psikologi

Tips Menghadapi Batita yang Tantrum

Radian Nyi Sukmasari Sabtu, 29 Jul 2017 - 16.19 WIB
Ilustrasi anak tantrum/ Foto: Hasan Al Habsy Ilustrasi anak tantrum/ Foto: Hasan Al Habsy
Jakarta - Kalau si kecil yang usianya batita alias di bawah tiga tahun tantrum, aduh ampun ya, Bun. Pusing dan jengkel kita dibuatnya. Apalagi, kalau anak udah nangis kejer sampai guling-guling di lantai gitu. Duh, gimana ya kita menghadapinya?

Ngomong-ngomong soal tantrum nih, Bun, ini memang lumrah dialami anak umur 1,5 sampai 4 tahun, begitu kata psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani S.Psi, M.Si., Psi atau akrab disapa Nina. Pas si kecil tantrum, Nina nggak menampik kalau kita bisa jengkel ya.

Walau lumrah dialami anak 1,5-4 tahun, bukan berarti ketika anak tantrum nggak ada yang bisa kita lakukan, Bun. Terus, apa nih yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak yang tantrum? Kalau menurut Nina, pada dasarnya kita harus sensitif untuk mengenali anak, termasuk rutinitasnya.

Jadi, penting banget buat kita membuat rutinitas harian anak jelas. Setiap hari, jam berapa nih anak bangun tidur, makan, dan melakukan aktivitasnya yang lain. Kenapa sih penting membuat rutinitas anak itu jelas? Nina bilang, kalau rutinitas udah jelas, kita akan lebih mudah menebak ini kira-kira anak tantrum karena dia lagi lapar atau ngantuk ya, misalnya.

"Contoh anak tantrum karena udah waktunya tidur nih. Berarti dia ngantuk. Nggak usah lama-lama, langsung ajak dia tidur ," kata Nina dalam Parenting Seminar 'Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Kemampuan si Kecil Menjadi Anak Generasi Maju' bersama SGM Eksplor di Hotel Santika Premiere, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (29/7/2017).

Tapi nih Bun, kalau yakin banget si kecil tantrum bukan karena lapar atau ngantuk dan cuma manja aja, coba deh tenangkan si kecil. Nina bilang, Bunda bisa mencoba mem-puk-puk si kecil, mengajak anak keluar ruangan, atau mengajaknya nyanyi.

Ingat ya, Bun. Kalau anak tantrum demi mendapatkan apa yang dia inginkan, nggak perlu kita kasih apa yang dia inginkan. Contohnya, kalau anak tantrum pas dia minta permen, cuekin aja Bun. Nggak perlu kita kasih apa yang dia mau.

Soalnya, kalau anak awalnya nangis minta permen terus nggak kita kasih, tapi pas dia tantrum dan berguling-guling akhirnya 'pertahanan' kita runtuh dan ngasih dia permen, anak jadi belajar kalau cara minta permen itu ya dengan berguling-guling dan nangis.

"Kalau kayak gitu, besok-besok akan dia ulangi lagi. Kalau dia guling-guling, tahan dulu, nggak usah kita berikan apa yang dia mau," kata Nina yang praktik di Tiga Generasi ini,

Umumnya, nanti pas anak sudah umur 4 tahun ke atas dia nggak akan tantrum lagi kok Bun. Karena, di usia segitu kan anak sudah bisa berkomunikasi dan menyampaikan apa yang dia mau ya. Terlebih, kalau kita melatih anak untuk mengekspresikan emosinya misalnya lagi kesal atau marah, tantrum pun bisa nggak dilakukan lagi oleh mereka.

Bunda punya cerita saat menghadapi anak tantrum? (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi