psikologi

Nasihat Ayah untuk Anaknya yang Ngambek Ini Bijaksana Banget

Nurvita Indarini 06 Des 2017
Ilustrasi anak kesal/ Foto: Thinkstock Ilustrasi anak kesal/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Kesal sama orang lain, wajar banget dialami siapapun. Bahkan anak-anak yang masih kecil juga bisa merasakan kekesalan. Nah, seorang ayah yang anaknya ngambek karena kesal ini punya nasihat yang bijaksana. Hmm, mungkin bisa kita sampaikan juga ke anak kita kalau ngambek nih, Bun.

Ya, saat kesal sama orang lain, rasanya nggak enak banget. Ada sesuatu yang mengganjal di hati, berat banget rasanya. Mungkin ingin teriak-teriak langsung ke wajah orang yang bikin kesal, tapi harus belajar menahan diri biar nggak muncul masalah baru. Sudah berusaha asertif menyampaikan hal yang bikin kesal, tapi entah kenapa kekesalan belum sepenuhnya pergi.

Paham banget rasanya kesal seperti apa membuat ayah yang satu ini bisa memberikan nasihat yang bijak untuk putri kecilnya. Adalah ayah bernama Randy Gaines yang memberikan nasihat bijak itu. Nah, video Randy yang sedang memberi nasihat ke putrinya ini dipublikasikan di laman Facebook Love What Matters Facebook.

Jadi suatu kali anak perempuan Randy kesal karena ayahnya memanggil dia 'tombol'. Mengetahui anaknya kesal, Randy bilang, "Kamu nggak harus selalu senang. Kamu nggak harus selalu merasa konyol dan lucu. Kamu nggak perlu harus jadi sesuatu," ucap Randy seperti terdengar di video.

Nasihat ayah untuk anaknya yang sedang kesal/Nasihat ayah untuk anaknya yang sedang kesal/ Foto: Facebook Love What Matters


"Yang paling penting, kapanpun kamu ngerasain perasaan kayak gini, nggak perlu merasakannya terlalu lama. Kamu bisa menerimanya, menghargainya, mengakuinya, lalu biarkan perasaan itu pergi," sambung Randy.


Dengan hati-hati Randy berkata pada putrinya bahwa setiap orang bisa saja marah. "Kamu bisa marah ke ayah, bisa marah ke ibu, atau ke dirimu sendiri. Tapi jangan biarkan terlalu lama karena bisa jadi masalah," imbuhnya.

Terkadang kita bercanda dengan siapapun dengan terlalu berlebihan, sehingga keluar kata-kata yang menyakitkan tanpa disadari. Nah, saat kita merasa kalau kita nggak suka dengan ucapan atau perilaku orang lain kepada kita, siapapun itu, nggak apa-apa kalau kita kesal dan marah. Tapi yang paling penting adalah sampaikan hal yang membuat kita kesal itu pada yang bersangkutan dengan baik.

"Jadi ayah bisa tahu batasnya dan menghormati batasan itu, sehingga nggak akan mengulanginya. Tapi kamu kasih tahu dulu sebelumnya ya," kata Randy lagi.

"Ayah menghormati kamu dan perasaanmu. Kayaknya nggak oke bercanda denganmu seperti itu sekarang. Kasih tahu ke ayah aja, jadi ayah nggak akan melakukannya lagi. Oke? Soalnya kalau ayah nggak tahu yang lebih baik, maka ayah nggak bisa melakukan dengan lebih baik," lanjut Randy.

Ayah Randy juga ngasih saran ke putrinya untuk melampiaskan kekesalan dengan pergi sejenak dari hadapan orang yang udah membikin dia marah. Bisa juga dengan menendang pasir atau hal apapun yang bisa membuat kemarahan itu mereda, asal bukan cara yang bisa menyakiti diri sendiri atau orang lain.

"Lakukanlah hal yang membuat perasaanmu lebih baik," imbuh Randy.



Soal anak yang sedang marah dan kesal, psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani yang akrab disapa Nina beberapa waktu lalu pernah bilang saat anak marah, baiknya memang kita validasi emosinya. Kita akui kalau memang dia sedang marah, seperti dilakukan Randy. Tapi kita ajarkan juga cara mengekspresikan emosinya yang aman, sehingga nggak menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Misalnya, kita bisa ajak anak teriak-teriak untuk mengekspresikan emosi marahnya. Kata Nina, penting banget kita mengajari anak mengekspresikan emosinya. Sebab, kalau emosi dipendam aja, itu juga nggak baik buat anak. "Kalau disimpan terus, nggak diekspresikan, didiamkan aja, bisa menimbulkan gangguan di dalam. Makanya anak boleh mengekspresikan emosinya tapi dengan catatan jangan sampai mengganggu dirinya juga orang lain," tutur Nina. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi