun, Yahudza al-Askhuryuthi berhianat dan memberitahu persembunyian beliau. Allah menyelamatkan Nabi Isa dengan menyerupakan Yahudza, sang penghianat, dengan Nabi Isa.
Mereka menganggap Nabi Isa pun telah wafat. Sejak saat itu banyak kaum Nasrani yang meninggalkan keimanan mereka.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang Nabi ini memiliki pesan moral bahwa mukjizat adalah bukti bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu.
6. Nabi Ayyub a.s.
Nabi Ayyub merupakan putra Amwash bin Arwan, beliau masih keturunan Nabi Ishaq. Nabi Ayyub dipilih untuk memberi petunjuk kepada bangsa Romawi.
Mulanya beliau dikaruniai harta dan anak yang banyak. Nabi Ayyub dermawan dan suka menolong fakir miskin dan yatim piatu.
Kemudian, Allah menguji Nabi Ayyub dengan mencabut nikmat itu. Nabi Ayyub kehilangan harta dan keturunannya hingga beliau jatuh miskin. Nabi Ayyub juga mengalami penyakit yang parah. Namun, itu tidak menggoyahkan iman Nabi Ayyub dan istrinya, Rahmah.
Sayangnya, setan telah membujuk Nabi Ayyub untuk mengatakan perkataan yang terlarang agar sembuh dari penyakit kulitnya. Nabi Ayyub tetap teguh, tetapi Rahmah terbujuk godaan setan. Istri Nabi Ayyub dibisikkan rasa putus asa.
Nabi Ayyub merasa heran dan mengingatkan Rahmah bahwa mereka sudah hidup dalam kesenangan. Baru delapan belas tahun hidup dalam kesulitan.
Nabi Ayyub merasa malu kepada Allah apabila meminta ujian hidupnya dihapuskan. Rahmah menyesal terbujuk setan dan Nabi Ayyub yang kecewa berjanji akan memukul istrinya sebanyak seratus kali.
Nabi Ayyub semakin banyak bersujud dan berdoa kepada Allah agar cobaannya berakhir. Beliau juga memohon ampun atas kesalahannya apabila ia kurang melayani umat.
Allah mengabulkan doa Nabi Ayyub dan memberi wahyu agar beliau menghentakkan kakinya ke tanah. Dari tanah keluarlah air yang sejuk, Allah menyuruh Nabi Ayyub mandi dan minum dari air itu. Nabi Ayyub kembali sehat seperti sedia kala.
Allah juga menyuruh Nabi Ayyub memenuhi janjinya untuk memukul sang istri sebanyak seratus kali menggunakan seikat rumput. Nabi Ayyub memukulkan kepada istrinya satu kali.
Beberapa tahun kemudian, Nabi Ayyub hidup seperti sedia kala. Harta bendanya pun kembali semula.
Pesan moral: Cerita dongeng tentang Nabi Ayyub mengajarkan kita untuk bersabar atas ujian yang diberikan Allah dan bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan Allah SWT.
7. Nabi Syuaib a. s.
Nabi Syuaib adalah putra Malikil bin Yasyjar yang diutus Allah untuk penduduk Madyan yang terletak di selatan Palestina. Penduduk Madyan merupakan keturunan salah satu anak Nabi Ibrahim.
Awalnya penduduk Madyan memeluk ajaran agama Nabi Ibrahim. Namun, kemudian mereka ingkar dan mengganti agama. Mereka melakukan perbuatan yang dilarang Allah seperti mencuri dan menipu.
Nabi Syuaib berseru kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhan ku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik, pantaskah aku menyalahi perintah-Nya? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud mendatangkan perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya pula aku kembali. Dan wahai kaumku! Janganlah pertentangan antara aku dengan kamu menyebabkan kamu berbuat dosa, sehingga kamu ditimpa siksaan seperti yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud atau kaum Shalih, sedang kaum Luth tidak jauh dari kamu. Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sungguh, Tuhanku Maha Penyayang, Maha Pengasih.”
Namun kaum Madyan tidak ada yang peduli, hanya segelintir saja yang mau beriman. Penduduk Madyan yang sombong itu makin tertutup mata hatinya. Mereka menganggap Nabi Syuaib pendusta, bahkan menantang Beliau untuk mendatangkan siksa untuk mereka.
Mereka terus menghalangi kaum yang beriman dan mengancam mereka yang mengikuti Nabi Syuaib. Para pemuka kaum Madyan kemudian mengusir Nabi Syuaib dan pengikutnya.
Tak lama kemudian, Allah menurunkan hawa panas selama tujuh hati hingga air sumur pun mendidih. Setelah itu, turun gumpalan awan ke permukaan bumi.
Penduduk Madyan berkumpul di gumpalan awan itu untuk menghindari panas.
Tiba-tiba bumi berguncang dan petir dahsyat menyambar mereka. Hujan api turun dari langit. Mereka menjadi jasad yang mati di rumah-rumah mereka. Sementara itu, Nabi Syuaib dan kaumnya yang beriman selamat dari azab Allah.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang Nabi Syuaib menjadi peringatan tentang balasan Allah terhadap orang-orang yang ingkar.
8. Nabi Dzulkifli a. s.
Nama Dzulkifli diberikan oleh diberikan oleh seorang raja. Saat itu ada raja di negeri Syam yang sudah tua. Ia sudah tidak sanggup memegang pemerintahan dan tidak punya anak untuk meneruskan tahtanya. Raja itu pun mengadakan sayembara. Barangsiapa yang mampu berpuasa siang hari dan beribadah malam hari, serta sanggup tidak marah akan menjadi raja.
Tidak ada orang yang menyahut kecuali Bisyr, beliau berkata sanggup. Akhirnya Bisyr diangkat menjadi raja dan bergelar Dzulkifli yang artinya sanggup.
Beliau mengatur pemerintahan dengan sangat tertib.
Suatu ketika, saat Nabi Dzulkifli hendak tidur, datang seorang tamu yang tak diundang. Awalnya, Nabi Dzulkifli meminta wakilnya untuk menemui tamu itu. Namun, si tamu ingin Nabi Dzulkifli yang menerima dan menyelesaikan persoalannya secara langsung.
Beliau mendengarkan permasalahan tersebut tanpa terasa waktu istirahat Nabi Dzulkifli selesai. Namun, Nabi Dzulkifli tidak marah karena beliau tahu marah itu perbuatan setan. Ternyata, tamu yang datang itu sebenarnya iblis.
Iblis sengaja datang untuk menggoda kesabaran Nabi Dzulkifli.
Suatu hari terjadi peperangan melawan orang-orang yang durhaka kepada Allah. Nabi Dzulkifli memerintahkan rakyatnya untuk berperang.
Namun, rakyatnya membangkang. Alasannya, mereka takut meninggalkan anak istrinya di rumah dan takut mati. Hingga hilanglah kesenangan mereka di dunia.
Oleh karena itu, mereka meminta Nabi Dzulkifli berdoa kepada Allah agar menjamin keselamatan rakyatnya yang ikut berperang. Nabi Dzulkifli tidak marah. Beliau lalu berdoa kepada Allah.
“Ya Allah, aku telah menyampaikan risalah-Mu dan mengajak rakyatku berperang. Namun, mereka tidak mau dan membangkang perintahku. Mereka mengajukan sebuah permintaan.”
Kemudian Allah menurunkan wahyu bahwa Allah mendengar permintaan Nabi Dzulkifli dan mengabulkannya. Nabi Dzulkifli pun berangkat ke medan pertempuran bersama pasukannya. Beliau berperang demi membela kebenaran dan kebaikan ajaran Allah.
Raja Dzulkifli telah menepati janjinya pada raja terdahulu. Beliau terus memerintah hingga wafat pada usia 78 tahun.
Pesan moral: Dari dongeng sebelum tidur tentang Nabi Dzulkifli kita bisa belajar tentang pentingnya menepati janji dan bersikap tabah atas cobaan hidup.
9. Nabi Dawwud a.s.
Allah telah menganugrahkan kepada Nabi Dawwud pangkat kenabian dan raja, serta mengharuniai kebaikan dunia dan akhirat.
Setelah Nabi Musa dan Nabi Harun lupat, Bani Israil kembali mengabaikan syariat dan memuja berhala. Kemudian diangkatlah talut menjadi Raja Bani Israil berdasarkan wahyu Allah s.w.t. Namun Bani Israil menolak Thalut karena dianggap lebih rendah dari mereka.
Sementara itu ada seorang musuh Bani Israil yang terkenal bernama Jalut. Thalut memimpin pasukannya untuk mengalahkan Jalut. Meskipun Thalut hanya memiliki pasukan yang sedikit dibandingkan pasukan Jalut yang ribuan orang, tetapi Thalut tidak gentar.
Saat peperangan terjadi, Jalut menentang tanding. Tidak ada satupun yang berani kecuali remaja bernama Dawwud. Meskipun awalnya Jalut meremehkan dan terjadi duel diantara mereka, Jalut berhasil dikalahkan.
Kemenangan berada di Bani Israil. Allah mengangkat derajat Bani Israil setelah mereka berada dalam kehinaan. Setelah talut wafat, Bani Israil mengangkat Dawwud menjadi Raja.
Beliau memerintah dengan adil dan memperlakukan hukum yang ada di dalam kitab Zabur. Isi kitab Zabur adalah nasihat, pelajaran patuha dan zikir kepada Allah. Nabi Dawwud memiliki mukjizat suara yang indah.
Ketika melantunkan Zabur, seluruh manusia, jin dan burung terkesima dibuatnya. Tidak ada yang bisa menandingi kemerduan suara Nabi Dawwud. Bahkan alam pun menjadi hening.
Air, angin, bukit, gunung dan hewan semuanya terhanyut. Menyebut asma Allah yang agung. Beliau juga bisa melunakan besi sehingga beliau dapat membuat aneka benda seperti baju besi dan senjata.
Nabi Dawwud juga banyak beribadah kepada Allah. Nabi Dawwud melaksanakan salat malam, puasa, dan menghabiskan waktunya di masjid. Bebera sumber meriwayatkan, Nabi Dawwud memerintah selama 40 tahun dan meninggal dalam usia kurang lebih 100 tahun dan dimakamkan di Baitul Maqdis.
Pesan moral: Dongeng singkat tentang Nabi Dawwud mengajarkan kita untuk berani dalam membela kebenaran.
10. Nabi Ilyas a.s
Allah SWT mengutus Nabi Ilyas kepada Bani Israil yang menyembah berhala bernama Ba’l. Kekuasaan Bani Israil terpecah belah setelah Nabi Sulaiman wafat.
Mereka kembali memuja berhala bernama Ba’l. Nabi Ilyas diutus untuk kembali mengajak Bani Israil menyembah Allah.
Beliau menyusuri jalan untuk menyeru kepada kaumnya agar meninggalkan penyembahan kepada berhala. Namun kaum Bani Israil ini malah mengingkarinya dan beranggapan bahwa semua kekayaan yang dimiliki mereka adalah hasil kerja keras. Bukan karena pertolongan siapapun.
Nabi Ilyas tidak berputus asa namun Bani Israil tetap sombong dan membangkang. Bahkan mereka mengajar Nabi Ilyas untuk dibunuh. Beliau menjalani cobaan ini dengan sabar.
Nabi Ilyas kemudian bersembunyi dari satu tempat ke tempat lain ketika beliau bersembunyi. Ia beliau bersembunyi di gunung Kasiyun bersama Ilyasa yang kelak menjadi seorang nabi.
Setelah sekian lama Nabi Ilyas menyerukan risalah kepada Bani Israil, Bani Israil tetap membangkang.
Akhirnya beliau memohon kepada Allah agar menghukum mereka sebagai pelajaran atas kesesatan mereka. Allah mengabulkan doa Nabi Ilyas dan memberikan kesulitan dan cobaan. Kemudian Nabi Ilyas memberikan peringatan kepada mereka agar kembali ke jalan Allah. Mereka pun akhirnya menyingkirkan semua berhala. Nabi Ilyas memohon kebaikan bagi mereka dan tak lama hujan pun turun dan negara Bani Israil kembali subur. Tetapi lagi-lagi Bani Israil tidak menepati janji.
Mereka kembali menyembah berhala. Ini membuat Nabi Ilyas sedih dan beliau memohon kepada Allah agar Allah mengizinkannya kembali ke sisinya. Setelah Nabi Ilyas wafat, Nabi Ilyasa menjadi penerus Nabi Ilyas untuk berdakwah kepada Bani Israil.
Pesan moral: Cerita singkat tentang Nabi Ilyas mengajarkan kita untuk senantiasa berdoa kepada Allah atas segala kesulitan yang dimiliki.
11. Nabi Ilyasa
Nabi Ilyasa adalah sepupu Nabi Ilyas dan ayah kandung Nabi Ilyasa bernama Akhtub dari keturunan Bani Israil. Saat mengemban tugas sebagai Nabi setelah Nabi Ilyasa, keadaan Negeri Bani Israil sangat kacau. Terjadi perkelahian massal antar penduduk dan muncul raja-raja yang sewenang-wenang.
Nabi Ilyasa memohon petunjuk kepada Allah dan berdoa agar diberikan ketabahan dalam memimpin umatnya. Beliau memberi pelajaran dan memberi peringatan kepada kaumnya tentang azab Allah. Namun kaum Bani Israil tidak mau mendengarkan seruan beliau.
Kaum Bani Israil ini meninggalkan agamanya dan melakukan kerusakan. Mereka telah melupakan janji mereka sebelumnya. Ajaran-ajaran taurat yang mereka terima dari Nabi Ilyas mulai ditinggalkan.
Akhirnya Allah mendatangkan azab dengan melenyapkan semua kenikmatan dan kesenangan mereka sebagai ganjaran bagi umat yang ingkar. Allah telah mengunci mata hati mereka dan kelak mereka sesungguhnya akan menyesal di akhirat.
Pesan moral: Cerita tentang Nabi Ilyasa mengajarkankan kita untuk percaya terhadap adanya balasan dari Allah atas semua perbuatan yang dilakukan.
12. Nabi Zakaria a.s
Nabi Zakaria merupakan pembesar di kalangan Bani Israil yang merupakan keturunan Nabi Sulaiman. Menjelang kelahiran Isa al-Masih di Maryam, Allah mengutus Nabi Zakaria sebagai Rasul bagi Bani Israil.
Beliau mengajak Bani Israil kepada Allah dan mengingatkan mereka terhadap azab Allah. Istri Nabi Zakaria Asya memiliki saudara bernama Hannah.
Hannah memiliki seorang suami bernama Imran. Kedua suami dan istri ini belum dikaruniai anak padahal usianya sudah senja.
Mereka tidak berhenti berdoa kepada Allah dan akhirnya Hannah pun bernazar. Ia akan menyerahkan anaknya ke Baitul Maqdis apabila ia dikaruniai anak.
Setelah itu Hannah pun mengandung namun suaminya meninggal dunia ketika bayi itu akan lahir. Bayi itu diberi nama Maryam binti Imran.
Sesuai janjinya Hannah menyerahkan sang bayi kepada Nabi Zakaria di bayi Baitul Maqdis. Meskipun berat, ia ingin menepati janjinya.
Nabi Zakaria sangat senang mengasuh Maryam kecil. Maryam tumbuh menjadi anak yang salehah dan selalu mematuhi perintah Allah. Maryam tidak pernah meninggalkan Baitul Maqdis sedikit pun.
Setiap Nabi Zakaria masuk menemui ibunda Maryam, beliau selalu mendapati makanan di hadapan ibunda Maryam.
“Wahai Maryam, dari mana ini engkau peroleh?” tanya Nabi Zakaria.
“Itu dari Allah,” jawab ibunda Maryam lembut.
Waktu terus berlarut, Nabi Zakaria belum dikaruniai anak. Namun Nabi Zakaria terus berdoa kepada Allah untuk diberikan keturunan yang dapat meneruskan dakwahnya kepada Bani Israil.
Beliau khawatir setelah ia meninggal, urusan keagamaan Bani Israil dikendalikan oleh orang-orang pasif bodoh dan tidak memiliki rasa hormat pada ajaran agama. Allah pun mengabulkan doa Nabi Zakaria.
“Wahai Zakaria, kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.” Firman Allah subhanahu wa ta'ala.
“”Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak? padahal istriku seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua,” ucap Nabi Zakaria.
Allah berfirman, “demikianlah, hal itu mudah bagiku, sungguh engkau telah aku ciptakan sebelum itu, padahal pada waktu itu engkau belum terwujud sama sekali.”
Beberapa tahun kemudian Nabi Zakaria dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Yahya, yang kemudian diangkat Allah menjadi seorang rasul.
Pesan moral: Cerita sebelum tidur tentang Nabi Zakaria mengajarkan kita untuk percaya terhadap kekuasaan Allah, bahkan untuk hal yang mustahil sekali pun.
13. Nabi Harun a. s.
Nabi Harun adalah anak Imran bin Yashar, masih keturunan Nabi Ibrahim. Allah mengutus Nabi Harun untuk membantu dakwah Nabi Musa. Ialah pendamping setia Nabi Musa.
Ketika menerima wahyu dari Allah, Nabi Musa berdoa, “... dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluarga ku, yaitu Harun, saudaraku. Teguhkanlah kekuatanku dengan adanya dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku, agar kami banyak bertasbih kepadamu dan banyak mengingatmu. Sesungguhnya engkau maha melihat keadaan kami.
Suatu hari, Nabi Musa pergi ke bukit Tursina untuk menerima wahyu dari Allah. Nabi Musa berjanji akan memberikan kepada kaumnya kitab Taurat sebagai pedoman hidup mereka.
Nabi Harun ditunjuk sebagai wakil Nabi Musa bagi Bani Israil.
Ketika Nabi Musa pergi, Bani Israil mulai enggan beribadah kepada Allah dan kembali melakukan hal yang dilarang Nabi Musa.
Nabi Harun langsung berusaha mengingatkan kaumnya untuk kembali kepada ajaran Nabi Musa, namun nasihat itu tidak dihiraukan. Kemudian ada salah satu dari mereka bernama Samiri. Ia bahkan membuat patung anak sapi betina dari emas.
Patung itu memiliki lubang yang ketika angin berembus akan terdengar suara dari rongga patung itu. Patung itu kemudian disembah oleh Bani Israil.
Nabi Harun berusaha keras melarang mereka menyembah patung itu, tetapi mereka tidak mau menurut. Bahkan Nabi Harun diancam akan dibunuh. Mereka enggan untuk berhenti menyembah patung anak sapi itu sampai Nabi Musa kembali kepada mereka.
Setelah itu Nabi Musa kembali. Ketika Nabi Musa kembali ke Gunung Tursina dengan membawa kitab taurat, beliau sangat marah melihat umatnya menyembah patung anak sapi betina buatan Samiri.
Beliau bertanya mengapa bisa kepada Nabi Harun mengapa Nabi Harun membiarkan semua ini terjadi. Setelah Nabi Harun menjelaskan apa yang sudah terjadi, Nabi Musa pun mengerti. Nabi Musa mengusir Samiri yang telah membentuk patung itu.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur anak tentang Nabi Harun memberi pelajaran kepada kita untuk selalu berpegang teguh terhadap agama Allah dan menghindari semua larangannya.
14. Nabi Luth a.s
Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim yang ikut pindah dari Babilonia ke daerah Palestina. Awalnya mereka hidup bersama. Kemudian Nabi Luth pindah untuk menyebarkan kebenaran ajaran Allah.
Penduduk di kota barunya dikenal kasar, tidak punya sopan santun dan berperangai buruk. Mereka melakukan perbuatan kecil dan kotor seperti merampok bahkan mereka menyukai hubungan sesama jenis.
Ketika Nabi Luth datang untuk menyampaikan peringatan dan nasihat kebenaran mereka mengolok-ngolok dan menantang Nabi Luth untuk mendatangkan ajaran.
Nabi Luth tetap sabar untuk membimbing mereka namun mereka tidak mau mendengarkan. Mereka bahkan melakukan kejahatan dan mengusir Nabi Luth dari kota itu.
Nabi Luth merasa sedih dan berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku tolonglah aku dengan menimpakan azab atas golongan yang berbuat kerusakan itu.”
Allah mengabulkan doa Nabi Luth. Allah memerintahkan para malaikat untuk menghancurkan negeri itu.
Namun sebelum dihancurkan para malaikat datang menyerupai pria yang sangat tampan. Para malaikat itu bertemu ke rumah Nabi Luth dan beliau tidak tahu kalau mereka adalah malaikat.
Kedatangan para tamu tampan itu menarik hati penduduk Shadum. Mereka meminta kepada Nabi Luth agar menyerahkan para tamu itu kepada mereka.
“Putri-putri negeriku yang lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan namaku terhadap tamuku ini. Tidak adakah diantara kamu orang yang pandai?” Tolak Nabi Luth.
Penduduk Sadum marah, dan mereka menunggu para tamu itu keluar dari rumah Nabi Luth. Para tamu itu kemudian menjelaskan identitas mereka yang sebenarnya.
Mereka meminta Nabi Luth dan orang-orang beriman pergi meninggalkan negeri ini sebelum subuh datang. Istri Nabi Luth tidak ikut, ia termasuk kaum yang ingkar kepada Allah.
Kemudian bumi mulai berguncang dahsyat. Kota itu terbalik, bagian atas menjadi bagian bawah. Allah juga mengirimkan api panas dan batu neraka. Semua hancur dan penduduk kota Sadum telah binasa sebelum matahari terbit.
Pesan moral: Cerita Nabi Luth memberi pelajaran bagi kita untuk menjauhi perbuatan yang tidak diridai Allah. Perbuatan tercela dapat mendatangkan murka Allah.
15. Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad dilahirkan di kota Mekah. Ayahnya bernama Abdullah dan ibunya bernama Aminah. Beliau lahir dalam keadaan yatim karena ayah Nabi Muhammad meninggal ketika beliau masih dalam kandungan.
Setelah lahir Nabi Muhammad diasuh oleh ibu susunya yang bernama Halimah Sa'diyah. Beliau diasuh Halimah hingga usianya 5 tahun.
Pada usia tersebut Nabi Muhammad didatangi Malaikat Jibril dan dibelah dadanya untuk dibersihkan hatinya sebagai persiapan menjadi Nabi dan Rasul.
Karena khawatir dengan kejadian tersebut Halimah mengembalikan Nabi Muhammad kepada ibunya. Suatu hari ibunya Aminah mengajak Nabi Muhammad kecil mengunjungi makam ayahnya. Sepulang ziarah, Aminah jatuh sakit dan meninggal dunia.
Nabi pun diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Dua tahun kemudian, kakeknya meninggal dunia. Nabi Muhammad pun diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
Sejak kecil, Nabi Muhammad memiliki sifat yang jujur. Beliau digelari Al Amin yang artinya dapat dipercaya.
Pada usia 25 tahun, Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid. Beliau dikaruniai enam anak.
Beranjak usia empat puluh tahun, beliau sering menyendiri di Gua Hira. Nabi Muhammad memikirkan kaumnya yang jauh dari Allah.
Kemudian pada bulan Ramadhan, Malaikat Jibril datang dan berkata, “Bacalah!”
“Aku tidak dapat membaca,” jawab Nabi Muhammad.
Sekali lagi Jibril menyuruhnya membaca, tetapi Nabi Muhammad tetap menjawab tidak bisa membaca.
“Bacalah dengan nama Tuhanmu, yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu teramat mulia, yang mengajarkan dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya,” kata Jibril.
Setelah Nabi Muhammad menerima wahyu pertama, beliau sangat ketakutan. Nabi Muhammad bercerita kepada Khadijah dan Khadijah mengajak beliau bertemu pamannya, Waraqah bin Naufal. Waraqah tahu ciri-ciri kenabian sebagaimana yang dia baca dalam Taurat dan Injil.
Beliau menjelaskan bahwa yang datang adalah Malaikat Jibril yang membawa wahyu dari Allah SWT. Allah telah memilih Nabi Muhammad untuk menjadi nabi dan rasul yang menyampaikan ajaran Islam kepada seluruh penduduk dunia.
Rasulullah awalnya berdakwah secara sembunyi-sembunyi kepada orang terdekatnya selama tiga tahun. Kemudian Allah memerintahkannya berdakwah secara terang-terangan.
Nabi Muhammad mengajak kaum Quraisy meninggalkan berhala dan kembali menyembah Allah. Sebagian orang mulai masuk Islam, tetapi kaum Quraisy berusaha menghalangi dakwah Nabi Muhammad sehingga banyak kaum muslimin yang disiksa.
Kaum Quraisy juga pernah membujuk Nabi Muhammad bergantian menyembah berhala dan menyembah Allah setiap satu hari. Allah langsung menjawab tawaran itu dengan menurunkan surat Al Kaafirun.
Penyiksaan kaum muslimin semakin parah, Allah memerintahkan Nabi Muhammad dan umat Islam berhijrah ke Madinah. Di Madinah dakwah Islam semakin kuat. Sampai akhirnya kaum muslimin dapat menaklukan Mekah pada tahun 8 Hijriyah.
Nabi Muhammad berdakwah selama 23 tahun. 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah. Nabi Muhammad wafat pada usia 63 tahun.
Pesan moral: cerita Nabi Muhammad memberikan pelajaran kepada kita untuk senantiasa tabah dalam menghadapi kesulitan hidup.
15 Dongeng princess sebelum tidur dari kisah Aurora, Jasmine, Belle, Cinderella hingga Moana
Dongeng anak sebelum tidur ini dilansir dari buku Kumpulan Dongeng Putri dan Pangeran diterbitkan Penerbit Bhuana Ilmu Populer, Sleepy Story, Read The Tale detikcom dan 18 Dongeng Princess penerbit Bhuana Ilmu Populer.
1. Dongeng Princess Jasmine dan Lampu Ajaibnya
Princess Jasmine merupakan seorang putri cantik yang tinggal di negeri yang jauh bernama Agrabah. Jasmine adalah anak Sultan, penguasa Agrabah. Ia dikenal cerdas, pemberani, dan sangat mandiri. Namun ia tidak pernah diperbolehkan keluar istana dan telah dijodohkan dengan pangeran.
Sebenarnya Jasmine ingin menikah atas dasar cinta, bukan karena kewajiban kerajaan. Suatu hari, Jasmine memutuskan untuk menyamar sebagai rakyat biasa dan melarikan diri ke pasar Agrabah.
Di pasar tersebut Jasmine bertemu seorang pemuda miskin bernama Aladdin. Aladdin hidup sebatang kara, namun ia berhati baik dan memiliki impian besar.
Ketika melihat Jasmine dalam kesulitan, Aladdin membantunya tanpa tahu bahwa gadis itu adalah seorang putri.
Setelah pertemuan pertama itu, Aladdin jatuh cinta pada Jasmine. Namun, karena statusnya yang bukan bangsawan, ia merasa tidak pantas untuk mencintai sang putri.
Sebuah peristiwa membuat Aladdin bertemu dengan sebuah lampu ajaib yang ternyata dihuni oleh jin kuat bernama Genie.
Genie dapat mengabulkan tiga permintaan apa saja. Aladdin pun menggunakan salah satu permintaannya untuk menjadi seorang pangeran agar bisa mendekati Jasmine. Ia pun memiliki nama samaran baru sebagai Pangeran Ali.
Aladdin kembali ke istana dan berusaha memikat hati Jasmine. Namun, Jasmine merasa ada sesuatu yang aneh dan tidak percaya sepenuhnya pada Pangeran Ali.
Di sisi lain, ada penjahat licik bernama Jafar, penasehat kerajaan yang ingin merebut tahta Sultan. Ia mengetahui kekuatan lampu ajaib dan berusaha mencurinya dari tangan Aladdin.
Jafar hampir berhasil menguasai Agrabah, namun Aladdin dan Jasmine berhasil menggagalkannya.
Aladdin pun akhirnya jujur pada Jasmine bahwa ia bukanlah pangeran, melainkan hanya pemuda biasa. Jasmine tersentuh oleh kejujuran dan kebaikan hatinya.
Sang Sultan, yang menyaksikan keberanian Aladdin dan cinta tulus antara mereka, memutuskan untuk mengubah hukum kerajaan.
Jasmine pun diperbolehkan menikah dengan siapa saja yang ia cintai. Aladdin dan Jasmine pun menikah dan hidup bahagia bersama.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang princess Jasmine memberi pelajaran kepada kita bahwa ketulusan dan keberanian membela kebenaran lebih utama dari kemewahan.
2. Dongeng Princess Cinderella
Cinderella merupakan gadis muda baik hati yang hidup di sebuah kerajaan yang jauh. Dahulu ia hidup bahagia bersama ibu dan ayahnya. Namun, nasibnya berubah setelah sang ibu meninggal.
Ia tinggal bersama ibu tiri yang jahat dan dua saudara tiri yang sombong. Mereka memperlakukannya dengan kejam dan memaksa Cinderella bekerja tanpa henti mengenakan pakaian lusuh setiap hari. Meski diperlakukan buruk, Cinderella tetap baik hati.
Suatu hari, kerajaan mengumumkan pesta dansa besar di istana. Semua gadis diundang, termasuk saudara tirinya yang langsung bersemangat menyiapkan gaun indah. Namun ibu tiri melarang Cinderella ikut.
Ketika malam pesta tiba, Cinderella ditinggalkan sendirian di rumah. Ia bersedih dan tiba-tiba ibu peri datang. Peri itu membantu mengubah pakaian lusuh Cinderella menjadi gaun yang indah dan memberinya sepatu kaca berkilau.
Kemudian ia mengubah sebuah labu berubah menjadi kereta indah, dan tikus-tikus kecil menjadi kuda. Sebelum pergi, sang peri berpesan, "Ingat, sihir ini hanya berlaku sampai tengah malam."
Cinderella pun berangkat ke istana. Saat tiba, semua mata tertuju padanya, termasuk sang pangeran yang langsung mengajaknya berdansa.
Mereka pun menari sepanjang malam hingga lonceng istana berdentang tanda jam 12 tiba.
Cinderella panik, berlari meninggalkan istana, dan salah satu sepatu kacanya tertinggal di tangga. Esok harinya, pangeran mencari pemilik sepatu kaca itu ke seluruh negeri.
Banyak gadis mencoba mengenakannya, termasuk dua saudara tiri Cinderella, tetapi tak satu pun cocok. Saat Cinderella meminta izin mencoba, sepatu itu pas sempurna di kakinya. Pangeran tahu bahwa dialah gadis yang ia cari. Cinderella akhirnya hidup bahagia bersama Pangeran.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang Cinderella memberi pelajaran bagi kita bahwa berbuat baik akan membawa kebaikan pada diri sendiri.
3. Dongeng Putri Salju dan Tujuh Kurcaci
Sesuai namanya, Putri Salju adalah putri dengan kulit yang seputih salju. Ia memiliki bibir semerah mawar dan rambutnya berwarna hitam bak arang.
Ia tinggal bersama ibu tirinya, sang ratu, yang cantik tetapi berhati jahat dan penuh iri.
Setiap hari sang ratu bertanya pada cermin ajaib, "Cermin, cermin di dinding, siapa yang paling cantik di dunia ini?" dan cermin selalu menjawab, "Engkau, wahai ratu,".
Namun saat Putri Salju tumbuh dewasa, kecantikannya melampaui sang ratu. Suatu hari cermin menjawab, "Putri Salju yang paling cantik di dunia,".
Ratu marah besar dan memerintahkan pemburu untuk membawa Putri Salju ke hutan dan tidak kembali. Namun, pemburu itu tidak tega sehingga ia hanya melepaskan Putri Salju di tengah hutan.
Putri Salju pun menemukan pondok kecil di dalam hutan. Di dalamnya ada tujuh kursi, tujuh mangkuk, dan tujuh tempat tidur. Karena lelah, ia tertidur di sana.
Saat malam tiba, tujuh kurcaci yang tinggal di pondok itu pulang dari tambang. Mereka heran melihat gadis cantik tidur di tempat mereka.
Ketika Putri Salju terbangun, ia menceritakan segalanya. Kurcaci merasa iba dan mengizinkannya tinggal bersama mereka.
Sementara itu, sang ratu kembali bertanya pada cermin. Jawabannya tetap sama, yakni "Putri Salju, yang kini tinggal dengan tujuh kurcaci,". Dengan marah, sang ratu menyamar sebagai nenek tua dan membawa apel beracun ke pondok.
Putri Salju tergoda untuk menggigitnya dan ia jatuh pingsan setelah mencicipi apel itu..
Kurcaci yang pulang menemukan Putri Salju tak sadarkan diri. Mereka berduka dan menaruhnya di peti kaca di tengah hutan.
Suatu hari, seorang pangeran datang dan terpesona melihatnya. Ia mencium dahi Putri Salju, dan ajaibnya, sang putri terbangun. Kutukan pun lenyap.
Putri Salju akhirnya hidup bahagia bersama sang pangeran, namun ia tak pernah melupakan tujuh kurcaci yang telah menolongnya. Sementara ratu jahat kehilangan sihirnya dan lenyap selamanya.
Pesan moral: Pesan moral dalam cerita dongeng Putri Salju adalah cinta sejati adalah sihir terbaik di dunia.
4. Dongeng Princess Moana
Moana adalah gadis yang dibesarkan di Pulau Motunui . Sejak kecil, ia mencintai lautan. Ia juga senang mendengarkan cerita Nenek Tala. Cerita favorit Moana adalah tentang dewa setengah manusia yang licik, Maui, yang mencuri jantung pulau induk, Te Fiti.
Menurut Nenek, Maui mengganggu keseimbangan alam dengan mencuri jantung tersebut.
Ayah Moana yang merupakan Kepala Suku Tui, percaya bahwa laut itu berbahaya. Penduduk pulau dilarang berlayar melewati terumbu karang.
Namun, Moana merasa dirinya punya ikatan yang mendalam dengan laut dan semua makhluk yang hidup di dalamnya. Dia selalu ingin membantu dan laut menyadarinya dan memberi Moana hadiah istimewa.
Ketika Kepala Suku Tui mengangkat Moana, dia menjatuhkan hadiah itu. Untungnya, orang lain mengambilnya. Itu adalah Nenek Tala. Dia percaya bahwa hadiah dari laut itu adalah jantung Te Fiti.
Saat Moana tumbuh dewasa, ia bekerja keras untuk membantu memimpin bangsanya dan mengikuti aturan ayahnya. Tetapi ketika Moana beranjak dewasa, Nenek Tala memanggilnya.
Nenek berkata bahwa sudah saatnya Moana tahu jati dirinya yang sebenarnya. Ia membawa Moana ke sebuah gua tersembunyi yang penuh dengan perahu kuno, dan ketika Moana mulai menabuh gendang, ia bisa merasakan roh leluhurnya. Mereka adalah penjelajah-pengembara di lautan.
Nenek Tala menyampaikan permintaan terakhir agar Moana melakukan perjalanan menyeberangi samudra, menemukan Maui, dan mengembalikan jantung Te Fiti. Maka, dengan jantung yang aman di dalam kalungnya, Moana berlayar. Tetapi berlayar di lautan lepas sangat sulit bagi Moana-terutama ketika badai menerjang!
Moana dan perahunya terdampar di sebuah pulau terpencil, dan di sana ia bertemu dengan Maui, sang setengah dewa. Ternyata, Maui bukanlah seperti yang Moana duga.
Maui mencuri perahu Moana. Namun, ketika ia mencoba berlayar pergi, lautan memastikan Moana ikut bersamanya.
Lautan menginginkan mereka untuk bekerja sama. Maui berjanji akan membantunya mengembalikan jantung Te Fiti hanya jika Moana membantunya menemukan kail ajaibnya. Namun perjalanan mereka tidaklah mudah. Mereka harus melewati Kakamora, pasukan bandit liar yang mengenakan tempurung kelapa. Kemudian, mereka harus menyelam ke Lalotai, alam para monster.
Dengan cepat berpikir, Moana menipu Tamatoa, monster kepiting, dan dia serta Maui berhasil menemukan kail yang hilang. Sepanjang jalan Maui mengajari Moana cara menemukan jalan, yaitu dengan menggunakan matahari, bintang, bulan, dan arus laut untuk bernavigasi.
Dalam perjalanan, roh Nenek Tala kembali. "Ketahuilah siapa dirimu sebenarnya," kata roh Nenek.
Ketika Moana dan Maui akhirnya sampai di Te Fiti, ibu dari pulau itu telah lenyap. Sebagai gantinya, ada monster lava bernama Te Ka. Namun, Te Ka sulit dikalahkan.
Moana pun mendapat mendapat ide. Ia memberikan jantung itu kepada Te Ka dan Te Ka mengingat siapa dirinya sebenarnya. Dia adalah Te Fiti.
Dengan jantungnya yang telah dipulihkan, Te Fiti mekar kembali. Dunia kembali seimbang.
Moana dan Maui mengucapkan salam perpisahan. Maui berubah menjadi elang dan terbang pergi. Sementara Moana kembali pulang kepada bangsanya.
Kini Moana tahu siapa dirinya sebenarnya. Dia adalah seorang anak perempuan, seorang pemimpin, dan seorang penunjuk jalan. Dia adalah Putri Moana.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur Moana memberi pelajaran tentang keberanian dalam menghadapi segala tantangan.
5. Dongeng Princess Aurora
Aurora adalah gadis cantik yang terkenal di seluruh kerajaan karena kebaikan dan keanggunannya. Ia dilahirkan dari seorang raja dan ratu yang penuh kasih sayang. Kedatangannya membawa sukacita besar bagi kerajaan.
Saat kerajaan bersukacita, tiga peri baik hati, Flora, Fauna, dan Merryweather, memberikan berkat mereka kepada putri kecil itu. Flora, dengan gaun merah dan tongkat sihirnya, memberi Aurora hadiah kecantikan. Fauna, dengan gaun hijaunya, memberinya hadiah nyanyian.
Merryweather, dengan gaun birunya, juga ingin memberi Aurora hadiah, namun sebelum dia selesai, seorang penyihir jahat bernama Maleficent muncul. Ia mengutuk Aurora.
Pada ulang tahun Aurora yang keenam belas, ia akan menusuk jarinya pada poros roda pemintal dan jatuh ke dalam tidur lelap yang hanya dapat dibangunkan oleh ciuman cinta sejati. Kerajaan dipenuhi kesedihan, dan para peri baik bertekad untuk melindungi sang putri dari kutukan tersebut.
Untuk menjaga Aurora tetap aman, mereka membawanya ke sebuah pondok tersembunyi di hutan, di mana dia diberi nama baru, Briar Rose. Di sana, dia menjalani kehidupan sederhana dengan para peri sebagai pelindungnya, dan dia tidak diberi tahu apa pun tentang masa lalunya.
Bertahun-tahun kemudian, Aurora tumbuh menjadi gadis muda yang cantik. Ia sangat mencintai hutan dan semua makhluknya. Pada malam sebelum ulang tahunnya yang keenam belas, para peri memutuskan sudah waktunya untuk memberi tahu Aurora kebenaran.
Mereka membawa Aurora kembali ke istana, semua orang bahagia dan terpukau melihatnya. Tetapi seiring berjalannya malam, Aurora tertarik pada sebuah roda pemintal tua yang ia temukan di sebuah ruangan gelap dan tersembunyi.
Meskipun telah diperingatkan, ia menusuk jarinya pada alat pemintal dan jatuh ke dalam tidur nyenyak yang penuh sihir, persis seperti yang dikatakan Maleficent. Raja dan ratu, diliputi kesedihan.
Para peri baik tahu bahwa Aurora hanya dapat dibangunkan oleh ciuman cinta sejati, dan mereka berangkat untuk menemukan pangeran yang dapat mematahkan kutukan tersebut. Pangeran Phillip, seorang pemuda pemberani dan baik hati, adalah orang yang bertemu Aurora di hutan dan jatuh cinta padanya sebagai Briar Rose.
Dengan bantuan para peri, Pangeran Phillip berjuang melewati duri, mengalahkan Maleficent dalam wujud naganya yang menakutkan, dan sampai di sisi Aurora. Dengan ciuman lembut, ia membangunkan sang putri dari tidurnya yang nyenyak, dan matanya berbinar penuh cinta saat ia menatap sang pangeran.
Kerajaan bersukacita, dan Aurora serta Pangeran Phillip menikah dalam upacara yang megah dan penuh sukacita. Sang pangeran telah membuktikan bahwa cinta sejati dapat menaklukkan kutukan apa pun.
Pesan moral: Dongeng anak tentang Aurora memberi pelajaran tentang cinta sejati yang dapat membuat kutukan sirna.
6. Dongeng Peri Air
Musim kemarau melanda sebuah kampung bertanah subur yang dihuni ratusan keluarga. Kemarau ini membuat sawah gagal panen dan kebun tidak berbuah.
Ada sumur yang terletak di belakang rumah seorang nenek. Ia hidup dengan cucu laki-lakinya. Sumur nenek ini sedang sedikit. Kala itu cucunya sedang sakit karena kurang minum. Sang nenek menimba air sedikit demi sedikit demi cucunya.
Lama-lama tubuh nenek melemah. Untungnya, si cucu mulai membaik. Kini si cucu lah yang mengurus si Nenek dengan penuh kasih sayang.
Suatu hari, datang peri cantik bersayap biru. Nenek dan si cucu terkejut. Peri itu memberikan botol kecil berisi air. “Tuangkan semua airnya ke dalam sumur kalian.” Sang cucu pun menuangkan isi botol itu ke dalam sumur. Tiba-tiba, sumur menjadi penuh dengan air. Ia bersorak gembira dan bersyukur kepada Tuhan. Tak lupa, mereka bagikan air sumur itu kepada semua orang. Uniknya, air sumur itu tidak pernah surut.
Pesan moral: Pesan moral dongeng sebelum tidur ini adalah ajakan untuk saling mengasihi satu sama lain, serta saling menolong dalam kesulitan.
7. Pangeran dan Turnamen Kerajaan
Pada zaman dahulu, ada kerajaan yang hebat, begitu pula ratu dan rajanya. Pangeran kerajaan itu juga sadar ia harus jadi orang hebat. Setiap hari, ia pergi dengan mengenakan jubah dan membawa tongkat.
Suatu hari, kerajaan tetangga mengundang kerajaannya untuk turnamen. Pangeran dikirim sebagai perwakilan. Pangeran berangkat menggunakan jubah dan mahkota yang paling keren. Ia juga memastikan rombongannya adalah yang terpanjang supaya orang lain tahu ia datang dari kerajaan yang hebat.
Sewaktu turnamen berkuda, ia bersikeras ingin membawa bendera kerajaan. Dia kalah. Saat ikut turnamen panahan, ia menggunakan panah dan busur hebatnya. Dia kalah juga. Hal yang sama terjadi, ia kalah saat turnamen pedang.
Padahal, lawannya adalah pangeran kerajaan kecil yang bahkan tidak menggunakan jubah atau mahkota. Pedangnya pun biasa saja. Tetapi lawan pangeran itu sangat gesit. Sang pangeran sadar bahwa ia tidak dapat bergerak gesit karena jubah dan mahkotanya. Lalu, ia meletakkan keduanya. Bahkan, ia meminjam tombak dan pakaian tarung biasa.
Pangeran pun memenangkan turnamen. Ia sadar bahwa untuk terlihat hebat, ia tidak perlu menggunakan benda-benda yang terlihat hebat. Ketika pengawalnya membawakan jubah hebatnya, ia menolak. Selama perayaan, ia tetap tidak mengenakan jubahnya, bahkan ia tidak mengenakan mahkota dan tongkat kerajaannya. Pangeran pun mendapatkan banyak teman. Bahkan, ia berhasil menarik perhatian putri tercantik yang ada di sana.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah tidak perlu memamerkan benda-benda mewah untuk terlihat keren. Kehebatan dilihat dari sikap seseorang.
8. Pekerja Istal dan Sang Putri
Dongeng anak sebelum tidur yang pendek ini dikutip dari buku Kumpulan Dongeng Putri dan Pangeran. Buku ini diterbitkan Penerbit Bhuana Ilmu Populer.
Ada seorang putri yang memiliki seekor kuda yang lahir beberapa hari setelah sang putri lahir. Putri itu sangat menyayangi kudanya. Pada usia lima tahun, putri sudah mahir berkuda. Ia sering menemani ayahnya keliling kerajaan saat berusia sepuluh tahun.
Ketika berusia dua belas tahun, penjaga istal meninggal. Anaknya lalu menggantikan sang ayah untuk merawat kuda. Meskipun penjaga istal muda belum banyak pengalaman, putri bersedia sabar.
Ketika putri berusia 20 tahun, pangeran dari kerajaan tetangga berkunjung. Keduanya saling jatuh cinta. Pangeran itu sering berkunjung. Namun, kuda sang putri tidak menyukai pangeran. Kuda itu selalu meringkik dan mengangkat kaki depannya. Suatu hari, pangeran terluka karena si kuda dan kuda itu diusir dari kerajaan.
Penjaga istal menawarkan diri untuk pergi bersama kuda itu. Ia tahu bahwa sang putri mengusir dengan terpaksa.
Namun, si pangeran tidaklah tulus. Ayahnya ingin menguasai kerajaan tetangganya. Naun karena kerajaannya jauh lebih kecil. Ia mencari cara lain, yaitu mengirim pangeran untuk mengambil hati si putri.
Suatu hari, sang pangeran berjalan bersama putri, kemudian menculiknya. Sang putri dikurung dan ayahnya diancam untuk menyerahkan kerajaan.
Pada malam kelima, putri mendengar keributan dari liar. Ternyata pintu dihancurkan oleh pekerja istal dan kuda kesayangan putri. Mereka pun mengajak putri melarikan diri. Lalu, mereka hidup bahagia selamanya.
Pesan moral: Pesan moral dari dongeng ini adalah jangan mudah percaya kepada orang lain. Selain itu, ketulusan hati seperti yang dimiliki pekerja istal akan membuahkan kebahagiaan.
9. Dongeng Princess Liora dan Cahaya Luminara
Negeri bernama Luminara adalah makmur dan indah, dipenuhi taman bunga berwarna-warni. Di tengahnya berdiri istana megah tempat tinggal Princess Liora. Ia adalah gadis berhati lembut.
Suatu pagi, Liora terbangun dan mendapati kerajaan sunyi. Ia segera mencari sahabat setianya, seekor rubah bijak bernama Zephyr. Ia cemas karena cahaya Luminara pudar.
Untuk menyelamatkan kerajaannya, mereka pergi mencari tahu penyebabnya. Di tengah hutan, mereka bertemu burung hantu tua bernama Eldric.
Eldric menjelaskan bahwa cahaya Luminara dicuri oleh Shadow Sorceress yang tinggal di gua bawah tanah. Ia ingin menenggelamkan Luminara dalam kegelapan.
Dengan peta pemberian Eldric, Liora dan Zephyr menempuh perjalanan berbahaya menuju gua. Di sana, mereka menolong peri kecil yang terjebak dan mendapat hadiah kristal bercahaya sebagai penerang jalan. Cahaya kecil itu bisa menembus kegelapan terdalam.
Di dalam ruang terdalam gua, mereka berhadapan dengan Shadow Sorceress. Ia tidak yakin Liora dan Zephyr dapat mengalahkannya.
Namun Princess Liora mengangkat kristal tinggi-tinggi.
"Cahaya selalu menemukan jalannya," katanya tegas.
Seketika, cahaya memancar, mengusir bayangan dan memusnahkan kegelapan. Liora menemukan kembali jantung cahaya Luminara, lalu pulang bersama Zephyr.
Kini sinar terang kembali memenuhi langit. Bunga-bunga bermekaran, burung-burung bernyanyi, dan seluruh rakyat bersorak gembira.
Di hadapan rakyatnya, Liora berkata, "Cahaya Luminara hidup di dalam hati kita semua, cahaya harapan dan kasih yang tak akan padam,".
Sejak hari itu, kerajaan Luminara bersinar lebih indah dari sebelumnya. Princess Liora dan Zephyr terus menjelajah negeri mereka dengan hati penuh cinta dan keberanian, menjaga cahaya agar tetap menyala untuk selamanya.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur princess memiliki pesan moral bahwa keberanian dan kebaikan hati dapat mengalahkan kejahatan.
10. Dongeng Princess Penelope dan Si Raksasa Hutan
Princess Penelope tinggal di istana indah dengan taman bunga dan menara tinggi. Ia punya gaun berkilau, sepatu cantik, dan banyak mainan. Namun, ia diam-diam merasa bosan. Ia ingin sekali punya teman.
Suatu hari Penelope menjelajah hutan di belakang istana. Ketika tiba di tengah hutan, ia mendengar suara tangis. Setelah mengikuti suara itu, ia menemukan seekor raksasa lembut duduk di tepi sungai kecil. Penelope menyapa dan menanyakan apa yang terjadi.
"Aku Bertram," jawab si raksasa.
"Aku kesepian. Semua orang takut padaku," ujarnya.
Penelope pun merasakan hal yang sama. Mereka pun saling bercerita. Bertram bercerita tentang pagi yang ia habiskan bermain di sungai dan memetik buah beri, sementara Penelope bercerita tentang aturan makan dengan sendok emas dan duduk tegak di kursi besar. Mereka tertawa bersama. Lalu Penelope mendapat ide.
"Bagaimana kalau kita bertukar tempat sehari saja?" katanya.
Penelope melepas gaunnya dan bermain di hutan, memanjat pohon dan melompat ke sungai. Ia tertawa senang meski tubuhnya penuh lumpur. Sementara itu, Bertram berusaha bersikap seperti putri di istana. Ia berjalan perlahan, makan dengan sendok kecil, dan mencoba menunduk sopan, tapi semuanya terasa canggung dan melelahkan.
Saat sore tiba, mereka bertemu lagi di sungai. Penelope kotor dan lelah, sementara Bertram tampak jenuh dengan aturan istana. Mereka saling tertawa.
Penelope sadar bahwa hal yang terbaik adalah menjadi diri sendiri. Bertram pun setuju.
"Yang terbaik hari ini adalah punya teman baru," ungkapnya.
Sejak saat itu, mereka saling berkunjung satu sama lain. Princess Penelope sering datang ke hutan untuk bermain dengan Bertram. Mereka memanjat pohon, bercerita, dan tertawa bersama. Kadang, Bertram datang ke taman istana untuk minum teh di bawah pohon apel.
Pesan moral: Pesan moral dongeng singkat tentang Penelope adalah kehidupan yang kita miliki sekarang adalah jalan hidup yang paling baik.
11. Tiga putri dan kecerdasan yang sia-sia
Alkisah ada seorang raja yang memiliki tiga putri yang cantik dan cerdas. Suatu hari, raja memanggil ketiga putri tersebut.
“Putri-putriku, sudah saatnya kalian belajar tentang cara memimpin kerajaan. Kalianlah yang akan meneruskan tahtaku.”
Sang raja mengundang guru-guru terbaik ke istana. Dengan harapan para putri akan belajar dari mereka. Para putri menyambut dengan gembira. Besok harinya, seorang guru datang ke istana. Tiga putri tersebut duduk di kursi masing-masing.
Dan sang guru mulai menjelaskan banyak hal. “Jika lahan kering, apa yang akan kita lakukan?”
Putri pertama menjawab, “Kita harus mencari penyebabnya. Setelah itu, kita susun rencana untuk mengatasinya.”
Namun, putri kedua memberi solusi lain. Ia menyarankan untuk bergegas, membuat jalur-jalur air dari sungai. Kemudian putri ketiga menyarankan untuk mengalirkan air dari mata air di bukit.
Para putri saling bertengkar, ketiganya merasa paling benar. Ini membuat sang guru menjadi bingung. Mereka tak bisa dilerai, pelajaran hari itu pun usai.
Hari berganti hari, keributan diantara ketiga putri makin menjadi jadi. Raja pun keheranan karena semua guru mengeluh kepadanya. Sang raja menyuruh ketiga putri tersebut untuk membuatkan kue bolu yang biasa dibuat ibu mereka.
“Putri-putriku, aku rindu kue bolu buatan ibu kalian. Bisakah kalian buatkan untukku? Aku yakin rasanya pasti sama lezatnya,” pinta Raja.
Mereka bertiga pun setuju. Ketiganya bergegas menuju dapur istana. Di dapur, mereka masih saja bertengkar. Putri pertama bertanya tentang apa yang harus mereka lakukan untuk pertama kali.
Namun putri kedua merasa mereka sudah siap tinggal memulai saja. Sedangkan putri ketiga menyarankan untuk sekalian membuat kue mangkuk. Para putri kembali tak sepakat dan terjadi pertengkaran hebat.
Mereka saling adu lempar telur dan tepung. Sang raja pun menghampiri. Ia berseru melihat kekacauan ini. Tubuh para putri kotor dan dapur juga berantakan. Sang putri itu diam seribu bahasa. Mereka amat malu karena tidak berhasil membuat bolu.
Masing-masing putri merasa dirinya paling benar. Ternyata jika kita tidak belajar mengelola emosi, kecerdasan yang dimiliki pun akan sia-sia.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang princess ini memiliki pesan moral bahwa pengendalian emosi sama pentingnya dengan kecerdasan.
12. Putri Yeira dan Tamu-tamu Pintar
Jauh di dasar lautan, ada sebuah sekolah untuk para duyung Dalam sekolah itu, ada satu duyung yang terkenal akan kepintarannya dan ia bernama Putri Yeira. Ia selalu mendapat juara pertama setiap kenaikan kelas. Apabila ada perlombaan seperti lomba-lomba masak sup rumput laut, mengukir karang, dan adu cepat menghitung duri landak laut, Putri Yeira selalu menjadi pemenang.
Sayangnya, lama-lama Putri Yeira berubah menjadi angkuh, sehingga teman-temannya mulai tidak menyukainya. Lama-lama dia sangat menyebalkan.
Ia dia sombong sekali dan akhirnya semua duyung menjauhinya. Namun, Putri Yeira tetap tidak mengubah sifat buruknya.
Suatu hari, Miss Patt mengumumkan bahwa akan ada tamu istimewa. Sehingga anak-anak dapat bertukar pengalaman dan belajar dari mereka.
Seketika Putri Yeira bergumam, “Untuk apa aku belajar dengan mereka? Aku kan sudah pintar.”.
Tamu itu pun tiba, mereka memperkenalkan diri dan menunjukkan kemampuannya. Ada Serena yang jago bermain biola, Renata yang mahir menyanyi, Derex yang jago bermain sulap, dan masih banyak lagi. Semua berdecak kagum melihatnya.
“Aku kalau begitu saja, aku pasti juga bisa melakukannya,” kata Putri Yeira sambil mendengus.
Ucapan tersebut terdengar oleh Serena. “Kamu bisa juga bermain biola, kebetulan aku membawa dua biola, maukah kamu bermain musik bersamaku?” Putri Yeira ragu, tetapi kemudian ia memegang viola itu.
Namun, suara biola Putri Yeira tidak karuan, semua murid menutup telinga. Ternyata Putri Yeira masih perlu belajar untuk bisa bermain biola sebaik Serena. Dia jadi tahu bahwa masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda-beda.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang princess ini memiliki pesan moral bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan keunikan masing-masing. Sehingga, sikap rendah hati dan saling menghargai diperlukan.
13. Sang Putri dan Sang Penari Putri
Nayana sedang bermuram durja di kamar istananya yang mewah. Ia ingin sekali menjadi penari seperti Keiko. Keiko dapat berkeliling dari satu negeri ke negeri lain. Ia dapat merasakan kebebasan sesukanya.
Namun, di sisi lain Keiko juga sedang gelisah. Ia ingin menjadi Putri Raja. Rasanya ia tidak perlu bersusah payah menari dari satu panggung ke panggung lain. Keiko merasa lelah.
Ternyata permintaan Keiko dan Putri Nayana didengar oleh Ibu Peri yang baik hati. Ia pun mengabulkan permohonan keduanya. Mantra Ibu Peri mengubah segalanya.
Esok harinya saat Keiko terbangun ia sudah berada di istana sementara Nayana berada di rumah Keiko.
“Oh apa yang terjadi? Aku berubah menjadi Putri Nayana!” Kata Keiko dia kegirangan saat para pegawai istana melayaninya dengan begitu sempurna.
Sementara itu Putri Nayana juga terkejut. Ia tiba-tiba melihat banyak kostum penari. Putri Nayana mencoba seluruh kostum Keiko dengan penuh semangat.
Hari pertama mereka sangat gembira namun pada hari-hari selanjutnya mereka merasakan berbagai perasaan cemas. Putri Nayana kini berubah menjadi sibuk. Ia harus mempersiapkan sebuah tarian besar menyambut musim semi.
Sementara Keiko kini harus bersiap menyampaikan pidato kerajaan dalam perayaan musim semi tersebut. Mereka sangat cemas. Oh aku tak siap menari seindah Keiko kata Putri Nayana.
Aku tak bisa berpidato seperti Putri Nayana. Bagaimana ini akhirnya perayaan musim semi itu datang. Banyak penduduk dan tamu dari kerajaan tetangga berdatangan.
Di istana, Keiko gemetar ketakutan. Begitu pula Putri Nayana yang terlihat pucat basi di ruang ganti kostum penari. Dengan langkah berat dia mencoba menari seperti Keiko namun tariannya sangat kacau.
Putri Nayana tidak sanggup meneruskan tariannya. Dia berlari meninggalkan panggung. Begitu pula dengan Keiko yang gugup saat memberi pidato resmi.
Keiko pun terisak menahan malu. Begitu pula Putri Nayana. Kemudian ibu peri datang kembali. Ia mengembalikan keduanya seperti semula. Putri Nayana dan Keiko berpelukan bahagia.
Rupanya alunan musik terdengar kembali. Sudah saatnya Keiko menampilkan tariannya. Dengan penuh sukacita Keiko melangkah ke panggung. Dia mempersembahkan tariannya yang indah. Semua hadirin bertepuk tangan dengan meriah.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang princess memberi pesan moral bahwa setiap orang memiliki kesenangan dan kesulitan tersendiri dalam jalan hidupnya. Jalan hidup itu dipilih karena orang tersebut mampu menjalaninya.
14. Putri Rapampa dan Robot Juara
Lomba merakit robot digelar di gedung balai kota Ciberapolis yang megah. Semua peserta sibuk menyiapkan robot masing-masing. Begitu pula Putri Rapampa dan sahabatnya Dimitra.
Di sudut ruangan, mereka mengotak-atik robot unicorn merah muda yang tampak keren. Kemudian terdengar bisik-bisik dari peserta lain. Mereka meragukan kemampuan Putri Rapampa dalam membuat robot.
Mereka yakin Putri Cantik itu tidak bisa membuat robot. “Ah tenang saja, mereka tak akan bisa mengalahkan robot-robot kita yang canggih,” seru Texx.
Putri Rapampa dan Dimitra memang satu-satunya tim perempuan yang ikut kemba itu. Dia dan sahabatnya sangat suka membuat robot. Raja Artunix hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kesibukan Putrinya.
Ketika siang tiba, semua robot telah berdiri di tempatnya masing-masing. Semua robot tampak canggih dan gagah, kecuali robot Putri Rapampa dan Dimitra yang tampak cantik. Ketika robot mereka akan dinilai, tiba-tiba perut Dimitra mulas.
Siang hari, semua peserta harus menunjukkan keistimewaan robot masing-masing. Semua tampak tegang, begitu pula Dimitra yang takut kalau ada kabel yang putus atau tombol yang tidak berfungsi. Namun Putri Rapampa berusaha menenangkan sahabatnya.
Satu demi satu, peserta menunjukkan kehebatan robotnya. Pangeran Mickey sibuk mengendalikan robot pendakinya yang memanjat tembok gedung pameran. Kemudian, ada robot perakit milik Pangeran Matthew yang tampak sigap perakit model skateboard terbang yang keren.
Tibalah giliran robot unicorn Putri Rapampa dan Dimitra. Sedikit demi sedikit, robot itu terangkat dan terbang mengitari ruangan pameran. Semua orang takjub melihatnya.
Menjelang sore, diumumkan tim peserta yang masuk babak final, yaitu tim Pangeran Mikey dan Robert, tim Pangeran Matthew dan Tommy, dan Putri Rapampa dan Dimitra. Putri Dimitra sangat senang ia bisa masuk final. Pasti telah terjadi kecurangan, aku tidak percaya para putri itu masuk tiga besar, kata Pangeran Ronald yang tidak masuk tiga besar.
Ia meminta agar Putri Rapampa menunjukkan langsung kemampuan ia dan Dimitra. Kemudian panitia pun berunding dan akan diadakan seleksi ulang. Sepuluh tim yang terpilih harus merakit robot mini dengan bahan dan model yang disediakan panitia dalam waktu satu jam.
Seluruh tim segera merakit robot sesuai dengan model yang ada dalam gambar di hadapan mereka. Setelah satu jam kemudian, para peserta panik karena waktu satu jam ternyata kurang untuk membuat robot. Ternyata mereka semua harus merakit robot pemetik buah.
Lord Dominique meminta untuk para peserta meletakkan robot mereka masing-masing di garis start. Robot yang paling banyak memetik buah dalam 10 menit akan menjadi pemenang. Pertandingan dimenangkan oleh robot Pangeran Mickey.
Sementara Putri Rapampa dan Dimitra ada di urutan kedua, mereka sangat senang dan bangga. Lelaki ataupun perempuan memiliki kesempatan yang sama. Asalkan kita tetap belajar dan berusaha, apapun impiannya pasti bisa diraih.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur tentang Putri Rapampa adalah bahwa semua orang harus mendapat kesempatan yang sama untuk mencoba sesuatu tanpa dihakimi.
15. Dua putri dan kejutan yang berantakan
Pagi yang cerah istana kristal, kerajaan Snowdonia tampak megah di antara kabut pagi. Putri Tina berusaha membangunkan Putri Tania yang masih tertidur.
Putri Tina sangat semangat karena besok teman-teman mereka dari Verano akan berkunjung ke istana mereka. Mereka bergegas mempersiapkan permainan yang menyenangkan untuk teman-temannya. Wow, lihat seluncur es di sana.
Besok pasti seru sekali, kata Putri Tania. Dan lihat area ice skatingnya keren, tambahnya dengan reyang. Namun sepertinya ada yang kurang bagaimana kalau kita beri kejutan.
Putri Tina penasaran dengan kejutan apa yang akan dipersiapkan. Putri Tania pun berencana untuk membuat kolam hangat di bawah seluncuran itu. Mereka pun setuju dan segera menuju kastil penyihir kerajaan kesayangan ayah mereka.
Ia meminta paman Albert, sang penyihir, untuk membuat kolam air hangat. Kolam air hangat, tapi kita butuh fondasi dan lantai yang kokoh agar air tak membahayakan salju di sekelilingnya, kata paman Albert. Tania membucuk bahwa kolamnya kecil saja, yang penting ada air hangat untuk bermain.
Paman Albert pun setuju dan segera mempersiapkan kolam itu. Ia mengayunkan tongkat sihirnya. Salju di bawah seluncuran pun mengalir, dan tak lama kemudian kolam tersebut terbentuk dengan sempurna.
Mereka pun tak lupa berterima kasih kepada paman Albert. Mereka membayangkan bahwa kalau air tersebut dialirkan ke bawah, pasti akan jadi seluncuran hangat yang paling keren di dunia. Semuanya takkan kedinginan kalau bermain lama-lama di sini, kata putri Tania.
Mereka pun menggali hingga tiba-tiba kolam itu pun jebor, dan air panas mengalir kemana-mana. Mereka panik sekali dengan cepat salju mencairkan air, hangat yang meluap. Kemudian air tersebut mengarah ke arah tebing, dan itu bisa menyebabkan longsor.
Para penguin yang tinggal di sana bisa saja tertimbun. Untungnya paman Albert mendengar kegaduhan itu, dan dengan sekejap dia menghentikan aliran air yang hangat itu. Kedua putri itu pun meminta maaf karena telah menggali kolam tersebut.
Esok harinya ketiga sahabat mereka tiba ke istana. Putri Tania dan Tania mengajak tamu-tamunya segera bermain permainan salju.
Mereka pun menceritakan kejadian kemarin saat mereka nyari saja membuat snow dunia banjir. Para tamu terkejut mendengarnya. Putri Tania pun menceritakan semuanya.
Oh putri Tania dan Tina, kalian baik sekali kepada kami, tapi kalian tak perlu repot-repot menyiapkan segala sesuatu seperti ini. Bertemu dengan kalian saja kami sudah senang, kata putri Chico.
Bahkan Pangeran Robi menyukai teh peppermint dan cokelat panas khas kerajaan mereka.
Mereka pun akhirnya sadar bahwa ternyata untuk membahagiakan orang lain kita tidak perlu berlebihan.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur tentang princess ini memiliki pesan moral bahwa kita tidak perlu berlebihan dalam menyenangkan orang lain, apalagi sampai merugikan diri sendiri. Terkadang, orang lain lebih senang ketika kita menjadi diri sendiri.
15 Dongeng kisah legenda dan cerita rakyat untuk dibacakan sebelum tidur
Berikut ini dongeng sebelum tidur tentang legenda dan cerita rakyat yang sarat akan pelajaran hidup yang berharga. Melalui dongeng anak ini juga, Si Kecil dapat mengetahui lebih banyak budaya dan kearifan lokal, khususnya yang ada di Nusantara. Dongeng ini dikutip dari buku Koleksi Terbaik Cerita Nusantara Rakyat penerbit Cerdas Interaktif dan buku Cerita Rakyat Nusantara penerbit Cikal Aksara.
1. Legenda si Gale-Gale
Ada seorang raja di wilayah Toba yang memiliki anak bernama Manggale. Pada saat itu, masih terjadi peperangan sehingga sang raja menyuruh anaknya ikut berperang. Saat perang tersebut, anak raja itu meninggal.
Sang raja terpukul akan kematian anaknya hingga jatuh sakit. Melihat kondisi raja yang makin memburuk, penasihat kerajaan memanggil tabib untuk mengobati sang raja.
Beberapa tabib mengatakan bahwa raja sakit karena rindu kepada anaknya yang telah tiada. Tabib pun mengusulkan kepada penasihat kerajaan untuk dipahatkan patung menyerupai Manggale dari kayu.
Ketika patung tersebut selesai, penasihat kerajaan mengadakan upacara pengangkatan patung Manggale ke istana kerajaan. Sang tabib mengadakan upacara ritual, yaitu dengan meniup sordam dan memanggil roh anak sang raja ke dalam patung tersebut.
Patung ini diangkat dari sebuah pondok di hutan dan diiringi dengan suara sordam dan gondang sabangunan. Setelah rombongan ini tiba di istana, sang raja tiba-tiba pulih dari penyakit setelah melihat patung tersebut. Inilah asal mula patung si gale-gale atau patung putra seorang raja bernama Manggale.
Pesan moral: dongeng anak pendek ini menunjukkan bahwa kasih sayang orang tua tidak pernah berhenti, sekalipun anaknya telah tiada.
2. Legenda Putri Hijau
Pada zaman dahulu di Kesultanan Timur Besar, sekitar 10 km dari Kampung Medan, ada putri cantik bernama Putri Hijau. Kecantikannya telah diketahui dari Aceh sampai ujung utara Pulau Jawa.
Sultan Aceh jatuh cinta pada Putri Hijau dan berniat menjadikannya permaisuri. Namun, lamaran itu ditolak oleh kedua saudara laki-laki Putri Hijau sehingga Sultan Aceh sangat marah. Ia merasa terhina karena penolakan tersebut.
Kesultanan Aceh kemudian memerangi Kesultanan Deli yang dipimpin Mambang Yazid, kakak tua Putri Hijau. Mambang Yazid menggunakan kekuatan gaib yang dapat mengubahnya menjadi seekor ular naga. Sementara Mambang Hayali berubah jadi sepucuk meriam yang tidak henti.
Kesultanan Deli kalah dan Putra Mahkota yang berubah jadi meriam itu meledak sebagian. Bagian belakangnya terlontar ke Labuan Deli dan bagian depannya ke Dataran Tinggi Karo.
Kemudian Putri Hijau ditawan dan dimasukkan ke dalam peti kaca yang kemudian dimuat ke dalam kapal. Kapal itu membawanya ke Aceh melalui Selat Malaka.
Saat kapal sampai di Ujung Jambo Aye, Putri Hijau memohon diadakan upacara sebelum petinya diturunkan dari kapal. Permintaannya adalah harus menyerahkan sejumlah beras dan ribuan telur.
Permintaan itu disetujui. Namun, saat upacara dimulai, terjadi angin ribut yang maha dahsyat, disusul gelombang laut tinggi. Dari dalam laut, muncul abangnya yang telah menjadi ular naga. Ia mengambil peti tempat adiknya dikurung, lalu dibawa masuk ke dalam laut.
Pesan moral: dongeng anak ini menyiratkan pelajaran untuk berlapang dada atas hal-hal yang tidak bisa dimiliki. Selain itu, menggunakan kekuatan gaib dapat mendatangkan akibat bagi orang yang menggunakannya.
3. Hang Tuah
Hang Tuah merupakan seorang anak rajin dan pemberani dari sebuah kerajaan bernama negeri Bintan. Ia memiliki empat orang kawan, yaitu Hang Jebat, Hang Lekir, Hang Lekiu, dan Hang Kesturi. Saat remaja mereka memiliki keinginan untuk menjadi pelaut ulung yang berkelana ke negeri jauh.
Suatu hari ketika mereka sedang mengarungi samudera luas. Mereka melihat perampok dan pertempuran pun tidak terhindarkan. Dalam pertempuran ini, Hang Tuah mengalahkan kepala perampok berbadan tinggi besar dengan keris pusaka. Hang Tuah dan teman-temannya berhasil melumpuhkan kawanan perampok.
Kemudian, Hang Tuah menghadap Sultan Bintan sambil membawa tawanan. Mereka berlima diberi pangkat laskar kerajaan. Beberapa tahun berselang, Hang Tuah naik jabatan menjadi pimpinan armada laut. Berkat Hang Tuah, tidak ada negeri yang berani menyerang negeri Bintan.
Hang Tuah juga berjasa ketika Sultan Bintan berniat mempersunting putri Majapahit. Ia menyiapkan armada tangguh. Sehingga, pernikahan Sultan Bintan dan permaisurinya berjalan dengan aman dan meriah.
Setelah Sultan Bintan kembali ke istana, Hang Tuah diangkat menjadi laksamana kerajaan di Negeri Bintan. Namun, kenaikan pangkatnya ini tidak disukai oleh para perwira istana. Mereka menghasut raja dengan mengatakan bahwa Hang Tuah hanya bisa berfoya-foya. Lama kelamaan Sultan percaya.
Sultan pun mengalihkan jabatan Hang Tuah kepada Hang Jebat. Namun, Hang Jebat justru hanya membuat keonaran di desa-desa. Melihat hal itu, Sultan murka dan memerintahkan Hang Tuah untuk mengalahkan Hang Jebat.
Setelah memenangkan pertarungan, Hang Tuah kembali menjadi laksamana kerajaan dan diberi tugas-tugas penting ke negara jauh. Ketika ia ditugaskan menghadang armada dari barat yang dipimpin D Almeida, Hang Tuah tewas tertembus peluru.
Sebagai penghormatan, salah satu kapal perang Indonesia diberi nama KRI Hang Tuah. Dengan harapan dapat membawa tuah yang artinya berkah,
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini menyiratkan pesan untuk menjadi orang yang gigih dan berani. Dengan demikian, seseorang akan memperoleh kesuksesan.
4. Batu Panjang
Dahulu kala ada seorang putri yang tersisih dari keluarganya. Setiap malam ia kecewa karena permintaanya tidak pernah dikabulkan.
Ia selalu meminta sepotong ikan matang hasil kakeknya memancing untuk makan malam keluarga. Ia meminta kepada kakeknya, tetapi kakeknya mengatakan agar ia meminta kepada neneknya.
Ketika ia meminta kepada sang nenek, neneknya bilang minta ke ayahnya. Kemudian ia meminta ke ayahnya, tetapi ayahnya bilang minta ke ibu. Begitulah terus sampai ia harus meminta ke kakak-kakaknya.
Ia pun menangis dalam keadaan sangat lapar sambil memandang bulan purnama. Ia juga terus menyanyi “Tinggi… tinggilah engkau batu, biar kakekku senang biar nenekku senang.”
Uniknya, setiap ia selesai bernyanyi satu bait lagu, sebuah batu terus meninggi. Hingga tengah malam, ketinggian batu itu sudah mencapai bulan purnama. Bulan itu seolah memanggilnya dan Putri berjalan menuju bulan itu.
Sesampainya di bulan, Putri menendang batu tersebut yang kemudian roboh memanjang di bukit. Itulah mengapa namanya disebut batu panjang.
Keluarga Putri menangis dan menyesal karena tidak memberinya makan. Mereka tidak pernah bertemu Putri lagi.
Sang Putri pun akhirnya bahagia. Orang Kerinci yakin ketika mereka memandang bulan purnama, tampak siluet putri yang sedang tersenyum ke bumi dengan cahaya yang indah.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini menyiratkan pesan untuk jangan menyia-nyiakan keluarga karena penyesalan hanya datang ketika sesuatu itu telah pergi.
5. Si Pahit Lidah
Dahulu kala, hiduplah pangeran Serunting. Ia adalah anak keturunan raksasa bernama Putri Tenggang. Menurut kabar yang beredar, ia berseteru dengan iparnya, Aria Tebing. Penyebabnya Serunting iri kepada Aria Tebing.
Ladang mereka bersebelahan dan hanya dipisahkan pepohonan. Di bawahnya ada cendawan (jamur), cendawan yang menghadap ke ladang Aria Tebing dan tumbuh jadi logam emas. Sementara itu, cendawan yang menghadap ke ladang Serunting hanya jadi tanaman tak berguna.
Arya Tebing menyadari Serunting lebih sakti dan ia memutuskan berhenti berkelahi. Ia mencari jalan lain dengan membujuk istri Serunting untuk memberi tahunya rahasia kesaktian Serunting.
Istri Serunting berkata bahwa kesaktian Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar meskipun tidak tertiup angin. Setelah tahu itu, ia menantang Serunting untuk berkelahi.
Arya Tebing menancapkan tombaknya pada ilalang yang bergetar. Sehingga Serunting terjatuh dan terluka parah. Ia juga merasa dikhianati oleh istrinya dan memutuskan pergi mengembara.
Serunting akhirnya bertapa ke Gunung Siguntang. Ia dijanjikan kekuatan gaib oleh Hyang Mahameru, Syaratnya a harus bertapa di bawah pohon bambu sehingga tubuhnya tertutupi daun bambu.
Setelah dua tahun, ia berhasil memenuhi syarat dan mendapat kesaktian. Kesaktian itu adalah kalimat dan perkataan yang keluar dari mulutnya akan berubah jadi kutukan. Demikianlah alasan ia dijuluki si Pahit Lidah.
Ketika kembali ke daerah asalnya, ia berusaha membuktikan kekuatannya. Ketika ia berkata “Jadilah batu!” tanaman yang ditunjuknya berubah jadi batu. Ia juga mengutuk semua orang yang ditemuinya di tepian Sungai Jambi menjadi batu.
Namun, ia mempunyai maksud baik ingin mengubah Bukit Serut yang gundul menjadi hutan kayu.
Pesan moral: dongeng anak sebelum tidur ini menyiratkan pesan bahwa kepercayaan yang telah dibangun akan sulit jika sudah dikhianati.
6. Putri Naga
Pada sebuah teluk, hidup sepasang naga jantan dan naga betina. Mereka berasal dari negeri Cina dan telah lama mendambakan anak. Namun, tak kunjung dianugerahi anak. Bahkan, mereka diusir oleh raja karena itu,
Suatu ketika, mereka melihat seorang bayi perempuan terapung di tengah lautan. Akhirnya sepasang naga tersebut memutuskan untuk merawat bayi tersebut. Anak itu diberi nama Putri Bungsu dan tumbuh menjadi anak yang cantik jelita.
Ketika Putri Bungsu berusia 17 tahun, kedua orang tua kandungnya datang mencari putrinya yang hilang itu. Namun, pasangan naga itu menolak dan terjadilah pertarungan.
Ketika pertengkaran terjadi, muncul seorang manusia bernama Tuan Tapa. Ia keluar dari persemediannya di Gua Kalam. Tuan Tapa meminta sepasang naga untuk mengembalikan Putri Bungsu kepada orang tuanya. Namun, sang naga menolak, bahkan menantang Tuan Tapa untuk berduel.
Terjadilah pertarungan antara naga dan Tuan Tapa. Duel itu dimenangkan oleh Tuan Tapa. Putri Naga dikembalikan kepada kedua orang tuanya. Naga jantan mati akibat libasan tongkat Tuan Tapa, sementara naga betina kabur dan menghancurkan tempat yang dilaluinya.
Jasad naga jantan yang kepalanya dilibas Tuan Tapa menjadi sebuah batu. Batu tersebut dinamakan “Batu Itam” Sementara itu, darahnya yang membantu dinamai “Batu Merah”
Tidak hanya itu, lintasan naga betina yang porak poranda akhirnya membentuk pulai. Pulai tersebut dinamakan Pulau Dua dan ada di sekitar daerah Bakongan.
Tidak hanya naga, peninggalan Tuan Tapa juga berupa telapak kaki, tongkat, peci, dan makan dapat dilihat di sekitar Kota Tapaktuan.
Pesan moral: Pesan moral dari dongeng sebelum tidur berjudul Putri Naga ini adalah jangan mengambil hal yang merupakan hak orang. Selain itu, kita tidak boleh sombong dan harus mengukur kemampuan diri sendiri.
7. Legenda Ikan Patin
Dongeng sebelum tidur berikutnya merupakan cerita fabel berjudul Legenda Ikan Patin. Cerita fabel ini merupakan legenda dari Kepulauan Riau.
Latar belakang legenda ini di Tanah Melayu. Hiduplah Awang Gading, seorang nelayan tua yang tinggal sebatang kara di tepi sungai. Meskipun hidup sendirian, ia selalu mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan. Sehari-hari ia menangkap ikan di sungai dan mencari kayu di hutan.
Suatu hari Awang Gading menemukan bayi di atas baru tepi sungai saat sedang memancing. Ia pun membawa bayi itu ke rumahnya lalu merawatnya. Bayi itu kemudian diberi nama Dayang Kumunah. Dayang Kumunah diasuh dengan berbagai ilmu pengetahuan dan budi pekerti yang baik. Dayang Kumunah juga tumbuh menjadi gadis cantik dan berbudi pekerti luhur. Namun, ia tidak pernah tertawa.
Suatu hari, ada seorang pemuda yang melintas ke depan rumah Dayang Kumunah. Ia bernama Awangku Usop, pemuda itu tampan dan kaya raya. Kecantikan Dayang Kumunah membuat Awangku Usop jatuh cinta dan akhirnya melamar Dayang Kumunah. Lamaran itu diterima oleh Dayang Kumunah dengan syarat Awangku Usop jangan pernah meminta Dayang Kumunah untuk tertawa.
Mereka pun menikah dan pernikahan tersebut dihadiri secara gembira oleh semua kerabat dan tetangga. Keduanya saling mencintai dan menyayangi. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena beberapa minggu kemudian Awang Gading yang menjadi ayah angkat Dayang Kumunah meninggal dunia. Dayang Kumunah berduka selama berbulan-bulan.
Untungnya, duka itu terhapus setelah Dayang Kumunah dikaruniai anak. Ia dan Awangku Usop memiliki lima orang anak dari pernikahannya.
Meskipun diliputi kebahagiaan dari anak-anaknya, Awangku Usop merasa kebahagiaannya tidak lengkap karena ia tak sekali pun pernah melihat istrinya, Dayang Kumunah, tertawa.
Suatu sore, ketika mereka sedang kumpul di halaman rumah, anak bungsu Dayang Kumunah dan Awangku Usop mulai dapat berjalan dengan tertatih-tatih. Semua orang tertawa bahagia, kecuali Dayang Kumunah.
Awangku Usop mendesak istrinya untuk ikut tertawa secara terus-menerus. Sehingga, Dayang Kumunah akhirnya menuruti permintaan suaminya. Ketika tertawa, tampak insang ikan dari mulutnya. Menyadari hal itu, Dayang Kumunah berlari ke sungai, Awangku Usop dan anak-anaknya berlari menyusul.
Awangku Usop meminta maaf dan menyesal telah melanggar janji karena telah mendesak Dayang Kumunah untuk tertawa. Semua itu terlambat sebab Dayang Kumunah telah berubah menjadi seekor ikan dengan bentuk badan cantik dan kulit mengilat tanpa sisik. Mukanya seperti raut wajah manusia, ekornya seolah sepasang kaki. Penduduk sekitar akhirnya menyebutnya sebagai ikan patin.
Dayang Kumunah sempat berpesan kepada suaminya sebelum terjun ke sungai. Ia berkata “Kanda, periharalah anak-anak kita dengan baik.”
Awangku Usop dan kelima anaknya sangat sedih melihat Dayang Kumunah berubah menjadi ikan patin. Mereka pun berjanji untuk memelihara dan tidak memakan ikan patin. Karena itu pula sebagian orang Melayu tidak makan ikan patin.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak ini adalah berusahalah menepati janjimu sendiri. Serta jadilah orang yang memiliki budi pekerti yang baik.
8. Legenda Danau Toba
Seorang petani muda yatim piatu tinggal di bagian utara Pulau Sumatera. Setiap hari ia bertani dan mendurung ikan. Suatu hari ia tidak mendapat ikan sampai malam. Ketika pulang, ia melihat seekor ikan besar berwarna emas.
Ia membawa ikan itu ke rumah dan berniat memasaknya. Namun, ikan itu sangat indah sehingga ia memilih memeliharanya.
Esok harinya ia pergi ke ladang dan ketika pulang untuk makan siang, ia terkejut melihat banyak makanan di rumahnya. Ia pun teringat ikan peliharaannya, ternyata ikan itu masih ada.
Ia sempat heran namun memutuskan untuk makan semua makanan. Kejadian ini terjadi berulang kali sehingga pemuda itu berniat menyelidiki kejadian yang sebenarnya.
Suatu hari, ia bersembunyi di dekat rumahnya, tak lama kemudian ada asap mengepul dari dapur rumahnya. Ketika ia menghampiri dapur, ia terkejut ada wanita cantik yang sedang memasak.
Ternyata, wanita cantik itu adalah jelmaan ikan emas yang ia pelihara. Pemuda itu terpana dan meminta wanita itu menjadi istrinya. Wanita itu setuju dengan syarat kelak anaknya tidak boleh tahu bahwa ia adalah anakni dekke ( anaknya ikan). Pemuda itu berjanji menepati janjinya.
Kemudian mereka memiliki anak berusia 6 tahun dan dikenal nakal. Suatu hari sang ibu menyuruhnya mengantarkan nasi ke ladang ayahnya. Namun, bekal itu dimakannya di tengah jalan karena lapar.
Setelah kenyang, ia membawa bekal itu ke ladang. Ketika membuka bungkusan nasi, ayahnya terkejut karena berisi tulang ikan saja. Sang anak pun mengaku bahwa bekalnya telah ia makan.
Sang ayah marah dan menampar pipi anaknya sambil berkata, “Botul maho anakni dekke (betullah engkau anaknya ikan.” Anaknya menangis sepanjang jalan pulang.
Ketika menceritakan alasan ia menangis kepada sang ibu. Ibunya terkejut karena suaminya telah melanggar sumpah. Seketika sang anak dan ibunya hilang. Dari bekas telapak kaki mereka mengalir aliran air yang deras sehingga membentuk danau.
Danau tersebut diberi nama Danau Tuba yang berarti danau tak tahu belas kasih. Namun, karena orang batak sulit mengatakan “Tuba” sehingga danau itu disebut Danau Toba.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah pentingnya untuk menepati janji.
9. Legenda Sultan Domas
Dahulu kala ada satu daerah di Lampung terdapat sebuah dusun yang cukup ramai/ Saat ini daerah tersebut terletak di sukadana, Lampung Tengah. Di sana hidup seorang pemuda bernama Domas.
Ia hidup serba kekurangan dan yatim piatu sejak kecil. Tidak jarang Domas dihina oleh penduduk sekitar. Namun, ia tetap ikhlas dan tidak membenci mereka.
Suatu hari ketika Domas berjalan pulang ke gubuknya setelah mencari kayu bakar. Ia mendapati gubuknya telah dibakar orang. Ia pun kini tidak punya rumah lalu tertidur di bawah atap daun pisang.
Dalam mimpinya, Domas melihat seorang kakek tua berjanggut putih berpesan padanya untuk pergi ke arah Selatan. “Apabila cucu bertemu sebuah sungai yang besar dikelilingi banyak pohon besar, menetaplah di sana. Tanami tanah dengan sayur dan buah sebagai bekal sehari-hari,” kata kakek itu dalam mimpi.
Esok harinya Domas langsung pergi melaksanakan pesan tersebut. Perjalanan itu membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga sampailah Domas di tepi sungai dengan air yang sangat jernih.
Ia pun memutuskan tinggal di sana dan sungai itu sekarang bernama sungai Way Sekampung. Suatu malam. Domas bertapa dan ia mendapat pesan gaib, ia diberi ilmu kesaktian untuk membantu orang yang memerlukan pertolongan. Dengan kesaktiannya itu, Domas dijuluki sultan Domas.
Menurut kisah penduduk kampung, suatu hari sultan Domas pergi mencari ikan. Kemudian datanglah lima orang pendaki ke pondoknya mereka ingin mencuri harta dan benda milik sultan Domas.
Setelah mereka semua mencuri barang-barang di rumah sultan Domas, mereka berniat untuk membakar pondok. Namun, api tidak bisa hidup dan batal membakar pondok sultan Domas.
Karena kesal, mereka segera pergi. Akan tetapi, seketika ada seekor ular besar di depan rumah pondok sultan Domas. Mereka semua panik dan berlari ke belakang pondok. Namun, di sana juga ada seekor buaya yang siap menerkam.
Dengan perasaan takut, kelima orang jahat itu terkepung di dalam pondok sampai sultan Domas pulang. Ia tidak terkejut saat melihat orang jahat itu di dalam pondok. Malah sultan Domas mengajak mereka bermalam di pondoknya.
Mereka pun menerima tawaran baik sultan Domas. Setelah kelima orang itu pulang, tersebarlah di seluruh daerah bahwa di pinggir sungai dalam hutan Way Sekampung ada orang sakti yang sangat baik.
Lama kelamaan banyak orang yang ingin membuka ladang di sekitar tempat tinggal sultan Domas sehingga tempat itu menjadi perkampungan. Sultan Domas pun diangkat menjadi pemimpin di daerah tersebut.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah setiap kesulitan yang dijalani dengan tabah akan mendatangkan kemudahan suatu hari.
10. Si Pitung
Pada zaman penjajahan Belanda, tinggal keluarga Piun yang memiliki anak bernama Pitung. Orang tua Pitung bekerja sebagai petani dan beternak kambing. Mereka berasal dari Rawa Belong, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Sejak kecil, Pitung dikenal senang menolong orang yang lema. Ia tidak pernah melupakan ibadah dan memiliki sifat dermawan. Ia juga pandai belajar bela seni silat. Pitung merupakan murid Haji Napin yang pandai, baik ilmu agamanya maupun ilmu bela dirinya.
Suatu hari, bapak Pitung menyuruhnya untuk menjual kambing ke pasar. Tidak perlu waktu lama, kambing itu telah terjual. Namun, ketika dalam perjalanan pulang ia bertemu segerombolan preman.
Pitung tidak sadar kalau uang hasil menjual kambing yang ada di kantongnya sudah diambil para preman. Sayangnya ia baru sadar ketika sudah hampir sampai rumah. Lalu Pitung kembali ke lokasi tadi dan berhasil mengalahkan segerombolan preman di sana dan akhirnya uang pitung dikembalikan.
Pitung memiliki dua teman dekat yaitu Jiih dan Rais. Keduanya selalu membantu Pitung jika ada kesulitan.
Saat itu kondisi ekonomi sedang susah. Banyak masyarakat menjadi korban pemerasan dan kekerasan dari tuan tanah, centeng dan para penjajah. Pitung pun tidak tega melihat keadaan masyarakat yang menderita. Ia segera mencari cara untuk membantu rakyat.
“Aku punya ide untuk membantu teman kita yang sedang susah,” ujar Pitung kepada teman temannya. “Ayo kita ambil harta si kaya untuk diberikan kepada mereka.”
Teman-temannya lalu mengangguk tanda setuju. Mereka sering melakukan pencurian terhadap tuan tanah dan orang kaya di Jakarta pada malam hari. Hasil curiannya dibagi kepada rakyat kecil dan miskin.
Suatu hari Pitung tertangkap saat ia sedang mencuri. Ia dijebloskan ke dalam penjara. Namun, ia berhasil melarikan diri dengan memanjat atap penjara.
Polisi Belanda lalu mencari cara agar si Pitung mau menyerah dengan menangkap dan menyiksa orang tua Pitung dan gurunya. Berdasarkan informasi mata mata, Pitung saat itu bersembunyi di daerah Pondok Bambu.
Pitung yang tidak tega memutuskan menyerahkan diri kepada polisi. Ia gugur di tangan polisi Belanda. Masyarakat miskin merasa sangat kehilangan si Pitung yang telah membantu melindungi mereka selama ini.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah kebaikan hati dapat berbentuk keberanian dan kepedulian terhadap sesama.
11. Joko Kendil
Dahulu kala ada seorang permaisuri yang dibuang oleh sang raja karena melahirkan seorang anak laki-laki yang berwujud seperti kendil panci masak dari tanah liat. Meski memiliki seorang anak yang berwujud aneh dan harus hidup serba kekurangan, permaisuri tidak pernah mengeluh.
Ia sangat menyayangi anaknya yang dijuluki Joko Kendil. Joko Kendil tumbuh bahagia seperti anak laki-laki lainnya. Ia sering menyelinap ke acara selamatan atau pesta kampung lalu duduk berbaris di kendil-kendil yang ada.
Tubuhnya dapat menipu para tukang masak sehingga tak sengaja ada makanan yang diletakkan di Joko Kendil. Setelah itu, makanan yang ia dapatkan akan ia bagi dengan teman-teman dan ibunya.
Bertahun-tahun kemudian, Joko Kendil telah tumbuh menjadi seorang pemuda. Ia merengek kepada ibunya untuk melamarkan salah seorang putri raja. Ibu Joko Kendil membujuk anaknya untuk mengurungkan niat, tetapi ia bersikeras ingin menikahi salah satu putri raja yang terkenal kecantikannya.
Suatu hari, ibunya memberanikan diri menghadap sang raja untuk melamar salah satu putrinya. Namun putri-putri raja itu langsung tertawa saat melihat tubuh Joko Kendil yang lucu.
Putri bungsu raja yang bernama Dewi Melati tidak tega untuk menolak. Hanya ia satu-satunya yang setuju. Dengan berat hati sang raja menggelar pesta pernikahan mereka. Sejak saat itu Joko kendil tinggal di istana.
Dewi Melati sangat menyayangi Joko Kendil yang lucu ini. Suatu hari raja menggelar pertandingan bela diri ia mengundang semua pangeran dari kerajaan lain. Sang istri mengajak Joko Kendil untuk menonton pertandingan tersebut.
Namun, Joko Kendil menolak. Akhirnya Dewi Melati menonton pertandingan bersama kakak dan kerabatnya. Kakak-kakak Dewi Melati mengejek Joko Kendil saat melihat banyak kesatria yang tampan. Harusnya Dewi Melati tidak cepat menerima lamaran Joko Kendil.
Esok harinya Dewi Melati kembali mengajak Joko Kendil untuk menemaninya menonton. Akan tetapi, Joko Kendil kembali menolak, ia beralasan sedang sakit. Melihat ketidakhadiran Joko Kendil, kakak-kakak Dewi Melati kembali mengejeknya.
Karena merasa mengabaikan suami yang sakit, Dewi Melati segera pulang sebelum pertandingan selesai. Ia tidak mendapati Joko Kendil. Dewi Melati merasa kesal dan marah, dia langsung mengambil sebuah kendil dan membantingnya ke dinding.
Benda itu langsung hancur berkeping-keping. Tiba-tiba Dewi Melati berpikir kalau kendil itu adalah Joko Kendil. Saat itu dia langsung menangis tersedu-sedu.
Tiba-tiba terdengar suara yang ramah menyapanya, “Mengapa engkau menangis wahai istriku?”
Saat Dewi Melati menoleh, ia sangat heran karena ada kesatria tampan yang sebelumnya ada di pertandingan. Ternyata itu adalah wujud Joko Kendil yang sebenarnya.
Ia hanya akan menjadi pemuda gagah jika ada seorang gadis yang lembut hati menerima pinangannya. Dewi Melati sangat gembira mengetahui suaminya masih hidup.
Saat Joko Kendil memperkenalkan wujud yang sebenarnya, kakak Dewi Melati menyesal. Sementara Dewi Melati hidup bahagia bersama suaminya.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah cinta sejati dapat memusnahkan kutukan.
12. Putri Mandalika
Putri Mandalika adalah putri yang sangat cantik dan baik hati. Ia tinggal di kerajaan bersama ayahnya, Raja Tonjang dan ibunya, Dewi Seranting.
Kerajaan Putri Mandalika berada di Pantai Selatan Pulau Lombok. Kecantikan sang putri amatlah menawan, matanya jelita seperti bintang timur garis-garis wajahnya ayu, rambutnya bak mayang terurai.
Sifatnya juga baik, sopan dan ramah kepada semua orang. Itulah yang membuat banyak pangeran dari berbagai pulau ingin mempersunting Putri Mandalika.
Namun, karena bukan tergolong kerajaan yang besar dan tidak memiliki armada perang yang kuat, Putri Mandalika tidak berani menolak lamaran para raja dan pangeran yang datang. Sehingga ia menerima semua lamaran yang datang.
Ketika pangeran mengetahui bahwa Putri Mandalika menerima semua lamaran, mereka memutuskan untuk membuat pertandingan. Pemenangnya akan menjadi suami Putri Mandalika.
Raja Tonjang yang mendengar ini segera memanggil Putri Mandalika. Ia membayangkan bahwa nanti pasti banyak korban jiwa karena pertandingan tersebut.
Mendengar kekhawatiran ayahnya, Putri Mandalika terdiam. Dalam hati ia menyesal karena bertindak gegabah. Ia pun meminta izin kepada ayahnya untuk menyelesaikan masalah ini dengan keputusannya.
Beberapa hari kemudian, saat pertandingan akan dimulai, Putri Mandalika datang. Ia datang ditemani kedua orang tuanya. Putri Mandalika mencoba memberhentikan pertandingan dan ia akan memilih sendiri calon suaminya.
Para pangeran menatap kagum saat Putri Mandalika turun dari tandunya. Mereka tidak sabar menantikan siapa yang akan dipilih putri.
Awalnya Putri Mandalika hendak memilih salah satu pangeran yang ada di pertandingan itu. Namun ketika melihat tatapan kagum para pangeran, ia sadar siapapun yang terpilih bisa mengakibatkan kecemburuan bagi pangeran lain.
Dalam hati Putri Mandalika berdoa supaya ia bisa mengambil keputusan yang benar. Akhirnya ia berkata, “Wahai pangeran, aku tidak bisa memilih salah satu dari kalian. Karena tubuhku sudah ditakdirkan menjadi nyale, sejenis cacing laut, yang bisa kalian nikmati bersama. Pada bulan tanggal tertentu, nyale akan muncul di permukaan laut.”
Perkataan Putri Mandalika tersebut membuat para perlamar bingung dan bertanya-tanya. Namun tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya, Putri Mandalika melompat ke laut. Ombak laut yang sangat besar langsung membawanya.
Semua orang yang disana terkejut. Mereka semua belum sempat berbuat apa-apa. Tiba-tiba muncul binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak yang berasal dari dasar laut. Binatang itu berbentuk cacing panjang dengan sebutan nyale.
Konon binatang itu adalah jelmaan Putri Mandalika. Seketika air laut penuh dengan nyale beraneka warna ada yang putih, hitam, hijau, kuning, dan coklat.
Pesan moral: pesan moral yang tersirat dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah pengorbanan diri demi menghindari perselisihan.
13. Ular n’Daung
Pada zaman dahulu, hidup seorang wanita tua dengan ketiga anaknya. Mereka hidup serba kekurangan dan hidup hanya dari penjualan hasil kebun.
Suatu hari, wanita itu sakit keras. Orang pintar di sekitar rumahnya meramalkan bahwa ia akan tetap sakit jika tidak diberikan obat khusus. Bukan sembarang obat, itu adalah daun-daunan hutan yang dimasak dengan bara gaib dari puncak gunung. Selain itu, bara tersebut dijaga oleh seekor ular gaib
Tidak ada yang menyanggupi persyaratan itu, kecuali si Bungsu. Akhirnya ia berusaha mendaki gunung yang terdapat si Ular n’Daung. Di sana, ia melihat si ular. Dengan gentar, si Bungsu meminta sebutir bara gaib untuk memasak obat demi obat sang ibu.
Ternyata, ular itu mengabulkan permintaan si Bungsu dengan syarat si Bungsu harus menikahinya. Si Bungsu mengira ini hanyalah ujian dari si ular, ia pun menyetujuinya.
Esok harinya, ia pulang membawa bara api. Kemudian kembali ke hutan untuk menepati janjinya, yaitu dinikahi si ular.
Si Bungsu terkejut karena pada malam hari, ular itu berubah menjadi ksatria tampan bernama Pangeran Abdul Rahman Alamsyah. Namun, ketika pagi hari, ia kembali menjadi ular. Pangeran itu bercerita itu adalah kutukan dari pamannya yang ingin menjadi calon raja.
Sementara itu, ibu si Bungsu telah sehat kembali dan kedua saudarinya yang selalu iri penasaran dengan si Bungsu. Ketika malam hari, mereka mengintip dan segera mengetahui bahwa ada lelaki tampan di puncak gunung, bukan ular.
Melihat itu, mereka berusaha memfitnah si Bungsu dengan cara mengendap ke dalam gua dan mencuri kulit untuk dibakar. Kedua kakaknya mengira itu akan membuat pangeran marah dan mengusir adiknya. Ternyata sebaliknya, dibakarnya kulit ular itu ternyata membebaskan pangeran dari kutukan.
Pangeran segera memeluk si Bungsu dan berkata bahwa kutukan itu telah sirna. Pangeran Alamsjah kemudian mengajak si Bungsu untuk tinggal di istana. Si Bungsu juga mengajak keluarganya, namun kedua kakaknya menolak karena malu. Sementara paman pangeran diusir dari istana.
Pesan moral: pesan moral dari cerita singkat ini adalah berbakti kepada orang tua akan membawa kebaikan. Selain itu, dongeng anak ini juga mengajarkan kita agar jangan memiliki rasa iri kepada orang lain.
14. La Dana dan Kerbaunya
La Dana adalah anak seorang petani Toraja yang terkenal cerdik. Namun, kadang kecerdikannya itu dipakai untuk memperdaya orang.
Suatu hari, ada seorang bangsawan yang akan dikuburkan di kampung mereka. La Dana dan temannya juga hadir ke acara pemakaman, ke upacara kematian tersebut.
alam upacara kematian di Toraja, para hadirin biasanya akan dijamu dengan satu Kerbau. Pemilik upacara itu ternyata orang yang pernah dikerjai La Dana.
Karena itu, ia sengaja hanya memberikan kaki belakang Kerbau kepada La Dana. Sementara, kawan La Dana yang lain diberi seluruh bagian depannya.
Melihat perlakuan yang tidak adil tersebut, La Dana mencari akal. Ia mengusulkan agar menggabungkan daging-daging bagian yang didapatnya dan teman-temannya dan menukarkannya kepada pemilik dengan seekor Kerbau utuh.
“Kerbau ini nantinya akan dipelihara. Nanti jika Kerbau itu sudah gemuk, kita bisa menyembelih dan memakannya sampai puas,” kata La Dana.
Mendengar perkataan La Dana, semua kawannya setuju menukar Kerbau itu dengan Kerbau yang masih hidup. Tuan rumah menerima usulan tersebut.
Seminggu setelah itu, La Dana mulai tidak sabar menunggu agar Kerbaunya gemuk. Suatu pagi, La Dana datang ke rumah kawannya dan meminta Kerbau itu dipotong saja. Namun temannya meminta agar menunggu beberapa hari sampai Kerbau itu cukup gemuk untuk disembelih.
Setelah menunggu beberapa hari, La Dana kembali lagi dan meminta agar bagiannya saja yang dipotong. Dengan demikian Kerbau itu tetap bisa dipelihara oleh sahabatnya.
Namun temannya meminta untuk La Dana menunggu sampai Kerbau itu lebih gemuk. La Dana kecewa tetapi dia juga mengaku alasan kawannya masih masuk akal.
Beberapa hari kemudian, La Dana datang lagi dan kembali meminta agar bagiannya dipotong. Sekali lagi kawannya membujuk. Dia menjanjikan sebagian badan Kerbau asal La Dana mau menunda keinginannya.
Dua hari setelahnya, La Dana kembali datang dan meminta hal yang sama. Kali ini kawannya tidak sabar. Dengan marah, dia menyuruh La Dana mengambil saja Kerbau itu dan jangan mengganggunya lagi.
“Sudahlah aku sudah lelah denganmu, ambillah Kerbau itu untukmu semuanya agar engkau bisa diam dan tidak menggangguku,” sahut kawan La Dana. La Dana senang karena itu memang hanya akal licinnya saja.
Ia sengaja bolak-balik agar temannya kesal. Hasilnya, La Dana memiliki bagian yang lebih besar dari bagian yang seharusnya ia miliki.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng anak kecil sebelum tidur ini adalah kecerdasan dapat dimanfaatkan untuk kebaikan, tetapi waspada karena ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperdaya orang lain.
15. Hikayat Tanjung Lesung
Zaman dahulu, ada seorang pengembara laut selatan bernama Raden Budog. Suatu hari, ia bermimpi bertemu dengan gadis yang sangat cantik, lalu memutuskan mengembara untuk mencari keberadaan gadis tersebut.
Setelah melewati berbagai rintangan, ia sampai di sebuah desa kecil. Di sana, ia bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Sri Poh Haci. Ia merupakan anak dari Nyi Siti.
Sehari-hari, Sri Poh Haci menumbuk padi menggunakan antan dan lesung. Antan dipukulkan ke lesung hingga menghasilkan irama.
Jika permainan itu dilakukan bersama-sama, alunan suara menjadi terdengar merdu. Di sana, permainan itu disebut ngagondang. Namun, ada pantangan yang tidak boleh dilanggar, yaitu dilarang bermain ngagondang pada hari Jumat.
Ketika Raden Budog tiba di desa itu, kebetulan permainan ngagondang tengah dilakukan. Ia langsung tertarik mendengarnya. Sesaat, matanya tak berkedip melihat Sri Poh Haci.
Wajahnya sangat mirip dengan gadis yang ia lihat di mimpinya. Ia lantas mendatangi rumah Sri Poh Haci dan berkenalan. Ia bermaksud melamar Sri Poh Haci dan mereka pun akhirnya menikah.
Raden Budog sering sekali ikut serta ketika warga melakukan permainan ngagondang. Saking senangnya, Raden Budog segera lupa waktu. Tepat saat hari Jumat, Sri Poh Haci mengingatkan suaminya untuk tidak ngagondang pada hari itu.
Raden Budog hanya terdiam. Tidak lama kemudiannya, Nyi Siti juga ikut mengingatkan menantunya. “Hendaknya engkau menghormati adat yang berlaku di desa ini. Janganlah engkau ngagondang hari ini.”
Namun, Raden Budog tetap ngagondang pada hari Jumat. Ia semangat dan gembira meskipun hanya bermain sendiri. Ia meloncat tak tentu arah ketika bermain.
Kemudian keanehan pun terjadi. Anak-anak melihat ada lutung yang sedang bermain lesung.
“Lihat ada lutung bermain lesung! Ada lutung bermain lesung!” teriak anak-anak itu seraya menunjuk ke Raden Budog.
Raden Budog awalnya tidak menyadari bahwa ia telah berubah menjadi lutung. Ia sangatlah terkejut melihat tangan dan kakinya berbulu amat lebat, berwarna hitam seperti lutung.
Raden Budog juga meraba wajahnya yang penuh dengan bulu lebat berwarna hitam. Raden Budog telah berubah menjadi lutung. Ia melarikan diri dengan memanjat pohon.
“Lutung kasarung! Lutung kasarung!” teriak warga ketika melihat Raden Budog berlompat dari satu pohon ke pohon lainnya.
Sri Poh Haci sangat sedih mendapatkan kenyataan itu. Secara diam-diam ia meninggalkan desa.
Konon Sri Poh Haci kemudian menjelma menjadi Dewi Padi. Untuk mengenang Raden Budog dan Sri Poh Haci, warga menamakan desa tersebut menjadi desa lesung. Karena letaknya tepat di sebuah tanjung dekat pantai, desa itu dinamai Tanjung Lesung.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur ini memberikan pesan moral untuk menghormati budaya di tempat yang sedang kita kunjungi.
15 Cerita Si Kancil terbaik, penuh pesan moral untuk dongeng sebelum tidur
Berikut ini dongeng sebelum tidur tentang Kancil dan kawan-kawan binatangnya. Dongeng anak ini dikutip dari buku Kancil Menipu Gajah dan Kumpulan Cerita Kancil Lainnya penerbit Rainbow Publisher dan Dongeng Sebelum Tidur Fabel Nusantara 30 Dongeng Binatang Seru dari Seluruh Indonesia penerbit Wahyu Media.
1. Kancil Mencuri Mentimun
Suatu hari Kancil berjalan-jalan di tengah hutan. Ia rehat sejak di bawah pohon besar sambil memandang sekeliling. Dari kejauhan, ia melihat sebuah kebun mentimun milik Pak Tani yang berbuah banyak.
Kancil tergiur melihat mentimun, sudah lama ia tidak makan itu. Kancil tidak berani mendekati kebun karena ada Pak Tani. Ketika Pak Tani pulang, Kancil keluar dari persembunyiannya.
Ia memeriksa sekeliling kebun untuk memastikan Pak Tani benar-benar sudah pulang. Setelah aman, Kancil memetik banyak sekali mentimun lalu memakannya hingga kenyang.
Esok harinya, Pak Tani terkejut melihat kebunnya berantakan. Mentimunnya banyak yang hilang dan ada jejak kaki Kancil di sana.
Pak Tani marah besar lalu pulang ke rumah. Ia menyiapkan jebakan untuk menangkap Kancil. Pak Tani membuat orang-orangan sawah dan memakaikan pakaian warna hitam. Kemudian, orang-orangan sawah itu dilumuri getah nangka. Dipasangnya orang-orangan sawah itu di kebun.
Menjelang sore, Pak Tani berpura-pura pulang ke rumah. Ia bersembunyi di balik gundukan tanah. Seperti biasa, Kancil keluar dari sarangnya. Ia memperhatikan kebun Pak Tani dari tepi hutan.
Ketika melihat bayangan orang berpakaian hitam, Kancil tidak yakin itu adalah Pak Tani. Malah Kancil menganggap orang itu berniat mencuri timun seperti dirinya.
Kancil menunggu hingga malam hari, tetapi orang mencurigakan itu tidak beranjak dari kebun.
Kemudian Kancil habis kesabaran akhirnya masuk ke dalam kebun. Pak Tani senang Kancil masuk perangkapnya.
“Hei, Manusia! Rakus benar kau ini. Sejak tadi kulihat engkau mencuri mentimun di kebun ini. Sekarang giliranku, pergilah atau kutendang kamu!”
Pak Tani yang bersembunyi di balik gundukan tanah menjawab perkataan Kancil dengan suara yang dibuat-buat.
“Memangnya aku takut kepadamu? Kemarilah, akan kuhajar kamu!”
Kancil menendang orang-orangan sawah dengan kaki depannya. Getah nangka yang dioleskan Pak Tani mengenai kaki Kancil.
Kancil berteriak minta kakinya dilepaskan. Ia mengancam akan menendang orang-orangan sawah itu dengan kaki belakangnya yang lebih kuat.
“Kaki belakangmu tidak ada apa-apanya. Cobalah tendang aku bila omonganmu memang benar.”
Sekali lagi Kancil menendang orang-orangan sawah. Kini kedua kakinya menempel di orang-orangan sawah. Kancil mengaku kalah dan minta dilepaskan.
Saat itulah Pak Tani keluar dari persembunyiannya dan membawa Kancil ke rumahnya untuk dimasak. Pak Tani memutuskan untuk memelihara Kancil sebelum dimasak karena tubuh Kancil kurus sekali. Kancil diletakkan di kandang besi.
Setelah beberapa hari di kurung, Kancil mulai mencari cara keluar dari jebakan. Ia memanfaatkan anjing Pak Tani. Kancil berkata bahwa ia memiliki tulang yang banyak di kandangnya dan ingin memberikan tulang itu kepada Anjing sebagai hadiah karena telah setia kepada Pak Tani.
“Bila kau izinkan, aku akan pulang ke sarangku sebentar untuk mengambilnya. Aku janji akan kembali lagi ke dalam kurungan ini setelah membawakanmu tulang-tulang itu.”
Anjing pun setuju dan membiarkan Kancil keluar. Saat itu, Pak Tani sedang pergi ke kebun mentimun. Agar Anjing tidak curiga, Kancil berusaha jalan biasa saja, bahkan ia sempat bersalaman dengan Anjing.
Setelah agak jauh, barulah Kancil berlari sekencang-kencangnya masuk ke dalam hutan. Ia berjanji tidak pernah mencuri mentimun lagi.
Sementara itu, anjing Pak Tani yang melihat Kancil berlari langsung sadar dirinya telah ditipu. Pak Tani yang tahu hal ini marah besar kepada anjingnya.
Pesan moral: Pesan moral dalam dongeng sebelum tidur Kancil Mencuri Mentimun adalah mencuri adalah perbuatan tercela yang tidak boleh kita lakukan.
2. Kisah Kancil dan Tikus
Pada suatu malam, Kancil mendengar suara kesakitan di belakang rumahnya. Ternyata ada Tikus yang kesakitan karena kakinya tertancap duri. Kancil pun berusaha mencabut duri itu.
Hari terus berganti. Ketika Kancil sedang bersantai di bawah pohon, ia tidak sadar ada Pemburu yang siap memanahnya.
Melihat kejadian itu, Tikus segera menggigit Pemburu sehingga gagal memanah Si Kancil. Kancil terkejut melihat Pemburu kesakitan, kemudian ia tahu Tikus telah menyelamatkannya.
Pesan moral: pesan moral dari cerita fabel ini adalah persahabatan yang baik adalah sahabat yang saling tolong menolong.
3. Persahabatan Kancil dan Ikan Paus
Persahabatan Kancil dan Paus terjadi setelah Kancil menolong Ikan Paus yang terdampar di pinggir kali. Setiap hari, Kancil selalu dibawa keliling laut oleh Paus. Ia duduk di atas Ikan Paus. Ikan Paus senang melihat Kancil bahagia.
Akan tetapi, sore ini Kancil tidak melihat Ikan Paus. Begitu pula hari berikutnya. Ini membuat Kancil khawatir.
Keesokan harinya, Kancil kembali ke pantai. Tak lama kemudian Ikan Paus datang. Kancil bertanya tentang kemana Ikan Paus kemarin.
“Hai, Kancil. Aku minta maaf, ya, kemarin tidak datang. Di dalam laut sedang ada masalah. Raja Ikan Paus sedang sakit keras. Aku harus mencari tabib yang bisa mengobati rajaku itu,” kata Ikan Paus.
Mendengar hal itu Kancil iba dan berniat untuk membantu Paus. Ia bertekad mencari tabib. Paus memberi waktu selama dua hari.
Kancil segera kembali ke hutan. Ia mencari tabib tua yang sangat sakti. Kancil menanyakan tabib itu ke seluruh penghuni hutan. Namun, tidak ada yang tahu. Ia pun kembali ke rumahnya.
Menjelang pagi, Rusa membangunkan Kancil. Ia bilang tahu keberadaan tabib itu. Kancil pun langsung meminta antar Rusa ke rumah tabib.
Rusa memberi syarat kepada Kancil. Ia akan mengantarkan Kancil dengan syarat Kancil harus memberikan semua persediaan makanannya.
Kancil setuju. “Demi sahabatku, Ikan Paus, aku harus menemukan tabib itu untuk menyembuhkan Raja Ikan Paus,” ucap Kancil.
Rusa tersebut seketika berubah menjadi tabib tua. Kancil pun terkejut.
“Aku tabib tua itu, aku hanya menjelma menjadi rusa, agar tahu kesungguhanmu menjaga persahabatan. Sekarang, mari kita ke laut. Kita obati Raja Ikan Paus,” kata tabib tua.
Setibanya di laut, Tabib Tua segera mengobati Raja Ikan Paus. Kemudian, Raja Ikan Paus sembuh. Paus sangat senang, persahabatan Kancil dan Paus semakin baik.
Pesan moral: pesan moral dari cerita fabel ini adalah berusaha menolong teman yang kesulitan akan membuat persahabatan menjadi erat.
4. Kisah Kancil dan Tikus
Pada suatu malam, Kancil mendengar suara kesakitan di belakang rumahnya. Ternyata ada Tikus yang kesakitan karena kakinya tertancap duri. Kancil pun berusaha mencabut duri itu.
Hari terus berganti. Ketika Kancil sedang bersantai di bawah pohon, ia tidak sadar ada Pemburu yang siap memanahnya.
Melihat kejadian itu, Tikus segera menggigit Pemburu sehingga gagal memanah Si Kancil. Kancil terkejut melihat Pemburu kesakitan, kemudian ia tahu Tikus telah menyelamatkannya.
Pesan moral: pesan moral dari cerita fabel ini adalah persahabatan yang baik adalah sahabat yang saling tolong menolong.
5. Hari Ulang Tahun Kancil
Di sebuah hutan, hiduplah seekor Kancil yang cerdik. Hari itu adalah hari ulang tahunnya, dan ia mengundang semua temannya untuk berpesta.
Kancil sudah menyiapkan buah-buahan dan sayuran, tapi ia baru sadar lupa membawa wortel. Letaknya ada di seberang sungai penuh buaya.
Meski takut, Kancil akhirnya nekat pergi bersama Kerbau dan Kelinci. Mereka menemukan sebuah jembatan tua yang harus dilewati agar tidak dimangsa buaya. Kelinci berjalan lebih dulu, disusul Kancil, lalu Kerbau di belakang.
Karena Kerbau ragu melintasi jembatan yang sudah rapuh, Kancil menyarankannya untuk berlari cepat. Begitu Kerbau selesai berlari, jembatan itu langsung roboh. Untungnya, mereka berhasil mendapatkan banyak wortel di sekitar mulut gua di seberang sana.
Sayangnya, mereka justru terjebak di dalam gua. Kerbau yang tertarik dengan cahaya di dalam gua tanpa sengaja mendorong batu penahan pintu gua, sehingga batu-batu berjatuhan dan menutup jalan keluar mereka.
Kancil pun berpikir keras mencari cara untuk keluar, sementara Kerbau menangis karena khawatir tubuhnya terlalu besar untuk melewati celah sempit yang mungkin mereka temukan.
Kelinci akhirnya berhasil menemukan lubang cukup besar di dalam gua, dan mereka semua berhasil keluar, termasuk membantu Kerbau melewatinya. Setelah keluar, Kancil mengajak teman-temannya membuat jembatan baru. Kerbau bertugas mendorong pohon tumbang, sementara Kelinci mengumpulkan tanaman merambat untuk dijadikan tali pengikat.
Percobaan pertama mereka sempat gagal karena tali yang digunakan hampir putus dan membuat Kelinci nyaris jatuh ke sungai. Setelah beberapa kali mencoba dengan sisa bahan yang ada, mereka akhirnya berhasil membangun jembatan baru.
Kerbau pun diminta menyeberang lebih dulu untuk memastikan jembatan itu aman, sebelum akhirnya Kancil dan Kelinci ikut melintas. Setelah perjalanan panjang itu, mereka akhirnya sampai kembali di rumah Kancil untuk merayakan ulang tahunnya, lengkap dengan wortel hasil petualangan mereka.
Sebelum pulang, Kancil membagikan sisa wortel kepada teman-temannya dan mengucapkan terima kasih. Karena tanpa bantuan mereka, semua ini tidak akan mungkin terjadi.
Pesan moral: pesan moral dari cerita fabel ini adalah menolong sahabat di hari pentingnya akan menjadi memori baik yang akan dikenang.
6. Kancil dan Buaya
Suatu hari terjadi banjir di tempat tinggal Kancil dan binatang lainnya. Mereka terpaksa mengungsi karena khawatir tenggelam ditelan banjir bandang. Semua hewan mengungsi tanpa perbekalan. Hanya Kancil yang telah memperhitungkan segalanya. Ia mempersiapkan bekal yang cukup.
Untuk mencapai pegunungan, semua hewan harus menyebrangi sungai yang dihuni kelompok buaya yang kelaparan. Benar saja, pemimpin buaya yang melihat seluruh binatang hutan menuju sungai langsung bersorak gembira, “Kawan, inilah hari keberuntungan kita. Sebentar lagi kita akan berpesta!”
Satu per satu binatang yang menceburkan diri ke sungai jadi santapan buaya. Kancil ketakutan, tetapi ia berusaha tetap senang. Hanya sungai itu satu-satunya jalan untuk ke pegunungan.
Kancil kemudian memutar otak untuk memperdaya buaya agar ia bisa selamat dari buaya. Kancil segera berlari ke atas sungai lalu berteriak “Buaya apakah kalian masih lapar?”
“Tentu saja, sekarang giliranmu menjadi santapan kami!” jawab salah satu buaya.
“Tunggu dulu! Lihatlah tubuhku yang kurus ini. Apakah kalian kenyang bila kalian memakanku bersama-sama”
Kancil bercerita ia mempunyai banyak daging segar yang sengaja ia persiapkan untuk buaya. Pemimpin buaya mulai percaya dengan cerita Kancil.
Kancil berjanji menyerahkan daging segar itu, tetapi ia perlu tahu jumlah buaya di sungai untuk memastikan dagingnya cukup. Kancil menyuruh buaya berjajar mulai dari tepi sungai agar ia mudah menghitung jumlah kalian.
Sesuai arahan Kancil, buaya mulai berjajar dari tepi sungai tempat Kancil berdiri hingga ujung seberang. Kancil dengan tenang melompat dari satu punggung buaya ke punggung buaya lain. “Satu… dua… tiga…”
Setelah sampai seberang, buaya menagih daging segar dari Kancil. Kancil tertawa dan berkata bahwa ia sebenarnya tidak memiliki daging segar sama sekali.
Para buaya akhirnya menyadari mereka telah teperdaya. Mereka mencoba mengejar Kancil, namun lari mereka sangat lambat di daratan. Kancil pun selamat di atas pegunungan.
Pesan moral: Pesan moral dongeng anak Kancil dan Buaya adalah setiap kesulitan pasti ada jalan keluarga.
7. Kancil Menipu Gajah
Suatu hari Kancil sedang berjalan-jalan di tepi hutan sambil bernyanyi riang. Tiba-tiba Kancil terpeleset dan jatuh ke dalam jurang. Ia berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari jurang, tetapi usahanya sia-sia.
Ia tidak putus asa, ia berteriak minta tolong dari dalam jurang. Namun tak ada satu pun binatang hutan yang mendengarkannya. Setelah seharian di dalam jurang, Gajah pun melintas di dekat jurang.
“Cil, mengapa kamu berada di dalam jurang sambil menangis?” tanya Gajah.
Kancil senang ada binatang yang datang. Sehingga, ia menyusun rencana agar Gajah mau menolongnya naik ke permukaan.
“Aku sedang bersembunyi di dalam sini, Kawan. Hari ini langit akan runtuh!”
Gajah ketakutan dan ingin bersembunyi bersama Kancil. Kancil awalnya melarang karena tempatnya sangat sempit. Namun, Gajah terus memohon kepada Kancil agar diperbolehkan. Kancil pura-pura berpikir kemudian ia setuju.
“Baiklah. Tapi agar tempat ini muat, nanti kau gendong aku, ya,” pinta Kancil.
Gajah segera melompat ke dalam jurang. Setelah mendarat, Kancil segera naik ke punggung Gajah lalu lompat ke permukaan.
Gajah kebingungan, bukankah langit akan runtuh?
Kancil pun mengaku ia hanya membohongi Gajah sambil tertawa-tawa. Kini Gajah menangis dan berteriak minta tolong.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur pendek tentang Kancil dan Gajah ini memiliki pesan moral untuk tidak berbohong kepada orang lain, apalagi jika sampai merugikan orang lain.
8. Kancil dan Seruling Ajaib
Suatu hari Kancil berjalan-jalan di tengah hutan dan mendengar suara merdu dari sebuah rumpun bambu. Ia mendekat karena penasaran dan ternyata suara merdu itu berasal dari gesekan batang-batang bambu yang ditiup angin.
Kancil takjub dengan suara merdu itu dan segera memanjatkan syukur kepada tuhan. “Sungguh Mahabesar Engkau ya Tuhanku. Suara merdu bambu-bambu ini laksana seruling ajaib,” batin Kancil.
Saking menikmatinya, Kancil tak sadar berjalan masuk ke dalam rumpun bambu itu. Kemudian tubuh Kancil terjepit di antara pohon-pohon bambu.
Tidak jauh dari situ, ada Harimau yang juga mendengar suara merdu itu dan mendekat. Harimau melihat Kancil terjepit. Ia sangat senang karena sedang kelaparan. Kancil akan jadi santapan makan siangnya.
Kancil terkejut melihat Harimau dan berusaha lepas dari impitan bambu. Namun, usahanya sia-sia. Kancil pun mulai memutar otak.
“Harimau, jangan makan aku. Bila kau tidak memakan aku, aku akan memberitahumu suatu rahasia besar,” ucap Kancil kepada Harimau.
Harimau penasaran dengan rahasia Kancil.
Kancil menjelaskan bahwa suara merdu yang mereka dengar berasal dari seruling ajaib yang sedang ditiup oleh Kancil. Kancil berkata bahwa seruling ajaib itu tidak terlihat, tetapi dapat mengeluarkan bunyi yang sangat merdu.
Kancil menawarkan kepada Harimau apakah ia mau mencobanya.
“Tentu saja, Kancil. Aku ingin meniupnya. Ajari aku, Cil!” pinta Harimau. Kancil tersenyum, ia tak menyangka Harimau mudah ditipu.
“Baiklah, aku akan mengajarkanmu, tetapi kau harus melonggarkan batang bambu yang menjepit tubuhku dulu. Setelah aku terbebas, kau harus sengaja memasukkan kepalamu ke antara bambu-bambu ini dan menjulurkan lidahmu sepanjang-panjangnya.”
Harimau menuruti perkataan Kancil. Ia membebaskan Kancil dan memasukan kepalanya ke impitan batang bambu. Kancil merasa puas telah menipu Harimau. Harimau yang sadar dirinya ditipu langsung berusaha melepaskan diri dari impitan bambu, tetapi usahanya sia-sia.
Pesan moral: Pesan moral dari dongeng sebelum tidur tentang Kancil dan harimau adalah jangan mudah teperdaya oleh ucapan yang belum pasti benar.
9. Kancil dan Kerbau Baik Hati
Kancil dan Kerbau telah bersahabat sejak lama dan saling membantu saat ada kesulitan. Suatu hari Kerbau terjerembab di dalam lumpur ketika sedang berkubang. Kancil dengan sigap membantu Kerbau. Ia mencari rotan dari tengah hutan dan menarik tubuh Kerbau dengan rotan itu. Sejak itu, Kerbau merasa berutang budi kepada Kancil.
Sudah bukan rahasia lagi kalau para buaya di sungai selalu mengincar Kancil. Suatu hari buaya menyiapkan jebakan untuk Kancil. Mereka berjajar dari tepi sungai ke seberang seperti sebuah jembatan.
Sungai yang dihuni buaya itu adalah satu-satunya jalan menuju padang rumput. Ketika Kancil berjalan ke tepi sungai dan melihat jembatan, ia curiga itu adalah jebakan.
Kancil pun tidak segera menyebrang jembatan dan memutuskan untuk menunggu binatang hutan lain melintas jembatan. Binatang lain pun mulai berdatangan. Selama mereka menyebrangi jembatan, tidak terjadi apa-apa. Buaya sengaja membiarkan para binatang itu karena yang mereka incar adalah Kancil.
“Ah, sepertinya hanya kecurigaanku saja,” kata Kancil.
Ia pun menyebrangi jembatan seperti binatang lain. Namun, di tengah-tengah hutan jembatan buaya itu berpencar. Kancil pun jatuh ke dalam derasnya air sungai dan ia berusaha menyelamatkan diri.
Para buaya mengejar Kancil yang mati-matian berenang menuju ke tepian. Ia berhasil sampai ke tepian, namun seekor buaya berhasil melukai salah satu tungkainya.
Meskipun terluka, Kancil lega ia bisa pulang ke sarangnya. Mendengar Kancil diserang buaya, Kerbau segera datang ke sarang Kancil. Ia berjanji akan membantu Kancil membalas perbuatan para buaya.
Ketika Kancil sembuh, ia dan Kerbau mulai menyusun rencana untuk membalas para buaya. Mereka pergi ke tepi sungai dan bersembunyi di balik semak.
Kancil melemparkan sekantung daging yang telah disiapkan. Para Buaya itu segera memperebutkan daging itu. Saat itulah Kerbau keluar dari semak-semak. Ia mengibaskan kakinya lalu menabrak sebuah pohon besar.
Pohon besar itu tumbang dan menimpa para buaya. Ada dari mereka yang tewas dan sisanya luka-luka. Kini para buaya tidak lagi berani mengganggu Kancil dan Kerbau.
Pesan moral: Pesan moral dari cerita dongeng sebelum tidur ini adalah sahabat senantiasa saling menolong dalam berbagai situasi.
10. Kisah Kancil dan Beruang
Pada mulanya, kehidupan di sebuah hutan berjalan tentram dan damai, dan semua hewan tercukupi kebutuhannya. Namun suatu hari datang seekor tamu tak diundang yang membuat seluruh penghuni hutan ketakutan. Tidak ada satu pun hewan yang berani keluar dari sarang, meski perut mereka kelaparan.
Di tempat yang jauh dari hutan itu, tinggallah si Kancil yang sudah lama tidak berkunjung. Tiba-tiba ia ingin menengok hutan dan bertemu teman-temannya. Tanpa tahu apa yang sedang terjadi, ia melangkah masuk. Setelah berjalan cukup jauh, ia merasa heran karena hutan terasa begitu sepi.
“Mengapa hutan ini sunyi sekali?” gumam si Kancil.
Tak lama kemudian, Burung Balam menyerukan peringatan dengan gerakan yang tergesa.
“Hei Kancil! Segeralah bersembunyi sebelum kau dimangsanya! Karena hutan ini sudah tidak aman lagi! Anak-anak kami banyak yang mati dibuatnya.” teriak Burung Balam.
Kancil bertanya siapa hewan itu dan di mana tinggalnya. Burung Balam menjawab bahwa ia tidak tahu tempat tinggalnya, tetapi hewan itu muncul tiba-tiba dan memangsa siapa pun yang ditemuinya. Nyali Kancil ciut. Hewan-hewan lain yang mendengar percakapan itu pun membenarkan peringatan tersebut.
Kancil lari mencari tempat bersembunyi, tetapi belum jauh ia berlari, hewan yang dibicarakan tadi sudah berdiri di hadapannya. Tubuhnya besar dan cakarnya tajam, sehingga hewan-hewan kecil takut kepadanya. Kancil mencoba kabur, tetapi hewan itu lebih cepat. Dalam pelariannya, Kancil tanpa sengaja menabrak hewan itu hingga jatuh ke lumpur.
Meski terancam, Kancil tidak menyerah dan mendapat akal.
“Stop! Jangan kau makan mangsamu dalam keadaan seperti ini. Nanti rasanya tidak akan nikmat seperti yang kau bayangkan.” ucap si Kancil.
Hewan buas itu bertanya apa yang harus dilakukan, lalu Kancil memohon izin membersihkan diri di sungai terdekat sebelum disantap. Hewan itu setuju dan mengikutinya dari belakang.
Dalam perjalanan, Kancil bertanya apakah hewan itu bernama beruang.
“Iya! Aku beruang! Aku adalah raja hutan. Semua hewan takut kepadaku.” ucap beruang dengan sombongnya.
Kancil lalu memancingnya dengan mengatakan bahwa beruang pasti lebih menyukai madu daripada dirinya yang belum tentu lezat. Beruang mengakui hal itu, tetapi ia belum menemukan madu di hutan ini. Kancil menawarkan diri mengantarkannya ke tempat penyimpanan madu setelah ia selesai mandi. Beruang yang tidak curiga sedikit pun langsung setuju.
Setelah Kancil membersihkan diri di sungai, keduanya melanjutkan perjalanan ke sebuah gua yang katanya berisi madu. Di mulut gua, Kancil mengatakan bahwa gua itu gelap, tetapi madu yang lezat ada di dasarnya. Beruang dengan semangat mengajaknya masuk. Di dalam gua, Kancil menyuruh beruang mendengarkan suara lebah dan mengatakan bahwa madunya sudah dekat, tetapi letaknya sulit dilihat. Ia meminta beruang menunggu sementara ia keluar mengambil api. Beruang mengangguk.
Namun Kancil tidak membawa api masuk. Ia justru menyulut api di mulut gua, sehingga mulut gua tertutup dan beruang terjebak di dalam.
Tak lama kemudian terdengar suara buaya yang telah memangsa beruang.
“Terima kasih Kancil. Kau telah menolongku dengan memberi makanan untukku. Sejujurnya aku sudah sangat kelaparan karena sudah lama sekali aku tidak makan.” ucap buaya.
“Sama-sama buaya. Aku memberikannya padamu karena dulu kau pernah membantuku menyeberang sungai.” sahut si Kancil.
Ternyata gua yang dimaksud Kancil adalah mulut buaya yang sudah lama menunggu mangsa, dan suara lebah itu adalah laron yang beterbangan di dalam mulut buaya. Beruang pun mati di dalam mulut buaya. Hutan kembali tenteram, damai, dan aman, dan tidak ada lagi hewan yang hidup dalam ketakutan.
Pesan moral: pesan moral dari cerita anak ini adalah jangan menjadi orang yang sombong. Pembalasan dapat datang dari arah yang tidak terduga.
11. Kisah Kancil dan Cicak Badung
Pada suatu hari, si Kancil sedang berbincang santai dengan sekawanan semut di tepi parit. Tak lama, para semut melihat sebuah apel merah yang menjulur ke arah sungai. Mereka meminta Kancil memotong apel itu menjadi potongan kecil agar lebih mudah dinikmati.
Saat para semut asyik menyantap apel, seekor cicak datang dan tiba-tiba mengambil potongan besar dari apel itu. Para semut berteriak dan menyebut cicak sebagai pencuri.
Setelah mengetahui kejadian itu, Kancil mengusulkan sebuah ide untuk mengambil kembali hak para semut. Ia membawa satu genggam buah kecil berwarna merah. Para semut menertawakannya karena menganggap rencana itu lucu.
Pada akhirnya para semut tidak menanggapi rencana tersebut. Namun cicak terus-menerus mencuri apel, sampai akhirnya para semut menyetujui rencana Kancil.
Keesokan harinya, para semut meninggalkan sisa apel di pinggir tanpa dijaga. Cicak yang melihatnya langsung mengambil sisa apel itu. Para semut yang mengetahuinya tidak marah, malah tertawa senang. Cicak pun curiga, lalu mengintip kawanan semut yang sedang membahas strategi bersama Kancil.
“Kancil, apakah buah yang dicuri cicak tadi bukan cabai?” tanya seekor semut.
Kancil menjawab bahwa yang dicuri cicak memang bukan cabai. Ia menjelaskan bahwa kalau cicak mendengar tawa semut dan tahu buah itu cabai, cicak tidak akan memakannya, karena cicak tidak menyukai cabai dan akan mencuri buah lain.
Buah yang disiapkan Kancil untuk dicuri cicak sebenarnya adalah strawberry. Kalau cicak kekenyangan dan tertidur setelah memakannya, cicak tidak akan mencuri makanan semut lagi.
Kancil juga berkata bahwa keesokan harinya ia akan membawa satu keranjang strawberry ke rumah cicak dan menasihatinya agar tidak mencuri lagi. Cicak yang mendengar hal itu menangis dan diam-diam menyesali perbuatannya.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah jangan mengambil sesuatu yang bukan kita miliki.
12. Kancil dan Gong Ajaib
Dalam sebuah hutan belantara, hidup seorang harimau yang sangat sombong. Ia merasa ialah binatang paling kuat di hutan. Harimau sering menindas binatang hutan yang lebih kecil dan lebih lemah darinya.
Sifat itu membuat si Kancil tak tahan dengan sikap harimau. Ia pun menyusun rencana untuk membuat harimau jera. Untuk menjalankan rencana itu, Kancil membutuhkan bantuan kelinci.
Ia pun bergegas pergi ke rumah kelinci. “Aku membutuhkanmu kelinci, pergilah kepada harimau yang sombong itu dan bilang bahwa aku baru saja menghajarmu. Bilang padanya bahwa aku juga akan menghajar siapa saja yang menggangguku, termasuk harimau. Karena aku sudah menjalankan tugas penting,” kata Kancil serius.
“Tugas penting apa itu, Kancil?” tanya kelinci.
“Sudah, katakan saja tugas yang sangat penting.”
“Aku akan menunggu harimau di bawah pohon di ujung jalan itu,” kata Kancil sambil menunjuk tempat yang dimaksud.
Meskipun takut, kelinci tetap pergi menemui harimau. kelinci mendapati harimau sedang tidur bermalas-malasan di atas batu besar.
Sesuai yang diperintahkan Kancil, kelinci dengan gemetar berkata kepada harimau bahwa ia baru saja dihajar Kancil dan Kancil akan menghajar siapa saja yang mengganggunya, termasuk harimau, karena ia sedang menjalankan tugas penting. Awalnya harimau sedikit tidak percaya, namun kelinci berusaha meyakinkan harimau.
Harimau yang penasaran akhirnya meminta kelinci untuk mengantarkannya ke tempat Kancil. Kelinci mengantar harimau ke tempat Kancil berada. Ia menunjukkan pohon yang dimaksud Kancil.
Setelah itu kelinci segera berlari masuk ke rumahnya di balik semak-semak. Harimau yang geram mendatangi Kancil.
“Tadi kelinci berkata kepadaku kalau kau akan menghajarku bila aku mengganggumu?” tanya harimau marah.
“Benar sekali, aku akan menghajar siapa saja yang menggangguku, aku sedang mengerjakan tugas yang sangat penting,” jawab Kancil dengan wajah yang dibuat sangat serius.
Harimau ingin tahu apa tugas penting itu. Awalnya Kancil tidak mau langsung menjawabnya, ia pura-pura berpikir. Padahal, dalam hati Kancil senang karena rencana yang menjebak harimau berjalan dengan sempurna.
“Baiklah harimau, aku akan mengatakannya, aku sedang menjaga gong ajaib. Gong itu bila dipukul akan mengeluarkan suara yang sangat merdu. Tak ada satu pun alat di dunia ini yang bunyinya semerdu gong ajaib ini,” kata Kancil serai yang menunjuk benda yang menggantung di atas pohon.
Mendengar itu harimau ingin sekali membunyikan gong ajaib itu. Namun Kancil menolak. Katanya Kancil sendiri pun tidak berani membunyikannya. Namun harimau tetap ingin membunyikan gong ajaib itu.
Kancil pun berkata kepada harimau, “tapi kalau terjadi apa-apa kau jangan menyalahkanku ya?”
Harimau mengangguk setuju. Ia pun naik ke atas pohon dan memukul benda ajaib yang dimaksudkan Kancil dengan sebatang kayu.
Sementara Kancil segera berlari meninggalkan harimau. Harimau kira ia akan segera mendengar bunyi yang sangat merdu. Namun yang terjadi malah muncul kerumunan lebah yang marah yang keluar dari benda yang dipukul harimau.
Ternyata gong ajaib itu adalah sebuah sarang lebah. Lebah-lebah yang marah itu menyengat harimau. Membuat harimau kesakitan.
Harimau buru-buru turun dari pohon dan lari terbirit-birit. Ia juga menceburkan dirinya ke dalam kebangan lumpur agar lebah-lebah tidak menyengatnya. Harimau merasakan sakit di sekujur tubuhnya karena ratusan lebah telah menyengatnya.
Harimau sangat marah kepada Kancil atas kejadian ini. Sedangkan Kancil dan kelinci tertawa terpingkal-pingkal melihat harimau yang masuk ke dalam kubangan lumpur.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah akan ada pembalasan bagi orang yang bersikap angkuh.
13. Kancil dan Siput
Alkisah di sebuah hutan hidup seorang Kancil yang sombong. Ia selalu menantang semua binatang hutan untuk lomba lari dengannya. Kancil ingin semua binatang tahu dialah binatang tercepat di hutan.
Suatu hari Kancil bertemu dengan kuda. Ia mengajak kuda untuk berlomba lari dengannya. Awalnya sang kuda menolak. Namun Kancil terus memaksa.
“Kau takut aku akan mengalahkanmu kan kuda. Ternyata dirimu tidak sebesar ukuran tubuhmu,” pancing Kancil.
Kuda termakan perkataan Kancil. Kancil berhasil membuat kuda marah dan kesal. Akhirnya mereka pun akan mengadakan lomba lari.
Sebelum itu Kancil berkata. “Pegang perkataan ku kuda. Bila aku kalah, aku akan pergi dari hutan ini selamanya. Tapi bila kau yang kalah, kau harus berlutut dan mencium kakiku,” kata Kancil yang sombong.
“Aku pasti mengalahkanmu. Aku akan ku bungkam mulut besarmu itu,” kata kuda geram.
Esok harinya kuda dan Kancil pergi ke sebuah tanah lapang untuk bersiap lomba lari. Perlombaan ini disaksikan oleh seluruh binatang hutan dan singa si raja hutan menjadi wasit dalam perlombaan.
Satu, dua, tiga!
Singa meneriakan aba-aba pertanda dimulainya perlombaan. Kuda dan Kancil melesat meninggalkan garis start. Perlombaan lari antara kuda dan Kancil berjalan sangat sengit.
