psikologi

Begini Caranya, Bun, Agar Anak Lebih Mandiri

Joko Supriyanto Sabtu, 22 Jul 2017 - 10.59 WIB
Ilustrasi menajarkan anak mandiri/ Foto: thinkstock Ilustrasi menajarkan anak mandiri/ Foto: thinkstock
Jakarta - Anak sudah cukup besar tapi selalu mengandalkan bundanya atau orang lain untuk melakukan tugas-tugas sederhana. Hmm, gimana ya membuat anak lebih mandiri?

Anastasia Satrio M.Psi., Psikolog menuturkan ada tahapan-tahapan perkembangan yang harus dilewati oleh anak. Kemandirian sebenarnya bisa dimulai oleh anak sejak usia dini, Bun. Misalnya saat mereka menyuap makanan sendiri, pakai baju sendiri, toilet training, hingga belajar untuk memilih hal yang ingin dimakan atau dibeli.

Anas, demikian dia biasa disapa, juga menambahkan bahwa tipe pengasuhan atau parenting style orang tua juga memengaruhi kemandirian anak, nih Bun. Kata dia, yang ideal adalah cara pengasuhan orang tua disesuaikan dengan kebutuhan dan tipe temperamen anak. Soalnya kan anak ada yang mudah diberi tahu, ada yang pemahamannya lambat dan ada anak yang susah diatur.

"Karena tidak ada cara pengasuhan yang instan dan langsung tertanam pada anak, tidak seperti resep masakan yang bisa kita ikuti langkah-langkahnya dan mudah untuk kita lakukan. Tapi benar-benar disesuaikan dengan kondisi dan tipe anak maupun orang tuanya, harus sensitif dan responsif terkait kebutuhan anak, tapi kita juga bisa beri batasan/boundaries untuk anak dalam melakukan sesuatu," papar Anas.

Paling mudah untuk mengevaluasi tipe pengasuhan dengan merefleksikan tipe pengasuhan yang pernah Bunda dapatkan dulu sebagai seorang anak. Selanjutnya disesuaikan dengan apa yang Bunda rasakan saat dewasa alias dampak apa yang didapat dari pengasuhan waktu kecil. Mana yang baik diterapkan untuk anak saat ini dan mana yang tidak tepat.

Dengan cara merefleksikan pengalaman Bunda terkait pengasuhan anak, maka bisa membuat si kecil akan menyerupai sikap Bunda. Artinya jika Bunda adalah orang yang disiplin maka si kecil juga akan menjadi seperti Bunda yang disiplin.

Berbeda jika Bunda yang hanya memaksakan si anak dengan memberi peraturan yang Bunda berikan, tanpa tahu seperti apa sifat anak. Kalau begini kondisinya, si anak malah depresi Bun.

Perlu diingat juga sebagai orang tua bahwa anak melakukan apa yang mereka lihat, nih Bun. Dan sesuatu yang paling bisa dicontoh atau ditiru anak adalah apa yang dilakukan orang tuanya. Jadi ketimbang tergoda untuk marah-marah saat anak membiarkan mainannya berserakan, baiknya Ayah dan Bunda mengajak si kecil bersama-sama membereskan mainannya. (jos/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi