psikologi

Kesedihan Istri yang Hamil 3 Bulan Saat Bani 'Seventeen' Berpulang

Ratih Wulan Pinandu Senin, 24 Des 2018 - 10.07 WIB
Istri Bani Seventeen/ Foto: Instagram Bani Seventeen Istri Bani Seventeen/ Foto: Instagram Bani Seventeen
Jakarta - Duka masih menyelimuti keluarga personil seventeen, yang mengalami musibah tsunami di Tanjung Lesung Sabtu malam (22/12). Terlebih untuk keluarga basis 'Seventen', Muhammad Awal Purbani yang meninggal pada kejadian tersebut.

Pria yang karib disapa Bani ini meninggalkan seorang anak perempuan berusia 3 tahun, Inara Ashalina Anindri. Serta istri yang tengah mengandung anak mengandung anak kedua. Sedih banget ya, Bun.

Melansir detikcom, usia kandungan Cindri Wahyuni telah memasuki bulan ketiga. "Sekarang istrinya hamil anak kedua, usia kandunganya 3 bulan," ungkap ayah Bani, Fajar Wibowo yang ditemui di kediamannya di Sleman, Yogyakarta.

Cindri dan Bani baru saja menempati rumah baru mereka di kawasan Bantul, sekitar dua bulan lalu. Sebelumnya, mereka menjalani hubungan LDR. Sebab, Cindri yang berprofesi sebagai dokter umum berdinas di Nusa Tenggara Timur.

Kini, kebersamaan yang mereka rajut selama dua bulan harus terpisahkan karena maut. Sungguh mengiris hati ya, Bun, cerita almarhum Bani dan Cindri.

"Baru dua bulan istrinya pindah ke Yogya, sebelumnya di Sumbawa," imbuh sang ayah.


Membesarkan anak tanpa kehadiran sang suami tentu berat. Apalagi dalam kondisi hamil seperti dialami Cindri saat ini. Dukungan besar sangat dibutuhkan agar anak-anak mereka tumbuh dengan baik meski tanpa figur seorang ayah.

Dalam kondisi demikian, jelaskan pada anak jika sang ayah tidak akan kembali lagi. Ceritakan mengenai kejadian yang sesungguhnya, saat emosi Bunda sudah tenang dan stabil sehingga tidak menangis berlebihan di depan anak.

"Penjelasan kayak gitu sudah bisa dikasih ke anak dari umur 2-3 tahun. Terus bikin suasana ngobrol dua arah. Nanti kan anak yang udah paham biasanya nanya 'meninggalnya kenapa?', nah kita jelasin umum dulu. Kalau penjelasan segini cukup, dia nggak perlu tahu lebih detail," kata Anastasia Sartriyo, psikolg anak dari Tiga Generasi.

Pahami kesedihan anak dan berikan mereka waktu untuk menerima perubahan setelah sang ayah tiada. Dampingi mereka hingga kesedihan berangsur menghilang.

"Kita aja orang dewasa untuk move on butuh waktu kan. Jadi berikan anak kesempatan mengekspresikan perasaan atau emosi yang dirasakan lewat menggambar, main figur atau boneka tertentu. Amati juga apakah ada perubahan perilaku dan emosi anak pasca kehilangan. Ini bukan untuk dimarahin tapi untuk dimengerti," pungkas Anas.

(rap/rap)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi