aktivitas

Cerita Pramugari Tenangkan Balita yang Rewel di Pesawat

Asri Ediyati 20 Feb 2018
Cerita Pramugari Tenangkan Balita yang Rewel di Pesawat/ Foto: Thinkstock Cerita Pramugari Tenangkan Balita yang Rewel di Pesawat/ Foto: Thinkstock
Honolulu, Hawaii - Menenangkan anak saat perjalanan terkadang sulit apalagi di dalam pesawat. Tapi ceritanya bisa berbeda kalau ada seorang pramugari yang mencoba menenangkan si kecil.

Sepasang suami istri yang terbang ke Los Angeles ini menjadi saksi saat pramugari berhasil menenangkan balita yang menangis di perjalanan. Kata Rachel Yuen, dia dan suaminya, Jared, sedang naik pesawat terbang ke LAX di Hawaiian Airlines.

"Saat kami duduk menunggu untuk naik ke pesawat, kami menyadari ini adalah momen pertama kami berada jauh dari anak-anak di saat yang bersamaan," tutur Rachel Yuen dikutip dari Love What Matters.

Saat di pesawat, Jared dan Rachel ngobrol. Soalnya, kebetulan mereka nggak bawa tas terlalu banyak dan nggak dapat melakukan pre-board karena mereka nggak bawa anak-anak.

"Tapi kemudian kami mulai memperhatikan ibu-ibu yang bepergian sendiri dengan bayi mereka dan kami mulai merencanakan untuk menawarkan bantuan, karena kami sering bepergian dengan anak-anak," ujarnya.

Saat dalam penerbangan, seorang ibu berusaha melakukan yang terbaik untuk menenangkan anak bungsunya yang masih berusia tiga tahun. Si ibu juga mengajak anak sulungnya yang berusia di bawah lima tahun. Namanya balita ya, Bun, si kakak cuma duduk manis di kursi pesawat, he-he-he.

"Aku melihat si ibu berubah melakukan 'akrobat'. Dia mencoba menenangkan anaknya yang menangis, dan berputar sepanjang lorong. Berusaha mencari posisi untuk membuatnya nyaman. Si ibu mondar-mandir di lorong, mundur dan tetap saja anaknya tidak kunjung tenang," kata Rachel.



Melihat apa yang terjadi pada bocah itu, ada penumpang yang berkomentar negatif. Sebagai seorang ibu, Rachel udah pasti kesal karena dalam kondisi ada ibu yang kewalahan menenangkan anaknya, masih ada aja orang yang nggak bersimpati.

"Tepat sebelum aku keluar dari tempat dudukku. Seorang pramugari mendekat dan minta izin menggendong anak itu. Sang ibu tampak enggan, malu dan pada akhirnya ia memberikan anaknya. Dia telah mencoba setidaknya 45 menit menenangkan si anak dan tidak berhasil. Si anak mengulurkan tangan dan pramugari menggendongnya. Ia jalan menyusuri lorong sampai akhirnya tangisan anak tersebut mereda," kata Rachel.

Rachel rasanya ingin berterima kasih kepada pramugari itu. Ya, sebagai seorang ibu Rachel tahu gimana repotnya menenangkan si kecil yang menangis di perjalanan. Dalam perjalanan seperti di pesawat, anak bisa jadi rewel karena mungkin mabuk perjalanan atau bosan. Nah, soal mencegah anak agar nggak mabuk di perjalanan, kata dr Marlyn Cecilia Malonda SpA dari RS Mayapada Tangerang, mabuk perjalanan pada anak bisa dicegah pertama dengan memastikan kalau si kecil dalam keadaan fit waktu berangkat mudik dan atur posisi duduk anak senyaman mungkin saat di kendaraan.

Yang perlu diingat, kita nggak boleh lupa untuk memenuhi asupan makanan anak. Makanannya yang kayak gimana ya Bun? "Makanan ringan dan jangan terlalu 'berat'. Makanan berlemak kayak gorengan gitu baiknya dihindari karena bisa memicu mual dan muntah," kata dr Marlyn.

Jangan juga terlalu banyak nyuapin si kecil ya, Bun. Soalnya, perut yang terlalu kenyang bakal bikin perut anak begah, nggak nyaman dalam perjalanan, dan akhirnya memicu mual muntah deh. Nggak cuma itu, posisi duduk juga ikut nentuin risiko anak mabuk di perjalanan lho. Makanya, posisi duduk anak di kendaraan juga perlu diperhatiin nih, Bun.

"Kalau di pesawat, untuk mencegah mabuk perjalanan, kalau bisa pilih posisi duduk di tengah atau area dekat sayap karena space di depannya kan lebih lowong ya. Meski memang, mabuk perjalanan itu paling sering dialami anak yang umurnya di atas 2 tahun. Kalau di bawah 2 tahun, mereka umumnya lebih banyak tidur," kata dr Marlyn.



[Gambas:Youtube]

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi