sign up SIGN UP search


trending

Kisah Menteri Nadiem Minta Maaf Setelah Ramai-ramai Diboikot

Siti Hafadzoh Rabu, 29 Jul 2020 09:13 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim caption
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjadi sorotan akhir-akhir ini. Ia menuai banyak kritik lantaran Program Organisasi Penggerak (POP) yang diusung Kemendikbud, Bunda.

Kemendikbud membuat Program Organisasi Penggerak (POP) yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Episode Keempat. Organisasi Penggerak merupakan program peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Program ini melibatkan organisasi masyarakat (ormas) sebagai mitra yang berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik.

Namun, dua ormas tertua di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) beberapa waktu lalu menyatakan mundur dari program ini. Kemudian, diikuti oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).


Muhammadiyah dan PBNU mundur karena protes soal kriteria lembaga CSR yang lolos seleksi. Ormas ini juga mengusulkan agar hasil seleksi ditinjau lagi.

Masyarakat mengkhawatirkan adanya konflik kepentingan terkait anggaran karena adanya perusahaan besar yang lolos seleksi. Perusahaan besar yang lolos seleksi, yaitu Tanoto dan Sampoerna Foundation.

Namun, Nadiem Makarim menegaskan, partisipasi Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation dalam POP ini menggunakan dana pribadi mereka, Bunda. Jadi, tidak memakai dana APBN sepeser pun.

"Mereka akan mendanai sendiri aktivitas progarmnya tanpa anggaran dari pemerintah," kata Nadiem dikutip dari YouTube Kemendikbud.

Nadiem Makarim menyatakan apresiasi kepada pihak NU, Muhammadiyah, dan PGRI atas masukannya kepada Kemendikbud. Ia menyadari, ketiga organisasi ini telah berjasa di bidang pendidikan Indonesia.

Terkait kisruh POP, Nadiem Makarim menyampaikan permintaan maaf kepada Muhammadiyah, NU, dan PGRI. Ia berharap organisasi ini tetap memberikan bimbingan kepada Kemendikbud dalam menjalankan Program Organisasi Penggerak.

"Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala keprihatinan yang timbul dan berharap agar tokoh dan pimpinan NU, Muhammadiyah, dan PGRI bersedia untuk terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program yang kami sadari betul belum sempurna," ujar Nadiem Makarim.

Lihat juga cara Kirana Larasati agar anak semangat belajar di rumah berikut ini, Bunda.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/kuy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi