aktivitas

Ngomong Sama Anak Pakai Baby Talk Terdengar Lucu, Tapi...

Radian Nyi Sukmasari 13 Okt 2017
Ilustrasi ibu dan anak. /Foto: thinkstock Ilustrasi ibu dan anak. /Foto: thinkstock
Jakarta - Bunda pernah ngomong sama si kecil pakai baby talk? Itu, Bun, cara bicara dengan artikulasi seperti anak-anak yang bicaranya belum lancar. Misalnya nih 'Oh adik mau minum cucu ya?' atau 'Anak ciapa cih kok pinter banget?'.

Memang, Bun, baby talk bisa terdengar lucu dan menggemaskan. Tapi, kita perlu perhatikan gimana pengaruh penggunaan baby talk pada kemampuan bicara anak. Soalnya, seperti kata psikolog anak dari Tiga Generasi, Anastasia Satriyo, baby talk bukan nggak mungkin bikin artikulasi bicara anak nggak makin baik.

"Kalau kita lihat artikulasi anak kok nggak makin baik, jangan-jangan gara-gara kita sering ngomong pakai baby talk," kata wanita yang akrab disapa Anas ini waktu berbincang sama HaiBunda.

Anas bercerita, ada kliennya yang berumur 5 tahun dan ngomongnya masih kebalik-balik. Ternyata, selama ini ketika si anak ngomong terbalik seperti itu, si ibu justru menirukannya. Jadi, si kecil nggak tahu deh gimana artikulasi yang benar.

Tapi, gimana kalau sesekali kita ingin melakukan baby talk? Kata Anas, baby talk bisa dilakukan lewat intonasi suara. Misalkan untuk bilang 'Uh sayang', nggak perlu kata sayang diubah jadi cayang, Bun. Tapi, bisa kita 'mainkan' di intonasi suara saat mengucapkan kata tersebut ke si kecil.

"Karena kan kita mau ngajarin artikulasi kata yang bener ya ke anak. Esensinya ketika kita ngajak ngobrol anak, anak bisa berkomunikasi dengan benar. Jangan lupa, kita perlu ekspresif pas ngomong sama anak ya," kata Anas.

Baca juga: Penyebab Anak Terlambat Bicara

Jadi, walaupun kita bicara dengan kata yang sesungguhnya dan tanpa dibuat jadi baby talk, asal ekspresif itu bisa menarik buat anak, Bun. Anas bercerita soal eksperimen ketika bayi 8 bulan diajak bicara ibunya yang memasang ekspresi wajah datar.

Dalam eksprerimen itu, saat si ibu ekspresi wajahnya datar, si bayi berusaha sebisa mungkin mencari perhatian supaya si ibu bisa lebih ekspresif. Tapi, karena nggak berhasil bikin ibu excited, jadilah si bayi dalam eksperimen itu menangis.

"Itu menunjukkan gimana ekspresif penting banget buat anak. Makanya kalau ibu yang depresi, emosinya kan datar. Nah, dia nggak ekspresif sama anaknya dan itu berdampak buruk juga buat si anak," tambah Anas yang juga praktik di Klinik Petak Pintar Mampang Prapatan ini.

Gimana, Bun? Walau nggak pakai baby talk ngobrol sama si kecil bisa lebih menyenangkan bukan asal wajah kita penuh ekspresi?

Baca juga: Bunda, Begini Tahapan Anak Bicara (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi