psikologi

Iming-Imingi Anak Hadiah agar Rajin Belajar, Yay or Nay?

Amelia Sewaka 14 Des 2017
Ilustrasi anak belajar/ Foto: thinkstock Ilustrasi anak belajar/ Foto: thinkstock
Jakarta - Duh, anak susah banget deh disuruh belajar. Karena kewalahan, orang tua pun pakai cara pamungkas yaitu dengan mengiming-imingi hadiah. Memang ini bisa jadi cara jitu bikin anak semangat belajar. Tapi cara ini bagus nggak ya?

Menurut psikolog klinis, Christina Tedja, memberi anak hadiah setelah dia mencapai prestasi atau kesepakatan tertentu bukanlah hal buruk untuk dilakukan. Tapi ada hal yang perlu diwaspadai orang tua yaitu rewards yang berlebihan akan menghilangkan makna dari proses usaha itu sendiri.

"Jika rewards yang diberikan berlebihan, maka anak lebih concern ke rewards atau hadiahnya dibandingkan proses belajar atau prestasi yang hendak dicapai," papar psikolog yang akrab disapa Tina ini.

Sependapat dengan Tina, psikolog anak Wikan Putri Larasati MPsi menyarankan, mengiming-imingi anak dengan hadiah sebaiknya dihindari, agar hal ini tidak menjadi kebiasaan yang terbawa hingga anak beranjak dewasa. Kata Wikan, yang seharusnya dilakukan orang tua adalah menumbuhkan kecintaan anak terhadap kegiatan belajar itu sendiri.

"Caranya bisa dengan menjelaskan manfaat dari materi pelajaran tersebut pada kegiatan sehari-hari anak. Bisa juga dengan mengajak anak untuk menetapkan tujuan atau target atau cita-cita untuk didiskusikan bersama, termasuk langkah-langkah apa yang harus dicapai, yang pastinya nggak lepas dari kegiatan belajar," papar psikolog dari Biro Psikologi Castra Tangerang ini.

Jangan lupa juga, Bun, gambarkan target yang ingin dicapai si kecil dan letakkan di tempat yang dapat dilihat oleh anak supaya bisa makin menumbuhkan motivasi mereka.

Sebenarnya yang perlu dilihat orang tua nggak hanya hasil yang dicapai anak, tapi juga usaha dan keseriusan yang telah diberikan oleh anak. Sehingga, anak termotivasi untuk bisa berprestasi dan mencapai tujuan mereka, bukan sekadar ingin hadiahnya.

Jika ditelisik dari tingkat kematangan berpikir anak, menurut Tina, anak yang sudah matang cara berpikirnya nggak perlu lagi kita suruh belajar atau kita iming-imingi hadiah agar mereka mau belajar atau dapat nilai yang oke.

Untuk anak usia sekolah dasar awal biasanya melakukan sesuatu karena ada iming-iming hadiah masih dianggap wajar. Tapi, kalau anak udah makin besar misalnya pas duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) masih belum menunjukkan kemandirian atau masih harus diiming-imingi sesuatu agar mau mengerjakan sesuatu, maka perlu dilihat lebih jauh ada masalah apa sih sama anak kok kesadaran untuk melakukan sesuatu yang memang seharusnya dilakukan belum tumbuh. Nah, ini bisa dilakukan salah satunya lewat konseling, Bun. (aml/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi