sign up SIGN UP search


trending

Belajar dari Kasus 21 Tenaga Kesehatan Blitar Positif Corona Usai Gowes Bareng

Annisa Karnesyia Jumat, 24 Jul 2020 11:39 WIB
Ilustrasi wanita naik sepeda caption
Jakarta -

Sebanyak 21 tenaga kesehatan di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi. Blitar, dinyatakan positif COVID-19. Mereka diduga tertular dari komunitas sepeda, Bunda.

Salah satu staf RSUD Ngudi Waluyo, Ulfa, menceritakan awal mula teman-temannya dinyatakan positif. Ulfa sendiri mendapatkan hasil tes swab negatif, setelah ikut kegiatan gowes bareng.

Awalnya ada 10 orang yang ikut gowes ke Bendungan Ngusri, Kecamatan Gandusari, pada Minggu (12/7/2020). Sepuluh orang ini terdiri dari 8 dewasa dan 2 anak-anak.


Tidak semuanya berasal dari RSUD Ngudi Waluyo. Usai menjalani tes, lima di antaranya terkonfirmasi positif.

"Titik kumpul kami di rumah seorang teman di Gandusari. Dari situ kami parkir mobil, lanjut gowes bareng ke Bendungan Ngusri. Di sana foto-foto sambil istirahat, lalu balik gowes pulang ke rumah teman tadi," kata Ulfa yang merupakan staf bagian apotek di RSUD Ngudi Waluyo.

Ulfa sendiri terlambat datang bersama suaminya. Mereka menyusul menuju Bendungan Ngusti dan tidak berbarengan dengan rombongan, Bunda.

Ulfa menjelaskan bahwa saat gowes, semua tertib memakai masker dan menjaga jarak. Sampai perjalanan pulang ke rumah temannya di Gandusari, seluruh temannya yang bersepeda tak melepas masker.

"Sampai di rumah teman itu kami makan bersama. Otomatis semua masker dilepas untuk menikmati hidangan tuan rumah," ujar Ulfa.

"Mungkin saat itulah penularan airborne terjadi, karena di dalam ruangan walaupun kami usahakan tetap menjaga jarak aman," sambungnya, dikutip dari detikcom.

RSUD Ngudi Waluyo BlitarRSUD Ngudi Waluyo Blitar/ Foto: Erliana Riady

Usai bersepeda, salah satu rekan Ulfa mengalami gejala COVID-19 dan pada Kamis (16/7/2020), menjalani tes swab. Pada Jumat (17/7/2020), yang bersangkutan dinyatakan positif Corona.

Sabtu (18/7/2020), ulfa bersama rekan-rekan yang lain menjalani tes swab di RSUD Ngudi Waluyo. Empat rekan kerja Ulfa dan ada satu dokter dari luar RSUD Ngudi Waluyo dinyatakan positif.

Berawal dari empat orang yang positif ini, penularan cepat menyebar. Total ada 21 tenaga kesehatan yang ikut terinfeksi.

Berolahraga saat pandemiĀ Corona memang harus memerhatikan protokol kesehatan ya. Beberapa waktu lalu, dr.Reisa Broto Asmoro, pernah menjelaskan protokol ini.

Bagi yang bersepeda, jarak harus lebih diperhatikan. Jarak ditambah lebih jauh, yaitu kurang lebih 20 meter dari orang di depannya. Sementara olahraga yang berlari, diberi jarak 10 meter dan jalan minimal 5 meter dari orang di depannya.

"Sedangkan untuk yang berlari sebaiknya berjarak kurang lebih 10 meter dengan orang di depannya," kata Reisa, dalam YouTube BNPB.

Tetap patuhi protokol kesehatan yang diberikan pemerintah saat olahraga. Selain menjaga jarak, jangan lupa gunakanĀ masker dan rajin mencuci tangan.

Saat pulang ke rumah, langsung mandi dan ganti pakaian bersih. Reisa juga mengingatkan untuk lakukan disinfeksi pada alat-alat yang dibawa saat berolahraga di luar rumah.

Simak juga rahasia harmonis rumah tangga Donna Agnesia yang beda 6 tahun dengan suaminya, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi