sign up SIGN UP search


trending

Disekap 8 Tahun, ABG Ini Berhasil Kabur tapi Nangis Saat Penculik Mati

Annisa Afani Minggu, 03 May 2020 16:35 WIB
a woman sitting on ground with arm around lower head, sexual violence , sexual abuse, human trafficking concept with shadow edge in white tone caption
Jakarta - Tidak banyak orang mengenal nama Natascha Kampusch, seorang wanita asal Wina, Austria yang memiliki pengalaman diculik saat berusia 10 tahun. Lalu selama delapan tahun atau lebih tepatnya 3.096 hari, dia disekap dalam ruang bawah tanah.

Natascha dinyatakan hilang dan dilaporkan ke polisi oleh ibunya, Brigitta Sirny pada 2 Maret 1998. Terakhir, Natascha diketahui meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolah, namun setelahnya gadis itu tidak pernah kembali.


Dikutip dari Bright Side, pencarian Natascha oleh tim kepolisian pun segera dilakukan. Pemeriksaan dimulai dari rute yang biasa Natascha lalui dari rumah ke sekolah. Mereka juga menurunkan anjing pelacak, namun tetap tidak menemukan jejaknya.


Polisi pun menduga Natascha diculik. Sementara Salah seorang siswi berusia 12 tahun menghubungi polisi dan memberikan sebuah kesaksian. Siswa itu mengaku telah melihat Natascha dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil van berwarna putih.

Dengan keterangan saksi tersebut, polisi pun memutuskan untuk memeriksa setiap mobil yang cocok dengan yang dideskripsi. Ada banyak spekulasi yang muncul, polisi bahkan mengira Natascha telah dibawa keluar kota, atau bahkan menjadi korban pedofilia hingga pencurian organ.

Diculik mantan teknisi

Pada saat itu, polisi sempat menginterogasi seorang mantan teknisi bernama Wolfgang Priklopil karena memiliki van yang mirip dengan deskripsi saksi. Namun karena polisi harus memeriksa lebih dari 700 mobil, sehingga dia tak menarik perhatian untuk dicurigai.

Tak ada yang tahu bahwa dialah yang menculik Natascha dan menyembunyikan gadis itu di ruang rahasia di rumahnya di Strasshof, sebuah daerah di pinggiran kota Wina. Ruangan itu terletak di bawah tanah dan berukuran sekitar 5 meter.

Ruangan tersebut tak memiliki jendela, kedap suara, dengan sedikit ventilasi udara dengan dua pintu, di mana satu pintunya punya berat 150 kilogram (kg). Ruang rahasia itu sulit ditemukan dan untuk menuju ke sana hanya bisa melalui garasi Wolfgang. Pintu pertama ruangan itu pun tersembunyi di balik lemari yang tak mencolok sama sekali.

Selama 6 bulan pertama, Natascha tidak diizinkan meninggalkan 'penjaranya' tersebut. Namun setelah itu, Wolfgang mulai merasa bahwa Natascha bisa dipercaya dan membiarkannya keluar sebentar.

Wolfgang pun menjadi sering membelikan beberapa barang yang diinginkan Natascha seperti TV, papan, kursi, dan meja. Selama di sana, Wolfgang memberinya banyak mainan, buku, dan majalah.

{MINGGU} Disekap Penculik 8 Tahun di Ruang Rahasia, Wanita Ini Berhasil KaburNatascha Kampusch/Foto: itv

Pada tahun 2004, detektif yang mencari Natascha mencurigai orang yang salah karena pernah terlibat dalam kasus penculikan. Hal itu membuat Wolfgang yakin bahwa dia telah melakukan kejahatan dengan sempurna.

Pada tahun 2005, dengan tenang dan santainya, dia mulai membiarkan Natascha ke luar ruangan rahasianya, bahkan hingga ke kebun. Setahun kemudian, Wolfgang pun mengizinkan Natascha untuk berenang di kolam renang tetangganya. Bahkan pada saat Natascha berusia 17 tahun, Wolfgang pernah membawanya ke resor ski.

Terdapat beberapa motif dari penculikan yang dilakukan oleh Wolfgang. Menurut Natascha, pelaku menculiknya untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya. Namun diduga Natascha juga mengalami pelecehan seksual selama disekap.

Dilain sisi, Wolfgang secara ketat memperhatikan jadwal harian Natascha dan memastikan bahwa tahanannya terus belajar dengan membaca buku. Namun terkadang dia juga mengancam akan membunuh Natascha, memukul dan setelah itu menenangkannya.

Melarikan diri

Setelah mengalami penyekapan selama bertahun-tahun, Natascha akhirnya memberanikan diri untuk melarikan diri. Saat itu terjadi, Wolfgang memintanya untuk menyedot debu mobil di halaman. Dia pun pergi meninggalkan Natascha ketika ada panggilan telepon dari dalam rumah.

Natascha pun mengambil kesempatan tersebut dan meninggalkan penyedot debu dengan tetap menyala. Dia berlari ke rumah seorang wanita tua, hingga dibantu untuk menghubungi polisi dan menjelaskan apa yang selama ini dia alami.

Polisi datang dan mencoba menangkap Wolfgang, namun dia mati ketika mencoba melarikan diri. Mendengar kabar kematian tersebut, Natascha diketahui sempat menangis.

Menurut psikolog dan wartawan yang banyak meliputnya, reaksi Natascha terhadap kematian Wolfgang akibat dari sindrom Stockholm yang dialaminya. Ini adalah sebuah respons psikologis, di mana para korban penculikan menunjukkan tanda-tanda kesetiaan kepada penyandera tanpa mempedulikan bahaya atau risiko yang telah dialaminya.

Akan tetapi, hal tersebut dibantah oleh Natascha dan mengatakan bahwa dia selalu berpikir bahwa Wolfgang tidak lebih dari seorang penjahat. Dan untuk waktu yang lama, Natascha diketahui takut untuk membicarakan pengalamannya, namun seiring berjalannya waktu, dia mulai berbicara dengan wartawan.

Dia bahkan menulis kisahnya dalam autobiografi dengan judul 3096 Days dan diangkat menjadi film dengan judul yang sama. Dia juga memiliki acara bincang-bincang di televisi, di mana Natascha berusaha memberitahu publik bahwa dia sudah pulih dari trauma psikologis dan mampu hidup normal.


Simak juga cara Lenna Tan mendidik anak sebagai orang tua tunggal:

[Gambas:Video Haibunda]

(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi