psikologi

Bagi Anak, Bahagia Itu Sesederhana Diajak Naik Angkutan Umum

Radian Nyi Sukmasari Senin, 16 Apr 2018 - 12.03 WIB
Bagi Anak, Bahagia Itu Sesederhana Diajak Naik Angkutan Umum/ Foto: Instagram Bagi Anak, Bahagia Itu Sesederhana Diajak Naik Angkutan Umum/ Foto: Instagram
Jakarta - Bahagia kadang berasal dari hal-hal sederhana yang kita lakukan. Begitu juga untuk anak-anak, Bun. Senyum lebar anak bisa tercipta ketika mereka happy diajak naik angkutan umum. Seperti yang dialami putra presenter Tya Ariestya nih. Si kecil Kanaka happy banget diajak bundanya naik TransJakarta.

Di akun Instagram-nya, Tya bercerita kalau hari Minggu (15/4) kemarin dia ngajak Kanaka naik bus TransJakarta. Tya bilang dia naik taksi online ke halte busway Lebak Bulus terus turun di halte busway Mampang Prapatan. Dari situ Tya dan Kanaka naik bajaj nyusul ayahnya Kanaka yang kebetulan lagi ada di daerah Tendean.

Tya sendiri terakhir kali naik TransJakarta pas awal-awal menikah, Bun. Alhasil, kata Tya dia modal nekat aja nih naik busnya, he-he-he. Soalnya, Bunda Tya belum tahu mesti naik yang arah mana dan harus apa juga gimana. Dengan kata lain, Bismillah aja deh, Bun. Nggak disangka, dengan modal Rp 3.500 untuk bayar tiket TransJakarta-nya, Kanaka happy banget saat di dalam bus.

"Panjang perjalanan, tapi menyenangkan karena pengalaman baru buat Kanaka dan pengetahuan baru buat dia. Selama ini (Kanaka) cuma nunjuk-nunjuk bus aja karena dia suka. Mungkin karena gede dan warnanya ngejreng kali ya. Nah pas di bus tadi dia girang banget. Bahagia itu sesederhana jalan-jalan naik transportasi umum ya ternyata, siapa yang ngalamin hal kayak gini juga?" tulis Tya di akun Instagram-nya.



Memang ya, Bun, kadang anak bisa happy banget ketika mereka diajak naik angkutan umum yang menjadi pengalaman baru baginya. Saya jadi ingat pas pertama kali ngajak keponakan saya yang umurnya 5 tahun naik TransJakarta arah Blok M-Kota. Waktu itu kondisi bus nggak terlalu penuh sehingga si keponakan bisa duduk sendiri. Selama melewati Jl Jend Sudirman, keponakan saya heboh banget. He-he-he.

"Wah, itu bisnya besar, warna merah', 'Itu patung apa? Air mancurnya gede ya", berbagai celotehan diungkapkan keponakan saya. Kelihatan banget dari wajahnya dia happy. Apalagi sepanjang perjalanan saya dan bundanya berusaha menceritakan benda-benda yang dia tanyakan. Bunda juga pernah mengalaminya?

Sebagai orang tua, kita perlu kok, Bun, sesekali ngajak anak mencoba transportasi umum. Seperti kata psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi ada konsep prihatin yang perlu diajarkan ke anak yang merujuk pada gimana anak diajarkan untuk berjuang.

Tujuannya, supaya jiwa berjuang dan mampu beradaptasi serta bertahan di situasi sulit tetap dimiliki anak. Memang, kenyamanan itu hak tiap anak. Cuma, jangan lupa, Bun, kalau orang tua perlu mengenalkan konsep bertahan di situasi yang tidak nyaman dan anak harus mandiri.

"Kalau pergi biasa naik mobil, sesekali ajak naik angkot, bus, kereta, itu kan sekalian belajar transportasi ya jadi anak punya pengalaman. Kemudian saat di rumah, jangan melulu pake AC, perbanyak outdoor activity," kata Ratih dalam wawancara dengan detikHealth.



[Gambas:Instagram]

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi