sign up SIGN UP search


trending

Rahasia Sukses Reza Nurrahman, Anak Sopir Lulusan ITB Raih IPK 3,98

Asri Ediyati Rabu, 23 Oct 2019 15:22 WIB
Muhammad Reza Nurrahman, lulusan Fisika ITB peraih IPK 3,98 ini ternyata anak sopir. Apa rahasia kesuksesannya? caption
Jakarta - Pada Sidang Terbuka Wisuda Pertama ITB di hari Sabtu (19/10/2019) lalu, salah satu wisudawan bernama Muhammad Reza Nurrahman memberikan pidato. Lulusan Fisika ITB yang akrab dipanggil Reza ini bukan mahasiswa biasa saat berkuliah. Reza adalah mahasiswa brilian dengan sederet prestasi yang membanggakan. Tak heran, ia bisa lulus dengan mangantongi IPK 3,98.

Impiannya menjadi fisikawan adalah mimpinya sejak kecil. Di pidato, ia menceritakan bagaimana ia begitu tertarik menjadi ilmuwan terutama di bidang fisika. Reza kecil selalu berkeinginan untuk kuliah di ITB setiap ditanya guru. Ini karena salah seorang gurunya menyebutkan bahwa Program Studi Fisika ITB adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.

"Saat Reza kecil ditanya oleh guru mau kuliah di mana, saya selalu menjawab dengan lantang, 'Fisika ITB, Bu!' walaupun belum tahu ITB itu seperti apa, di mana dan bagaimana seluk-beluknya. Pokoknya yang saya pikirkan saat kecil hanya satu, saya ingin menjadi ilmuwan. Saya ingin masuk ITB," kata Reza dikutip dari laman resmi ITB.

Semasa kuliah, Reza adalah finalis mahasiswa berprestasi dari FMIPA pada 2018. Ia juga pernah meraih medali Perak ONMIPA tahun 2017 dan 2018, Juara 2 OSN Mahasiswa Nasional Tahun 2017. Reza juga mendapat kesempatan internship di KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology), di Korea Selatan selama tiga bulan.


Ia juga pernah mengalami gagal saat melakukan penelitian yang sudah berjalan tiga bulan. Akan tetapi sang dosen pembimbing, Drs. Alexander Agustinus Iskandar, Ph.D selalu memberi semangat.

"Jika kita dihadapkan pada permasalahan yang bahkan banyak puzzle yang mesti dipecahkan, maka inilah penelitian yang sesungguhnya. Jika kamu bisa memecahkannya, maka kamu akan merasakan betapa bahagianya menjadi fisikawan," kata Reza.
Rahasia Sukses Reza Nurrahman, Anak Sopir Lulusan ITB Raih IPK 3,98Foto: Istimewa

Anak seorang sopir yang gigih

Di balik deretan prestasi yang membanggakan itu, ternyata Reza anak seorang sopir dan ibu rumah tangga. Saking sederhananya, Reza bahkan uang jajannya minim, meskipun ia mendapat beasiswa bidikmisi. Seorang kerabat menceritakan sang ayah, seorang sopir pribadi pengusaha konveksi di Cimahi sampai sekarang.

Rumahnya sangat sempit beralaskan tanah. Saat disurvei pada waktu anaknya akan mendapatkan beasiswa dari ITB oleh pihak kampus, mereka sampai berdecak kagum dengan kedua orang tua Reza. Walaupun dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan, kedua orang tua Reza bisa mendidik seorang anak dan lolos ke ITB melalui bidik misi.

"Reza dan Firman (adiknya) harus berpuasa Senin-Kamis untuk mengurangi biaya makan. Juga, membuka les belajar matematika dan fisika di rumahnya yang kecil. Untuk nambah-nambah biaya kuliah," tulis kerabatnya di blog pribadinya, Dessulaiman.

Reza juga selalu membawa buku bacaan. Ia lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca buku ketimbang mengobrol dengan teman sebayanya. Pernah satu kali dia mencoba memecahkan satu soal matematika yang rumit. Dia tidak mau berhenti, terus mencari pemecahan soal yang sulit itu. Dia cari rumusnya dan dia pecahkan dengan caranya sendiri sampai ketemu.

"Reza pintar mengaji, setiap ada acara keluarga pasti dia membacakan Alquran sebelum acara dimulai," sambungnya.

Satu hal yang membuat Reza bisa sukses adalah orang tuanya mengutamakan adab dan karakter dan pengetahuan agama. Reza sangat rendah hati, setiap berbicara selalu membungkukkan badannya dan mencium tangan orang yang lebih tua.

Sebelumnya, dia bersekolah di sebuah pesantren modern, karena cerdas dia mendapatkan bea siswa di sekolah tersebut. Saat bersekolah, Reza juga pernah mewakili SMA Darul Falah ikut Olimpiade Sains tingkat Nasional (OSN). Reza berhasil meraih juara pertama tingkat Kabupaten, juara pertama tingkat Propinsi dan juara kedua tingkat Nasional di NTB.

Bisa dibilang apa yang dimiliki Reza adalah gift atau bakat dari kecil. Soal ini, menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Dr.Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si, orang tua adalah psikolog terbaik di dunia karena psikolog bisa mengenal suatu potensi atau bakat seseorang dari observasi, wawancara dan tes.

"Dalam tahap observasi, orang tua sudah observasi anak dari bayi bahkan dari perut kalau dari sisi ibunya hingga remaja. Nah, kalau wawancara apalagi sudah dilakukan, karena pastinya orang tua banyak bertanya dan ngobrol dong sama anak," ungkap psikolog yang akrab disapa Kak Seto ini.

Sedangkan dalam tahap tes, lanjut Kak Seto, adalah sesuatu yang dirangkum dari pergaulan sehari-hari, jadi kalau semuanya itu dilakukan secara efektif maka orang tua juga akan memahami dan mengenali potensi atau bakat anak.

Simak juga video tentang tiga kecerdasan anak:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!