Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Dokter Ungkap Pentingnya Nada Bicara Orang Tua saat Mengasuh Anak, Bukan Hanya Kata-kata

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Kamis, 05 Nov 2026 18:05 WIB

Cara bicara orang tua ke anak
Cara bicara orang tua ke anak/ Foto: Getty Images/Jomkwan

Mendidik anak bukan hanya tentang memilih kata-kata yang tepat, tetapi juga bagaimana orang tua menyampaikannya. Tanpa disadari, nada bicara orang tua saat berkomunikasi sehari-hari dapat memengaruhi cara anak memahami dan merespons perkataan orang lain.

Kebiasaan membentak, berbicara dengan nada sinis, atau menunjukkan sikap tidak sopan di rumah bisa ditiru anak dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang dokter membagikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga nada bicara ketika berkomunikasi dengan anak. Menurutnya, cara orang tua berbicara dapat menjadi contoh bagi anak dalam membangun hubungan sosial dan mengelola emosi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Jadi, bagaimana cara menerapkannya dalam pola asuh sehari-hari? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini, Bunda!

Nada bicara orang tua memengaruhi cara anak berkomunikasi

Seorang dokter bernama R.J., yang dikenal melalui akun TikTok @drrussellledet, membagikan saran mengenai cara orang tua berbicara kepada anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Melansir dari laman Daily Dot, dokter tersebut menjelaskan bahwa nada bicara orang tua memiliki peran penting dalam membentuk cara anak berkomunikasi dengan orang lain. Anak belajar melalui kebiasaan yang mereka dengar dan lihat secara berulang di lingkungan keluarga.

Apabila anak terbiasa mendengar orang tua berteriak, menggunakan kata-kata kasar, atau berbicara dengan nada menyindir, mereka berpotensi meniru pola komunikasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan ini bisa terbawa ketika anak berinteraksi dengan teman sebaya maupun orang lain di lingkungan sekolah.

Selain memengaruhi hubungan sosial, cara komunikasi yang kurang baik juga berpotensi berdampak pada kepercayaan diri anak. Sebab, anak dapat menganggap cara berbicara yang tidak menghargai orang lain sebagai sesuatu yang wajar.

Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan contoh komunikasi yang positif. Jika tanpa sengaja berbicara dengan nada tinggi atau menyampaikan perkataan yang kurang tepat, Bunda sebaiknya mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada anak.

Mengucapkan maaf setelah melakukan kesalahan juga mengajarkan anak bahwa setiap orang perlu bertanggung jawab atas perkataannya. Dengan begitu, mereka belajar menghargai perasaan orang lain sekaligus memahami pentingnya memperbaiki komunikasi.

Orang tua perlu berpikir sebelum berbicara pada anak

Selain memperhatikan pilihan kata, orang tua juga disarankan untuk mengendalikan nada bicara ketika sedang merasa kesal atau kehilangan kesabaran.

Dokter R.J. menyarankan agar orang tua mengambil jeda sejenak sebelum merespons anak ketika emosi mulai meningkat. Dengan memberikan waktu untuk menenangkan diri, orang tua bisa menyusun perkataan yang lebih bijak daripada langsung bereaksi dengan membentak.

Kebiasaan ini bukan hanya membantu menciptakan komunikasi yang lebih nyaman di rumah, tetapi juga menjadi contoh bagi anak dalam mengendalikan emosi. Mereka dapat belajar bahwa perasaan marah atau kecewa tidak harus selalu disampaikan melalui teriakan.

Saran tersebut juga memicu perdebatan di kalangan orang tua di kolom komentar TikTok. Sebagian mendukung pentingnya menjaga nada bicara, tetapi ada pula yang mengaku kesulitan menerapkannya karena anak terkadang baru merespons setelah dibentak.

Menanggapi hal tersebut, dokter R.J. mendorong orang tua untuk menjadi tempat yang aman bagi anak dalam mengekspresikan perasaan mereka. Orang tua tetap bisa menetapkan batasan dan mengajarkan anak mengelola emosinya tanpa harus menggunakan nada bicara yang kasar.

Salah satu orang tua yang turut berkomentar juga mengungkapkan bahwa meminta maaf setelah marah kepada anak dapat memberikan dampak positif. Menurutnya, orang tua memang bisa merasa kesal, tetapi anak tidak seharusnya terus dibiarkan berada dalam suasana kemarahan tersebut.

Pada akhirnya, komunikasi yang baik dengan anak tidak hanya ditentukan oleh kata-kata, tetapi juga nada saat menyampaikannya. Dengan memberikan contoh komunikasi yang tenang dan saling menghargai, Bunda dapat membantu anak belajar membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda