psikologi

Bayi Sudah Bisa Bedakan Seorang Leader dan Bully Lho, Bun

Radian Nyi Sukmasari 08 Sep 2018
Ilustrasi bayi dan batita/ Foto: iStock Ilustrasi bayi dan batita/ Foto: iStock
Jakarta - Anak-anak apalagi bila usianya masih bayi bisa terlihat polos seakan belum mengerti apa-apa. Eits, tapi Bunda tahu nggak? Di usia 21 bulan bayi udah bisa membedakan mana seorang leader alias pemimpin dan mana seorang bully berdasarkan power yang mereka miliki lho.

Adalah studi yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences nih, Bun. Sebanyak 96 bayi dites untuk menentukan dua karakter kartun yakni leader dan bully alias pelaku bullying. Bayi-bayi ini diberi tayangan film kartun dengan tiga karakter yaitu bully, leader, dan orang yang menyenangkan. Nah, masing-masing karakter memberi perintah kepada tokoh protagonis.

Salah satu peneliti, Prof Renee Baillargeon dari University of Illinois mengatakan secara umum ketika leader nggak ada, para bayi berharap tokoh protagonis tetap mematuhi perintahnya. Sebaliknya, ketika dalam adegan tersebut si bully pergi, bayi-bayi nggak punya harapan khusus.



"Saat si bully nggak ada, bayi bisa berharap tokoh protagonis terus mematuhi perintah karena takut atau tokoh protagonis nggak mematuhi perintah karena si bully sudah pergi," tutur Prof Renee dikutip dari Daily Mail.

Beda sedikit dengan si orang yang menyenangkan. Ketika dia pergi, para bayi berharap tokoh protagonis nggak mematuhi perintahnya karena si orang ini nggak punya power. Dari studinya ini, Prof Renee dan tim menyimpulkan di tahun kedua kehidupannya bayi sudah bisa membedakan mana seorang bully dan seorang leader.

Untuk studi ini, Prof Renee dan tim menggunakan perilaku menatap mata untuk mengukur ekspektasi bayi. Kata Prof Renee bayi akan menatap lebih lama sebuah adegan yang berlawanan dengan ekspektasi mereka. Misalnya nih, Bun, bayi akan menatap lebih lama ketika si leader pergi dan tokoh protagonis nggak mematuhi perintah.

"Ini menunjukkan sebenarnya bayi berharap tokoh protagonis tetap mematuhi perintah meski si leader sudah tidak ada. Sebaliknya, bayi berharap perintah tetap dipatuhi saat si bully ada karena bayi khawatir akan ada bahaya bagi si protagonis jika menentang perintah," tambah Prof Renee seperti dilansir The Asian Age.

Prof Renee menyimpulkan, di umur 21 bulan bayi sudah memiliki ekspektasi berbeda tentang respons individu yang berbasis menghormati, dalam hal ini ketika seseorang mendapat perintah dari leader, dan respons berbasis takut yakni ketika seseorang mendapat perintah dari bully.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi