psikologi

Chua 'Kotak' Berharap Bisa Jadi Teman bagi Buah Hatinya

Amelia Sewaka 03 Mar 2018
Chua Kotak Berharap Bisa Jadi Teman bagi Buah Hatinya (Foto: Gus Mun/detikHOT) Chua 'Kotak' Berharap Bisa Jadi Teman bagi Buah Hatinya (Foto: Gus Mun/detikHOT)
Jakarta - Bunda termasuk sosok bunda yang seperti apa? Apakah yang selalu berusaha bisa menjadi teman bagi anak? Jika iya, sama seperti penyanyi Chua 'Kotak' tuh, Bun.

"Aku sama anakku kayak teman sih jatuhnya, suka main bareng. Aku tuh lebai banget kalau udah interaksi sama Raja mau itu main, ngobrol pokoknya heboh. Tapi untung ada manfaatnya sih," ungkap Chua di tengah acara ELC Little Senses Collection Preview di Nomz Kitchen Grand Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Salah satu manfaat 'kehebohan' yang dirasakan Chua adalah perkembangan anaknya yang cukup lancar. Sang anak yang sekarang berusia 17 bulan artikulasinya pun
dirasa sudah lancar.



"Iya untuk ukuran anak cowok yang baru umur 17 bulan artikulasinya udah lancar. A I U E O-nya udah jelas. Ikan dia bilang ikan, lumba-lumba dia bilang lumba-lumba. Aku juga pakai flashcard sih tambahannya," papar basis band Kotak ini.

Chua sendiri mengakui banyak mencontek pola asuh yang diterapkan Andien dan Tya Ariestya, sahabatnya. Maklum, Andien dan Tya sudah lebih dulu punya anak sehingga punya lebih banyak pengalaman. Apalagi Andien dan Tya memang sering berbagi tips parenting.

"Anakku emang belum aku sekolahin sih karena aku mikirnya biar dekat dulu sama aku nanti sekitar umur 3 atau 4 tahun baru aku sekolahin. Menurutku sekolah terbaik berasal dari ibunya dulu sih," ungkap ibu dari Raja Sabdasaka Putra Firmansyah itu.



Karena ingin menjadi 'sekolah' bagi anaknya, Chua jadi tertantang untuk lebih kreatif. Dia harus banyak putar akal supaya anaknya bisa lebih pintar.

Memang sih, Bun, saat ngomong soal pola asuh yang tepat buat anak, ini nggak ada 'resep' pastinya kayak apa. Demikian disampaikan psikolog anak dari Tiga Generasi, Anastasia Satriyo M.Psi., Psikolog atau akrab disapa Anas. Ibaratnya, nggak ada formula yang benar-benar pas, kata Anas.

"Tapi, pola asuh yang ideal adalah yang sensitif dan responsif. Kita perlu sensitif sama kebutuhan anak nih. Misalnya untuk anak 0-18 bulan, mereka lagi membentuk kepercayaan sama lingkungan. Misalnya dia nangis, langsung kita respons, berarti kan ada yang memperhatikan," kata Anas waktu ngobrol bareng HaiBunda.

Anas juga menambahkan, usahakan kalau ngomong sama anak jangan kayak ngomong sama orang dewasa di mana ekspresi kita datar-datar aja. Sama anak, Anas bilang justru kita mesti ekspresif. Ya, walaupun ketemu tiap hari, tapi kita tetap menunjukkan ekspresi senang saat berinteraksi sama anak. Jadi kehebihan saat berinteraksi dengan si kecil seperti dilakukan Chua 'Kotak' justru bagus lho, Bun. (aml/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi