sign up SIGN UP search


trending

Ayah Habis-habisan Jadi Samsak Hidup demi Obati Kanker Anak, Berakhir Duka

Annisa Afani Minggu, 02 Aug 2020 23:02 WIB
Shot of a father and son enjoying a day outdoors Ilustrasi ayah dan anak/ Foto: iStock
Jakarta -

Seorang ayah di Beijing, China rela melakukan apapun demi menyelamatkan putranya dari penyakit serius yang dideritanya. Bahkan dia rela menjadi 'samsak hidup' demi mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan penyakit kanker yang diderita buah hatinya.

Pria bernama Xia Jun ini berlalu lalang di pinggir jalan Beijing dengan mengenakan kaos putih bertuliskan 'samsak manusia'. Ini artinya, Xia rela mengorbankan tubuhnya untuk menerima pukulan dari orang lain dengan imbalan uang sekitar Rp20 ribu tiap sekali pukul.

Di hadapannya, dia menyediakan kardus yang ditempeli foto anaknya berusia 2 tahun yang didiagnosis menderita leukemia dan hasil diagnosis dari rumah sakit.


Awalnya, putra Xia yang bernama Guo Guo ini didiagnosis menderita leukemia oleh salah satu rumah sakit di provinsi Sichuan, Bunda. Namun Xia dan istrinya disarankan ke Beijing untuk mencari perawatan ke rumah sakit yang lebih baik.

Xia bersama istri dan mertuanya membawa Guo Guo ke Beijing untuk menemui dokter di tiga rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan, Guo akhirnya dijadwalkan menjalani operasi transplantasi sumsum tulang dengan biaya lebih dari dari Rp1,4 miliar, namun ternyata masih banyak biaya lain yang harus dia tebus demi menyelamatkan nyawa Guo.

Dokter yang menanganinya, Wang Jingbo mengatakan bahwa Guo menderita leukemia myeloid akut. Guo membutuhkan waktu minimal 2,5 tahun untuk melewati fase kritis, termasuk tiga tahap penolakan, infeksi, dan kambuh.

Xia JunXia Jun/ Foto: Shanghaiist

"Tahun pertamanya akan menjadi tahap paling berbahaya baginya karena dia masih sangat muda. Perawatannya nanti akan menelan biaya sekitar Rp800 juta," kata Wang, dikutip dari Shanghaiist.

Xia mengaku telah mengumpulkan uang sekitar Rp21 juta dari pejalan kaki yang bersimpati kepadanya. Dia juga sudah habis-habisan menjual harta bendanya, termasuk rumahnya di kampung. Bahkan, dia juga berutang sebesar Rp80 juta.

Xia telah berjuang dengan banyak cara untuk mengumpulkan uang. Dia juga sempat berpikir untuk mengemis di jalanan, namun diurungkan karena takut tidak ada yang memperhatikan dan menanggapinya.

"Orang yang berbeda akan memiliki pendapat yang berbeda tentang masalah ini. Tapi mungkin ini cara terbaik untuk membantu anak saya. Saya memiliki hati nurani yang jelas mengenai hal ini," tutur Xia.

Sedihnya, meski ayahnya sudah melakukan upaya terbaik, namun dokter yang menanganinya menyerah menyelamatkan Guo karena tubuh kecilnya berhenti merespons perawatan kemoterapi. Akhirnya Xia dan istrinya membawa kembali putra mereka pulang ke kampung halamannya dan membiarkannya melakukan apapun di sisa hidupnya.

Dokter memperkirakan, Guo hanya bisa bertahan hidup selama sebulan. Sementara itu, Xia pasrah dengan kenyataan yang terjadi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya.

"Saya tidak bisa membalas budi kepada masyarakat sekarang, tapi saya tidak akan melupakan bantuan yang diberikan kepada kami," tuturnya.

Bunda simak juga yuk, perjuangan dr. Lula Kamal merawat anaknya yang sakit saat kuliah di London, dalam video Intimate Interview berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi