psikologi

Bermula dari Rebutan Video Game, Salah Satu Anakku Meninggal

Amelia Sewaka 21 Mar 2018
Bermula dari Rebutan Video Game, Salah Satu Anakku Meninggal/ Foto: Thinkstock Bermula dari Rebutan Video Game, Salah Satu Anakku Meninggal/ Foto: Thinkstock
Mississippi, AS - Rebutan mainan lumrah dilakukan kakak dan adik. Namun, peristiwa menyedihkan terjadi di Mississippi. Seorang gadis berusia 13 tahun yang juga seorang kakak ditembak adiknya yang berumur 9 tahun. Penyebabnya: berebutan video game.

Keterangan itu disampaikan pihak berwenang.SheriffMonroeCountyCecilCantrell mengatakan si kakakDijonaeWhite ditembak di bagian belakang kepalanya setelah bertengkar dengan sang adik saat bermain videogame pada Sabtu (17/3) sore.
Bermula dari Rebutan Video Game, Salah Satu Anakku MeninggalIni adalah Dijonae White/Foto: Facebook/Chalandra White
"Kakaknya tidak membiarkan si adik main game tersebut. Lalu si adik berjalan di belakang kakaknya dan menembaknya. Itu yang dia katakan kepada kami," kata Monroe kepada New York Post.

Monroe melanjutkan, anak itu mengatakan kepada deputi bahwa dia menggunakan pistol kaliber-25 yang disimpan di meja di kamar tidur ibunya. Namun masih belum jelas apakah pemilik pistol tersebut akan menghadapi dakwaan atau tidak.

"Semuanya sedang diselidiki . Ini adalah situasi yang sangat intens karena kita berbicara tentang anak di bawah umur, anak yang sangat kecil," tutur Monroe.

Monroe yang telah bekerja di bidang penegakkan hukum selama lebih dari 30 tahun mengatakan kasus ini adalah yang pertama kali ada. Ya, mengingat si pelaku baru berumur 9 tahun. Monroe berasumsi si adik melihat hal ini di video game atau TV. Monroe juga tidak tahu apakah si anak tahu persis apa yang dilakukannya. Bahkan Monroe sendiri nggak bisa menjawab hal itu.
Bermula dari Rebutan Video Game, Salah Satu Anakku MeninggalDijonae White bersama sang ibu/ Foto: Facebook/Chalandra White
"Saya harap tak ada lagi kasus seperti ini. Si anak lelaki berada di bawah pengawasan ibunya pada hari Senin," tambah Monroe dikutip dari Metro UK.

Dilaporkan media setempat, Dijonae yang merupakan siswa di Tupelo Middle School dilarikan ke rumah sakit di Amory sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Le Bonheur di Memphis, di mana dia dirawat secara intensif sebelum meninggal dunia. Sang ibu, Chalandra Wite, mengaku anak laki-lakinya nggak punya masalah dengan kakaknya. Saat kejadian nahas ini berlangsung Chalandra ada di rumah dan sedang menyiapkan makan siang.

Setelah itu, Chalandra Wite berbagi foto almarhum putrinya di Facebook, yang mengundang berbagai komentar dukungan. Seperti Brittany Edwards yang menulis, "Berdoa untukmu Chalandra White, putrimu akan benar-benar dirindukan,".


Dyesha D. Getties menambahkan dirinya memanjatkan doa untuk keluarga Chalandra dan berharap mereka diberi kekuatan. Sementara itu, Amelia M Bell menulis dirinya ikut berduka atas kehilangan yang dialami Chalandra dan tak lupa doa pun ia panjatkan untuk mendiang Dijonae.

Polisi masih menyelidiki keadaan penembakan tersebut, termasuk bagaimana si adik bisa mendapat dan menggunakan senjata. Permasalahan kakak adik ini emang kompleks banget, Bun, nggak usah mainan, perkara perhatian dari orang tua aja kakak dan adik bisa ribut. Nah, ini tugas kita sebagai orang tua biar anak nggak kehilangan perhatian ya.

Berantem udah jadi hal yang lumrah buat kakak dan adik ya, Bun. Mulai dari rebutan mainan, saling ganggu, hingga iseng sampai salah satunya menangis bisa jadi pemandangan sehari-hari yang udah biasa buat Bunda.

Psikolog anak di Quirky Clinic Kid, Dr Kimberley O'Brien bilang memang wajar saat kakak dan adik berantem. Tapi, orang tua juga perlu peka pada keadaan yang menunjukkan berantemnya kakak dan adik udah mulai nggak sehat nih. Apa aja ciri-cirinya?


"Ketika dinamika keluarga terasa berubah dan negatif, berarti perkelahian yang terjadi di antara kakak dan adik perlu dibicarakan di pertemuan keluarga. Walaupun, konflik di antara saudara sebenarnya perilaku normal," kata Kimberley, dikutip dari Essential Kids.

Sementara itu, psikolog anak dan remaja dari RaQQi Human Development and Learning Centre, Ratih Zulhaqqi bilang sibling rivalry memang normal, bahkan sampai si kakak dan adik besar. Tapi, perlu menjadi perhatian ketika konflik yang terjadi berlangsung dalam waktu lama.

Kalau kayak gini, Bun, kata Ratih kita perlu ngajak anak duduk bareng dan menanyakan sebenarnya apa sih yang mereka rasakan sampai kesal banget sama si kakak atau adik. Jadi, orang tua menggali lebih dalam lagi apa yang dirasakan anak dan ke depannya, bisa dibuat perubahan dalam memperlakukan anak. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi