psikologi

Si Kecil Manja atau Ngeyel Ya? Ini Perbedaannya

Melly Febrida 10 Nov 2017
Beda manja dan ngeyel (Foto: Thinkstock) Beda manja dan ngeyel (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Mungkin kita sering mendapati anak yang keras kemauannya ya. Kayaknya semua harus dituruti, kalau nggak nanti anak akan marah-marah.

Menjadi orang tua dari anak yang keras itu bukan tugas yang mudah. Sisi positifnya, anak percaya diri dan tak takut menyampaikan keinginannya. Tapi, kadang nih anak dengan tipe ini menyampaikannya dengan cara yang tak kita inginkan.

Anak manja umumnya blak-blakan menyampaikan apa yang dia inginkan dan rasakan agar keinginannya terpenuhi. Tapi anak yang ngeyel juga nggak segan-segan untuk bicara blak-blakan soal apa yang dipikirkan dan dirasakan.

Perilaku anak yang manja dan ngeyel sangat mirip, lantas bagaimana membedakannya? Simak pemaparannya ya, Bun.

1. Cara Berbicara ke Orang Tua

Beda anak manja dan lancang/Beda anak manja dan ngeyel/ Foto: Thinkstock


Kalau anak sedang blak-blakan menyampaikan opininya, bisa sulit melihat apa ini karena manja atau memang ngeyel. Tapi Bunda bisa melihat dengan jelas dari ekspresinya.

Manja: anak manja biasanya berbicara sesuai pikiran mereka tapi dengan cara yang tidak sopan. Anak tipe ini tak membiarkan orang lain berbicara.

Misalnya saja anak berpikir mainannya hilang karena salah bundanya, lalu anak ini menyalahkan dengan cara tidak sopan, bahkan bundanya tidak diberi kesempatan untuk berbicara, seakan dirinya yang paling benar.

Ngeyel: anak ini secara terbuka mengungkapkan pendapatnya dengan jujur, walau terkadang kita tak ingin mendengarnya. Mereka menyampaikannya seolah tidak sengaja dan tak bermaksud bersikap kasar.

Misalnya saja Bun, saat anak ini tak suka dengan masakan kita, ia langsung mengatakan makanannya nggak enak walau niatnya nggak ingin berkata kasar.

2. Cara Melihat Kemenangan

Beda anak manja dan lancang/Beda anak manja dan ngeyel/ Foto: ilustrasi/thinkstock


Bunda juga bisa melihat anak itu manja atau ngeyel dari keinginannya untuk menang. Sebab anak dengan tipe yang berbeda ini melihat kemenangan dengan cara yang berbeda.

Manja: Anak ini ingin menang karena mereka tidak tahu cara lain. Mereka tidak harus bekerja untuk mencapai tujuan utama mereka dan tidak tahu bagaimana menanganinya jika yang dilakukannya tidak berjalan dengan baik.

Misalnya saja dalam bermain. Anak ini selalu ingin menang saat bermain bersama saudaranya. Tapi ia melakukan kecurangan agar menang karena tidak mau bersusah payah. Kalau menemukan kesulitan dalam permainan, ia lebih memilih meninggalkannya karena tak tahu cara mengatasinya.

Ngeyel: Anak ini ingin menang karena mereka yakin dengan kemampuannya bisa mencapainya. Anak tersebut yakin bisa sukses dan mau berusaha tanpa takut tantangan.

Misalnya anak ini ikut lomba menggambar di sekolahnya, ia tahu pasti bisa menang dan berusaha tanpa takut duluan.

3. Saat Ingin Mendapat Keinginannya

Beda anak manja dan lancang/Beda anak manja dan ngeyel/ Foto: Thinkstock


Anak yang manda maupun ngeyel punya keinginan yang sangat jelas, tapi untuk mendapat keinginannya keduanya punya cara yang berbeda.

Manja: Anak ini berpikir cukup keinginannya diketahui sampai mereka mendapatkannya. Anak ini percaya dengan terus menyampaikan keinginannya maka dirinya bisa mendapatkannya. Dan begitulah cara kerjanya menurut anak ini.

Misalnya saja anak ini ingin mainan mobil-mobilan. Ia terus merengek minta dibelikan sampai akhirnya mendapatkannya,

Ngeyel: anak ini tak cuma berteriak menyampaikan keinginannya, tapi juga mandiri dan bekerja sendiri untuk mencapainya. Mereka berharap mendapatkan keinginannya tapi tidak dari orang lain, karena bersedia mengambil alih untuk mewujudkannya sendiri.

Misalnya, anak ini ingin beli bola. Ia menyampaikan keinginannya ke kita, tapi ia juga mau menabung agar bisa membelinya.

4. Cara Mengekspresikan Diri Sendiri

Beda anak manja dan lancang/Beda anak manja dan ngeyel/ Foto: Thinkstock


Anak-anak yang ngeyel dan manja biasanya suka membuat keributan, tapi mengekspresikannya dengan cara yang berbeda.

Manja: Anak-anak manja berteriak apabila tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka seringkali kecewa berat saat segala sesuatunya tidak berjalan dan bahkan mengalami kesulitan untuk mengkomunikasikan rasa frustrasi.

Misalnya saja anak ini marah-marah dan menangis kencang karena tidak jadi dibelikan sepeda.

Ngeyel: Anak-anak ini bersedia berdebat untuk mendapat keinginan mereka. Contohnya saja ia akan menagih ke Bunda mengapa tak jadi beli sepeda. Ia mengeluarkan pendapatnya mengapa butuh sepeda meski dengan nada tinggi.

5. Cara Mengungkapkan Tidak Setuju

Beda anak manja dan lancang/Beda anak manja dan ngeyel/ Foto: Thinkstock

Bunda, setiap anak tentu akan sedikit kecewa ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan. Tetapi ketika anak-anak yang lancang dan manja tidak setuju dengan keputusan atau pernyataan, mereka pasti akan membiarkan pendapat mereka diketahui.

Manja: anak ini menunjukkan ketidaksenangan dengan menantang. Ketika mereka tidak setuju, mereka benar-benar menentang otoritas orang tua, dan biasanya mereka tidak menyampaikannya dengan cara yang sopan atau berbicara dengan baik.

Misalnya saja saat anak menginginkan sesuatu tapi ditolak, anak ini tetap akan mengambilnya tanpa mengabaikan pendapat orang tua.

Ngeyel: Bukannya menantang, anak-anak ini memilih tak setuju tapi masih menghormati orangtua. Jadi meski tidak setuju, anak masih mengakui orang tua adalah otoritas terakhir.

Misalnya anak ini tak suka karena kita tak jadi mengajaknya jalan-jalan, tapi ia masih mau mendengarkan alasan kita meski ia mengungkapkan kekesalannya.

6. Penalaran di Balik Kemarahan

Beda anak manja dan lancang/Beda anak manja dan ngeyel/ Foto: Thinkstock


Apakah si kecil hanya bersikap lancang atau menunjukkan perilaku manja dapat ditemukan di balik kemarahan mereka.

Manja: Anak marah sebagai cara untuk mendapatkan perhatian dan membicarakan apa yang ada di pikiran mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Anak ini biasanya hanya mengomel-ngomel karena senang membuat orang marah supaya keinginannya tercapai.

Ngeyel: Mereka berbicara karena menyukai beropini dan tidak takut membiarkan orang lain mengetahui sudut pandang mereka. Anak ini akan menyampaikan keinginannya ketika minta beli mainan. Ia lebih suka menyampaikannya ketimbang diam.

dr Aditya Suryansyah, SpA mengatakan anak yang manja maupun anak yang mandiri lebih banyak disebabkan karena perilaku lingkungan. Kita bisa melatih anak agar bisa lebih mandiri sehingga tidak terlalu manja dengan pendekatan yang baik.

Anak juga perlu mengungkapkan apa yang diinginkan dan dirasakan. Karena tentunya tidak baik menyimpan sesuatu yang akhirnya menjadi ganjalan. Tapi kita bisa beri tahu anak untuk berbicara lebih baik saat berargumentasi, tidak berteriak-teriak dan menyampaikannya dengan nada yang rendah. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi