sign up SIGN UP search

trending

Awal Mula Pasutri Tuban Mendadak Kaya, Sampai Uang Rp17 M Sisa Rp50 Juta

Annisa Afani Rabu, 07 Apr 2021 10:21 WIB
Ratusan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban kini telah menjadi miliarder usai menerima uang ganti rugi lahan untuk kilang minyak. Namun ternyata, dulu banyak warga yang menolak kilang minyak tersebut. caption
Jakarta -

Dalam beberapa waktu yang lalu, keberadaan Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur menjadi pusat perhatian, Bunda. Bagaimana tidak, warga yang tinggal di dalamnya berbondong-bondong beli mobil.

Menurut informasi yang HaiBunda rangkum dari berbagai sumber, para warga di desa tersebut mendadak kaya. Itu karena mereka baru menjual tanahnya pada PT Pertamina.

Perusahaan tersebut diketahui akan membangun kilang minyak Grass Root Refinery (GRR), Bun. Ini merupakan kerja sama antara Pertamina dan Rosneft asal Rusia.


Lebih lanjut, perusahaan ini akan dibangun pada tidak desa yang ada di Kecamatan Jenu. Yakni Sumurgeneng, Wadung, dan Kaliuntu.

Untuk aksi borong mobil, Kepada Desa Sumurgeneng, Gihanto pun membenarkannya. Mengutip dari detikcom, Gihanto membenarkan bahwa mobil-mobil yang dibeli oleh warganya tersebut benar hasil mendapat uang dari lahan yang mereka jual.

Gihanto juga mengatakan bahwa rata-rata warga di sana mendapatkan Rp8 miliar, Bun. Bahkan, ada pula warga dengan kepemilikan lahan sebesar 4 hektar dan menerima uang sebesar Rp26 miliar.

Angka yang diperoleh tersebut tentunya sangat fantastis. Sehingga, tak heran jika banyak dari warga sana yang menginvestasikan dana mereka untuk membeli mobil.

Untuk Bunda ketahui, sejak dimulainya pencairan dana dari lahan yang dibeli, sudah ada sebanyak 176 warga yang membeli mobil baru. Warga diketahui mencairkan dana melalui konsinyasi dari Pengadilan Negeri Tuban dan adapula yang melalui tahap awal tanpa melalui proses pengadilan.

Kemudian, Gihanto juga menjelaskan beberapa jenis mobil yang dibeli warganya. Mulai dari Kijang Innova, Honda HR-V, Fortuner, Pajero dan Honda Jazz.

Menurutnya, rata-rata satu orang membeli satu mobil, Bun. Namun ada pula yang membeli 2 hingga 3 mobil.

Warga desa di sana terhitung sebanyak 840 KK. Sebagaimana yang Gihanto katakan, warga yang menjual tanah kepentingan kilang minyak tersebut terhitung sekitar 225 KK.

Sedangkan harga yang diterima warga untuk penjualan tanah per meter, diketahui dimulai dari Rp600-800 ribu. Sehingga, penjualan yang didapat oleh warga Tuban itu sendiri rata-ratanya mencapai miliaran rupiah.

Simak informasi selengkapnya di halaman berikut ya, Bunda.

Bunda, simak juga pentingnya transaksi online pada masa pandemi dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

PASUTRI TUBAN TAJIR DADAKAN DAPAT RP17 MILIAR
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi