HaiBunda

PARENTING

Lagi Tren, NeeDoh dan Squishy Bisa Jadi Stimulus Sensorik Anak, Amankah Bahannya?

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Selasa, 27 Oct 2026 21:05 WIB
Squishy dan Needoh/ Foto: Getty Images/coffeekai

Belakangan ini, mainan squishy tengah populer dan banyak digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa. Mainan squishy adalah mainan lembut yang dirancang untuk ditekan diremas, diregangkan, atau dimainkan.

Mainan ini tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, seperti pisang, durian, ayam goreng, atau potongan butter. Bentuk lainnya bisa berupa hewan, seperti kucing, kapibara, atau ubur-ubur. Selain itu ada bentuk bola atau kubus yang bisa diremas.

Mainan lunak atau squishy ini menjadi populer karena dapat memberikan sensasi meremas yang memuaskan. Mainan ini pada dasarnya adalah mainan sensorik pereda stres generasi baru untuk meningkatkan konsentrasi dan mengurangi stres. Namun, apa yang membuat squishy begitu fleksibel, kenyal, dan mudah diremas? Dan apakah bahan dalam mainan squishy aman?


Squishy terbuat dari apa?

Dikutip dari Scientific American, perusahaan mainan Schylling, yang memproduksi merek mainan lunak bernama NeeDoh, menyantumkan dalam situs webnya bahwa produk mereka terbuat dari karet termoplastik yang diisi dengan polivinil alkohol (PVA) atau maltosa, sejenis gula atau pewarna yang bisa larut dalam air. Mereka bahkan mengklaim, produk NeeDoh juga disebut telah diuji oleh laboratorium pihak ketiga.

Kemudian, melalui situs resmi Tabasquishy, merek mainan populer lainnya, menyatakan bahwa mainan yang diproduksi terbuat dari 100 persen silikon padat kelas makanan. Silikon ini sama dengan silikon yang digunakan untuk dot bayi dan peralatan dapur berkualitas tinggi. 

Bahan termoplastik membuat mainan dapat ditekan dan silikon juga dirancang agar lembut dan lentur tetapi masih kembali ke bentuk aslinya. Sementara bahan polivinil dalam mainan ini adalah polimer yang biasa ditemukan dalam detergen pencuci piring atau lapisan pada pil atau suplemen.

Apakah mainan squishy aman?

Jika menyangkut keamanan, tidak ada yang bisa menjamin keamanan dari mainan satu ini. Beberapa mengandung bahan seperti gel, cairan, busa, atau manik-manik kecil. Bahan ini dapat memicu masalah keamanan jika mainan tersebut rusak, dimainkan dengan cara yang tidak benar, atau terpapar mainan palsu yang memiliki kandungan bahan kimia berbahaya. 

Beberapa mainan mengandung butiran air berupa polimer kecil yang mengembang saat bersentuhan dengan cairan. Butiran ini berwarna bening dan ukurannya kecil. Jika tertelan, butiran ini dapat membesar dalam tubuh hingga menyebabkan penyumbatan usus yang serius. Selain itu, dapat menimbulkan risiko lain seperti tersedak atau aspirasi. Maka dari itu, jauhkan mainan seperti ini pada anak yang sedang aktif memasukkan benda ke mulut mereka.

Bahan kimia dan material tak dikenal dalam mainan lunak

Karena popularitasnya, banyak mainan palsu yang beredar di pasaran. Mainan palsu biasanya diproduksi dengan standar yang buruk atau bahkan tidak memenuhi persyaratan keselamatan. Dikutip dari UC Davis Health, mainan tersebut dapat mengandung karsinogen, yaitu bahan yang dapat menyebabkan kanker pada manusia, dan juga kadar zat yang berlebihan seperti timbal atau ftalat terlarang.

Selain itu, kekhawatiran mulai meningkat ketika Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (CPSC), badan utama yang bertanggung jawab untuk keamanan mainan, memperingatkan bahwa beberapa mainan lunak palsu mengandung kadar timbal yang berlebihan, ftalat terlarang, atau bahan kimia berbahaya lainnya.

Ftalat adalah bahan kimia sintesis yang digunakan untuk membuat plastik menjadi fleksibel dan sering digunakan dalam mainan agar harum. Flatat disebut dapat memegaruhi hormon sehingga penggunaannya dibatasi dalam mainan anak-anak.

Pada bulan Mei, Komisi Keamanan Produk Konsumen AS (CPSC), mengeluarkan penarikan kembali lebih dari 120.000 unit mainan lunak “Funkee Monkee” dari perusahaan Orb karena berpotensi terkontaminasi asbes. Pada bulan Juni, Kantor Keamanan dan Standar Produk Inggris menarik kembali “Squeezy Dumplings” karena diduga ada konsentrasi benzena yang berlebihan, bahan tersebut tentunya berbahaya bagi manusia.

Dari penjelasan sebelumnya, bisa disimpulkan jika mainan lunak tidak selalu aman karena jenis dan situasi tertentu dapat menimbulkan risiko berbahaya bagi Si Kecil. Bunda perlu mewaspadai penggunaan mainan tersebut dan hindari mainan yang rusak, palsu, dan mainan yang terpapar panas.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Psikolog Sebut 4 Jenis Mainan yang Sebaiknya Tidak Lagi Diberikan pada Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Irma Rihi, Pemeran Mama Na Willa yang Bakal Bermain di Live Action Oki & Nirmala

Mom's Life Amira Salsabila

Hamil 9 Bulan, Lee Da Hae Jadi Sorotan karena Perutnya Dianggap Terlalu Kecil

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Lagi Tren, NeeDoh dan Squishy Bisa Jadi Stimulus Sensorik Anak, Amankah Bahannya?

Parenting Elia Amaliana

Ratusan Warga Berebut Lowongan Gembala Domba, Bayarannya Rp21 Juta per Bulan

Mom's Life Arina Yulistara

Separuh Lingkaran Pertemanan Bisa Berganti dalam 7 Tahun Menurut Studi

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Irma Rihi, Pemeran Mama Na Willa yang Bakal Bermain di Live Action Oki & Nirmala

Lagi Tren, NeeDoh dan Squishy Bisa Jadi Stimulus Sensorik Anak, Amankah Bahannya?

Hamil 9 Bulan, Lee Da Hae Jadi Sorotan karena Perutnya Dianggap Terlalu Kecil

Separuh Lingkaran Pertemanan Bisa Berganti dalam 7 Tahun Menurut Studi

Ratusan Warga Berebut Lowongan Gembala Domba, Bayarannya Rp21 Juta per Bulan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK