aktivitas

Perkenalkan Ini Archie, Bocah yang Jadi DJ di Usia 3 Tahun

Asri Ediyati Senin, 26 Mar 2018 - 12.10 WIB
Perkenalkan Ini Archie, Bocah yang Jadi DJ di Usia 3 Tahun/ Foto: Instagram @iamdjarchie Perkenalkan Ini Archie, Bocah yang Jadi DJ di Usia 3 Tahun/ Foto: Instagram @iamdjarchie
Berkshire, Inggris - Mungkin kita sudah sering melihat atau mendengar balita yang jago bermain musik. Nah, kalau yang satu ini bukan jago bermain musik tapi jago 'mixing' musik, Bun. Siapa sih dia? Dia adalah balita bernama Archie asal Berkshire, Inggris.

Iya Bun, kecil-kecil Archie sudah punya titel disc jockey. Si kecil Archie jadi dikenal sebagai DJ paling muda di dunia setelah orang tuanya memposting video di Instagram saat Archie sedang me-mixing lagu dengan 'turn table'-nya. Warganet gemas dengan video-video aksi Archie yang diunggah orang tuanya.

Archie juga telah berkolaborasi dengan DJ dan MC kondang di Inggris seperti DJ Luck dan MC Neat. Musik yang Archie mainkan bergenre old skool garage dan dnb. Lucunya lagi ia juga memainkan lagu anak-anak, Bun. Lucu kali ya dengar lagu anak-anak tapi di-mix gitu.

Bakat Archie ini menurun dari ayahnya yang juga seorang DJ. Archie menemukan bakatnya menjadi DJ karena sering menonton ayahnya bermain musik di rumah.

"Dia terlalu bagus. Tidak ada kata yang dapat menjelaskan seberapa keren Archie ini. Lagu yang kamu mainkan juga selalu menggemaskan," tulis salah satu penggemarnya di Instagram, dikutip dari Daily Star.

[Gambas:Instagram]





Bicara soal musik, bermain dan mendengar musik bisa menjadi kegiatan untuk stimulasi kecerdasan anak, lho. Menurut praktisi neurosains terapan, Anne Gracia, ketika mendengarkan musik, pilihan respons anak baik yang sudah ada di memorinya atau berupa refleks berdasarkan degupan jantungnya adalah sebuah proses pengambilan keputusan tersendiri dari otak. Maka, dapat dikatakan bahwa salah satu dasar kecerdasan otak bisa didapat melalui stimulus musik dan respons yang diberikan anak.

Untuk waktu tepat memperdengarkan musik pada anak, Anne menyarankan baiknya kembali lagi pada prinsip degupan jantung. Misalnya, sehabis bangun tidur, tak ada salahnya memperdengarkan musik dengan nada semangat dan energik. Siang hari, ketika suasana umumnya membuat seseorang ngantuk, boleh juga memperdengarkan musik yang menyemangati anak.

"Saat malam hari, beri lagi musik yang bisa menurunkan degup jantungnya, supaya istirahat. Dari volume juga berpengaruh, supaya otak rileks. Musik menjadi salah satu cara musik orang tua merangsang kecerdasan awal anak. Jadi dari sekadar mendengar musik lalu anak merespons baik dengan suara atau gerak itu tanda kecerdasannya yang baik," tutur Anne dikutip dari detikHealth.

(aci/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi