psikologi

3 Cara Mengasah Rasa Peduli Anak

SIti Hafadzoh 10 Okt 2018
Ilustrasi kepedulian pada anak/ Foto: thinkstock Ilustrasi kepedulian pada anak/ Foto: thinkstock
Jakarta - Tentu bangga ya, Bun bila anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas. Tapi, juga peduli pada orang lain. Kepedulian ini bisa ditunjukkan dengan kalimat, 'Kamu kenapa?'' atau dengan tindakan seperti membantu orang lain yang kesulitan.

Memupuk kepedulian pada anak bisa dengan cara sederhana kok, Bun. Seperti dilansir Parents, ada tiga cara yang bisa dilakukan orang tua untuk meningkatkan kepedulian anak. Baik kepada orang tua, kakak, adik, teman, bahkan hewan peliharaan.

1. Jelaskan pada Mereka

Ilustrasi kepedulian pada anakIlustrasi kepedulian pada anak/ Foto: thinkstock
Ketika balita merebut mainan dari adiknya yang masih bayi hingga menangis Bunda bisa bilang si adik bayi sedih karena mainannya diambi. Ingat, balita paling suka menjadi pusat perhatian, Bun.

Untuk meningkatkan kepedulian pada anak, Bunda juga bisa menunjukkan foto-foto saat anak kecil dan menceritakan apa ekspresinya saat itu. Dengan belajar beragam emosi anak akan lebih berempati dan peduli pada orang lain.

2. Beri Contoh

Ilustrasi kepedulian pada anakIlustrasi kepedulian pada anak/ Foto: thinkstock
Anak belajar dari mencontoh orang tuanya. Dengan melihat Bunda dan Ayah berinteraksi dan peduli pada orang lain, anak juga akan mempelajari cara peduli pada orang lain. Contohkan kepada anak bagaimana membantu nenek-nenek menyeberang jalan, menyumbang untuk korban bencana, dan menolong anak yang terjatuh.

"Ketika anak melihat orang tua menghibur seseorang, dia akan menangkap nada bicara dan gerakan tubuh orang tuanya. Kemudian dia akan mencoba membantu orang lain dengan cara yang sama," jelas Deborah Best, Ph.D., profesor psikologi di Wake Forest University, Carolina Utara.



3. Latih Anak

Ilustrasi kepedulian pada anakIlustrasi kepedulian pada anak/ Foto: thinkstock
Seiring bertambahnya usia si kecil, Bunda perlu sering-sering membawa anak bertemu dengan orang banyak. Sehingga, anak tahu bahwa semua orang nggak sama, masing-masing punya karakter dan kesukaan. Dengan begini, anak punya cara berbeda untuk menghadapi orang lain. Perbedaan ini bisa dijelaskan lewat kalimat sederhana, seperti, 'Bunda sukanya mi ayam, kalau Ayah lebih suka bakso.'

Beri kesempatan anak melatih kepedulian mereka, seperti menghibur temannya yang sedang menangis atau merawat hewan peliharaan.

"Hubungan yang baik dengan binatang peliharaan juga membantu mengembangkan komunikasi non-verbal, kasih sayang, dan empati," terang American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP).

Memelihara hewan peliharaan dapat meningkatkan kepedulian dan empati anak karena dia akan belajar menebak kebutuhan hewan peliharaannya. Apakah si hewan lapar, kepanasan, atau kedinginan. Sehingga nantinya anak akan lebih peduli pada orang lain.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi