HaiBunda

TRENDING

Siksa Kucing Sampai Mati, Pria Ini Didenda Rp136 Juta

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Jumat, 08 Nov 2019 16:00 WIB
Siksa Kucing Sampai Mati, Pria Ini Didenda Rp136 Juta /Foto: iStock
Jakarta - Seorang pria di Malaysia dipenjara 34 bulan serta harus bayar denda 40 ribu ringgit atau sekitar Rp136 juta. Hal ini lantaran ia melanggar aturan kekerasan pada hewan.

Melansir dari AFP, pria tersebut bernama K Ganesh. Dia dinyatakan bersalah karena membunuh seekor kucing betina yang sedang hamil. Dengan tega, Ganesh memasukkan kucing tersebut ke dalam mesin cuci hingga si kucing mati.

Hakim yang menjatuhkan hukuman pada Ganesh mengatakan hukuman tersebut diberikan agar bisa jadi pembelajaran bagi pelaku dan masyarakat.


"Saya harap hukuman ini bisa menjadi pembelajaran bagi terdakwa dan masyarakat untuk tidak bertindak kejam terhadap hewan," ujarnya.

Kejadian ini berlangsung di Kuala Lumpur pada September 2018 lalu. Rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi bukti perbuatan Ganesh. Sebenarnya, saat melakukan aksi tersebut, terekam dua orang lainnya. Namun keduanya dinyatakan bebas oleh jaksa.

Kucing /Foto: iStock


Sampai saat ini belum diketahui apa motif di balik aksi kekerasan pada hewan yang dilakukan Ganesh. Kasus yang melibatkan Ganesh ini adalah aksi penganiayaan terhadap hewan kedua di Malaysia. Aksi sebelumnya dilakukan oleh seorang pria berusia 42 tahun yang dijatuhi hukuman penjara dua tahun pada Januari lalu.

Dikutip dari Psychology Today, menurut psikolog, Mark D. Griffiths Ph.D. saat seseorang melakukan tindakan penyiksaan atau kekejaman terhadap binatang secara disengaja, mungkin ada yang salah dengan dirinya. Atau hal ini bisa juga dilakukan sebagai tindakan balas dendam atau sebagai hiburan bagi yang melakukannya.

Selain itu ada banyak alasan lainnya, seperti untuk pengorbanan dalam ritual keagamaan, pengorbanan 'artistik' misalnya membunuh hewan untuk adegan film. Atau karena mereka memiliki kelainan psikologis, seperti kelainan kepribadian antisosial atau psikopat.

"Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa dalam beberapa keadaan, penyiksaan hewan kadang-kadang digunakan untuk memaksa, mengendalikan, dan mengintimidasi perempuan atau anak-anak untuk diam atau bungkam terhadap kekerasan dalam rumah tangga di rumah," papar Griffith.

"Meskipun setiap penyiksaan hewan mengejutkan, di antara mereka yang memiliki gangguan kepribadian antisosial atau psikopat, biasanya jadi penyiksa yang paling kejam," tambah Griffith.



(yun/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

Menyusui Annisa Aulia Rahim

Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bangga! Potret Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala Dampingi Sang Putra Menang Lomba Matematika

7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

7 Drama Korea Cha Woo Min Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'

Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK