psikologi

Kisah Bocah 11 Tahun yang Tetap Semangat Meski Terinfeksi HIV

Asri Ediyati 11 Feb 2018
Kisah Bocah 11 Tahun yang Tetap Semangat Meski Terinfeksi HIV/ Foto: thinkstock Kisah Bocah 11 Tahun yang Tetap Semangat Meski Terinfeksi HIV/ Foto: thinkstock
Jakarta - Untuk anak-anak, ulang tahun bisa jadi momen yang amat spesial. Begitu juga untuk anak umur 11 tahun bernama Dede (bukan nama sebenarnya) ini. Terlebih, di usianya yang menginjak 11 tahun Dede mesti berjuang melawan HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Memang, ada sedikit kekecewaan di hati Dede karena di ulang tahunnya yang ke-11 orang tuanya nggak bisa mendampingi dia. Ya, kedua orang tua Dede sudah berpulang ke pangkuan Ilahi saat Dede masih sangat kecil.

Pada Jumat (9/2) lalu, perayaan sederhana ulang tahun Dede pun digelar. Turut hadir beberapa orang yang ia undang ke rumah, perawat paliatif Dede, Dadan beserta relawan dari Yayasan Rumah Rachel. HaiBunda pun turut serta merayakan ulang tahun Dede.

Perayaan ulang tahun kayak gini memang sudah beberapa kali diinisiasi oleh Yayasan Rumah Rachel secara spesial untuk pasiennya. Relawan yang bersedia membuat kue adalah Tiar. Sudah kesekian kalinya Tiar membuat kue ulang tahun untuk pasien dari Yayasan Rachel House. Kali ini kue untuk Dede sangat spesial dan bagus, ada robot mainan sebagai hiasannya.




"Kemarin Dede tahu kalau dia ulang tahun. Langsung merengek minta dirayakan. Untuk perayaannya saya bikin aja nasi uduk sama telur merah," tutur nenek Dede.

Saat dikunjungi, masih terlihat semburat kekecewaan di wajah Dede. Dengan tubuh mungilnya sebesar 18,5 kg, Dede hanya berbaring dan tak mau berpaling. Namun, setelah dibujuk sambil dipangku sang nenek, akhirnya Dede mau meniup lilin di kue ulang tahunnya.

Napas yang tersengal dan batuk yang belum kunjung reda tak menjadi halangan bagi Dede untuk bisa meniup lilin dan memanjatkan doa. Apa sih doa yang dipanjatkan Dede? Dia ingin kakek, nenek dan kakaknya selalu dalam keadaan sehat sehingga bisa merawat dirinya.

Sejak lahir, Dede positif terinfeksi HIV dari sang ibu. Hanya saja seringkali baru terdeteksi atau teridentifikasi saat anak sudah besar. "Ayahnya dulu pemakai obat-obatan terlarang dan ibunya meninggal karena infeksi paru-paru. Tapi, saya bersyukur kakaknya sehat dan negatif HIV," ujar sang nenek.

Meski hidup dengan HIV, semangat hidup Dede tinggi banget lho, Bun, meskipun kini ia sudah mencapai stadium klinis IV. Tiap hari, Dede rajin minum obat untuk meredakan gejala infeksi paru-parunya. Dede diketahui mengalami TB paru berulang dan asma bronkial. Berat badannya pun kian menurun

Meskipun memiliki virus mematikan di dalam tubuhnya, Dede adalah anak yang periang. Menurut neneknya, Dede senang sekali bermain bola dengan tetangganya. Ia juga bersekolah meskipun sampai sekarang masih menetap di kelas dua sekolah dasar karena kemampuan berpikirnya tidak sama dengan anak sebayanya. Untungnya, sekolah dan lingkungannya menerima Dede dengan sangat baik.

Tahun 2016 lalu, Dede mendapat musibah. Ia mengalami tertabrak mobil hingga membuat kulit kepalanya terbuka dan tulang tengkoraknya retak. Namun Dede yang sangat kuat bisa bertahan walaupun perlu proses penyembuhan yang panjang.

Dede tercatat menjadi pasien paliatif di Yayasan Rumah Rachel sejak 2013. Kakak, kakek dan neneknyalah manusia hebat yang membuat Dede tetap semangat menjalani hidup. Meski tinggal di sebuah rumah yang sempit dan serba pas-pasan, kakek, nenek dan sang kakak berusaha merawat Dede sebaik mungkin.

Oh Dede... Bocah laki-laki yang paling kuat dan semangat. Selamat ulang tahun, Nak. Semoga segala keiginanmu tercapai dan tetap semangat ya jagoan cilik yang tak pantang menyerah!

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi