
trending
7 Fakta Kematian Mahsa Amini yang Picu Demo Besar-besaran di Iran
HaiBunda
Jumat, 23 Sep 2022 19:45 WIB

5. Akses Internet diblokir
Aksi protes atas kematian Mahsa Amini awalnya berpusat di wilayah barat laut, sebelum menyebar ke 50 kota besar di penjuru Iran. Ini menjadi aksi demonstrasi terbesar sejak kenaikan bensin pada 2019 lalu.
Pihak berwenang Iran kini telah memblokir akses internet, menurut keterangan Hengaw, penduduk Iran, dan pengamat pemblokiran internet NetBlocks.
Aksi tersebut dinilai sebagai upaya untuk membungkam aksi protes dan memicu keprihatinan dari para aktivis. Saat ini akses ke Instagram sebagai satu-satunya media sosial yang diizinkan masuk ke Iran telah ditutup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iran sekarang berada di bawah pembatasan internet paling parah sejak pembantaian November 2019," kata NetBlocks. Kelompok hak asasi Hengaw mengatakan, akses ke internet telah terputus di provinsi Kurdistan.
6. Polisi moral Iran disorot
Di tengah momen ini, seorang anggota polisi moral Iran yang identitasnya disembunyikan menuturkan pengakuannya kepada BBC hingga menjadi sorotan.
"Mereka mengatakan tugas polisi moral adalah melindungi perempuan. Karena jika perempuan tidak berpakaian secara pantas, laki-laki bisa berulah dan mencelakai mereka," ujarnya.
Ia juga merasa aneh dengan tugasnya karena seperti diharuskan pergi ke tempat ramai dan seolah dilatih untuk 'memburu' sebanyak mungkin orang. Polisi itu juga merasa sedih ketika terpaksa harus menangkap warga.
Apabila hanya menangkap sedikit perempuan yang melanggar aturan berpakaian, sang komandan akan menyebutnya tidak becus bekerja, Bunda.
"Saya sering menangis ketika menahan orang-orang dan memaksa mereka masuk ke mobil (polisi)," ungkapnya.
7. Jurnalis CNN batalkan wawancara dengan Presiden Iran
Aturan mengenai kerudung juga sempat menjadi perbincangan ketika membuat Jurnalis senior CNN (The Cable News Network), Christiane Amanpour, harus membatalkan wawancara dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi.
BBC melaporkan, Amanpour menyatakan bahwa ia diminta mengenakan kerudung dalam wawancara yang akan dilangsungkan di New York. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah menerima permintaan dari presiden lain yang pernah diwawancarai.
Ajudan Raisi menyatakan bahwa wawancara tidak akan digelar apabila Amanpour tidak memakai kerudung untuk 'menghargai'. Namun Amanpour menolak untuk melakukannya. Ia justru menyuarakan protes lewat foto dirinya yang duduk di kursi kosong Raisi tanpa memakai kerudung.
"Kita ini di New York, tempat tanpa aturan atau tradisi penggunaan kerudung," kata Amanpour lewat cuitannya di Twitter.
(anm/som)ARTIKEL TERKAIT

Trending
5 Drama Korea Terbaik dengan Karakter Polisi Tampan

Trending
Saira Khan Ungkap Alasan Tak Lagi Memeluk Islam & Dapat Ancaman Pembunuhan

Trending
Tragis! Model Cantik Diculik Usai Belanja & Ditemukan Tewas Terkubur

Trending
Tora Sudiro Blak-blakan soal Masa Kecil, Akui Pernah Jadi Korban Kekerasan

Trending
Tega! Suami Pukul Hingga Banting Istri karena Ikan Asin


7 Foto