Mereka berdua berlari susul-menyusul. Tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya perlombaan dimenangkan oleh Kancil.
Kuda pun menerima kekalahannya. Ia terpaksa berlutut dan mencium kaki Kancil. Kancil merasa bangga pada dirinya.
“Dengarkan, akulah hewan terpintar dan tercepat di hutan ini. Kalian tak tidak ada apa-apanya bila dibandingkan denganku.”
Siput yang mendengar perkataan Kancil yang sombong itu langsung marah. Ia segera menantang Kancil.
“Sombong sekali kau Kancil, aku akan menantangmu lomba lari. Jika kau menang, aku akan berlutut dan mencium kakimu seperti yang dilakukan kuda. Tetapi bila aku yang menang, aku harap kau meminta maaf kepada semua binatang hutan atas kesombonganmu.”
Kancil meremehkan siput. Tidak mungkin siput akan menang lomba lari melawannya. Lihat saja, jalannya saja lambat. Pasti ia akan mengalahkan siput dengan mudah.
Setelah menantang Kancil, siput segera mengumpulkan teman-temannya. Ia mengatur strategi untuk mengalahkan siput. Siput menyuruh temannya untuk bersembunyi di sepanjang lintasan lari dan menjawab bila Kancil bertanya.
Ketika hari perlombaan dimulai, seperti biasa. Kancil melesat meninggalkan garis start. Sedangkan siput tertinggal di belakangnya. Kancil berlari sangat cepat. Ia menyangka siput tak akan bisa menyusulnya.
Kancil pun berteriak kepada siput, “Sudah sampai di mana kamu siput?”
“Aku sudah di depanmu!” Seekor siput yang sedang bersembunyi. Kancil mempercepat larinya.
Ketika Kancil bertanya lagi, siput menjawab bahwa ia sudah ada di depan Kancil. Ini membuat Kancil segera mempercepat larinya hingga nafasnya tersenggal-senggal.
Kancil mulai khawatir siput akan mengalahkannya. Kancil mengerahkan seluruh kemampuannya untuk lari. Namun setiap kali ia mendengar memanggil siput, siput selalu menjawab sudah di depannya.
Kancil semakin panik. Ketika akan mencapai garis finish, Kancil tidak melihat siput di depannya. Ia memanggil siput, namun kali ini tidak ada jawaban.
Kancil senang karena ia berpikir ia akan menjadi pemenang. Namun Kancil terkejut karena ia melihat siput sudah berdiri di atas batu dekat garis finish.
Siput berkata kepada Kancil, “Kenapa lama sekali Kancil? Aku sudah sampai sejak tadi.”
Kancil tertunduk lesu. Ia terpaksa mengakui kekalahannya dan meminta maaf kepada seluruh binatang hutan atas kesombongannya. Sejak saat itu Kancil tidak pernah lagi bersikap sombong.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah jangan bertindak sombong.
14. Kancil Kena Batunya
Hutan sedang mengalami kemarau panjang. Sungai-sungai mengering dan pohon-pohon meranggas. Makanan pun sulit didapatkan. Ini membuat seisi hutan menderita.
Dalam hutan itu ada Kancil, si binatang cerdik yang terlihat kelaparan seperti binatang hutan lainnya. Tubuhnya kurus dan tulang rusuknya terlihat menonjol dari balik kulit kusamnya. Selama musim kemarau ini ia hanya makan dedaunan kering.
Tiba-tiba seekor burung merpati menghampiri Kancil. “Kancil, taukah kamu kalau ada kebun mentimun yang sangat banyak buahnya di tepi hutan sana?”
Kancil langsung penasaran, namun merpati memberitahu bahwa kebun mentimun itu dijaga oleh Pak Tani dan anjingnya yang besar dan ganas. Anjing itu selalu ada di kebun Pak Tani dari pagi hingga sore.
Kancil segera pergi ke tepi hutan untuk mencari kebun mentimun itu. Ternyata benar, di sana ada kebun mentimun yang banyak sekali buahnya. Di sana ia juga melihat Pak Tani sedang membersihkan gulma ditemani anjingnya yang setia.
Kancil pun menunggu di balik semak-semak hingga sore hari. Saat Pak Tani bersiap pulang, Kancil keluar dari persembunyiannya. Ia berusaha mengitari kebun mentimun itu, namun kebun Pak Tani dikelilingi pagar kayu yang sangat tinggi sehingga mustahil bagi Kancil untuk melompatinya.
Ia pun mengelilingi kebun untuk mencari celah pagar. Ternyata di bawah tiang penyangga pagar ada lubang kecil yang ditutupi rumput dan semak. Lubang itu sangat kecil dan tidak bisa dilewatkan Kancil.
Ia pun mencari ide agar bisa masuk ke dalam kebun Pak Tani. Ia pun langsung berpikir tikus hutan pasti bisa menerobos lubang itu. Ia pun segera kembali ke tengah hutan untuk mencari tikus hutan.
Kancil berhasil menemukan tikus hutan yang sedang tidur di dalam sarangnya. Tikus hutan pun keluar dan Kancil menjelaskan bahwa dia baru saja melihat kebun mentimun yang buahnya banyak. Ia mengajak tikus hutan untuk sama-sama mengambil mentimun itu.
Tikus hutan pun tergiur dengan ajakan Kancil. Kebetulan ia juga sudah lama tidak makan. Namun tikus hutan teringat bahwa kebun mentimun biasanya dikelilingi pagar tinggi sehingga sepertinya mustahil untuk masuk ke dalamnya.
Namun Kancil berusaha menenangkan tikus hutan dan berkata bahwa ia menemukan lubang di pagar itu. Lubangnya sangat kecil tetapi tikus hutan bisa melewatinya.
Keduanya pun pergi ke kebun mentimun Pak Tani dan Kancil menunjukkan lubang di pagar kebun itu dan menyuruh tikus hutan masuk segera ke lubang.
“Masuklah melalui lubang itu ingat petik buah mentimun sebanyak-banyaknya lalu berikan kepada aku lewat lubang ini. Nanti bila buah mentimun telah terkumpul banyak kita bagi dua,” kata Kancil kepada tikus hutan.
Ia pun menuruti perkataan Kancil, ia segera masuk ke dalam lubang yang sangat kecil itu. Meskipun awalnya kesulitan, ia tetap berhasil melewatinya.
Tikus hutan segera mengambil buah mentimun dan diserahkan kepada Kancil melalui lubang. Buah mentimun yang terkumpul sangatlah banyak menggunung setinggi 1 meter.
Melihat buah mentimun yang banyak itu muncullah keserakahan di hati Kancil, ia berniat untuk menipu tikus hutan. Dari luar kebun Kancil berkata, “Tikus, buah mentimun yang terkumpul sudah banyak dan kita akan membaginya sama rata. Kalau kau mau makanlah dulu buah mentimun yang ada di dalam hutan sebanyak yang kau mau, aku tak akan mengurangi jatahmu sedikitpun.”
Tikus hutan yang polos itu langsung setuju dengan perkataan Kancil, ia segera makan buah mentimun dengan lahap. Puluhan buah mentimun dihabiskannya hingga perutnya membesar.
Ketika tikus hutan kembali berjalan ke lubang tempat ia masuk, kini lubang itu tidak bisa ia lalui karena perutnya yang kebesaran. Ia meminta tolong kepada Kancil, namun Kancil menolak untuk membantu.
“Apa? Membantumu? Dasar tikus bodoh, mau saja kau aku tipu. Lebih baik kau makan sendiri saja semua buah mentimun ini. Kau diam saja di situ hingga tiga hari pasti tubuhmu nanti mengurus dan kau bisa keluar,” kata Kancil sambil tertawa.
Tikus hutan tetap memohon kepada Kancil sambil menitikan air mata agar ia dilepaskan. Ia takut sekali jika Pak Tani datang atau anjing Pak Tani menggigitnya sampai mati.
Namun Kancil yang curang itu tetap tidak mau menolong. Ia segera mengambil pelepah pisang kemudian mengangkut semua buah mentimun ke sarangnya. Sementara itu hutan tikus yang terperangkap di lubang pagar menangis dan berteriak minta tolong.
Beberapa hari selanjutnya Kancil berpesta timun di sarangnya. Ia senang karena berhasil menipu tikus. Namun tiba-tiba ada suara aneh dari dalam semak di dekat sarang Kancil.
Itu membuat Kancil ketakutan. Tidak beberapa lama kemudian muncul ratusan tikus dari balik semak. Ternyata tikus hutan yang ditipunya beberapa hari yang lalu berhasil selamat. Tikus itu marah. Begitu juga ratusan tikus lainnya. Ratusan tikus hutan itu mengerumuni Kancil.
Mereka menggigit dan mencabuti semua bulu di tubuh Kancil. Tak sehelai pun mereka sisakan hingga Kancil menjadi benar-benar gundul dan pastinya ia malu bila keluar dari sarangnya.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini janganlah memperdaya orang lain untuk mendapat keuntungan untuk diri sendiri. Ini dapat mendatangkan balasan yang setimpal.
15. Kancil Dituduh Mencuri.
Suasana hutan di pagi hari sangat sejuk. Tetes embun masih bergantung di ujung ilalang, dan udaranya terasa sangat segar. Kancil keluar dari sarangnya dan berjalan-jalan menyusuri hutan sambil membangunkan semua binatang.
Dia awalnya pergi ke rumah Kerbau. “Paman Kerbau lekas bangun sinar matahari pagi, terasa sangat hangat.” Kerbau pun terbangun dan berterima kasih kepada Kancil yang telah membangunkannya.
Kemudian Kancil juga pergi ke rumah kambing. Ia juga turut membangunkan kambing. Tidak lama setelah Kancil berteriak, kambing segera keluar rumah. Ia berterima kasih kepada Kancil karena telah membangunkannya. Tanpa Kancil, ia pasti akan melewatkan rumput segar pagi ini.
Kancil terus melanjutkan perjalanannya. Kini ia menuju rumah kupu-kupu. Kancil berteriak lagi, memanggil kupu-kupu yang cantik. Mendengar teriakan Kancil, kupu-kupu segera keluar rumah. Ia segera terbang menuju rumput bunga yang bermekaran. Lagi-lagi binatang hutan itu berterima kasih kepada Kancil karena telah membangunkannya.
Kancil pun kembali melanjutkan perjalanannya. Kini ia sampai ke rumah kelinci. Namun, saat di depan rumah kelinci, Kancil melihat kera yang nakal sedang mencuri makanan kelinci.
Ia membawa semua makanan kelinci dari sarangnya dan memakannya sampai habis. Kera tahu bahwa Kancil melihat semua kejahatannya.
Ia mengancam kalau Kancil menceritakan ini kepada kelinci, ia tidak akan segan-segan memukuli kelinci. Sebenarnya Kancil tidak takut kepada kera, tapi ia tidak mau membuat masalah, sehingga ia memutuskan untuk pulang ke sarangnya.
Beberapa hari kemudian, kelinci yang sadar semua makanannya telah dicuri, mengadu kepada singa si raja hutan. Singa menjadi geram. Selama ini belum ada kasus pencurian di hutannya.
Ia pun segera mengumpulkan semua binatang hutan untuk mencari pencuri makanan kelinci yang sebenarnya.
Saat itu Kancil sedang membersihkan sarangnya dan datang terlambat. Saat datang Kancil melihat semua binatang sudah berkumpul, dan singa berdiri di atas hutan besar.
“Itu pencurinya,” kata kera.
Kancil terkejut mendengar perkataan kera. Tega-teganya kera memfitnah dirinya di hadapan semua binatang. Kancil diseret maju ke hadapan singa. Singa bertanya apakah Kancil benar pencurinya. Namun, Kancil menyangkal ia bukan pencuri.
Kera terus memfitnah, “Pembohong! Tadi pagi aku melihat Kancil menyelinap masuk ke dalam rumah kelinci dan mengambil semua makanannya. Aku melihat Kancil membawa bungkusan besar ketika keluar dari rumah kelinci.”
Namun kelinci membantah karena dia memang bukan pencuri. Tapi lagi-lagi kera memfitnah. Ia menyuruh Singa si Raja Hutan bertanya kepada Kerbau, kambing dan kupu-kupu tentang siapa hewan di hutan yang pertama bangun pagi ini.
Singa pun bertanya kepada Kerbau kambing dan kupu-kupu apakah benar Kancil yang pertama kali bangun pagi ini dan mereka bertiga menjawab Kancil yang pertama bangun pagi ini.
Awalnya Singa hendak mengetuk palu pengadilan dan menyatakan bahwa Kancil yang bersalah. Namun, Kancil memohon kesempatan kepada Singa untuk membela diri.
“Perkenankanlah aku membela diri dan membuktikan bahwa aku tidak bersalah, wahai Singa Si Raja Hutan. Memang aku bangun paling pagi hari ini, namun aku tidak mencuri apapun. Sebelum engkau menyalahkanku aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepada Kerbau, kambing, kupu-kupu dan kera,” kata Kancil kepada Singa.
Namun, kera menyanggah ia berkata bahwa Singa tidak perlu mengizinkan Kancil bicara biarlah Kancil dihukum karena ia sudah jelas pencurinya. Kemudian Kancil mulai bertanya kepada Kerbau, harimau, dan kupu-kupu.
“Kawanku Kerbau, kambing, dan kupu-kupu, aku memang bangun paling pagi tapi apakah kalian melihatku mencuri di rumah kelinci?”
Kambing, Kerbau, dan kupu-kupu menggelengkan kepala mereka. Kemudian ia meminta izin kepada Singa untuk bertanya kepada kera, “apakah kau yakin bahwa aku lah pencurinya?” tanya Kancil kepada kera.
Kera sangat yakin namun ia menjawab itu dengan gemetaran. Lalu Kancil bertanya apa saja yang Kancil curi di rumah kelinci.
Kera menjawab dengan pasti, “Aku melihatmu mencuri 2 buah wortel 5 buah mentimun 3 buah apel dan 1 kantong kacang merah”
Kemudian Kancil menjawab, “Bagaimana mungkin kau tahu semua benda yang aku curi? tadi kau mengatakan kalau semua benda curianku terbungkus kantong besar kan?”
Kera pun gelagapan ia beralasan ia hanya menebak. Semua binatang mulai curiga kepada kera. Mereka menatap kera dengan tajam.
Kebohongannya hampir terbongkar, ini membuat persidangan gaduh. Singa berusaha menenangkan semua binatang. Ia berkata, “Kita tidak bisa menyatakan siapapun bersalah tanpa bukti yang kuat. Marilah kita buktikan bersama-sama siapa pencurinya. Sekarang mari periksa rumah Kancil dan kera untuk mencari bukti.”
Semua binatang pun berbondong-bondong menuju rumah Kancil dan kera. Mereka tidak menemukan apapun di rumah Kancil. Namun, di rumah kera mereka menemukan sisa makanan yang berserakan.
Jelaslah sekarang bahwa kera pencurinya. Singa segera menyuruh semua rakyatnya untuk menangkap kera. Semua binatang menangkap kera dan menyeretnya ke hadapan singa.
Kera memohon untuk diampuni namun singa tidak mau memberi ampun. Ia menghukum kera dengan mengusirnya dari hutan. Kera pun menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. Semua binatang hutan beramai-ramai mengusir kera dari hutan.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah mencuri dan memfitnah adalah perbuatan tercela dan dapat mendatangkan kerugian bagi diri sendiri.
15 Cerita fabel untuk dongeng anak penuh pesan moral untuk dibacakan sebelum tidur
Inilah cerita fabel yang bisa jadi bahan cerita anak sebelum tidur. Dongeng sebelum tidur tentang hewan ini dikutip dari buku 101 Dongeng Seru Sebelum Bobok karya Fitri Haryani Nasution dan Dongeng Sebelum Tidur Fabel Nusantara 30 Dongeng Binatang Seru dari Seluruh Indonesia penerbit Wahyu Media.
1. Raki Raksasa
Cerita fabel ini berlatar belakang di Hutan Damai. Saat ini musim panas telah tiba, masalah mulai terjadi di Danau Damai. Penyebab utama dari ini adalah Raki Raksasa. Tubuhnya sangat besar dan jika ia berendam, danau bisa penuh didudukinya. Padahal air danau sisa sedikit dan jadi keruh akibat Raki.
Banyak penduduk Hutan Damai yang protes pada Raki. Danil, Si Kuda Nil yang suka berendam pun menahan diri demi kepentingan bersama. Danil menyuruh Raki untuk berhenti berendam di sungai.
Tidak hanya Danil, Zeta Zebra juga ikut merayu agar Raki berhenti berendam. Namun, Raki tak mau mendengar. Kemudian, Kukuk Burung Hantu menghampiri Raki. Ia menawarkan Raki untuk melihat air terjun. Raki pun setuju. Semua penduduk hutan tahu bahwa air terjun itu jauh letaknya, di dekat puncak gunung.
Namun, Kukuk memberi syarat “Setelah kita sampai di air terjun, aku minta kamu untuk mengalirkan airnya ke danau ini. Kamu, kan, yang paling besar dan kuat di hutan ini.”
Raki dan Kukuk pun pergi ke air terjun. Beberapa hari kemudian, air mengalir melewati bambu-bambu panjang ke Danau Damai. Semua hewan pun bersuka cita. Akhirnya mereka bisa minum dan mandi bersama.
Pesan moral: Dongeng sebelum tidur berupa fabel ini memiliki pesan moral. Pesan moral dalam cerita ini adalah kita harus peduli dengan sesama.
2. Lumba-Lumba Penolong
Sekumpulan lumba-lumba sedang berenang di tengah laut dengan bahagia. Tiba-tiba mereka mereka mendengar suara minta tolong dari jauh. Lumba-lumba mampu mendengar suara dari jauh karena memiliki pendengaran yang tajam.
Mereka kemudian berdiskusi apakah akan menolong manusia itu atau tidak. Sebagian lumba-lumba menolak untuk menolong karena dulu pernah ada teman mereka yang menolong manusia. Tetapi, manusia itu malah menangkap si lumba-lumba dan dijadikan lumba-lumba sirkus.
Namun, lumba-lumba paling muda bernama Dobi berniat menolong manusia itu, walaupun saudaranya Dolpi melarang. Tetapi, Dobi bersikeras. Ia seorang diri berenang ke tepi pantai untuk menyelamatkan manusia itu.
Sesampainya di tepi pantai, Dobi langsung menemukan arah suara itu, Ia berenang dengan cepat dan ternyata yang ditolongnya adalah anak kecil. Dobi segera mendorong tubuh anak kecil itu sesegera mungkin, agar ia bisa ditolong oleh manusia lain.
Ketika tiba di tepi pantai, seorang bapak berlari dan mengangkut anak itu. Tak lama, anak itu sadarkan diri. Dobi berniat kembali menyelam ke laut. Namun bapak itu memanggilnya. Ternyata ia adalah ayah dari anak yang ditolongnya.
“Terima kasih atas kebaikanmu. Untuk membalas jasamu, aku akan mengembalikan semua lumba-lumba yang dijadikan lumba-lumba sirkus. Aku akan membawa mereka kembali ke laut. Aku berjanji.” ucap lelaki itu.
Ayah anak kecil itu adalah pemilik sirkus. Dobi langsung bahagia mendengarnya. Pertolongannya mmebuahkan hasil. Ia tidak buruk sangka dan tetap menolong anak kecil itu walaupun banyak lumba-lumba yang melarangnya.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng ini adalah jadilah penolong yang berani. Selain itu, dongeng sebelum tidur ini mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif.
3. Dua Tupai dan Seekor Ular Pohon
Pada sebuah kebun luas, hidup dua ekor tupai yang ingin membuat sarang di pohon durian. Mereka adalah tupai yang pemarah dan sombong. Tupai Pertama dan Tupai Kedua sama-sama tidak mau mengalah soal sarang di pohon durian.
Mereka terus berteriak satu sama lain. Tupai Pertama berkata pohon durian adalah miliknya, sedangkan Tupai Kedua berkata ia yang menemukan pohon durian itu pertama kali.
Karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya mereka memutuskan untuk bertarung. Mereka bertarung selama berjam-jam hingga akhirnya Tupai Kedua kelelahan.
Tupai Kedua memutuskan untuk mengalah dan pergi. Mengetahui dirinya menang, Tupai Pertama bersikap sombong dan terus menghina Tupai Kedua.
“Dasar lemah, begitu saja menyerah. Hahaha, aku pasti menang,” teriak Tupai Pertama.
Tupai Kedua turun dari pohon durian tanpa menggubris ucapan Tupai Pertama.
Tupai Pertama tidak tahu bahwa sejak tadi ada ular penghuni pohon durian yang sedang memperhatikannya. Tiba-tiba, ular besar itu melilit Tupai Pertama.
“Hahaha, dasar tupai sombong! Akulah yang berhak bersarang di pohon durian ini,” kata ular besar itu. Tupai Pertama meminta tolong namun tidak ada yang menolong.
Pesan moral: Perilaku sombong dapat mendatangkan rugi bagi orangnya.
4. Si Naga Kecil
Pada zaman dahulu, hiduplah seekor bayi naga bernama Operna. Ia tinggal di hutan ajaib bersama kakaknya, Emika. Operna sangat membenci manusia karena ibunya telah dibunuh oleh pemburu. Karena itulah, Emika tidak pernah mengizinkan Operna keluar gua agar tidak bertemu dengan pemburu manusia.
Suatu hari, saat Emika pergi berburu, seorang pemburu tanpa sengaja menemukan gua tempat tinggal mereka. Melihat Emika pergi dari sana, pemburu itu menduga masih ada naga lain di dalam gua.
Ia pun segera mengambil senjata dan masuk. Di dalam, ia melihat Operna sedang memasak, lalu langsung memanah sayap kiri Operna hingga membuatnya jatuh pingsan sambil menjerit kesakitan. Pemburu itu tertawa kegirangan karena berhasil melukai seekor naga.
Sementara itu, Emika yang sudah kembali ke gua sempat kaget karena tidak melihat Operna, namun ia mengira adiknya sedang berada di kamar. Karena kelelahan, Emika pun langsung beristirahat.
Keesokan paginya, ia mengetuk pintu kamar Operna, namun tidak ada jawaban. Setelah masuk dan mendapati kamar itu kosong, Emika mulai panik dan segera mencarinya.
Saat mencari, Emika menemukan bercak darah di lantai dapur dan langsung menyadari itu darah Operna. Ia mengikuti jejak darah tersebut hingga sampai ke sebuah kota manusia. Di sana, ia melihat Operna akan dibakar untuk dijadikan hidangan pesta. Tanpa berpikir panjang, Emika segera menukik, menyambar tubuh Operna, dan terbang menjauh membawanya kembali ke gua.
Setibanya di gua, Emika merawat luka Operna, memasak makanan, dan menyuapinya dengan penuh kasih sayang. Berkat ramuan warisan nenek moyang naga, Operna pun sembuh dengan cepat. Setelah kejadian itu, mereka membuat parit berapi di sekeliling gua agar tidak ada pemburu yang bisa menangkap mereka lagi. Akhirnya, Emika dan Operna hidup bahagia selamanya.
Pesan moral: pesan moral dari dongeng sebelum tidur ini adalah hendahlah saling tolong menolong sesama saudara.
5. Ulat Bulu yang Usil
Ulat Bulu adalah hewan yang usil, ia suka menjahili binatang lain. Suatu hari, Ulat Bulu menemukan sarang kelinci yang kosong. Ia menyiapkan keusilannya untuk mengerjai Kelinci.
Ketika Kelinci tiba di sarangnya pada siang hari, ia terkejut melihat sebuah tapak kaki masuk ke sarangnya. Hal ini membuat Kelinci marah.
“Hei siapa yang berada di dalam sarangku?” teriak Kelinci.
“Aku adalah hewan yang bisa menghancurkan Gajah dan Badak,” sahut Ulat Bulu sambil menahan tawa.
Jawaban itu membuat kelinci takut. Karena suara itu terdengar besar akibat gema di dalam sarang Kelinci. Ia pun pergi meminta bantuan binatang lain.
Beberapa saat kemudian, Badak tiba di sarang Kelinci. “Siapa yang berada di dalam sarang Kelinci?” tanya Badak.
“Aku adalah hewan yang bisa menghancurkan Gajah dan Badak,” ucap Ulat Bulu sekali lagi.
Mendengar hal itu, Badak langsung berlari. Kelinci mencari binatang lain. Namun usahanya gagal, karena Serigala yang kuat juga ketakutan
Akhirnya Kelinci mengumpulkan seluruh hewan di depan sarangnya. Ketika katak bertanya tentang siapa yang ada di dalam sarang Kelinci, jawaban Ulat Bulu tetaplah sama.
“Apakah hanya itu kemampuanmu? Aku bisa mengalahkan siapa saja. Termasuk yang bisa menghancurkan Gajah dan Badak,” ucap Katak.
Akhirnya Ulat Bulu keluar dari sarang sambil ketakutan. Semua hewan yang ada di situ sangat kesal. Ulat Bulu pun meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk tidak bersikap jahil berlebihan.
6. Beruang dan Lebah Madu
Beruang hidup di dalam hutan dan memiliki banyak persediaan makanan. Namun, lama-kelamaan persediaan makanan itu habis. Ia berusaha mencari makan, tetapi ia tidak mendapatkan makanan, bahkan sampai sore sekalipun.
Ketika melintas di perjalanan dekat sungai, beruang melihat sarang lebah yang tergantung di pohon. Ia mendekat ke arah sarang itu dan berpikir akan mendapat banyak madu.
Tiba-tiba kawanan lebah datang dari belakang. Mereka menggigit punggung beruang hingga beruang teriak kesakitan. Karena sangat marah, beruang menendang sarang itu hingga para lebah semakin menggigiti tubuhnya.
Para lebah mengikuti beruang yang berlari. Beruang akhirnya menceburkan diri ke sungai agar terhindar dari sengatan lebah.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk berhati-hati dalam melakukan sesuatu karena bisa saja ada bahaya di dalamnya.
7. Kisah Domba Garut
Di sebuah lahan kacang yang dipanen terdapat Ayam, Kerbau, Bebek dan Domba Besar yang sedang makan kacang dengan lahap. Saat sore tiba, mereka pulang ke kandang masing-masing.
Domba Besar yang sombong dan kuat ingin sekali tidur di kandang para binatang yang tadi ada di lahan kacang. Ia pun pergi ke kandang-kandang binatang tersebut.
Ketika melihat kandang ayam, Domba Besar merasa itu tidak cocok dengannya karena terlalu kecil. Begitu pula kandang bebek.
Domba Besar merasa nyaman di kandang Kerbau karena banyak jerami yang membuat tubuhnya hangat. Ia tertidur pulas di sana.
Ketika Kerbau kembali ke kandang, mereka terkejut melihat Domba Besar. Mereka membangunkan domba itu.
“Permisi Domba, maaf. Ini kandang kami. Bisakah kamu pulang ke kandangmu? Kami ingin istirahat,” ucap Kerbau pelan-pelan. Namun, Domba Besar terbangun dan marah.
Ketika para Kerbau mencoba bicara lagi, Domba tetap marah dan malah mengusir para Kerbau. Hal itu membuat Kerbau kesal dan terjadi keributan.
Suara bising mereka terdengar oleh Anjing Gembala. Ia marah dan langsung mengusir Domba Besar ke kandangnya. Para Kerbau berterima kasih pada Anjing Gembala.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk tidak mengganggu batasan orang lain.
8. Belalang Sombong dan Semut
Semut selalu hidup kompak dan hidup bahagia. Ketika sedang bergotong royong memindahkan buah untuk makan malam, ada belalang yang memperhatikan.
Belalang berkata “Hai, para semut. Mengapa kalian bisa membawa buah sebesar ini? Padahal tubuh kalian kecil dan tidak kuat?”
Semut menjawab bahwa meskipun mereka kecil, mereka bergotong-royong untuk agar buahnya bisa dibawa. Belalang menjawab ia bisa mengangkat lima buah sendirian.
Para semut tidak menghiraukan ucapan Belalang. Mereka terus bekerja.
“Bahkan aku bisa mengangkat seekor gajah, kalian pasti percaya,” ucap Belalang.
Semut tidak percaya dan Belalang berusaha membuktikannya. Ketika semut berhenti bekerja, mereka mengikuti Belalang yang menghampiri kawanan gajah.
Belum juga Belalang mendekat, gajah tidak sengaja menghempaskan belalainya. Ini membuat Belalang kesakitan dan tubuhnya patah.
Semut hanya bisa geleng-geleng kepala, mereka mengobati Belalang. Belalang pun berjanji tidak akan sombong lagi.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk bersikap sesuai kemampuan dan tidak bersifat sombong.
9. Bulu Burung Gagak
Burung Hantu membuka toko pewarna bulu untuk binatang. Tokonya sangat terkenal ke seluruh penjuru dunia. Burung Gagak tertarik untuk datang demi memiliki bulu yang gagah dan berbeda dari bulu binatang lainnya.
Burung Gagak meminta Burung Hantu mewarnai bulunya dengan nada bicara yang sombong. “Hei, Burung Hantu, tolong warnai bulu yang indah ini,” ucapnya.
Burung Gagak berniat mewarnai bulunya dengan warna biru dan nila. Ia ingin jadi burung paling gagah di hutan. Burung Hantu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kesombongan Burung Gagak.
Ia segera menyiapkan warna biru dan nila. Namun, Burung Hantu salah memperkirakan ukuran takaran warna. Ia memasukkan banyak warna nila, kemudian dicampur warna biru.
Jadi Gagak hanya sebentar saja berwarna biru nila, kemudian berubah jadi hitam mengkilap selamanya. Burung Gagak tidak tahu hal itu, ia segera menceburkan dirinya ke tempat berendam.
Ketika bercermin, ia sempat mengagumi bulu indahnya. Namun, bulu itu kemudian menghitam. Burung Gagak pun marah, sedangkan Burung Hantu ketakutan. Ia baru menyadari kesalahannya.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk tidak bersikap tinggi hati atas kelebihan yang dimiliki, selain itu berhati-hati dalam bersikap.
10. Burung Kasuari
Burung Kasuari adalah burung yang kuat, pandai terbang, dan pandai mencari makan. Namun, ia sangat sombong.
Ia mengambil hampir semua buah-buahan di hutan, sehingga burung lain tidak kebagian. Semua burung menjadi resah karena ini.
Burung Pipit mengeluh kepada Burung Dara. Rupanya Burung Pipit punya rencana membuat Burung Kasuari jera.
Burung Dara mengumpulkan semua bangsa burung. Ia menantang Burung Kasuari lomba terbang. Awalnya burung lain ragu akan kemampuan Burung Dara, bahkan Burung Kasuari juga meragukannya. Namun, Burung Dara memiliki strategi.
Ia meletakkan ranting di setiap sayapnya untuk mengelabui Burung Kasuari. “Jangan banyak bicara, Burung Kasuari. Peraturan lomba ini adalah lawan boleh mematahkan satu sayap lawannya ketika terbang,” ucap Burung Dara.
Burung Kasuari setuju. Saat lomba akan dimulai, ia mematahkan sayap Burung Dara yang ternyata hanyalah ranting. Burung Kasuari mengira sayap lawannya telah patah.
Burung Dara juga mematahkan sayap Kasuari sampai ia kesakitan. Namun, Kasuari berusaha terbang walau kesulitan.
Akhirnya Burung Dara menang. Kini, Burung Kasuari tidak dapat terbang dan hanya bisa mencari makanan di tanah.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk tidak merugikan orang lain.
11. Ikan dan Cicak
Ikan-ikan koi di dalam kolam berenang tak tentu arah, bahkan ada yang melompat sampai membuat air kolam bergelombang. Di tengah keramaian itu, Ikan Koi Kuning yang menjadi ikan tertua di kolam berusaha menenangkan teman-temannya. Lalu ia bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
Ternyata biang keladinya adalah Ikan Koi Merah. Ia bosan dengan makanan yang selalu diberikan majikannya, dan diam-diam sering memperhatikan cicak di pinggir kolam yang dengan lahap memakan nyamuk yang terbang. Menurutnya, nyamuk itu pasti terasa lezat, dan ia pun ingin mencobanya. Setiap hari, cicak selalu berhasil menangkap beberapa nyamuk dengan mudah.
Setiap pagi dan sore, ikan-ikan di kolam senang bukan main karena majikan mereka menaburkan makanan yang lezat dan banyak, membuat semua ikan kenyang. Mereka juga suka bermain dengan majikannya, begitu tangan majikan menyentuh permukaan air, ikan-ikan langsung berkerumun mendekat dan menggigit tangannya dengan senang.
Namun di siang hari, saat ikan lain sibuk bermain atau tertidur, Ikan Koi Merah lebih memilih memperhatikan sekeliling kolam, mulai dari rumput dan bunga, sampai laba-laba, kupu-kupu, lebah, semut, dan tentu saja cicak.
Ia terus mengamati bagaimana cicak dengan cepat menangkap setiap nyamuk yang terbang di atas kolam. Makin lama makin penasaran, Koi Merah ingin merasakan sendiri kelezatan nyamuk itu.
Ikan Koi Merah akhirnya mencoba melompat ke permukaan air. Namun tanpa disadari, cicak juga sedang mengintai dari balik rumput. Saat Ikan Koi Merah melompat, cicak dengan cepat menjulurkan lidahnya dan lebih dulu menangkap nyamuk yang sama.
Ikan Koi Merah pun gagal, kecewa, tapi diam-diam kagum dengan kecepatan cicak. Meski begitu, ia bertekad terus berlatih dan mencoba lagi, walau tahu usahanya bisa saja ditegur Ikan Koi Kuning karena membuat kolam ribut lagi.
Walau belum berhasil merasakan lezatnya nyamuk, Ikan Koi Merah tetap bersyukur karena setiap hari masih diberi makan oleh majikannya. Ia bahkan sudah berhasil menangkap beberapa semut di pinggir kolam lewat lompatan kecilnya.
Baru satu kali mencoba menangkap nyamuk memang belum berhasil, tapi ia yakin suatu saat nanti bisa melompat dan menangkap nyamuk secepat cicak. Sampai saat itu tiba, Ikan Koi Merah akan terus berlatih dan pantang menyerah.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah untuk tidak menyerah terhadap sesuatu yang kita inginkan.
12. Kisah Kucing Hitam dan Kucing Oren
Dua ekor kucing bernama Kucing Hitam dan Kucing Oren hidup di perkampungan kecil Bukit Pelangi. Suatu pagi, Kucing Hitam bersiap pergi memancing ke danau lengkap dengan topi cokelat, kacamata hitam, celana selutut, dan peralatan pancingnya. Ia berjalan dengan penuh percaya diri.
Kucing Oren yang baru selesai menyiram kebun menyapa dan mengajaknya mampir untuk minum cokelat hangat serta menyantap kue ikan buatannya. Namun Kucing Hitam menolak dengan ketus, mengatakan masakan Kucing Oren tidak enak, lalu pergi begitu saja menuju danau. Meski sedih ditolak, Kucing Oren tidak menaruh dendam dan tetap masuk ke rumah untuk memasak.
Sesampainya di danau, Kucing Hitam mencari tempat memancing yang nyaman lalu melempar joran dengan penuh keyakinan akan mendapat banyak ikan. Namun setelah hampir satu jam menunggu tanpa hasil, ia mulai tidak sabar dan lapar.
Tanpa berpikir panjang, Kucing Hitam nekat menceburkan diri ke danau untuk menangkap ikan langsung. Sayangnya, ia yang tidak bisa berenang justru mulai tenggelam dan berteriak minta tolong, namun tidak ada yang mendengar.
Di saat bersamaan, Kucing Oren yang membawa keranjang piknik berniat menyusul Kucing Hitam untuk makan bersama. Betapa terkejutnya ia mendapati kursi dan alat pancing Kucing Hitam kosong.
Ia pun bergegas mencari sumber suara minta tolong yang samar-samar terdengar, dan menemukan Kucing Hitam yang sudah kehabisan tenaga di dalam air. Dengan cepat, Kucing Oren mengambil dahan patah dan menjulurkannya agar Kucing Hitam bisa berpegangan dan naik ke tepian.
Setelah berhasil diselamatkan, Kucing Oren khawatir menanyakan keadaan Kucing Hitam. Setelah mengatur napas, Kucing Hitam berterima kasih dan meminta maaf atas sikapnya yang sombong sebelumnya.
Kucing Oren pun memaafkannya dengan lapang dada, asal kejadian itu tidak terulang lagi. Mereka kemudian menikmati cokelat hangat dan kue ikan bersama-sama, dan Kucing Hitam mengakui bahwa menerima kebaikan Kucing Oren jauh lebih mudah daripada bersikap sombong dan keras kepala.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah membuka diri kepada orang lain dapat membuka pertemanan baru.
13. Si Burung Hantu Timmy dan Sahabatnya Pango si Tupai
Dua sahabat burung hantu Timmy dan Pango si tupai tinggal hutan yang indah. Setiap hari mereka bermain di tepi sungai dan mencari makan bersama. Suatu hari, saat sedang menangkap ikan, tiba-tiba muncul seekor ular hitam belang kuning menghampiri mereka. Keduanya terkejut dan lari ketakutan. Sayangnya, ekor Pango terkena kayu dan terluka, sementara Timmy sudah lebih dulu terbang bersembunyi di balik dahan pohon.
Ikan hasil tangkapan mereka pun berserakan, dan Pango terpaksa pulang dengan tangan kosong serta ekor yang terluka. Ia merasa kesal dan kecewa karena Timmy terbang meninggalkannya.
Sementara itu, Timmy sendiri sebenarnya juga ketakutan saat itu dan merasa tidak diterima ketika Pango menyalahkannya. Akhirnya keduanya saling menyalahkan dan tidak mau bertegur sapa, hingga berhari-hari mereka tidak pernah bertemu lagi.
Lama-kelamaan, Timmy mulai merasa bersalah dan rindu pada sahabatnya. Kebetulan sore itu ibunya baru saja memetik buah-buahan segar dari kebun, dan Timmy meminta izin membawa sebagian buah itu ke rumah Pango.
Ibunya mengizinkan dan berpesan agar Timmy memilih buah terbaik serta pulang sebelum makan malam. Sesampainya di depan rumah Pango, Timmy melihat lewat jendela kamar dan terkejut mendapati Pango sedang terbaring dengan perban di ekornya.
Karena takut Pango masih marah, ia tidak berani masuk dan memilih pulang, lalu menceritakan apa yang ia lihat kepada ibunya.
Keesokan harinya, sang ibu menasihati Timmy bahwa sebagai sahabat, mereka harus saling memberi perhatian, terlebih saat salah satu sedang sakit, sudah seharusnya datang menjenguk dan menghibur.
Mendengar nasihat itu, Timmy akhirnya memutuskan pergi menjenguk Pango. Setibanya di sana, ia mengetuk pintu dan disambut oleh ibu Pango. Ibunya mempersilahkan Timmy masuk menemui Pango di kamar.
Awalnya Pango masih terlihat kesal karena harus beristirahat cukup lama akibat lukanya, Timmy datang dan meminta maaf dengan tulus. Ia menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud menyakiti atau meninggalkan Pango, dan berharap sahabatnya bisa segera sembuh serta memaafkannya.
Mendengar permintaan maaf yang tulus itu, Pango pun luluh dan memaafkan Timmy. Ia bahkan berjanji begitu ekornya sembuh, mereka akan kembali menangkap ikan bersama seperti biasa. Timmy dan Pango pun akhirnya berpelukan, kembali menjadi sahabat seperti sedia kala.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini meskipun dalam pertemanan selalu ada perselisihan, tetapi sahabat yang baik akan saling meminta maaf atas kesalahan yang dimiliki.
14. Dug, Aduh!
"Dug!" Tiba-tiba terdengar suara keras yang mengagetkan semua hewan di kelas Sekolah Animalia. Pak Ruru pun menjelaskan bahwa hari itu ada murid baru bernama Jeji.
Ternyata suara itu berasal dari kepala Jeji yang terbentur atap saat masuk kelas. Jeji, seekor jerapah kurus berleher panjang. Ia memperkenalkan diri sambil memegangi kepalanya, "Halo semua, perkenalkan namaku Jeji."
Meski begitu, teman-teman sekelas tetap menerimanya dengan baik, dan sepanjang hari Jeji terpaksa merunduk agar tidak terbentur lagi.
Saat istirahat, Bebe si Beruang mendekati Jeji dan mengajaknya berkenalan, "Halo Jeji, perkenalkan aku Bebe." Keduanya pun langsung akrab. Namun sepulang sekolah, Jeji mendapati benjolan merah di kepalanya, bekas benturan hari itu. Meski begitu, ia tetap bersemangat untuk masuk sekolah keesokan harinya.
Sayangnya, kejadian yang sama terulang lagi di hari kedua, bahkan hari ketiga. Setiap kali masuk kelas, kepala Jeji selalu terbentur atap, hingga benjolan di kepalanya bertambah. Teman-teman sekelas mulai merasa kasihan melihatnya.
Sesampainya di rumah pada hari ketiga, Jeji menangis kesakitan dan mengadu pada mamanya, "Mama! Kepalaku sakit sekali. Setiap hari kepalaku terbentur atap kelas. Aku tidak mau ke sekolah lagi Mama!"
Keesokan harinya, Jeji pun memutuskan untuk istirahat di rumah. Namun siang harinya, Bebe datang menjenguk dan menanyakan kabarnya. Setelah mendengar keluhan Jeji soal atap kelas yang terlalu rendah untuknya.
Bebe langsung menceritakan hal itu kepada Pak Ruru dan teman-teman sekelas keesokan harinya. "Bagaimana kalau kita bergotong royong meninggikan atap kelas," usul Bebe, yang langsung disambut baik oleh Pak Ruru.
Mereka pun berdiskusi dan sepakat untuk bergotong royong meninggikan atap kelas. Bebe bertugas mengambil kayu dari Hutan Tromazon, sementara Keki bertugas memaku kayu untuk atap yang baru.
Setelah pekerjaan selesai, Keki diminta menjemput Jeji dan mengajaknya kembali masuk sekolah, "Jeji, kamu besok ke sekolah lagi ya, kami punya kejutan untukmu."
Keesokan harinya, Jeji tiba di sekolah dengan perasaan gembira begitu melihat atap kelas yang sudah ditinggikan. Ia berterima kasih kepada Pak Ruru dan semua temannya. Sejak saat itu, kepala Jeji tidak lagi terbentur, dan suara "dug" pun tidak pernah terdengar lagi di kelas Sekolah Animalia.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah menghargai dan memberi perhatian kepada teman yang berbeda merupakan kebaikan yang dapat membahagiakan.
15. Persahabatan Empat Ekor Binatang
Burung Gagak, Kura-Kura, Musang, dan Kijang adalah sahabat yang saling membantu dan menyayangi. Suatu hari, mereka akan bermain bersama, tetapi Burung Gagak dan Kura-Kura belum juga tiba.
Beberapa saat kemudian, Burung Gagak datang dengan wajah yang tegang. Ia meminta maaf karena terlambat, ia juga tidak menemukan kura-kura.
Keempat hewan itu segera berpencar untuk mencari Kura-Kura. Burung Gagak menemukan Kura-Kura dalam perangkap Pemburu di dekat sungai. Mereka pun mencari cara untuk melepaskan Kura-Kura.
Kijang dan Burung Gagak pura-pura berkelahi di dekat Pemburu, sedangkan Musang bersembunyi di semak-semak. Pemburu tertarik pada Kijang, ia berusaha menangkapnya.
Ketika Pemburu lengah, Musang segera menggigit jaring Kura-Kura. Kijang segera berlari ke semak-semak menyusul Musang setelah Kura-Kura Bebas. Sementara Burung Gagak secepatnya terbang. Pemburu itu terkejut melihat jaringnya kosong.
Pesan moral: pesan moral dari cerita sebelum tidur ini adalah menolong sahabat yang kesulitan secara bersama-sama dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
Demikian berbagai dongeng sebelum tidur dari berbagai tema. Bunda bisa pilih tema cerita sesuai selera Si Kecil.
Simak video di bawah ini, Bun:
Cerita Fabel Animasi: Asal-Usul Munculnya Danau Toba
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
75 Dongeng Sebelum Tidur Penuh Makna dan Mendidik
7 Dongeng Sebelum Tidur Penuh Makna, Cerita Kancil dan Buaya Salah Satunya
Fabel Sebelum Tidur: Bacakan Si Kecil Dongeng Balas Budi Seekor Semut
7 Dongeng Sebelum Tidur Seru, Kaya Pesan Moral & Latih Imajinasi Anak
TERPOPULER
Serahkan Sampel Sperma 1 Jam Sebelum Kemoterapi, Pria Ini Sebut Sang Istri Hamil 'Anak Ajaib'
120 Dongeng Sebelum Tidur Penuh Makna dan Mendidik untuk Dibacakan ke Anak
3 Ciri Kepribadian Orang yang Terlihat Baik, tetapi Belum Tentu Tulus
Hukum Suami Selalu Menyalahkan Istri Menurut Islam
Science and English Fest 2026, Cara Seru Siswa Embun Pagi Islamic School Belajar Sains & Bahasa Inggris
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Sweet! Omara Beri Prilly Latuconsina Kado Ultah Buku Berisi Kisah Cinta Mereka yang Ditulis Sendiri
120 Dongeng Sebelum Tidur Penuh Makna dan Mendidik untuk Dibacakan ke Anak
Serahkan Sampel Sperma 1 Jam Sebelum Kemoterapi, Pria Ini Sebut Sang Istri Hamil 'Anak Ajaib'
3 Ciri Kepribadian Orang yang Terlihat Baik, tetapi Belum Tentu Tulus
Hukum Suami Selalu Menyalahkan Istri Menurut Islam
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bosan Liburan ke Bali? Coba Menginap di Teluk Privat, Kirana Retreat Sumbawa
-
Beautynesia
7 Cara Mengenali Orang yang Dibesarkan Tanpa Sopan Santun Dilihat dari Ucapannya
-
Female Daily
Tidur Pakai Hair Bonnet Bisa Bikin Rambut Lebih Sehat? Ini Faktanya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Wanita Tercantik Jerman yang Beralih Jadi Petinju, Berawal karena Di-bully
-
Mommies Daily
Suami Dipanggil “Mas” oleh Rekan Kerja Perempuan, Haruskah Istri Cemburu?