psikologi

Jangan Abaikan Keinginan Bunuh Diri yang Diucapkan Anak

Nurvita Indarini 13 Jun 2018
Jangan Abaikan Keinginan Bunuh Diri yang Diucapkan Anak/ Foto: thinkstock Jangan Abaikan Keinginan Bunuh Diri yang Diucapkan Anak/ Foto: thinkstock
Jakarta - Meski cuma celetukan, kita jangan pernah menganggap sepele kalimat-kalimat yang ingin mengakhiri hidup, meski itu diucapkan oleh anak. Apalagi kalau sebelumnya anak pernah kedapatan hendak bunuh diri namun nggak berhasil, kewaspadaan ekstra perlu kita berikan.

"Dalam kebanyakan kasus, keinginan bunuh diri, sudah pernah muncul lebih dari sekali sebelum benar-benar berhasil dilakukan, atau bahkan tampil dalam percakapan sehari-hari," ucap psikolog Aurora Lumban Toruan saat ngobrol dengan HaiBunda.

Kenapa sih ada anak yang merasa bunuh diri jadi solusi masalah yang dihadapi? Kata Aurora, anak menganggap kondisinya lebih berat atau lebih menakutkan untuk dihadapi atau ditanggung. Karena itu mereka merasa keadaan mati menjadi lebih baik.

"Ia juga menganggap tidak ada jalan lain karena sudah memikirkan atau mencoba berbagai solusi, atau merupakan jalan yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah, atau menghentikan perasaan putus asa yang mendalam," paparnya.



Kita perlu pahami, Bun, bahwa kecenderungan bunuh diri biasanya diawali dari depresi, perasaan bersalah, atau sedih yang mendalam. Bahkan umumnya yang bersangkutan juga sulit untuk dihibur.

Depresi yang perlu diwaspadai adalah saat berlangsung setidaknya dua minggu. Saat anak mengalami depresi, dia jadi hilang minat akan suatu hal, serta malas bergaul. Akibatnya anak cenderung menarik diri dari kehidupan sosial.

"Kalau ditanya, orang tersebut mungkin sudah berpikir atau cari informasi tentang cara-cara bunuh diri, semisal gantung diri, minum racun, minum obat tidur, dsb," kata dr Tun Kurniasih, SpKJ seperti dikutip dari detikHealth.

(vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi