sign up SIGN UP search


trending

Kronologi Harun Yahya Divonis 1.075 Tahun Penjara Atas Kejahatan Seksual yang Mengerikan

Asri Ediyati Selasa, 12 Jan 2021 12:40 WIB
Harun Yahya, pemimpin sekte seks yang punya 1.000 pacar
Harun Yahya alias Adnan Oktar caption

Selain itu, kantor berita resmi Anadolu melaporkan bahwa Adnan Oktar alias Harun Yahya ini juga dinyatakan bersalah karena membantu kelompok yang dipimpin oleh pendakwah Muslim yang berbasis di AS Fethullah Gulen yang disalahkan Turki karena melakukan upaya kudeta yang gagal pada tahun 2016.

Dia membantah kaitannya dengan Fethullah Gulen. Harun Yahya juga menyebut anggapan bahwa dia memimpin sekte seks sebagai mitos urban.

Kemudian sekitar 236 terdakwa menghadapi tuntutan, 78 di antaranya ditahan menunggu persidangan. Sebagian besar tersangka tetap tidak bersalah sejak sidang pertama pada September 2019.


Selama persidangan, yang diikuti oleh media Turki selama berbulan-bulan, pengadilan mendengar rincian kejahatan seks yang mengerikan, Bunda. Harun Yahya memberi tahu hakim ketua pada bulan Desember bahwa dia memiliki hampir 1.000 pacar.

"Ada luapan cinta di hati saya untuk wanita. Cinta adalah kualitas manusia. Itu adalah kualitas seorang Muslim," katanya dalam sidang lain di bulan Oktober 2020, dilansir Guardian.

Salah satu wanita di persidangannya, yang diidentifikasi hanya sebagai CC, mengatakan kepada pengadilan bahwa Adnan Oktar alias Harun Yahya telah berulang kali melakukan pelecehan seksual terhadapnya dan wanita lainnya.

Beberapa wanita yang diperkosa dipaksa minum pil kontrasepsi, CC mengatakan kepada pengadilan, menambahkan bahwa dia sendiri telah bergabung ketika dia berusia 17 tahun. Ketika ditanya tentang 69.000 pil kontrasepsi yang ditemukan di rumahnya oleh polisi, Adnan Oktar mengatakan bahwa pil itu digunakan untuk mengobati gangguan kulit dan gangguan menstruasi.

Sementara itu, Tarkan Yavas, salah satu terdakwa kasus, juga menerima hukuman penjara 211 tahun karena menjadi anggota eksekutif organisasi, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, pelecehan seksual, kesalahan penyajian properti, dan melakukan sumpah palsu dalam dokumen resmi.

Oktar Babuna, terdakwa lain, dijatuhi hukuman 186 tahun penjara karena menjadi anggota organisasi kriminal, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, dan pelecehan seksual.

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi