psikologi

Tips Agar Anak Tak Lakukan Gerakan Tutup Mulut Saat Makan

Radian Nyi Sukmasari Selasa, 25 Jul 2017 - 15.41 WIB
Atasi gerakan tutup mulut anak/ Foto: dok HaiBunda Atasi gerakan tutup mulut anak/ Foto: dok HaiBunda
Jakarta - Nyuapi si kecil, terutama yang masih umur di bawah satu tahun bisa jadi tantangan sendiri untuk para bunda ataupun ayah. Gerakan tutup mulut alias GTM biasanya sering dilakukan anak. Karena gemas anak nggak mau makan, ada Bunda yang akhirnya mengeluarkan jurus ancaman dan bahkan maksa anak supaya mau makan. Duh, kok sedih ya Bun.

Pernah suatu hari teman kantor saya bawa anaknya yang masih umur satu tahunan. Waktu itu, si anak udah dikasih makan nasi yang agak lembek sama ikan goreng dan sayur. Pas si anak disuapi, mungkin karena suasana di kantor bundanya bikin dia nggak nyaman ya, jadinya si anak melakukan gerakan tutup mulut.

"Kamu makan ya. Kalau nggak mau makan, terpaksa Bunda pakai cara militer nih," ancam teman saya pada si anak.

Tapi, tetap aja si anak nggak mau buka mulut. Lalu akhirnya, dengan amat terpaksa teman saya memaksa anaknya buka mulut dan hap! Masuklah sesendok nasi plus ikan dan sayur ke mulutnya.

Awalnya, si anak nangis tapi waktu terpaksa ngunyah makanan, dia pun menggerak-gerakkan mulutnya dan mulai berhenti nangis. Apa yang dilakukan teman saya ini bisa disebut force feeding atau memaksa anak untuk makan, bukan membuat anak mau makan.

Sayangnya, meski berhasil, force feeding bisa bikin anak menganggap makan itu aktivitas yang nggak menyenangkan.

Padahal, Bunda perlu memahami kalau aktivitas makan itu adalah bagian proses tumbuh kembang anak. Makanya, penting banget membentuk pola makan yang sehat pada anak, selain Bunda juga perlu mendidik si kecil soal tata cara dan etika makan. Nah, kalau Bunda bisa menciptakan suasana makan yang menyenangkan, itu akan bikin aktivitas makan anak jadi kegiatan yang nggak menakutkan untuk anak lho Bun. Tapi gimana ya caranya?

Nah, berikut ini langkah-langkah yang bisa Bunda lakukan supaya nggak terjadi lagi yang namanya pemaksaan pada anak untuk makan, seperti dibagikan psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani M.Psi, Psikolog atau Nina dalam buku 'Jurnal Program Nutritalk Tumbuh Kembang Optimal Ciptakan Pemimpin Andal' yang disusun Kelompok Kerja Jurnalis Penulis Kesehatan (K2JPK) dan Sari Husada.

Atasi gerakan tutup mulut anakAtasi gerakan tutup mulut anak/ Foto: dok HaiBunda
Bunda perlu cari tahu nih kenapa sih kok si kecil susah makan? Apa karena masakannya yang nggak dia suka atau suasana makan yang bikin anak nggak nyaman? Kata Nina, dengan tahu masalah anak, Bunda bisa cari siasat untuk solusinya. Misalnya nih Bun, anak ngelakuin GTM tiap dikasih makan sayur. Itu artinya, bisa aja si kecil nggak doyan sayur kan Bun?

"Waktu anak nggak suka sayuran, buat makanan yang mengandung bahan sayuran tapi diolah sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa ingin tahu dan penasaran anak. Contohnya, bikin bola nasi isi sayuran atau sajikan sayuran bersama makanan lain dalam ukuran kecil," tutur Nina.

Atasi gerakan tutup mulut anakAtasi gerakan tutup mulut anak Foto: dok HaiBunda

Meski agak ribet, coba deh Bun sekali-sekali ajak anak membuat sekaligus menyajikan makanan yang menarik. Misalnya, ajak si kecil mencetak nasi jadi aneka bentuk. Melibatkan anak waktu nyiapin makanan juga bisa menstimulus keterampilan tumbuh kembang anak lho Bun.

Jangan lupa juga jadikan anak sebagai subjek. Artinya, tanya ke anak menu apa sih yang dia mau. Tentunya, pilihan menu yang Bunda tawarkan yang bergizi ya Bun.

Atasi gerakan tutup mulut anakAtasi gerakan tutup mulut anak Foto: dok HaiBunda
Anak sejatinya bisa diajak komunikasi kok Bun. Jadi, penting banget buat Bunda ngasih alasan kenapa makanan itu perlu Bunda kasih ke anak. Contohnya, apa sih manfaat bahan makanan itu untuk kesehatan anak. Selain itu, Bunda juga perlu peka sama tanda lapar dan kenyang anak. Dengan begitu, Bunda tahu nih kapan waktu terbaik ngasih makan ke anak.

"Jadi, nggak ada pemaksaan saat makan yang sesuai kebutuhan anak. Tapi memang, tetap usahakan makan di waktu yang relatif sama tiap hari biar terbentuk juga pola lapar yang jelas," kata Nina.

Atasi gerakan tutup mulut anakAtasi gerakan tutup mulut anak/ Foto: dok HaiBunda


Anak ogah makan bisa juga karena bosan Bun. Untuk itu, penting banget buat Bunda memvariasikan menu makan anak sehari-hari. Apalagi, mengenalkan anak berbagai macam makanan bisa ngebantu dia nggak jadi picky eater alias anak yang terlalu pilih-pilih makanan.

Atasi gerakan tutup mulut anakAtasi gerakan tutup mulut anak Foto: dok HaiBunda

"Usahakan membuat anak lapar sebelum waktu makan dengan mengajak dia melakukan aktivitas fisik supaya energinya banyak keluar. Selain itu, usahakan jangan ngasih anak minum susu atau makan camilan sekitar 2 jam sebelum makan ya. Seperti kita tahu, anak yang lapar akan makan lebih lahap dibanding anak yang kenyang," kata Nina yang merupakan ibu dua anak ini.

Atasi gerakan tutup mulut anakAtasi gerakan tutup mulut anak Foto: dok HaiBunda
Kalau anak tipe yang mudah kehilangan perhatian waktu makan, hindari berbagai pengganggu konsentrasi anak ya Bun. Misalnya, TV di ruang makan bisa lho Bun jadi pengganggu konsentrasi si kecil. Terus, jangan biarkan juga anak makan sambil main gadget ya Bun. Kalau memang dia mau main gadget, bilang ke anak main gadget-nya nanti selesai makan biar anak lebih semangat menyelesaikan sesi makannya Bun.

Itu dia berbagai tips yang bisa Bunda coba di rumah supaya anak nggak perlu dipaksa lagi untuk makan. Dengan suasana makan yang menyenangkan, anak jadi gampang makan, Bunda pun senang bukan? (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi