sign up SIGN UP search


kehamilan

Rapid Test Tak Akurat, Ibu Ini Terpaksa Jalani Persalinan yang Menyiksa

Annisa Karnesyia Senin, 04 May 2020 22:00 WIB
Rapid Test Tak Akurat, Ibu Ini Terpaksa Jalani Persalinan yang Menyiksa caption
Jakarta - Pandemi Corona atau COVID-19 membuat seorang wanita harus menjalani proses kelahiran yang panjang. Sang suami yang diketahui bernama Erlangga Agusta menceritakannya di akun Twitter @AnggaAgusta.

Angga membuat thread Twitter dengan judul PENGALAMAN ISTRI MELAHIRKAN SAAT PANDEMI COVID. Tulisannya diunggah pada Minggu, 3 May 2020. Hingga saat ini, tulisan tersebut ramai ditanggapi oleh netizen.


"Gw mau sedikit sharing pengalaman saat istri melahirkan anak ke 3 kami tgl 29 April. Pengalaman kemarin bener2 bikin kami stress dan kami merasakan sendiri betapa mengerikannya didiagnosa positif Covid. Apalagi dalam kondisi istri sudah siap untuk melahirkan," tulis Angga membuka thread.


Selanjutnya diceritkan Angga pada tanggal 28 April lalu, ia memutuskan membawa istrinya ke rumah sakit setelah mengalami kontraksi di kehamilan yang berusia 38 minggu. Istri Angga langsung menuju kamar bersalin untuk melakukan CTG dan melihat status pembukaan melahirkan.

Karena kontraksi cukup kuat, dokter memutuskan istri Angga untuk melahirkan keesokan harinya. Namun, karena dalam masa pandemi Corona, rumah sakit memiliki kebijakan untuk melakukan rapid test pada semua pasien yang mau melahirkan.

Setelah test, istrinya dipindahkan ke ruang bersalin. Meski bingung karena sang istri masih pembukaan 2, Angga tetap mencoba berpikir positif.

"Tp tidak lama kami pindah ke kamar bersalin, dokter kandungan dan perawat masuk dengan muka tegang. Gw dan istri jg mendadak ikutan tegang karena mereka terlihat panik," tulis Angga.

"Dokter kemudian menginfokan hasil Rapid Test istri positif Covid. Gw dan istri kaya disamber petir. Gw coba konfirmasi ulang ke dokter sambil berharap hasilnya salah atau tertukar dengan pasien lain. Gw jg minta dilakukan Rapid Test ulang karena yakin hasil testnya salah," sambungnya.

Angga lalu mencoba menjelaskan kondisi istri dan keluarganya yang hampir dua bulan di rumah dan tidak melakukan kontak dengan orang luar. Mereka memang pernah melakukan perjalanan ke New Zealand dan Australia, tapi sudah kembali ke Jakarta pada 8 Maret 2020. Setelah itu, mereka melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

"Jd posisinya kami sudah di rumah aja dari sebelum WFH dan PSBB dilakukan. Seiring makin meningkatnya kasus Covid, kamipun jg menjadi sangat menjaga kebersihan di rumah mengingat anak pertama kami punya Asma dan khawatir jika ada infeksi covid maka dia yg akan paling parah," ujarnya.

Angga mengatakan bahwa kondisi keluarganya selama di rumah baik-baik saja, tanpa gejala seperti demam atau batuk pilek. Istri Angga lalu meminta dilakukan pemeriksaan tes swab agar lebih meyakinkan.

Team of doctors and nurses wear masks and gloves and prepare for surgery.Rapid Test Tak Akurat, Ibu Ini Terpaksa Jalani Persalinan yang Menyiksa/ Foto: iStock

Proses melahirkan

Sebelum melakukan tes swab, istri Angga menjalani pemeriksaan CT Scan Paru dan hasilnya baik dan tidak ada indikasi Covid-19. Dokter lalu memutuskan tindakan caesar untuk meminimalisir risiko penularan.

"Kemudian dilakukan cek dalam lg, status sudah masuk pembukaan 3. Karena pembukaan semakin nambah, istri diberikan obat penahan kontraksi supaya pembukaan tidak nambah. Efeknya istri menjadi gemetar seluruh badan dan terlihat seperti orang kejang. Gw sampe ga tega lihatnya," tulis Angga.

Sebelum operasi caesar dan dilakukan tes swab pada tanggal 29 April 2020, sang istri menjalani rapid test kembali. Pada pukul 9 pagi, sang buah hati lahir dengan sehat.

Hasil rapid test kedua menunjukkan hasil negatif, Bun. Namun, sampai hasil tes swab keluar, ibu dan bayinya harus dipisahkan dan diisolasi di NICU.

"Istri jg tidak boleh gabung dengan baby dan belum boleh berikan ASI ke babynya. Semua perawatan tetap dilakukan dengan protap Covid. Suster yg masuk ke ruangan istri menggunakan APD lengkap. Tp hasil CT scan dan rapid test kedua bikin kami lebih tenang," ujarnya.

Hasil tes swab

Pada tanggal 1 Mei 2020, hasil tes swab istri Angga keluar. Ia dan keluarga bisa bernapas lega karena hasilnya negatif Corona atau COVID-19, Bun.

"Tgl 1 Mei jam 9 pagi. Hasil tes swab keluar dan Puji Tuhan hasilnya negatif. Istri bisa langsung gabung dengan baby dan bisa langsung kasih ASI. Kabar baik lainnya mereka bisa pulang bareng di hari itu. Gw lega karena keyakinan gw sebelumnya ternyata benar," kata Angga.

Di akhir thread-nya, Angga berpesan agar masyarakat bisa mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah. Ia bisa melihat sendiri bagaimana kesungguhan tim dokter dan suster yang sangat takut dan hati-hati menghadapi pasien COVID-19.


Simak juga fakta dan data tentang Corona, di video berikut: (ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi