aktivitas

Pentingnya Ajari Anak tentang Browsing Bertujuan

Radian Nyi Sukmasari, Radian Nyi Sukmasari 13 Nov 2017
Ilustrasi anak dan orang tua main gadget/ Foto: thinkstock Ilustrasi anak dan orang tua main gadget/ Foto: thinkstock
Jakarta - Ketika anak sudah pakai gadget, ada risiko dia terpapar konten yang nggak seharusnya dan nggak sesuai usia, misal kekerasan atau pornografi. Nah, untuk meminimalkan risiko itu, salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah mengajari anak browsing bertujuan. Apa itu?

Dalam menerapkan browsing bertujuan, kita mesti punya mindset kalau gadget sebenarnya cuma alat nih, Bun. Jadi, kita yang memakai gadget dan penggunaannya sesuai kebutuhan. Kalau bunda mau cari referensi resep makanan, mau cari film yang seru ditonton bareng anak, atau mau unduh musik yang asyik, bisa lewat browsing di internet, demikian disampaikan psikolog anak dari Tiga Generasi, Anastasia Satriyo.

"Jadi anak belajar kalau kita buka internet itu ada tujuan. Nggak cuma ngisi waktu atau browsing nggak jelas," kata wanita yang akrab disapa Anas ini waktu ngobrol sama HaiBunda.

Kebiasaan ini kalau ditanamkan bisa berdampak sampai anak lebih besar lho, Bun. Kata Anas, misalkan anak sudah duduk di bangku SD terus ada pelajaran yang memang perlu dicari referensinya lewat internet, maka anak bakal mengakses internet. Kalau begitu, bisa dibilang anak udah menerapkan praktik dia membuka internet karena tujuan tertentu.

Bukan berarti anak nggak boleh pakai internet, Bun. Boleh kok, cuma tujuannya yang jelas dan sebisa mungkin kita dampingi ya. Nah, Anas bilang kadang konten yang nggak sesuai bisa dilihat anak ketika mereka mencari informasi di internet. Sebagai orang tua, penting banget kita jadi tempat pertama anak untuk mencari tahu soal sesuatu.



Toh memang butuh sumber dari internet, kita bisa browsing bareng nih, Bun. Prinsipnya, kembali lagi kepada browsing karena tujuan tertentu. Kondisi kayak gitu pastinya bisa terbentuk ketika anak nyaman menanyakan atau membicarakan sesuatu sama bunda atau ayahnya.

Menurut pengalaman Anas, ada keluarga yang anaknya sangat difasilitasi menyalurkan rasa ingin tahunya dengan diajak bicara, diskusi, dikasih buku sehingga banyak eksplorasi mereka nggak terlalu ingin cari tahu soal sesuatu di internet.

"Itu anak 7 tahunan. Karena mereka bilang bisa cari tahu lewat buku juga orang tuanya. Nah, ketika kebutuhan ingin tahu anak bisa dipenuhi sama orang yang bikin dia nyaman dalam hal ini orang tuanya, anak nggak nyari informasi dari sumber lain," tutur Anas.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi