sign up SIGN UP search


trending

Kisah WNI Berhenti dari ASN, Pilih Jadi Buruh Ikan Bergaji Rp400 Juta di LN

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Rabu, 03 Aug 2022 06:10 WIB
Ilustrasi Wanita Bekerja di Pabrik caption
Jakarta -

ASN atau PNS menjadi profesi paling diburu di Indonesia. Namun, tidak dengan cerita wanita yang satu ini karena memutuskan untuk meninggalkan profesinya sebagai ASN di sebuah kementerian di Indonesia.

Kehidupannya berubah setelah memutuskan berhenti menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) dan pindah ke Faroe Islands. Keputusan itu ia ambil setelah dinikahi seorang bule, Bunda.

Adalah Reni Heimustovu, yang lebih memilih bekerja sebagai buruh di pabrik ikan Kepulauan Faroe yang terletak di Denmark. Melalui akun Twitter @Hei_Reni, Reni menceritakan alasannya memilih bekerja dan tinggal di Faroe Island bersama suami dan anak-anaknya.


"Dulu di Indo gw ASN. Selama jd ASN gw sering dinas luar kota bahkan luar negeri. Setahun beberapa kali dapat kepercayaan ikut dinas bareng PM. Sekarang gw resign dan pilih kerja jadi buruh pabrik ikan di Faroe Islands," tulis Reni di Twitter, di mana HaiBunda sudah mendapatkan izin untuk mengutip tulisannya.

"Selama 3thn ini gw males cerita sama temen2 di Indo. Gak semua reaksinya baik. Bahkan ada yg tiba2 melabel gw sebagai warga kelas 2. Deym men! Warga kelas 2 itu apah?" sambungnya.

Reni pindah ke Faroe Island dan menjadi buruh karena memang tidak memiliki banyak pilihan. Ia masih belum lancar bicara bahasa asli di sana, Bunda.

Ia juga memutuskan pindah dari Indonesia karena sang suami adalah Warga Negara Asing (WNA). Menurutnya, sulit bagi suami untuk mencari kerja dengan aturan visa di Tanah Air.

"Knp gw lepas kerjaan gw dan malah jd buruh? Well... selama gw belom lancar bhs Faroe, pilihan kerja gw gak banyak. Jadilah gw "mentok" jd buruh pabrik ikan. But, really, it is okay," ujarnya.

"Klo gw sekeluarga pindah ke Indo biar gw tetep jadi ASN, yg ada suami bule gw bisa² cuma jd bapak RT. Trus abis itu netijen julid komen deh "ih...mokondo dong?". Kasian laki gw. Dengan visa keluarga di Faroe, gw sama anak³ otomatis dapat ijin kerja. Sementara visa keluarga di Indo gak gitu. Kudu cari perusahaan yg mau ngegaji bule lalu mrk yg apply working permit buat laki gw."

Beda gaji di Indonesia dan Faroe Islands

Sulitnya mendapatkan pekerjaan di Indonesia tidak dirasakan Reni ketika menetap di Faroe Islands, Bunda. Menurut data, angka pengangguran di sana 0,9 persen, lebih kecil dibandingkan di Indonesia, yang menurut data yang diperolehnya berada di angka 5,83 persen di tahun 2022.

Tak hanya itu, pendapatan yang diterimanya sebagai buruh ikan juga berbeda ketika bekerja di Tanah Air. Ia mendapatkan upah per jam dan bisa membawa pulang uang lembur lebih dari gaji normalnya.

"Salary gap di Faroe itu gak kaya sultan vs rakyat jelata. Gaji walikota 50.000DKK vs gaji buruh ikan kaya gw 25.000DKK. Beda 2x lipat. Klo di Indo, gaji walikota plus tunjangan dll... 60an juta (DKI) vs UMR 4jt an... beda 15x lipat," ungkap Reni.

"Buruh kasar kaya gw, tukang bangunan, org bengkel itu upah perjamnya mulai dr 350rb per jam sampai 800rb per jam. Bedanya sama org kantoran, mrk gajinya fix bulanan gak ada uang lembur. Kita klo gak kerja ya ga dpt duit. Tapi klo lembur, uang lembur 200% dr upah normal," sambungnya.

Selain soal gaji, waktu kerja di Faroe Island juga banyak berpihak pada pekerjanya. Simak kisah lengkap Reni di halaman berikutnya ya, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga daftar pekerjaan yang paling dicari di Jerman dengan gaji tinggi, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

DAPAT WAKTU LIBUR KERJA KHUSUS DI FAROE ISLANDS
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Artikel Terkait
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!