HaiBunda

TRENDING

Rekomendasi WHO Agar Penerima Vaksin Sinovac & Sinophram Divaksin Booster

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Sabtu, 11 Dec 2021 18:27 WIB
Ilustrasi vaksin booster/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Artem Zakharov
Jakarta -

Apakah Bunda dan keluarga termasuk penerima vaksin COVID-19 Sinovac dan Sinophram? Jika iya, ada kabar terbaru untuk Bunda dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Untuk Bunda ketahui, WHO merekomendasikan orang dengan gangguan kekebalan tubuh atau penerima vaksin dengan jenis virus yang dimatikan agar segera menerima vaksin booster. Adapun vaksin virus yang dimatikan antara lain Sinovac dan Sinophram asal China.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (11/12/2021), rekomendasi tersebut muncul setelah Kelompok Ahli Penasihat Strategis pada Imunisasi (SAGE), mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi vaksin booster COVID-19.


Ketua SAGE, Alejandro Cravioto, mengatakan bahwa vaksin memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah, setidaknya selama enam bulan. Namun, data menunjukkan kekebalan berkurang terhadap orang dewasa yang lebih tua dengan penyakit parah, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan.

"Kami mendukung pemerataan distribusi (vaksin) dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka yang bermasalah kesehatan atau orang yang menerima vaksin inaktif," katanya.

Dikutip dari laman resmi United Nation, Sabtu (11/12/2021), WHO menuliskan orang berusia 60 dan lebih tua yang menerima vaksin Sinovac dan Sinopharm harus mendapatkan dosis ketiga meskipun penggunaan vaksin lain juga dapat dipertimbangkan tergantung pada pasokan dan akses.

"Ketika menerapkan rekomendasi ini, negara-negara harus bertujuan untuk memaksimalkan cakupan dua dosis pada populasi, dan setelah itu memberikan dosis ketiga, mulai dari kelompok usia tertua," kata mereka.

Saat ini, banyak negara telah meluncurkan program vaksinasi booster untuk orang tua dan orang-orang dengan masalah kesehatan. Bahkan, sejumlah negara memperluas vaksinasi seiring dengan kekhawatiran varian Omicron yang lebih menular.

Meski demikian, WHO telah mengingatkan pemberian vaksin dosis pertama harus menjadi prioritas dibandingkan booster, mengingat capaian vaksinasi di sebagian besar negara berkembang masih rendah.

Direktur Departemen Imunisasi WHO, Kate O'Brien, mengatakan vaksin COVID-19 memberikan perlindungan tambahan selama enam bulan setelah dosis terakhir, dengan beberapa pengurangan perlindungan dalam jumlah kecil, sedang.

Pada Oktober, Badan PBB mengatakan orang di atas 60 tahun yang menerima suntikan Sinopharm dan Sinovac harus mendapatkan dosis booster.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

 



(som/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

Potret Ardit Erwandha Aktor 'Tunggu Aku Sukses Nanti' dan Istri yang Berprofesi Notaris

Mom's Life Amira Salsabila

9 Ciri Kepribadian Orang yang Tak Suka Merayakan Ulang Tahun

Mom's Life Natasha Ardiah

9 Resep Overnight Oat untuk Menu Sarapan Simpel dan Enak

Mom's Life Amira Salsabila

Alasan Gaya Parenting Type C, Dianggap sebagai Pola Pengasuhan Paling Keren

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Potret Ardit Erwandha Aktor 'Tunggu Aku Sukses Nanti' dan Istri yang Berprofesi Notaris

Bayi Baru Lahir Ternyata Sudah Kenal Ritme Musik!

9 Resep Overnight Oat untuk Menu Sarapan Simpel dan Enak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK