sign up SIGN UP search


trending

Shandy Aulia Sempat Belajar Islam Sebelum Pilih Nasrani di Usia 15 Tahun

Siti Hafadzoh Minggu, 24 May 2020 20:15 WIB
Kenakan freckles Shandy Aulia Malah kena Nyinyir Netizen caption
Jakarta -

Shandy Aulia merupakan salah satu artis yang hidup di tengah perbedaan agama dalam keluarganya. Ketiga kakaknya beragama Islam, sedangkan Shandy sendiri memeluk agama Kristen.

Ibu satu anak ini menceritakan tentang keputusannya memilih agama Kristen. Lewat Instagram Story menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait agamanya.

"Semua keluarga kakak Islam tapi kenapa kak shandy Kristen?" tanya salah satu netizen.


Shandy mengatakan bahwa ia sejak kecil memang dibesarkan oleh orang tua yang beda agama. Sang ayah beragama islam dan ibunya Kristen.

Sejak kecil, Shandy menjalankan kedua agama, Islam dan Kristen. Ia pernah salat dan juga pernah ke gereja.

Waktu itu ia belum mengerti tentang agama, Bunda. Hingga ketika remaja Shandy bisa memilih agamanya sendiri.

"Hingga saya di usia 15 tahun saya memutuskan Kristen," ujarnya.

Shandy Aulia bersama tiga kakak dan ayahnyaShandy Aulia bersama tiga kakak dan ayahnya/ Foto: dok. Instagram Shandy Aulia

Dari 4 bersaudara, ketiga kakaknya memilih masuk Islam. Sedangkan, Shandy memutuskan untuk menjadi umat Kristiani.

"Saya memilih kepercayaan bukan karena orangtua tapi saya memilih karena pilihan pribadi saya dan pengalaman iman saya sendiri," tulisnya.

Meskipun berbeda agama dengan ayah dan ketiga kakaknya, mereka hidup rukun lho, Bunda. Shandy mengaku, mereka tetap saling mengasihi.

"Keluarga saya saling menghormati perbedaan ini. Saya sangat mengasihi papa dan kakak2 saya," kata Shandy.

Menghormati perbedaan seperti Shandy Aulia dan keluarganya tentu perlu ditanamkan oleh orang tua sejak anak-anaknya masih kecil. Menurut psikolog klinis Christina Tedja yang akrab disapa Tia, pada dasarnya tidak ada anak yang rasis.

Anak belajar dan mencerna informasi dari lingkungan sekitarnya. Makanya, Bunda perlu berhati-hati ketika berbicara dan bersikap di depan anak.

"Termasuk penilaian sehari-hari terhadap orang yang beda etnis dan agama. Dengan merespons baik segala perbedaan yang ada, anak akan meniru. Sebaliknya apabila kita melihat perbedaan saja, lalu ngomel terkait kejadian itu atau protes, anak akan membentuk pola pikir yang sama," jelas Tina.

Jadi, kalau Bunda ingin anak bisa menghargai perbedaan, harus diberi contoh dulu ya.

Lihat juga tips mengajarkan agama pada anak sejak dini di video berikut ini, Bunda.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi