TRENDING
Duh, Kementan Kini Bantah Klaim Antivirus Corona pada Produk Eucalyptus
Yuni Ayu Amida | HaiBunda
Senin, 06 Jul 2020 16:42 WIBBeberapa waktu lalu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan produk eucalyptus yang diklaim mampu menjadi antivirus Corona. Namun kini Kementan membantah klaim tersebut.
Klaim antivirus ini sebelumnya dikeluarkan Kementan dalam keterangan tertulis berjudul 'Kementan Launching Antivirus Corona Berbahan Eucalyptus' yang dikeluarkan 8 Mei 2020. Kala itu, Kementan mengungkapkan bahwa terobosan ini memiliki hasil pengujian eucalyptus terhadap virus influenza, virus beta dan gamma corona yang menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100 persen.
Kemudian pada 9 Mei 2020, Kementan kembali mengatakan bahwa produk eucalyptus bisa digunakan masyarakat sebagai antivirus di tengah pandemi COVID-19. Lalu pada awal Juni, kemampuan produk eucalyptus mulai dipertanyakan, apakah benar-benar bisa menjadi antivirus Corona.
Namun hari ini, Senin (6/7/2020), Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry memberi klarifikasi atas produk tersebut. Ditegaskannya bahwa klaim atas eucalyptus sebagai antivirus Corona tidak pernah diberikan oleh pihaknya. Hal ini karena izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atas 3 produk eucalyptus (minyak roll on, inhaler, dan kalung aromatherapy) hanya sebatas produk jamu.
"Kita menerima saran dan masukan. Tentunya over klaim, kita sudah menyampaikan juga kita tidak over klaim. Izin dari BPOM memang tidak menyebut antivirus, sama di roll on eucalyptus ini tidak ada menyebut karena memang harus melalui tahapan. Izin edar ini kan jamu," kata Fadjry.
Fadjry pun mengatakan bahwa produk tersebut juga belum diuji untuk COVID-19. Mereka hanya menguji pada Corona model.
"Saya tidak mengklaim COVID-19 karena kita tidak menguji pada COVID-19, kita hanya menguji kepada Corona model. Karena kita punya alpha Corona, beta Corona, gamma Corona, delta Corona. Tapi COVID-19 atau SARS COVID-19 ini adalah bagian dari beta Corona," jelas Fadjry.
Lebih lanjut Fadjry menegaskan bahwa selama ini pihaknya hanya mengklaim bahwa eucalyptus ini punya potensi 'membunuh' Corona. Selain itu, eucalyptus masih butuh tahapan uji klinis yang panjang untuk bisa menjadi obat yang digunakan manusia.
"Klaim produk kita ini memang sebatas apa yang menjadi izin dari BPOM. Tapi ini secara lab potensi untuk untuk 'membunuh' virus Corona, termasuk H5N1 dan influenza," tuturnya.
"Uji klinis terkait vaksin dan medicine orang itu paling sedikit waktu 18 bulan. Kalau dipercepat biasanya rata-rata 1,5 tahun. Itu fase 1, fase 2," sambungnya.
Sementara itu, pada kemasan lima produk eucalyptus antara lain minyak roll on, inhaler, balsem, diffuser oil, dan kalung aromatherapy masih dicantumkan tulisan 'Anti Virus Corona Eucalyptus'. Tentunya ini juga jadi perdebatan. Fadjry pun menjelaskan bahwa kemasan pada 5 produk eucalyptus yang ada saat ini hanyalah sebagai prototype dan penyemangat bagi para penelitinya.
"Tulisan antivirus ini karena protoype saja. Ini penyemangat teman-teman peneliti, kalau memang kita akan menuju ke sana. Tapi ini kan tidak kita perjualbelikan, ini sebagai prototype saja," tegas Fadjry.
Fadjry juga memastikan pada bulan Agustus nanti, saat lima produk eucalyptus akan diproduksi massal, maka pihaknya akan mengubah kemasan tanpa tulisan antivirus Corona. Meski demikian, pihaknya juga berharap agar tidak ada polemik atas produk ini, dan meminta masyarakat untuk tetap mendukung langkah Kementan mengembangkan produk eucalyptus hingga betul-betul bisa menjadi penangkal COVID-19.
"Saya tidak ingin berpolemik. Saya welcome kritik, masukan, saran, sangat menerima semua yang harus diperbaiki. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai produk sendiri. Tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa melalui tahap-tahapan. Apalagi penelitian yang sangat awas ini, apalagi ini baru 2-3 bulan. Tapi eucalyptus ini dimanfaatkan sebagai potensi untuk menekan perkembangan Corona," tutup Fadjry, demikian dikutip dari detikcom.
Simak juga the new normal di masa pandemi dalam video ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pasangan Ini Kritis Akibat COVID-19, Dahulu Anggap Corona Hanya Konspirasi
China Lockdown 11 Juta Warga Shijiazhuang, Dilarang Keluar Kota & Sekolah Ditutup
Bintang Film Harry Potter Ungkap Bayinya Positif COVID-19
Varian Baru Virus Corona Cepat Menyebar, Inggris Lockdown Lagi Bun
TERPOPULER
7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar
Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan
Rahasia Kimmy Jayanti Berhasil Turunkan BB 13 Kg setelah Melahirkan Anak Ketiga
10 Cara Mendisiplinkan Anak agar Patuh Sejak Kecil Tanpa Hancurkan Harga Dirinya
Sering Cemas Tanpa Sebab? Waspadai 10 Makanan Ini
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kisah Bunda Memiliki 'Payudara Ketiga' Usai Melahirkan, Ketahui Penyebabnya
5 Jenis Pisang yang Bagus untuk Bayi, Waktu Konsumsi & Resep MPASI
7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar
Menurut Psikolog, Ini 7 Kalimat yang Membuat Seseorang Terlihat Membosankan
30 Resep Es Buat Buka Puasa, Minuman Segar Bisa untuk Ide Jualan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Lirik Lagu Smoking on my Ex Pack - SZA
-
Beautynesia
5 Ide Kencan Valentine yang Hemat Bujet Tapi Tetap Romantis
-
Female Daily
Bikin Rileks setelah Kerja, Intip Pengalaman Treatment di Sendja Cilandak Wellness Sanctuary!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Atlet Ngaku Selingkuh Usai Raih Medali Olimpiade, Mantan Pacar Buka Suara
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?