HaiBunda

TRENDING

Harga Masker Kembali Normal dan Tak Langka di Pasaran, Penimbun Rugi Miliaran

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 28 Apr 2020 06:30 WIB
Harga Masker Kembali Normal dan Tak Langka di Pasaran, Penimbun Rugi Miliaran/ Foto: shutterstock
Jakarta - Beberapa waktu lalu, masker menjadi benda yang langka dan paling banyak dicari untuk melindungi diri dari Corona. Hal tersebut lalu dijadikan kesempatan bagi penimbun masker untuk menjual dengan harga tinggi.

Belakangan, masker sudah banyak ditemukan lagi di pasaran dengan harga yang normal, Bun. Dokter Ferdiriva Hamzah baru-baru ini mengunggah foto di Twitter soal masker yang sudah dia temukan di minimarket.


"Udah banyak masker sekarang dan gak mahal lagi. Ini cuma 9000-an isi 5 pcs. Kemaren sekotak isi 50 dijual 350 ribu," tulisnya, dikutip (27/4/2020).


Cuitan Ferdiriva ini langsung banjir komentar netizen. Banyak yang memberikan bukti serupa, Bun. Tak hanya masker, hand sanitizer yang sebelumnya langka, kini sudah banyak dijual di pasaran.

"Btw, hand sanitizer juga makin banyak di alfamart/indomaret. Harganya normal. Walaupun sabun lebih baik, tapi jaga2 aja barangkali terpaksa keluar rumah dan gak sengaja megang barang tertentu," tulis akun @gnd***.

Twitter Dokter Ferdiriva Hamzah/ Foto: Twitter


Beberapa netizen juga menceritakan kisah teman dan kerabatnya yang mengalami rugi karena menjadi penimbun masker dan hand sanitizer. Di antaranya ada yang mengalami kerugian hingga miliaran.

"Supply udah kembali normal ya. Temen gue yg kemarin nyetok masker, hand sanitizer, thermogun cerita rugi 15M gara2 stok sekarang mandek, mau jual mahal gak laku, jual murah juga rugi," ujar akun @renald***.

"Bapakku cerita salah 1 penghuni kost ada yg jualan masker dan cerita ke bapak klo keuntungannya uda bisa beli iphone. Bapak ga tahu harga dan jenis iphone, jd tuh anak total dikasih korting bayar kost 25%... Ku yg sebel jadinya," tulis @giegi***.

Pantauan HaiBunda, cuitan Ferdiriva sampai Senin sore (27/4/2020) sudah di-retweet 7.200 kali dan disukai 16.000 orang. Kebanyakan komentar melaporkan temuan yang sama soal harga masker yang relatif normal.

Guna melindungi diri dari COVID-19, pemerintah memang mengimbau tentang pentingnya penggunaan masker. Selain masker bedah dan N95, masker kain juga bisa digunakan masyarakat. Ketua Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan, masker kain bisa digunakan masyarakat saat berada di tempat umum dan berinteraksi dengan orang lain.


Masker ini dapat terbuat dari kain, minimal tiga lapis. Dapat digunakan masyarakat dan kalau mulai basah bisa diganti.

"Penggunaan masker untuk masyarakat tidak hanya digunakan untuk individu sendiri, tapi juga diberikan pada orang lain sebagai bentuk solidaritas. Karena kita ingin melindungi diri kita dan orang lain," ujar Wiku.

Simak juga cara membuat masker sendiri tanpa mesin jahit, di video berikut:

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun

Parenting Tiara Jasmine & Khaerul Anwar Mujtaba

Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya

Kehamilan Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

Cara Membuat Bola Ubi Kopong Anti Gagal, Renyah di Luar Lembut di Dalam

Sejarah Respon Internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Perempuan dengan Endometriosis Disarankan Segera Hamil, Ini Alasan di Baliknya

Anak Jatuh dan Kepala Terbentur? Jangan Panik, Lakukan Ini Bun

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK