sign up SIGN UP search


moms-life

Permintaan Terakhir Ratu Elizabeth II Sebelum Wafat, Sangat Menyentuh

Annisa A   |   Haibunda Jumat, 23 Sep 2022 12:04 WIB
CHESTER, ENGLAND - JUNE 14:  Queen Elizabeth II sitts and laughs with Meghan, Duchess of Sussex during a ceremony to open the new Mersey Gateway Bridge on June 14, 2018 in the town of Widnes in Halton, Cheshire, England. Meghan Markle married Prince Harry last month to become The Duchess of Sussex and this is her first engagement with the Queen. During the visit the pair will open a road bridge in Widnes and visit The Storyhouse and Town Hall in Chester.  (Photo by Jeff J Mitchell/Getty Images) caption
Jakarta -

Jenazah Ratu Elizabeth II telah dimakamkan pada Senin (19/9/22) lalu. Upacara tersebut diselenggarakan oleh kerajaan Inggris dan disaksikan seluruh masyarakat dunia.

Menariknya, pemakaman itu dilakukan sesuai dengan keinginan Ratu Elizabeth II sendiri, Bunda. Upacara tersebut dirancang atas impian sang ratu.

Ribuan anggota Angkatan Bersenjata Inggris berbaris dengan sangat rapi. Ratusan pemimpin dunia juga berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.


Sang ratu yang meninggal dunia di usia 96 tahun itu memilih peristirahatan terakhirnya di tempat khusus. Ia tidak dimakamkan di monumen yang bertuliskan namanya sendiri, melainkan di Kapel Memorial Raja George VI. 

Jenazah Ratu Elizabeth II dimakamkan di samping orang tua tercinta, Raja George VI dan Ibu Suri Elizabeth yang kini bersemayam di Kastil Windsor.

Di tempat tersebut, ia juga berkumpul bersama saudara perempuannya, Putri Margaret, serta mendiang suami tercinta Pangeran Philip. Hal itu merupakan keinginan terakhir sang ratu.

Menurut sejarawan Robert Hardman yang juga merupakan penulis Queen of Our Times: The Life of Elizabeth II, sang ratu tidak ingin jenazahnya diperlakukan secara istimewa.

"Dia tidak ingin melihat patung dirinya atau bahkan memiliki ruang pemakaman terpisah di dalam Kapel St. George. Seperti yang pernah dikatakan sepupunya Margaret Rhodes kepada saya, dia hanya ingin membuat ayahnya bangga," ungkap Hardman, dikutip dari People.

Sejak dinobatkan sebagai pemimpin kerajaan Inggris pada 1953 silam, Ratu Elizabeth II telah menghabiskan seluruh hidupnya untuk mempersiapkan kelanjutan bangsa serta keluarganya.

Arak-arakan Platinum Jubilee yang digelar 10 hari merupakan hadiah terakhir dari sang ratu untuk bangsanya, Bunda.

"Dia tidak menginginkan kemegahan dan upacara itu untuk dirinya sendiri, tetapi dia mengenali peran yang dia mainkan. Bahkan dalam kematiannya, dia masih melayani," kata penulis biografi kerajaan, Penny Junor.

Ketika wanita yang telah memerintah selama 70 tahun itu dimakamkan, seluruh keluarganya berkumpul bersama mengantar kepergiannya. Baca di halaman setelah ini, Bunda.

Saksikan juga video tentang perubahan gelar anggota kerajaan Inggris pasca kematian sang ratu:

[Gambas:Video Haibunda]

ANGGOTA KERAJAAN BERKUMPUL DI PEMAKAMAN RATU
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Artikel Terkait
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!