parenting

Kisah Bocah 5 Tahun akan Menopause Dini karena Kelainan Langka

Asri Ediyati 10 Okt 2017
Ilustrasi anak./ Foto: Thinkstock Ilustrasi anak./ Foto: Thinkstock
Jakarta - Umumnya menopause dialami wanita usia 50 tahun ke atas. Namun, hal berbeda dialami seorang gadis cilik yang baru berusia 5 tahun. Emily Dover, yang berasal dari New South Wales, Australia, akan mengalami menopause dini. Bagaimana bisa?

Ya, Emily mengidap penyakit Addison dan terapinya membuat gadis cilik itu bakal mengalami menopause dini. Kata sang bunda, Tam Dover, Emily telah mengalami pubertas dini di usia 4 tahun. Hal ini berawal ketika seminggu setelah lahir, Emily yang masih bayi tiba-tiba sering menangis setiap malam.

"Emily adalah putri bungsu kami dan saat lahir juga beratnya paling kecil dibanding kakak-kakaknya. Beratnya saat lahir sekitar 4 kilogram. Seminggu pertama kelihatannya semua berjalan normal namun setelahnya ia terus menangis dan merasa kesakitan," ujar Tam, dikutip dari Mirror.

Baca juga: Kenali Penyebab Terjadinya Menopause Dini pada Wanita


Sejak lahir kulit Emily juga mengalami ruam, Bun. Ternyata, dia didiagnosis jerawat kistik. Saat usianya 4 bulan, ukuran badan Emily sudah seperti anak umur 1 tahun. Nah, di umur 2 tahun, payudaranya mulai tumbuh dan badan Emily mulai mengeluarkan bau.

"Sebelum saya mengetahui kalau Emily mengalami menstruasi pertamanya, dia bilang pup-nya berdarah. Saya sama sekali nggak terpikir kalau Emily ternyata menstruasi karena memang ada masalah dengan BAB-nya," ujar Tam.

Semakin lama darahnya keluar dengan intens, lalu Emily dipakaikan pantyliner.Tapi, pantylinernya nggak cukup untuk menampung darahnya seharian. Akhirnya, kedua orang tuanya membawa Emily ke rumah sakit. Pada awal pemeriksaan darah, pihak rumah sakit bilang kalau Emily memiliki kadar hormon yang sama dengan seorang wanita hamil. Setelah melewati berbagai pemeriksaan, Emily didiagnosis memiliki penyakit Addison.

"Kelainan yang dimiliki Emily telah membuat Emily seperti remaja, rambut di kemaluannya tumbuh, pertumbuhan tulangnya sangat pesat. Terkadang, pergelangan di sekitar sendinya membengkak saat bangun tidur dan membuat Emily kesakitan," tutur Tam.

Baca juga:Tanaman Adas Bisa Redakan Gejala Pasca Menopause yang Dialami Wanita

Kini, Emily tengah menjalani terapi penggantian hormon dengan injeksi yang memakan biaya sekali suntik Rp 19 juta. Penyakit Addison yang dialami Emily juga membuat gadis cilik itu di-bully oleh teman-temannya karena Emily dianggap 'berbeda' dengan ukuran badan yang lebih besar dan terlihat lebih dewasa dibanding anak-anak seusianya.

"Emily yang berusia lima tahun kini terlihat seperti delapan tahun. Saya sangat khawatir kondisi akan memengaruhi kesehatan mentalnya. Saya merasa Emily seperti tak punya kesempatan untuk menjadi anak-anak. Ia mengalami menopause seperti wanita usia 50-an," ungkap Tam, dikutip dari Daily Mail.

Nggak sampai situ saja, Bun. Emily juga sedang berjuang dengan kondisi yang ditimbulkan akibat penyakit Addison yakni congenital adrenal hyperplasia, autisme dan kelainan pengolahan sensoris.

Mengenai penyakit Addison, ini adalah kelainan langka kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal. Kelenjar adrenal rusak karena nggak ada hormon steroid (kortisol dan aldosteron) yang cukup untuk dihasilkan. Kelainan ini dialami lebih dari 8.000 orang di Inggris dan lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Gejala awal meliputi kelelahan, moody dan kehilangan nafsu makan, demikian dikutip dari The Sun. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi