sign up SIGN UP search


trending

Pemerintah Akan Mulai Program Vaksin COVID-19 Awal November, Info Penting Nih Bun

Asri Ediyati Senin, 12 Oct 2020 15:28 WIB
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19 caption
Jakarta -

Kabar baik mengenai vaksin COVID-19 untuk masyarakat Indonesia, yang rencananya akan tersedia mulai awal November tahun ini. Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, bahkan menjamin kredibilitas program vaksin tersebut.

Kabar ini didapat melalui keterangan resmi yang dibagikan oleh laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Bunda. Pada 10 Oktober lalu, di sela kunjungan kerja dan pertemuan bilateral di Tiongkok, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, bersama Menkes Terawan, Dubes RI Djauhari Oratmangun, dan Dirut Bio Farma Honesti Basyir, bertemu dengan pimpinan perusahaan produsen vaksin COVID-19 yaitu Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac.

"Pertemuan ini bertujuan untuk memfinalisasi pembelian vaksin COVID-19 yang telah dijajaki oleh Menteri BUMN dan Menteri Luar Negeri dan dalam konteks persiapan eksekusi vaksinasi, transfer teknologi, dan penjajakan regional production di Indonesia," tulis Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.


Ya, jadi nantinya bakal ada tiga vaksin yang menjadi kandidat dan akan tersedia dalam waktu dekat yaitu dari Cansino, G42/Sinopharm, Sinovac. Vaksin dari ketiga perusahaan itu diketahui sudah masuk pada tahap akhir uji klinis tahap ke-3 dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.

Perihal label halal ketiga vaksin, tim inspeksi yang terdiri dari BPOM, Kementerian Kesehatan, MUI, Bio Farma akan bertolak ke Tiongkok pada tanggal 14 Oktober untuk melihat kualitas fasilitas produksi dan kehalalan vaksin produksi Sinovac, dan Cansino.

Sementara data untuk vaksin G42/Sinopharm, akan diambil dari data uji klinis di UAE karena diproduksi di sana. Kehalalan vaksin Sinovac dan Cansino akan dijamin melalui partisipasi MUI dalam proses pengujian data, begitu juga dengan kehalalan vaksin G42/Sinopharm,

"MUI-nya Abu Dhabi sudah menyatakan no issue dengan kehalalan vaksin G42," ucap Dirut Bio Farma Honesti Basyir.

Menkes Terawan memaparkan bahwa persiapan detail untuk program vaksinasi ini terus dilakukan, dengan prioritas para tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan COVID-19.

Menkes beserta jajarannya telah menyiapkan program vaksinasi dan mengambil langkah untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia dan akan segera melakukan simulasi di beberapa puskesmas. Sejak akhir September 2020 juga telah dilaksanakan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai tata cara vaksinasi COVID-19.

"Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedic, pelayanan public, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik," kata Menkes Terawan.

Berapa jumlah vaksin yang akan tersedia di November 2020? Jumlah vaksin yang disanggupi oleh masing-masing perusahaan beragam, tergantung dari kapasitas produksi dan komitmen kepada pembeli lain, Bunda.Kemudian, untuk menjaga akuntabilitas pengadaan vaksin, maka vaksin yang dibayarkan pemerintah maupun yang mandiri tetap harus melalui Bio Farma, sebagai BUMN yang ditunjuk untuk pengadaan vaksin. Sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas, dalam waktu dekat Bio Farma diminta memaparkan kepada publik mengenai biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerjasamanya.

Untuk tahun ini Cansino menyanggupi 100,000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021. G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, yang 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020.

Sementara itu Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Lalu, untuk tahun 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.

Simak juga Bunda panduan siaga gempa dan tsunami selama pandemi COVID-19:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi