HaiBunda

TRENDING

Bepergian Saat Pandemi Corona Kini Wajib Bawa Hasil Tes dengan Masa Berlaku

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 29 May 2020 12:33 WIB
Bepergian Saat Pandemi Corona Kini Wajib Bawa Hasil Tes dengan Masa Berlaku/ Foto: Dok. detikcom
Jakarta -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah mengeluarkan surat edaran baru, terkait kriteria pembatasan perjalanan orang di masa pandemi ini. Surat tersebut merupakan perubahan dari surat edaran sebelumnya.

Dikutip dari situs resmi covid19.go.id, perubahan tercantum dalam Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2020 yang mengubah Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Ruang lingkup yang diubah ada dua poin, yaitu kriteria pengecualian dan persyaratan pengecualian. Perlu Bunda tahu, Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2020 mengatur tentang penambahan persyaratan pengecualian untuk perjalanan orang, yaitu menunjukkan hasil tes COVID-19 dengan masa berlaku.


Seseorang yang melakukan perjalanan diharuskan menunjukkan surat keterangan uji tes Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari. Atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non reaktif, yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.

Ditlantas Polda Metro Jaya perketat pemeriksaan SIKM Jakarta bagi pemudik yang hendak kembali ke Ibu Kota, salah satunya dilakukan di perbatasan/ Foto: Grandyos Zafna

Perubahan lainnya, yakni tentang daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR Test atau Rapid Test. Dalam kondisi ini, seperti tertuang dalam surat edaran tersebut, "Seseorang harus menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness), yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit atau Puskesmas."

Orang-orang yang masuk kriteria pengecualian ini, yaitu yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta, pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau keluarga inti sakit keras atau meninggal dunia, serta repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri.

Dalam surat edaran yang baru ini, substansi pengendalian, pengawasan, dan penegakan hukum masih tetap memberlakukan isi Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020.

Bunda perlu ingat juga, Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2020 berlaku sejak tanggal penetapannya 25 Mei 2020 sampai dengan 7 Juni 2020, dan telah ditandatangani Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo.

Simak juga fakta dan data seputar Corona, di video berikut:

(ank/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Ardit Erwandha Aktor 'Tunggu Aku Sukses Nanti' dan Istri yang Berprofesi Notaris

Mom's Life Amira Salsabila

9 Ciri Kepribadian Orang yang Tak Suka Merayakan Ulang Tahun

Mom's Life Natasha Ardiah

9 Resep Overnight Oat untuk Menu Sarapan Simpel dan Enak

Mom's Life Amira Salsabila

Alasan Gaya Parenting Type C, Dianggap sebagai Pola Pengasuhan Paling Keren

Parenting Indah Ramadhani

Bayi Baru Lahir Ternyata Sudah Kenal Ritme Musik!

Kehamilan Angella Delvie Mayninentha & Sandra Odilifia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Ardit Erwandha Aktor 'Tunggu Aku Sukses Nanti' dan Istri yang Berprofesi Notaris

Bayi Baru Lahir Ternyata Sudah Kenal Ritme Musik!

9 Resep Overnight Oat untuk Menu Sarapan Simpel dan Enak

6 Rekomendasi Drama Korea Mengisahkan Perjuangan Ibu Hamil & Melahirkan, Bikin Haru

Alasan Gaya Parenting Type C, Dianggap sebagai Pola Pengasuhan Paling Keren

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK