parenting

6 Fakta Bipolar pada Anak, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Siti Hafadzoh Selasa, 29 Oct 2019 12:42 WIB
6 Fakta Bipolar pada Anak, Kenali Gejala dan Penyebabnya
Jakarta - Aktris terkenal Tanah Air, Marshanda diketahui mengidap gangguan bipolar. Sejak beberapa tahun lalu, Marshanda menjadi perbincangan masyarakat karena gangguan mental yang dialaminya itu.

Dilansir detikcom, Marshanda didiagnosis mengalami gangguan bipolar sejak 2009 lalu. Artinya, ia mengalami gangguan ini ketika berusia 20 tahun.

Sebenarnya apa sih gangguan bipolar seperti yang dialami Marshanda? Gangguan bipolar atau yang biasa disebut dengan Manic Depression adalah gangguan mood yang sangat mengganggu kualitas hidup bagi anak-anak atau orang dewasa.


Orang yang mengalami gangguan ini akan punya kondisi emosi yang luar biasa intens. Ini terjadi dalam periode yang berbeda-beda, disebut sebagai mood episodes.

"Keadaan yang terlalu bersemangat disebut episode manik atau episode hipomanik, dan keadaan merasa sangat sedih atau tidak ada harapan disebut sebagai episode depresif," kata psikolog Deborah Serani Psy.D dalam Psychology Today.

6 Fakta Bipolar pada Anak, Kenali Gejala dan PenyebabnyaIlustrasi anak mengalami gangguan bipolar/ Foto: iStock

Tidak hanya orang dewasa yang bisa terkena gangguan ini, Bun. Anak-anak juga berpotensi mengalami gangguan bipolar. Mengutip Health Line, ada beberapa fakta tentang bipolar pada anak yang perlu Bunda ketahui.

1. Diagnosis

Mendiagnosis gangguan bipolar pada anak merupakan hal yang kontroversial. Anak-anak tidak selalu menunjukkan gejala yang sama seperti orang dewasa. Mood dan tingkah laku mereka mungkin juga tidak termasuk standar yang dokter gunakan untuk mendiagnosa gangguan bipolar pada orang dewasa.

Gejala bipolar pada anak, banyak yang sama dengan gejala gangguan lain seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Tapi, dalam beberapa dekade, dokter telah mengenali kondisi bipolar pada anak, Bun. Diagnosisnya mungkin akan memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Gangguan bipolar harus didiagnosis oleh profesional. Diagnosis dibentuk dari sebuah penilaian. Penilaian tersebut perlu melibatkan wawancara dengan orang tua, yang mengurus si anak dan observasi atau bertemu dengan anak.

2. Mood anak yang mengidap bipolar

Seperti orang dewasa, anak-anak dengan gangguan bipolar juga mengalami suasana hati yang meningkat. Mereka bisa terlihat sangat senang dan menunjukkan perilaku semangat. Periode ini kemudian diikuti dengan depresi.

Ketika semua anak mengalami perubahan mood, perubahan yang disebabkan oleh gangguan bipolar sangat jelas. Ini biasanya lebih ekstrem daripada mood swing.

3. Gejala manik

Gejala manik pada anak yang disebabkan oleh gangguan bipolar bisa mencakup bertingkah sangat konyol dan merasa sangat bahagia, berbicara sangat cepat dan dengan cepat mengubah topik, punya masalah fokus atau konsentrasi. Anak-anak dengan gangguan bipolar juga melakukan hal-hal yang berisiko, serta mereka kesulitan tidur dan tidak merasa lelah setelah kurang tidur.

4. Gejala depresi

Gejala depresi yang dialami anak dengan gangguan bipolar yaitu murung atau bertingkah sangat sedih, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, punya energi yang lebih sedikit dari normalnya.

Kemudian, anak dengan gangguan bipolar kadang tidak menunjukkan minat pada hal apa pun, terlalu banyak atau terlalu sedikit makan, serta mengeluh tidak enak badan, seperti sering sakit kepala atau sakit perut. Mereka juga bisa berpikir tentang mati dan kemungkinan bunuh diri.

5. Faktor risiko

Pertama, genetik. Riwayat keluarga dengan gangguan bipolar adalah risiko tunggal terbesar. Jika anggota keluarga ada yang mengalami bipolar, anak lebih berisiko mengalami gangguan ini.

Kedua, penyebab neurologis. Perbedaan dalam struktur atau fungsi otak dapat menyebabkan anak berisiko mengalami gangguan bipolar.

Ketiga, lingkungan. Jika anak sudah berisiko mengalami gangguan bipolar, tekanan di lingkungan juga dapat meningkatkan risiko mereka mengalaminya.

Keempat, pengalaman buruk di masa kecil. Mengalami banyak kejadian buruk di masa kanak-kanak meningkatkan risiko terjadinya gangguan bipolar. Kejadian buruk ini seperti perpisahan, pelecehan, atau orang tua di penjara.

6. Pengobatan

Pengobatan untuk gangguan bipolar pada anak harus melibatkan kombinasi antara obat-obatan dan terapi berbicara. Ada sejumlah obat yang dapat membantu anak mengatasi gejala bipolar. Selain obat-obatan, ada terapi bicara yang perlu dilakukan. Terapi dapat membantu orang tua untuk belajar tentang apa yang sedang dialami oleh anak dan bisa sangat membantu untuk seluruh keluarga.

Nah, mulai sekarang, lebih perhatikan lagi tingkah laku dan perubahan mood anak ya, Bun. Karena gangguan seperti ini kan tidak hanya pada orang dewasa, anak juga berisiko mengalami gangguan bipolar. Semoga gangguan ini tidak terjadi pada anak Bunda ya.

Mengingat gangguan bipolar bisa menyebabkan orang berpikir untuk bunuh diri, segera hubungi yayasan di bawah ini ya, Bun kalau butuh bantuan.

Yayasan Pulih
Jl. Teluk Peleng 63 A Komplek AL-Rawa Bambu
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp : +62 21 788 42 580
Fax : +62 21 782 3021

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi