HaiBunda

TRENDING

Jembatan Baru Penghubung China ke Korea Utara Dibuka, Biaya Pembangunannya Bikin Melongo

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Jumat, 23 Oct 2026 09:45 WIB
Ilustrasi jembatan China - Korut/ Foto: Getty Images/iStockphoto/aphotostory

China dan Korea Utara kembali memperkuat hubungan kedua negara melalui pembukaan sebuah jembatan jalan raya baru yang telah lama dinantikan. Jembatan Penghubung China ke Korea Utara ini diharapkan dapat memperlancar arus perdagangan sekaligus mempererat hubungan kedua negara yang bertetangga di Asia Timur.

Jembatan yang pembangunannya rampung lebih dari satu dekade lalu tersebut akhirnya mulai beroperasi setelah mengalami penundaan panjang. Kehadirannya pun menarik perhatian karena berpotensi menjadi jalur utama distribusi barang antara kedua negara.

Lantas, seperti apa fakta jembatan baru ini dan mengapa pembukaannya dianggap penting? Yuk, Bunda, simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.


Jembatan penghubung China ke Korea Utara akhirnya dibuka setelah tertunda 12 tahun

Mengutip laman Euro News, jembatan jalan raya empat lajur bernama New Yalu River Bridge resmi dibuka pada Kamis setelah mengalami keterlambatan selama sekitar 12 tahun. Infrastruktur ini membentang sepanjang kurang lebih 3 kilometer, menghubungkan Kota Dandong di China dengan Kota Sinuiju di Korea Utara.

Meski pembangunannya telah selesai pada 2014, jembatan tersebut tidak langsung digunakan. Penundaan terjadi karena jalan penghubung dan fasilitas bea cukai di wilayah Korea Utara belum siap. Penutupan perbatasan selama pandemi COVID-19 juga menjadi bagian dari hambatan hubungan lintas negara pada periode tersebut.

Pembukaan jembatan ditandai dengan upacara yang dihadiri masyarakat di Dandong. Sejumlah truk dengan bendera kedua negara terlihat melintasi jembatan tersebut, menandai dimulainya aktivitas kendaraan di jalur baru itu.

Sebelumnya, perdagangan darat China dan Korea Utara banyak mengandalkan Jembatan Persahabatan China-Korea Utara yang telah berusia puluhan tahun. Jembatan lama tersebut memiliki keterbatasan kapasitas karena hanya menyediakan satu lajur untuk lalu lintas kendaraan secara bergantian.

Dengan hadirnya jalur baru yang lebih lebar, pengangkutan barang berukuran besar, seperti mesin industri, bahan baku, material konstruksi, dan pasokan energi, diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien.

Perdana Menteri China Li Qiang menyebut jembatan tersebut sebagai simbol persahabatan kedua negara. Ia juga berharap pembukaannya dapat meningkatkan kerja sama ekonomi, perdagangan, serta hubungan masyarakat di kedua wilayah.

Biaya pembangunan dan dampak jembatan baru bagi China-Korea Utara

Besarnya infrastruktur ini terlihat dari panjangnya yang mencapai sekitar 3 kilometer serta empat lajur yang disediakan untuk kendaraan. Jembatan tersebut dirancang untuk mendukung konektivitas dan meningkatkan kelancaran pengiriman barang lintas perbatasan.

Mengutip laman CNN, hubungan perdagangan antara China dan Korea Utara memiliki peran penting bagi perekonomian Pyongyang. China merupakan mitra dagang terbesar sekaligus salah satu pendukung ekonomi utama Korea Utara.

Kota Dandong dan Sinuiju juga menjadi titik penting dalam aktivitas perdagangan kedua negara.

Pembukaan jembatan ini berpotensi memperkuat kembali hubungan Beijing dan Pyongyang setelah kedekatan Korea Utara dengan Rusia meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Korea Utara dan Rusia juga membuka jembatan jalan raya yang menghubungkan kedua negara.

Meski demikian, pembangunan infrastruktur baru tersebut turut memunculkan kekhawatiran dari sejumlah pengamat internasional.

Mereka menilai jalur yang lebih mudah dapat meningkatkan risiko pelanggaran sanksi internasional terhadap Korea Utara, terutama jika digunakan untuk memfasilitasi perdagangan barang yang dilarang.

Jembatan tersebut berpotensi menjadi jalur yang dikendalikan pemerintah untuk mempermudah pergerakan barang lintas batas. Namun, dampaknya terhadap perdagangan tetap bergantung pada kebijakan kedua negara dan penerapan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Di sisi lain, peningkatan perdagangan diperkirakan tidak akan berlangsung secara drastis dalam waktu singkat.

Mengutip laman BBC, pandangan seorang pakar studi China yang menilai sanksi internasional masih menjadi faktor pembatas. Korea Utara juga perlu mempertimbangkan dampak masuknya barang-barang China terhadap pasar domestiknya.

Dengan demikian, pembukaan jembatan ini menjadi perkembangan penting bagi konektivitas China dan Korea Utara. Meski dapat memperlancar perdagangan dan mempererat hubungan kedua negara, dampak ekonominya akan bergantung pada perkembangan hubungan diplomatik serta kebijakan perdagangan internasional.

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Mulai 2026, Dua Negara Ini Bebaskan Biaya Melahirkan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Mengenal Metode Maternal Assited Caesarean, Ibu Angkat Bayi dengan Tangan Sendiri saat Melahirkan

Kehamilan Melly Febrida

150 Nama Bayi Bermakna Inspirasi untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Siapa Imam Salat Jenazah Nabi Muhammad SAW?

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Rumah Tissa Biani yang Homey, Desain Interiornya Aesthetic

Mom's Life Amira Salsabila

7 Potret Kebersamaan Rossa & Sang Putri Raina saat Liburan di Korea Selatan, Kompak Pakai Baju Hanbok

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Siapa Imam Salat Jenazah Nabi Muhammad SAW?

Mengenal Metode Maternal Assited Caesarean, Ibu Angkat Bayi dengan Tangan Sendiri saat Melahirkan

150 Nama Bayi Bermakna Inspirasi untuk Anak Perempuan & Laki-Laki Beserta Artinya

Jembatan Baru Penghubung China ke Korea Utara Dibuka, Biaya Pembangunannya Bikin Melongo

7 Potret Kebersamaan Rossa & Sang Putri Raina saat Liburan di Korea Selatan, Kompak Pakai Baju Hanbok

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK