psikologi

Inspirasi bagi Anak dari Lalu M Zohri, Sprinter Juara Dunia U-20

Amelia Sewaka Kamis, 12 Jul 2018 - 16.53 WIB
Inspirasi bagi Anak dari Lalu M Zohri, Sprinter Juara Dunia U-20/Foto: Dok Inspirasi bagi Anak dari Lalu M Zohri, Sprinter Juara Dunia U-20/Foto: Dok
Jakarta - Lalu Muhammad Zohri menorehkan sejarah dengan meraih medali emas dari Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia. Tapi siapa sangka, di balik kesuksesan dan prestasi yang ia dapat, begitu besar perjuangan yang harus Lalu M Zohri jalani. Sebab Lalu adalah seorang yatim piatu dan bukan dari keluarga dengan finansial berlimpah

"Lalu juga sudah yatim piatu. Sebelum bergabung dengan pelatnas, dia tinggal bersama kakaknya. Dia juga dekat dengan guru-guru di PPLP," kata Eni Nuraeni, pelatih pelatnas atletik yang menangani lari jarak pendek putra, dilansir detikSport.

Teman satu kamar Lalu Muhammad Zohri di pelatnas atletik, Fadlin, yang juga dari NTB, menambahkan keluarga Lalu juga bukan keluarga mampu.



Keren ya Lalu Muhammad Zohri, walaupun keadaan mungkin seperti tidak berpihak padanya, tapi dengan kerja keras ia mampu membalik semua keadaannya. Bahkan, ia mampu mengharumkan nama Indonesia di luar negeri. Jelas, hal ini patut dicontoh oleh anak-anak kita.

Menurut psikolog klinis, Christina Tedja, ada beberapa pesan yang bisa kita sampaikan ke anak dari prestasi seorang Lalu Muhammad Zohri. Bahwa belajar tak selamanya harus terfasilitasi, berprestasi tak melulu perkara bermodal materi, dan berprestasi tak melulu soal akademik.

"Berprestasi bermula dari dorongan dalam diri dan tidak mengandalkan dukungan orang lain terus, dan selagi masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan prestasi pada orang tua, maka tunjukanlah," kata psikolog yang akrab disapa Tina ini saat ngobrol dengan HaiBunda.

Karena itu, sebagai orang tua selama kita masih ada dan masih mampu sudah selayaknya kita memberi semangat untuk buah hati. Gimana caranya?

"Mungkin lebih kepada dorongan internal dalam diri. Biasanya ditanamkan dari balita dengan memberi kesempatan yang lebih ke anak untuk mencoba sendiri," papar Tina.

Kita pun harus berani untuk melihat anak gagal, Bun, dalam mencoba. Sehingga anak mampu belajar mengatasi perasaannya ketika mengalami kegagalan. Kemudian, jangan lupa memberi kesempatan anak untuk mencari solusi dari masalah sehari-hari.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi