sign up SIGN UP search

trending

Optimisme Para Pendidik Mengajar di Tengah Pandemi COVID-19

Annisa Afani Kamis, 26 Nov 2020 20:03 WIB
ilustrasi guru dan murid caption
Jakarta -

Di masa pandemi Covid-19, proses belajar dan mengajar menjadi tantangan tersendiri bagi para guru, dan murid. Karena dengan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah, maka aktivitas belajar mengajar tatap muka ini harus diterapkan dengan jarak jauh melalui virtual.

Akibatnya, para tenaga pendidik harus berjuang dengan lebih keras, dan kreatif agar materi pembelajaran yang disampaikan kepada murid bisa diserap dengan maksimal. Akan tetapi, ternyata kendala masih tetap menghambat, terutama karena koneksi internet yang tak semua orang dapat mengaksesnya dengan mudah.

"Semasa pandemi, proses pembelajaran memang tidak optimal. Biasanya materi yang saya sampaikan identik dengan tatap muka dan praktik, sekarang harus melalui teknologi media atau tatap muka secara virtual," kata Deswita Supriyatni, Dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi STKIP Pasundan, dikutip dari laman covid19.go.id.


Hal serupa juga disampaikan oleh Arya Wiratman, Bunda. Menurutnya, pembelajaran jarak jauh baik secara virtual dan video pembelajaran yang dilakukan saat pandemi, sangat monoton.

"Meski begitu kami tetap berusaha mengemas pembelajaran mirip seperti saat tatap muka di kelas," tutur guru SDS Islam Ibnu Hajar Cipayung, Jakarta Timur.

Dengan tantangan tersebut, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan Bantuan Kuota Data Internet kepada 1,9 juta guru, 166 ribu dosen, 3,8 juta mahasiswa, dan 29,6 juta siswa sekolah sebanyak 100 GB, yang dialokasikan 50 GB setiap bulannya.

Kuota internet ini dapat dimanfaatkan oleh setiap jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta. Selain itu, sebanyak 35,5 juta pendidik, dan peserta didik di seluruh Indonesia tercatat telah menerima manfaat ini sejak September 2020 lalu, Bunda.

Menurut data survei dari Lembaga Arus Survei Indonesia pada Oktober 2020, sebanyak 85,6 persen responden menilai bahwa program bantuan ini berhasil meringankan beban ekonomi orang tua pelajar, dan mahasiswa untuk membeli paket internet.

"Sebelum ada bantuan, kondisi sangat sulit dan terbatas. Harus pintar mengatur keuangan keluarga dan menyisihkan agar kebutuhan kuota internet terpenuhi," kata Arya.

Selain bantuan kuota data internet, pemerintah pun turut memberikan bantuan lainnya, yakni BSU Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS di bawah binaan Kemendikbud dan Kementerian Agama (Kemenag), Bunda.

Bantuan tersebut diketahui telah dialokasikan dengan total dana sebesar Rp4,7 Triliun. Bantuan ini akan diberikan kepada lebih dari 2,74 juta pendidik, dan tenaga kependidikan non-PNS di seluruh Indonesia dengan jumlah Rp1,8 juta bagi setiap pendidik, dengan persyaratan pencairan yang sangat mudah.

Dengan diadakannya program-program tersebut, pemerintah berharap agar para penerima dapat terbantu untuk bertahan melalui masa pandemi COVID-19 yang belum usai.

Nah, Bunda jangan lupa juga selalu #ingatpesanbunda #ingatpesanibu untuk #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun, sesuai imbauan #satgascovid19.

Bunda, simak juga pentingnya transaksi online selama pandemi dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Elon MuskFoto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari
(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!