sign up SIGN UP search


trending

Bunda-bunda Cemas Kabar Anak Masuk Sekolah Juli, Begini Anjuran IDAI

Asri Ediyati Sabtu, 23 May 2020 17:05 WIB
Lecture room or School empty classroom with Student taking exams, writing examination for studying lessons in high school thailand, interior of secondary education, whiteboard. educational concept caption
Jakarta -

Baru-baru ini beredar wacana masuk sekolah Juli 2020 di media sosial. Bahkan, ada orang tua menyebut ada wacana beberapa sekolah buka kembali bulan Juni. Mendengar kabar ini, banyak orang tua panik.

Tak jarang pula dari mereka mengeluh dan mengadu di media sosial Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A (K) FAAP.

"Sudah ada wacana pertengahan Juni masuk sekolah dok @amanpulungan. Ibu-ibunya yang harap-harap cemas," tulis akun @y*****a.w, dikutip Sabtu (23/5/2020).


"@ridwankamil @aniesbaswedan @nadiemmakarrim @ganjar_pranowo @khofifah.ip @kemdikbud.ri tolong perhatikan ini bapak-bapak ibu gubernur dan pak menteri sebelum membuat kebijakan sekolah mulai lagi entar Juli demi keselamatan anak-anak di Indonesia," tulis akun @h***f***t*n.

Menanggapi kecemasan tersebut, IDAI pun mengeluarkan anjuran sementara secara resmi. Dalam anjuran, sebelumnya IDAI mencantumkan data deteksi kasus pada anak secara mandiri, yang menunjukkan bahwa anak yang berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Indonesia mencapai 3.324.

Sebanyak 584 anak terkonfirmasi positif COVID-19. Kemudian, 129 anak berstatus PDP meninggal dunia. Lalu, 14 anak meninggal akibat COVID-19.

Ilustrasi antar anak sekolahIlustrasi antar anak sekolah/ Foto: iStock

"Temuan ini menunjukkan bahwa: Angka kesakitan dan kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia tinggi. Tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap COVID-19 atau hanya akan menderita sakit ringan saja," tulis IDAI.

IDAI melanjutkan, "Sehubungan hasil evaluasi data tersebut di akhir masa tanggap darurat COVID-19, maka IDAI dan memandang perlu untuk mendesak pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan dan melakukan tindakan berdasarkan kepenting terbaik kesehatan dan kesejahteraan anak."

Beberapa poin penting yang disampaikan IDAI melalui anjuran sementaranya adalah bahwa kegiatan pendidikan anak usia dini sebaiknya dilakukan di rumah dalam lingkungan keluarga dalam bentuk stimulasi berbagai ranah perkembangan dalam lingkungan penuh kasih sayang oleh anggota keluarga yang sehat.

Kemudian, kegiatan pembelajaran bagi anak usia sekolah dan remaja sebaiknya tetap dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran jarak jauh, mengingat sulitnya melakukan pengendalian transmisi apabila terbentuk kerumunan.

IDAI turut menyampaikan apresiasi atas keandalan Kemendikbud RI dalam mengembangkan berbagai bentuk pembelajaran jarak jauh, termasuk bentuk kegiatan belajar daring.

"Hal ini disarankan untuk tetap dilanjutkan, mengingat kemungkinan bulan Juli wabah belum teratasi dengan baik," sambung IDAI.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim telah menegaskan bahwa kabar wacana masuk sekolah Juli juga tidak benar, Bunda.

"Kami tidak pernah mengeluarkan pernyataan kepastian, karena memang keputusannya bukan di kami. Jadi mohon stakeholders atau media yang menyebut itu, itu tidak benar," jelas Nadiem Makarim.

Lebih lanjut, keputusan mengenai waktu dan metodenya akan juga berlandaskan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

"Tapi keputusan kapan, dengan format apa, dan seperti apa, karena ini melibatkan faktor kesehatan, bukan hanya pendidikan, itu masih di Gugus Tugas," tambah Mendikbud.

Simak juga video soal kondisi restoran di era new normal:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi