sign up SIGN UP search


trending

Seperti Apa Daycare dan Sekolah di Era New Normal Setelah COVID-19?

Asri Ediyati Kamis, 21 May 2020 09:18 WIB
Nafa Islamic Daycare, daycare di Jakarta Pusat berbasis montessori, Alquran, dan sunnah. caption
Jakarta -

Pandemi COVID-19 belum berakhir, bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pandemi ini tidak akan berakhir dengan cepat. Bagaimana pun, meski pandemi nantinya berakhir, akan terjadi perubahan dalam kehidupan di dunia.

Dilansir laman resmi Ruang Guru PAUD Kemendikbud RI, akan terjadi normalitas baru atau era new normal. Tentu akan menjadi pembelajaran baru bagi kita semua, Bunda.

"Potensi kita untuk bekerja dan menjadi efektif dari manapun itu menjadi suatu pembelajaran yang sangat baru buat kita," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makariem dalam dialog telekonferensi memperingati Hari Pendidikan Nasional yang dipandu Najwa Shihab di TVRI, Minggu (17/5/2020).


Mendikbud menilai usai pandemi akan terjadi perubahan besar pada dua sektor sosial, yaitu pendidikan dan kesehatan. Peranan teknologi akan segera mendominasi kedua sektor tersebut.

Walau masih tidak ideal dan belum optimal, Mendikbud menilai kombinasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh memiliki potensi yang luar biasa untuk memajukan pendidikan nasional. Namun, Mendikbud mengatakan, teknologi secanggih apapun, inovasi sebesar apapun, tidak akan pernah menggantikan peran guru sebagai pendidik.

Kini guru dan orang tua dituntut supaya membiasakan diri dengan teknologi untuk mencari informasi dan berkomunikasi, ketika siswa harus melakukan belajar dari rumah.

ilustrasi daycare anakilustrasi daycare anak/ Foto: iStock

Dalam sebuah kesempatan, HaiBunda berbincang dengan salah satu kepala sekolah dan daycare di Jakarta Pusat. Nurjannah Firnasari, kepala sekolah Nafa Islamic Montessori School & Daycare menjelaskan bahwa kini para siswa yang terdaftar di sekolah dan anak asuh yang terdaftar di daycare melakukan kegiatan berbasis daring atau online.

"Iya ada belajar online," kata Yana, sapaan akrabnya, kepada HaiBunda, Rabu (20/5/2020)

Materi pembelajaran online dan kegiatan yang dilakukan oleh Nafa Islamic Montessori School & Daycare dimuat di akun YouTube resmi mereka. Dalam sesi tertentu, para guru dan pengasuh juga melakukan telekonferensi, Bunda.

Selain itu, khusus di masa PSBB DKI Jakarta ini, daycare yang berada di Kemayoran, Jakarta Pusat ini sementara waktu tidak menerima anak baru, dan bagi yang menjadi member ada pelayanan pengasuhan ke rumah.

"Pelayanan pengasuhan ke rumah bagi orang tua yang tidak WFH (work from home)," kata Yana.

Ke depannya, setelah pandemi berakhir, pihak daycare akan terus menerapkan cek suhu tubuh dan cuci tangan sebelum bersentuhan dengan anak. Aturan itu sudah diberlakukan sejak awal berdirinya daycare.

"Sebelum ada COVID-19, kami sudah menerapkan cek suhu tubuh dan cuci tangan sebelum bersentuhan dengan anak. Untuk sementara ini belum ada lagi wacana kebijakan baru yang akan diterapkan," jelasnya.

Bagaimana dengan sekolah? Khusus yang di DKI Jakarta, Dinas Pendidikan DKI Jakarta berencana memulai kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021, yakni pada 13 Juli 2020, Bunda.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, rencana itu disusun dengan mempertimbangkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka mencegah penularan COVID-19.

"Hari pertama sekolah dimulai lagi dengan mempertimbangkan kebijakan, baik pemerintah pusat maupun daerah, yang kami siapkan 13 Juli," kata Nahdiana dalam video rapat pimpinan yang diunggah di akun YouTube Pemprov DKI, Jumat (15/5/2020).

Nahdiana mengatakan, Dinas Pendidikan telah menyusun tiga skema belajar di sekolah yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2020/2021. Pertama, hanya sebagian sekolah yang dibuka dengan semua siswa belajar di sekolah. Kedua, hanya sebagian sekolah yang dibuka dengan sebagian siswa belajar di sekolah.

"Ketiga, semua sekolah dibuka dengan sebagian siswa belajar di rumah," ungkapnya.

Sebelumnya Kemendikbud sendiri telah menyiapkan tiga skenario belajar di tahun ajaran 2020/2021 dalam menghadapi pandemi virus Corona. Pertama kegiatan belajar dilakukan di sekolah, sebagian di sekolah dan sebagian tetap mengikuti pembelajaran secara online serta sepenuhnya pembelajaran jarak jauh sampai akhir tahun.

Simak juga fakta dan data Corona yang perlu Bunda ketahui:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi