HaiBunda

TRENDING

Duh! Warga Korea Panaskan Uang di Microwave untuk Cegah Virus Corona

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 07 Aug 2020 13:38 WIB
Warga Korsel Gunakan Mesin Cuci & Microwave untuk Sterilkan Uang dari Corona/ Foto: iStock
Jakarta -

Warga di Korea Selatan (Korsel) punya cara unik untuk melindungi diri dari virus Corona (COVID-19). Mereka mencoba mensterilkan uang dari virus dengan memanaskannya di microwave dan mencuci di mesin cuci.

Bank of Korea mengatakan bahwa terjadi peningkatan tiga kali lipat dari orang-orang yang ingin menukarkan uang rusak selama enam bulan terakhir. Sebagian uang ini dalam kondisi hangus karena proses desinfeksi.

Seorang pejabat Bank of Korea mengatakan, jumlah uang terbakar yang dikembalikan ke bank meningkat sebanyak 1,32 miliar won Korea (Rp16 miliar) pada Januari hingga Juni. Padahal, tahun lalu di periode yang sama, jumlah uang yang ditukarkan hanya 480 juta won (Rp5,9 miliar).


"Sejumlah uang dibakar dalam microwave pada paruh pertama tahun ini," kata pejabat itu, dilansir Reuters.

Selain menggunakan microwave, ternyata beberapa orang memasukkan uang ke dalam mesin cuci, Bunda. Hal ini berkaitan dengan cara warga untuk mencegah penularan virus Corona.

Seorang bermarga Um, misalnya, datang untuk menukar uang sekitar 35,5 juta won Korea (Rp437 juta). Ia menukarkan uang kertas yang telah rusak setelah dimasukkan ke dalam mesin cuci.

Namun, Um hanya bisa menukarkan 22,9 juta won (Rp281 juta). Bila dihitung, dia kehilangan setidaknya 35 persen uang miliknya.

Bicara soal penyebaran virus di uang, sebuah studi memang pernah membahasnya. Dilansir CNBC, studi menunjukkan bahwa uang kertas dapat mengandung bakteri dan virus, yang mengarah pada penyebaran penyakit.

Menurut Federal Reserve, usia uang kertas berkisar dari 4 hingga 15 tahun. Ini artinya, kuman bisa terakumulasi dalam jangka waktu lama.

Ilustrasi mengambil uang di ATM/ Foto: iStock

Mengenai virus Corona, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendorong orang-orang untuk menggunakan pembayaran non cash atau tanpa kontak. Seorang juru bicara WHO mengatakan bahwa anjuran ini memang hanya peringatan, tapi dia menegaskan bahwa penting untuk mencuci tangan setelah memegang uang dan ingin menyentuh makanan.

Michael Knight, asisten profesor kedokteran di George Washington School of Medicine and Health Sciences, menjelaskan bahwa COVID-19 tidak menyebar dan menembus kulit di tangan. Namun, ditransferkan melalui mulut, hidung, dan mata.

"Virus Corona atau virus pernapasan lainnya seperti influenza di tangan akan menjadi infeksi ketika ditransferkan ke tempat-tempat seperti mulut, hidung, dan mata," kata Knight.

"Jika Anda melakukan pembayaran tanpa kontak seperti menyentuh ponsel, kartu kredit, atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM) lalu tidak mencuci tangan sesudahnya, Anda masih rentan terhadap infeksi," sambungnya.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan untuk membersihkan atau mendisinfeksi benda yang sering disentuh dengan menggunakan semprotan pembersih atau lap. Jika kita menyentuhnya, maka segeralah cuci tangan dengan sabun.

Simak juga rahasia harmonis rumah tangga Donna Agnesia yang lebih tua 6 tahun dengan suaminya, di video Intimate Interview berikut:

(ank/jue)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Waspadai 7 Gejala Diabetes Awal yang Terasa Saat Bangun Tidur

Mom's Life Amira Salsabila

Doa Ziarah Kubur Orang Tua Lengkap dengan Tata Cara dan Adab

Mom's Life Amira Salsabila

7 Masalah Kesehatan yang Bikin Bunda Sulit Hamil

Kehamilan Annisa Karnesyia

Terpopuler: Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA

Mom's Life Nadhifa Fitrina

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Haruskah ASI Kolostrum Keluar Sebelum Melahirkan?

7 Masalah Kesehatan yang Bikin Bunda Sulit Hamil

5 Fakta Menarik Drama Korea 'Honour' Angkat Isu Korban Kekerasan Seksual

Doa Ziarah Kubur Orang Tua Lengkap dengan Tata Cara dan Adab

Waspadai 7 Gejala Diabetes Awal yang Terasa Saat Bangun Tidur

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK