sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Ya Allah, Kuputuskan Ta'aruf Malah Digosipkan Tetangga Hamil di Luar Nikah

Sahabat HaiBunda Senin, 06 Jul 2020 20:03 WIB
Muslim bride and groom at the mosque during a wedding ceremony caption
Jakarta -

Aku menikah di usia 23 tahun. Aku memiliki anak saat usia pernikahan kami genap satu tahun. Menurut orang-orang, aku termasuk pendiam dan jarang bergaul dengan lingkungan tempat tinggal. Padahal, aku ikut kegiatan rutin seperti karang taruna, gotong royong dan pengajian di desa tempat tinggalku.

Memang aku tidak pernah ikut kegiatan bermain atau tamasya karena memang aku tipe yang tidak suka kegiatan seperti itu. Lagipula, aku sibuk kuliah di kota sebelah dan mengikuti kegiatan organisasi yang banyak kegiatan saat itu. Aku tidak pernah terlihat jalan dengan pemuda manapun. Di sosial media pun aku tidak pernah posting tentang pacaran atau hubungan seperti itu.

Anak muda di desaku merasa lumrah apabila jalan dengan bukan mahramnya. Aku tidak mempermasalahkan hal itu, yang penting bukan diriku saja. Aku hanya tidak menyangka ketika aku menikah para tetangga begitu kaget. Pemuda-pemudi desa juga heran dan bertanya-tanya siapa calon suamiku.


Adikku sendiri bercerita kalau tetangga berpikir aku hamil duluan. Sebab memang pernikahanku terkesan tiba-tiba. Tidak ada desas-desus sebelumnya, tahu-tahu Bapakku meminta Karang Taruna membantu persiapan pernikahanku. Memang persiapan pernikahanku hanya sekitar 35 hari, dan calon suamiku hanya mengirim pamannya untuk melamarku. Hari itu juga tanggal pernikahan ditentukan.

Kakekku dari pihak ibu, termasuk orang Jawa yang masih percaya ilmu tanggal baik. Jadi merekalah yang menentukan tanggal pernikahanku. Ternyata, tanggal baik yang terdekat 35 hari terhitung dari hari lamaran tersebut. Bapak memutuskan dilakukan saja pada tanggal tersebut. Aku tidak menyangka akan secepat itu. Aku juga tidak menyangka akan digosipkan yang negatif oleh para tetangga.

Muslim bride and groom at the mosque during a wedding ceremonyIlustrasi menikah ta'aruf/ Foto: iStock

Aku bahkan menerima kado perlengkapan makan bayi, di hari pernikahanku dari salah satu temanku di desa. Mereka benar-benar menyangka aku hamil diluar nikah. Sedangkal itu ternyata pemikiran masyarakat melihat perempuan yang menjaga diri tanpa pacaran dan menikah dengan proses ta'aruf.

Empat hari setelah menikah aku langsung dibawa suami bekerja di ibukota. Sekitar empat bulan setelah menikah, kami pulang karena ada saudara dari suami yang meninggal. Selang sehari setelah meninggalnya saudara suamiku itu, pamanku meninggal. Di hari sedih itu, aku justru mendengar gosip dari tetangga. Saat itu aku belum hamil, tetapi memang aku lebih berisi karena aku tidak bekerja setelah menikah.

Bahkan, ada yang berani langsung bertanya apakah aku tengah hamil. Dengan lapang hati aku sampaikan kalau aku belum hamil dan meminta didoakan supaya lekas hamil. Adikku juga mendapat kabar negatif, dikiranya warga aku segera dibawa keluar kota supaya tidak ketahuan kalau aku hamil di luar nikah. Padahal kenyataannya tidak demikian. Adikku bahkan sempat kesal mendengar gosip dari teman-teman karang taruna tersebut.

Terkadang rasanya aneh dengan orang-orang itu, melihat remaja pacaran hamil sebelum nikah mereka biasa saja. Giliran mendapati remaja menikah dengan cara ta'aruf, tidak pacaran dulu dan menikah dalam keadaan suci justru difitnah yang tidak-tidak. Miris.

Semoga ceritaku ini bisa membuka pikiran para Bunda, agar tidak memandang miring orang-orang yang mengambil keputusan sama seperti aku.

(Cerita Bunda Kenniapril - Semarang)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke email redaksi@haibunda.com. Bunda yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

Selain kisah di atas, ada juga cerita menarik dari Lula Kamal dan suaminya. Klik video di bawah ya:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi