psikologi

Dampak pada Anak Jika Orang Tua Terlalu Asyik Main Gadget

Melly Febrida Sabtu, 27 Okt 2018 - 07.12 WIB
Ilustrasi orang tua main gadget/ Foto: thinkstock Ilustrasi orang tua main gadget/ Foto: thinkstock
Jakarta - Anak dilarang main gadget tapi orang tua malah sibuk main smartphone. Ada yang mengalaminya, Bun? Saya salah satunya, he-he-he. Padahal, seperti kita tahu adalah hal yang nggak bagus jika orang tua mengasuh anak sambil sibuk main gadget.

Erika Christakis, penulis 'The Importance of Being Little: What Young Children Really Need From Grownups' mengatakan bahaya ponsel pintar seperti gangguan tidur, kehilangan empati, masalah hubungan, dan kegagalan untuk fokus. Menurut Erika, orang tua 'jaman now' sebenarnya memiliki waktu yang lebih banyak berhadapan dengan anak-anak, ketimbang orang tua 'jaman old'.

"Tapi kualitas keterlibatan orang tua 'jaman now' dengan anaknya malah makin rendah. Memang, orang tua secara fisik selalu hadir dalam kehidupan anak-anak tetapi kurang selaras secara emosional. Ya, karena orang tua terlalu sibuk dengan gadget-nya," tutur Erika kepada The Atlantis.

Ilustrasi main gadgetIlustrasi main gadget/ Foto: thinkstock
Saat orang tua sibuk dengan gadget-nya, anak juga bisa terdampak. Kata ahli teknologi Linda Stone, saat orang tua sibuk main gadget perhatian yang diberi anak hanya sebagian. Kondisi ini, kata Linda dapat mengganggu sistem isyarat emosional kuno yang ciri khasnya adalah komunikasi responsif, dasar dari sebagian besar pembelajaran manusia.

Sebuah penelitian menunjukkan bayi yang terpapar gaya bicara interaktif dan responsif secara emosional pada usia 11 bulan dan 14 bulan punya kosakara dua kali lebih banyak saat usia 2 tahun. Menurut Hirsh-Pasek, seorang profesor di Temple University menambahkan kunci kemampuan berbahasa yang kuat adalah percakapan yang lancar antara anak-anak dan orang dewasa.



Lantas bagaimana kalau orang tua sibuk dengan ponsel atau gadgetnya ? "Pastinya komunikasi akan terputus Bun. Perhatian orang tua ke ponsel akan menghentikan percakapan dengan anak. Ini yang akan memunculkan masalah. Bahkan ketika orang tua kurang memperhatikan anak, risiko cedera si kecil bisa makin besar," kata Erika.

Efek Orang Tua Sibuk Main Gadget

Pada awal 2010, para peneliti di Boston mengamati efek pemakaian ponsel pada 55 pengasuh. Sebanyak 40 pengasuh cenderung mengabaikan anak karena asyik chating atau memainkan gadget. Nggak heran, banyak anak yang cari perhatian dengan bertingkah. Sementara itu, pernah dilakukan juga penelitian terhadap 225 ibu. Saat sedang ngobrol dengan anak, 25 persen ibu secara spontan main ponsel.

Ilustrasi main gadgetIlustrasi main gadget Foto: Ari Saputra
Akibatnya, interaksi verbal dan nonverbal dengan anak berkurang. Saat orang tua terdistraksi dengan gadget, proses pembelajaran anak juga terganggu lho, Bun. Apalagi, pemakaian gadget sendiri bukan nggak mungkin bikin para orang tua kecanduan.

Bagaimana Memperbaikinya?

"Sudah saatnya orang tua mengubah kebiasaannya main gadget. Saat kita keasyikan dengan gadget, anak akan cair perhatian dengan berulah misalnya tantrum. Saat ini ada istilah technoference, yakni ketika orang tua terlalu berlebihan memakai gadget sampai mengabaikan si kecil. Situasi ini bisa membuat anak menunjukkan perilaku buruk seperti merengek, berteriak, tantrum, bahkan hiperaktif demi mendapat perhatian bunda serta ayahnya," jelas Erika.

Sementara itu, pakar media sosial Arna van Goch menuturkan saat orang tua terlalu asyik dengan gadget-nya, akan ada ampak pada perilaku anak. Membesarkan anak berarti kita hadir di sana dan terhubung dengan mereka.

"Nggak harus melakukan obrolan serius tapi penting juga ketika kita bisa melakukan kegiatan bersama sehingga terjadi interaksi antara orang tua dan anak," ujar Anna seperti dikutip dari Reuters.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi