parenting

Demi Anak, 2 Artis Hollywood Lakukan Suap Ujian Masuk Kampus Elite

Sofia Maya Kamis, 14 Mar 2019 - 13.28 WIB
Felicity Huffman/ Foto: Instagram @felicityhuffman Felicity Huffman/ Foto: Instagram @felicityhuffman
Jakarta - Semua Bunda pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk soal pendidikan. Namun, jangan sampai terlibat kasus hukum seperti artis Hollywood, Felicity Huffman ya, Bun.

Pemeran Lynette Scavo dalam serial Desperate Housewives tersebut menghalalkan segala cara agar putri pertamanya lolos ujian masuk universitas elite di Amerika Serikat (AS). Seperti dilansir dari BBC, Felicity diduga menggelontorkan dana sebesar US$15.000 atau sekitar Rp 210juta untuk 'memuluskan' jalan putri tercintanya masuk ke perguruan tinggi.


Akibat perbuatannya itu, Felicity ditangkap polisi pada Selasa, 12 Maret 2019 waktu setempat. Ia juga sempat diadili sebelum akhirnya bebas dengan uang jaminan sebesar US$250.000 atau kurang lebih Rp3,5 miliar.

Selain Felicity, bintang serial Full House, Lori Loughlin juga terlibat dalam skandal suap ini. Lori diduga membayar sebesar US$500.000 atau sekitar Rp7 miliar agar kedua putrinya lolos ujian masuk perguruan tinggi.

Nama Felicity dan Lori muncul dalam daftar yang dirilis Pengadilan Federal di Boston pada Selasa. Setidaknya, ada 50 orang yang terlibat dalam kasus ini. Rata-rata mereka adalah orang kaya yang ingin anaknya masuk ke universitas prestisius.

Apa yang dilakukan artis dan para orang tua tersebut sangat tidak patut ditiru ya, Bun. Sebagai orang tua, kita harus mengajarkan putra putri kita arti pentingnya kejujuran dan kerja keras. Jangan sampai juga orang tua memaksakan jurusan dan minat pendidikan anak.

Menurut pendidik, psikolog sekaligus inisiator Kampus Guru Cikal, Najelaa Shihab, harusnya semua berpusat di anak. Biar tahu bakat dan minat anak, orang tua baiknya lebih banyak mendengarkan dan memahami apa yang disuka dan dibutuhkan anak dalam pendidikannya. Karena, saat kita mendengar dan pahami anak lebih jauh soal minat dan jurusan yang nantinya ia inginkan, komunikasi anak dengan orang tua pun jadi lebih mudah.

Ilustrasi orang tua dan anakIlustrasi orang tua dan anak Foto: iStock
"Kalau kita berempati pada anak, efeknya anak lebih mudah berempati sama kita (orang tua). Itu yang seringkali dilupakan, karena ada anggapan ketika anak keras ya kita kerasin lagi. Padahal, di situ anak malah jadi belajar kekerasan dari orang tuanya," ungkap wanita yang akrab disapa Ela ini.

Minat atau ketertarikan terhadap suatu hal bisa kok dimiliki anak. Hanya saja, dalam keseharian ada pula orang tua yang cenderung memaksakan kehendaknya agar si anak suka pada bidang tertentu. Misalnya, anak tidak suka musik tapi diikutkan les piano.

Menanggapi hal ini, psikolog anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, mengatakan kondisi itu bisa terjadi karena sebenarnya orang tualah yang tertarik dengan bidang itu. "Kebetulan, di masa kecilnya orang tua tidak memiliki kesempatan untuk mengasah minatnya tersebut," ujar Saskhya.


Hayo, apakah Bunda salah satu orang tua yang memaksakan minat pendidikan anak? Yuk, coba renungkan lagi agar anak bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuannya sendiri.

[Gambas:Video 20detik]

(som/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi